Fakta tak terduga

WARNING🚫

CERITA INI MENGANDUNG MISTERI YANG AKAN DI PECAHKAN PEMERAN UTAMA.

###

Buk...

Alana menjatuhkan tubuhnya ke kasur empuk miliknya,ia menutup matanya hingga tiba-tiba otaknya serasa penuh dengan rekaman banyak hal.

Setelah cukup lama ia kemudian membuka matanya perlahan,"Hari ini adalah ulang tahun ku",ucapnya namun tak ada ekspresi apapun di wajah cantik itu.

Yah,di malam usianya genap 18 tahun ia harus meregang nyawa dengan cara mengerikan,dan ini adalah malam yang sama dimana usianya akan bertambah yakni usia 17 tahun,ya dia benar-benar kembali ke satu tahun lalu dimana tepat di hari ulang tahunnya yang ke -17 tahun.

Jika dulu ia selalu menantikan ulang tahun namun tidak lagi untuk sekarang,ia benci ulang tahun.

"Aku tidak akan melakukan hal yang sama lagi"

***

Malam hari...

Alana menuruni tangga setelah sejak tadi siang tidak turun,nampak keadaan rumah yang sudah sepi tidak ada orang.

Kemana semua orang?

Yah,tentu saja Alana tahu kemana

mereka semua dan itu membuat nya

tersenyum sinis kemudian kembali melanjutkan langkahnya.

Di tempat lain di sebuah hotel

mewah,semua orang dengan semangatnya bertepuk tangan dengan sangat meriah.

"Terimakasih ma pa"

"Celine suka gak dengan kejutan ini?"

"Suka ma,suka banget Celine pikir mama sama papa akan lupa",ucap Celine dengan tersenyum bahagia saat ini di depan sebuah kue ulang tahun bertingkat berukuran jumbo.

"Jangan lupa sayang, kakak-kakak kamu juga yang membuat ide ini", ucap Zahra tersenyum bahagia melihat putrinya bahagia.

Celine langsung menghambur memeluk kedua kakak laki-lakinya yang mempunyai wajah rupawan."Terimakasih kak", ucapnya dengan suara manja.

"Sama-sama",jawab Alga mengusap pucuk kepala adiknya itu.

"Terimakasih kak udah datang jauh-jauh untuk ulang tahun Celine",ucap Celine kini mengembangkan senyum nya pada kakak tertuanya yaitu Aldiano Blanchard yang berusia 28 tahun.

Aldiano selama ini menetap di negara spaghetti yaitu Italia,ia mengurus perusahaan papanya di sana dan memilih menetap di negara spaghetti itu,ia kembali jika ada hal penting.

"Iya",jawab Aldi dengan tersenyum lembut,namun matanya tampak mencari-cari seseorang.

"Sayang sudah saatnya meniup lilin",ucap Zahra dengan bersemangat.

Celine mengangguk, sebelum meniup lilin ia menatap ke depan sana melihat pria yang sedang tersenyum manis padanya.

Dia adalah Rafael bersama ibunya yang memang menghadiri pesta ulangtahun nya.

Semua orang kini menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan bersemangat,sampai akhirnya Celine yang telah selesai berdoa meniup lilin membuat semua orang bertepuk tangan lebih meriah.

Aldino sejak tadi tak bisa menunjukkan ekspresi yang puas, setelah Celine meniup lilin ia memutuskan untuk membawa papanya sebentar karna ingin mengatakan sesuatu.

"Ada apa,apa kau sudah harus pergi sekarang?",tanya Alvarez pada putra sulungnya itu setelah mereka cukup menjauh dari acara ulang tahun yang sudah sangat meriah dengan lagu.

"Dimana Alana pa?,bukankah ini juga hari ulang tahunnya?"

Alvarez langsung memijit pangkal hidung nya,ia juga baru ingat setelah putra sulungnya itu memberitahu sekarang,"Papa tidak tahu itu,lagipula mama mu lah yang mempersiapkan ini semua jika tidak papa juga tidak tahu kalau ini adalah ulang tahun Celine"

"Sudahlah jika anak itu marah besok masih ada untuk membuat perayaan untuknya", Alvarez berbicara dengan santai dan tanpa rasa bersalah sama sekali.

"Dia tidak akan marah selagi mendapatkan hadiah mahal dari kita",ucap Alga menimpali,entah dari mana ia datang.

Aldi mengangguk setuju,ia juga berfikir seperti itu selama ini adiknya itu memang akan selalu bahagia jika mendapatkan hadiah mewah.

Ya,cukup itu saja maka dia tidak akan marah dan merasa puas.

Setidaknya begitulah pikiran ketiga pria dewasa itu.

***

Sementara itu

sosok gadis dengan jaket hitam dan celana panjang juga topi hangat yang terpasang di kepalanya mengingat itu sudah malam hari,ia tampak berdiri di sebelah makam tanpa rasa takut sedikitpun.

Perlahan ia berjongkok membaca nama pemilik kuburan itu.

Alice Maven

Itu adalah nama yang di baca Alana di atas kuburan itu,tangannya kemudian mengusap nama yang terukir itu kemudian sudut bibirnya terangkat.

"Aku bersyukur bisa hidup kembali dimana aku mengetahui banyak hal yang sebelumnya tak ku ketahui termasuk hal ini",ucapnya dengan tersenyum lirih dengan tangan yang terus bergerak mengusap nama yang terukir itu.

Air matanya mengalir,ia menangis bukan karna ulang tahunnya yang tak di rayakan,namun karna hal di depannya,entah kenapa ia menyesal tidak mengetahui semua itu lebih cepat.

"Mama"

Ucapnya dengan suara yang tak tertahankan lagi,ia kini menangis di depan makam itu dengan suara tangisan yang di tahan,sungguh itu lebih menyakitkan dari semua fakta yang ia ketahui.

Alana cukup bersyukur karna ternyata wanita bernama Zahra itu bukanlah ibu kandungnya,tapi ia Begu sedih dan terpukul mengetahui kalau ibu kandung yang tak pernah ia ketahui sejak kecil ternyata sudah meninggal saat ia di lahirkan melihat dari rekaman reka adegan yang mengalir di otaknya begitu saja.

Malam itu Alana menghabiskan malam ulang tahunnya di makam ibu kandungnya yang baru ia ketahui,ia menceritakan semua keluh kesahnya di depan makam itu,ia menumpahkan kesedihan dan tangisnya.

Meskipun ia berjanji untuk kuat pertahanan runtuh juga mengingat kedua kakaknya dan ayah kandungnya tak memperdulikannya,ia begitu membenci mereka semua karna lebih menyayangi anak pungut di bandingkan dirinya sejak ia kecil.

Setelah menghabiskan waktu berjam-jam akhirnya tangisnya berhenti juga,ia menghapus air matanya.

"Aku berjanji ma aku akan membuat mereka menyesal telah membuang ku,papa juga sangat jahat ma.Aku minta maaf karena aku tidak ingin menganggapnya sebagai papa ku lagi begitu pun kak Aldi dan kak Alga,mereka tidak pantas menjadi keluargaku"

Alana berbicara dengan begitu serius, setelahnya ia bangkit dengan tatapan yang masih tajam pada makam ibu kandungnya yang baru ia ketahui.

"Kau juga bisa menganggap kalau aku bukan putri kandung mu,karna setelah ini sosok Alana yang dulu akan menghilang dengan Alana yang baru berhati iblis ini"

Sete selesai mengatakan itu Alana benar-benar pergi tanpa menoleh

ke belakang sedikitpun,air matanya juga sudah kering di sana.

jangan salahkan Alana,ia berubah menjadi iblis bukan karna kemauannya sendiri tapi karna orang-orang di sekitarnya lah yang menuntutnya untuk menjadi jahat berhati iblis.

Setelah sampai di parkiran,tidak sengaja ia berpapasan dengan seorang pria asing bertubuh tinggi dan tegap,ya setidaknya itulah yang di definisikan Alana karna karna sekitar yang sudah gelap hanya sedikit sinar bulan sehingga tak bisa ia lihat wajah pria itu.

Setelah berhenti karna berpapasan dengan pria asing,Alana tanpa peduli kembali melanjutkan langkahnya menuju mobil miliknya, begitu pun dengan pria asing itu yang kembali melanjutkan langkahnya dengan dua orang yang memang sejak tadi berdiri belakangnya.

Bersambung...

Jangan lupa like komen and vote ya ya🔥🤩

Maaf semalam gak bisa up,sebagai gantinya hari ini author bakal dobel up.

Nantikan terus ya ceritanya, karna ini akan semakin seru dengan banyak misteri ataupun fakta yang akan di kuak Alana.

Terpopuler

Comments

Widia Aja

Widia Aja

Gak nyesel pilih baca cerita novel ini, beda dari cerita standar lainnya..
Semangat Authooorr...

2025-03-17

0

guntur moch

guntur moch

Tahu dari mana Bahwa itu Makam Ibunya,kok tiba-tiba ada di Makam

2025-03-17

0

awesome moment

awesome moment

saatnya jd power ranger. brubah!!!!

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 Alana Blanchard
2 Kesempatan kedua untuk Alana
3 Perubahan Alana
4 Alana vs Celine
5 Tidak akan ada hal buruk lagi
6 Fakta tak terduga
7 Ulang tahun terlupakan
8 Permintaan Alana
9 Berita heboh di sekolah
10 Sampah di buang ke tong sampah
11 Pergi?
12 Pergi dari rumah
13 Peringatan
14 Kemarahan Alga
15 Bertemu kembali
16 Bertemu seseorang
17 Rencana Alana
18 Karna aku sudah sadar
19 Rencana yang sama
20 Membungkam
21 Interaksi pertama
22 Kedatangan Alvarez dan Aldi
23 Ulang tahun Alvarez
24 Ulang tahun Alvarez 2
25 Rahasia Zahra
26 Kedatangan Daniel lingg
27 Sifat Asli Celine
28 Ide Chairul
29 Mengambil hak
30 Merawat Daniel lingga
31 Tentang Daniel (visual Alana)
32 Masih punya muka
33 Serangan
34 Mansion Daniel lingga
35 Kekhawatiran Chairul
36 Mansion di atas gedung pencakar langit
37 Obsesi Celine
38 Rencana Bobby
39 Penyerangan Bobby
40 Serangan Bobby 2
41 Kadatangan Rafael tiba-tiba
42 Panggil 'Bibi'
43 Setuju
44 Pernikahan
45 Apa arti pernikahan ini?
46 Kedatangan Alexa
47 Siapa sosok Lahar?
48 Pergi
49 Mencoba menyadarkan
50 Keluarga Josephine
51 Kebingungan Alana
52 Nekat
53 William
54 Daniel marah?
55 Balik marah
56 Menuntut penjelasan
57 Lahar Alexa
58 Bertemu sahabat
59 Butuh pengakuan
60 Bertemu Rafael dan tinggal bersama
61 Hukuman
62 Masih belum yakin
63 Cemburu
64 Tidak ingin berharap lebih
65 Pertama kali bertemu ayah kandung
66 Ikatan batin
67 "Aku bukan anak kandungmu"
68 Sadar
69 Menyatakan perasaan sebenarnya
70 Merasa bersalah
71 Kedatangan Hanna
72 Permohonan Hanna
73 Tidak menyangka
74 Perusahaan
75 Izin keluar Hanna
76 Gara-gara kalung
77 Alana hilang
78 Tempat asing
79 Siapa yang menculik ku?
80 Kemarahan Alana
81 Kedatangan Daniel
82 Membawa Alana pulang
83 Kelelahan
84 Ditelepon Alva
85 Alana sakit?
86 Postif
87 Ketakutan Alana
88 Meninggal?
89 Bobby meninggal
90 Kabar kehamilan
91 Bayi kembar
92 TAMAT
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Alana Blanchard
2
Kesempatan kedua untuk Alana
3
Perubahan Alana
4
Alana vs Celine
5
Tidak akan ada hal buruk lagi
6
Fakta tak terduga
7
Ulang tahun terlupakan
8
Permintaan Alana
9
Berita heboh di sekolah
10
Sampah di buang ke tong sampah
11
Pergi?
12
Pergi dari rumah
13
Peringatan
14
Kemarahan Alga
15
Bertemu kembali
16
Bertemu seseorang
17
Rencana Alana
18
Karna aku sudah sadar
19
Rencana yang sama
20
Membungkam
21
Interaksi pertama
22
Kedatangan Alvarez dan Aldi
23
Ulang tahun Alvarez
24
Ulang tahun Alvarez 2
25
Rahasia Zahra
26
Kedatangan Daniel lingg
27
Sifat Asli Celine
28
Ide Chairul
29
Mengambil hak
30
Merawat Daniel lingga
31
Tentang Daniel (visual Alana)
32
Masih punya muka
33
Serangan
34
Mansion Daniel lingga
35
Kekhawatiran Chairul
36
Mansion di atas gedung pencakar langit
37
Obsesi Celine
38
Rencana Bobby
39
Penyerangan Bobby
40
Serangan Bobby 2
41
Kadatangan Rafael tiba-tiba
42
Panggil 'Bibi'
43
Setuju
44
Pernikahan
45
Apa arti pernikahan ini?
46
Kedatangan Alexa
47
Siapa sosok Lahar?
48
Pergi
49
Mencoba menyadarkan
50
Keluarga Josephine
51
Kebingungan Alana
52
Nekat
53
William
54
Daniel marah?
55
Balik marah
56
Menuntut penjelasan
57
Lahar Alexa
58
Bertemu sahabat
59
Butuh pengakuan
60
Bertemu Rafael dan tinggal bersama
61
Hukuman
62
Masih belum yakin
63
Cemburu
64
Tidak ingin berharap lebih
65
Pertama kali bertemu ayah kandung
66
Ikatan batin
67
"Aku bukan anak kandungmu"
68
Sadar
69
Menyatakan perasaan sebenarnya
70
Merasa bersalah
71
Kedatangan Hanna
72
Permohonan Hanna
73
Tidak menyangka
74
Perusahaan
75
Izin keluar Hanna
76
Gara-gara kalung
77
Alana hilang
78
Tempat asing
79
Siapa yang menculik ku?
80
Kemarahan Alana
81
Kedatangan Daniel
82
Membawa Alana pulang
83
Kelelahan
84
Ditelepon Alva
85
Alana sakit?
86
Postif
87
Ketakutan Alana
88
Meninggal?
89
Bobby meninggal
90
Kabar kehamilan
91
Bayi kembar
92
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!