BAB 13

Dokter mulai memeriksa kondisi Dion, sedangkan Amel ia hanya berdiri menunggu hasilnya.

" Gimana dok ? Pak Dion sakit apa ? " tanya Amel dengan khawatir

" Pak Dion kurang istirahat, dan sepertinya asam lambungnya naik. Saya akan memberikan obat, dan saya sarankan Pak Dion untuk istirahat beberapa hari yah " jelas Dokter tersebut

" Baik Dok " jawab Amel

Dokter memberikan beberapa obat untuk Dion, setelah selesai dokter pun langsung pamit pergi.

" Bapa pulang aja, nanti biar saya hubungi pak Ujang untuk mengantar bapa ya " kata Amel

" Engga usah, saya ga kenapa kenapa " Dion mencoba bangun dan duduk

" Tapi tadi Dokternya kan bilang, bapa harus banyak istirahat. Yaudah saya antar bapa pulang, gimana ? " ucap Amel kembali

" Hmm yasudah " Dion mengangguk

" Yaudah saya minta siapkan mobil dulu, sekalian saya rapihin meja kerja saya. Bapa tiduran dulu aja, sambil tunggu saya " ucap Amel dan Dion mengangguk

Amel lebih dulu merapikan meja kerja Dion, ia memasukan laptop milik Dion dan beberapa berkas lainnya.

Setelah selesai ia pun langsung kembali keruangan, ia juga merapikan meja kerjanya sebab ia harus mengantarkan Dion.

Setelah semua selesai dan mobil sudah siap, Amel kembali masuk keruangan Dion.

" Ayo Pak, bapa bisa jalan ga ? Kalau gabisa saya ambil kursi roda ya " kata Amel

" Ga perlu, saya bisa " jawab Dion

Amel membawakan tas milik Dion, mereka pun berjalan pergi dari sana.

Sesampainya di lobby, mobil pun sudah siap. Amel mengambil alih menyetir, sedangkan Dion duduk di sebelah Amel.

" Kalau Pak Dion mau tidur, tidur aja " kata Amel sambil menatap lurus ke depan

" Hmm " gumam Dion

Amel dengan fokus mengendarai mobil milik Dion, sedangkan laki laki itu mulai memejamkan matanya.

Setelah menempuh perjalanan, keduanya tiba di apartemen milik Dion.

" Pak Dion istirahat dulu di kamar, nanti saya buatkan bubur untuk bapa " kata Amel dan Dion pun langsung pergi ke kamarnya

Amel mulai pergi ke dapur untuk memasak bubur dengan bahan bahan yang cukup lengkap di kulkas.

Setelah bubur selesai, Amel pun langsung membawa bubur tersebut kedalam kamar Dion.

" Pak, ayo makan dulu " kata Amel yang kini sudah berada di kamar Dion

Dion pun mencoba untuk bangun, ia memposisikan dirinya untuk duduk.

" Bapa bisa makan sendiri kan ? " tanya Amel dan Dion menggeleng

" Yaudah saya suapin, habis makan bapa minum obat yah " ucap Amel dan Dion mengangguk

Amel mulai menyuapi bubur untuk Dion, selama Amel Bekerja dengan Dion baru kali ini Dion berperilaku manja berbeda dengan sikapnya yang dingin.

Amel cukup senang bubur yang ia buat sudah habis, Amel pun langsung memberikan obat kepada Dion.

" Sekarang bapa istirahat yah " kata Amel sambil membantu Dion kembali merebahkan tubuhnya

" Kamu jangan pergi " kata Dion

" Iyah, saya temani sampai bapa tidur " ucap Amel

Dion sedikit menggeser tubuhnya hingga memberikan ruang, kemudian ia menepuknya.

" Sini " kata Dion

" Mau apa pak ? " tanya Amel

" Bisa ga sih Mel, kamu tuh gausah banyak nanya. " ucap Dion dengan kesal

Amel pun dengan ragu merebahkan tubuhnya, ia mulai ikut berbaring disebelah Dion.

Dion memeluk tubuh Amel dengan erat, membuat Amel sendiri susah untuk menggerakkan tubuhnya.

" Pak " panggil Amel

" Hmm " Dion hanya berdeham

" Saya mau izin pulang, bapa ga apa apa kan kalau saya tinggal? " ucap Amel

Dion tak menjawab apapun, ia tetap memeluk tubuh Amel dengan erat.

" Pak " panggil Amel kembali namun tak ada respon dari Dion.

Saat Amel sedikit menoleh, ia melihat Dion yang sudah memejamkan matanya. Amel juga merasa Dion sudah mulai tertidur, dengan hati hati Amel melepaskan tangan Dion dari atas tubuhnya.

Begitu sudah berhasil terlepas, Amel dengan pelan pelan berjalan meninggalkan Dion. Ia pun langsung menutup pintu kamar Dion, dan bergegas pergi dari sana.

Amel pulang dengan menggunakan ojek online yang sudah ia pesan, walaupun ia sedikit khawatir dengan kondisi Dion ia berharap jika besok Dion sudah jauh lebih baik.

***

Pagi hari Amel sudah tiba di kantor, pagi ini ia kembali menaiki kendaraan umum menuju tempat kerjanya.

" Pagi Mel " sapa Dika begitu Amel tengah menunggu lift

" Eh Ka Dika, pagi kak " sapa Amel kembali

" Udah sarapan ? " tanya Dika kembali

" Udah kak, ka Dika sendiri udah sarapan? " Amel berbalik bertanya

" Belum, nih makanya beli sarapan dulu tadi " Dika menunjuk sebuah tas kecil ditangannya

Saat keduanya tengah asik berbincang, Dion yang baru saja tiba langsung menghampiri keduanya.

" Pagi Pak " sapa Amel dan Dika, namun Dion tak menjawab apapun

Begitu pintu lift terbuka, Dion masuk lebih dulu dan di susul Amel dan juga Dika.

" Ini aku punya minuman susu buat kamu, kamu dari dulu suka susu coklat kan " kata Dika sambil memberikan kepada Amel

" Makasih Kak " Amel dengan senang meraih susu tersebut

Dion yang berdiri di depan keduanya mulai merasa kesal, ia tanpa sadar mengepalkan tangannya dengan kencang.

Begitu mereka sampai dan pintu lift terbuka, mereka pun langsung keluar dari dalam lift. Dion berjalan lebih cepat untuk masuk keruangannya, sedangan Amel dan Dika ia hanya berjalan santai.

Begitu diruangan Dion langsung duduk di kursinya dengan rasa kesal, ia tak suka Amel begitu dekat dengan laki laki lain seperti tadi.

Dion pun langsung menghubungi Amel, ia menyuruh Amel untuk keruangannya.

" Masuk " kata Dion mendengar suara ketukan pintu

Tak lama pintu terbuka, Amel masuk dengan memegang map di tangannya.

" Permisi pak " ucap Amel sambil mendekati Dion

Dion tak merespon apapun, hingga Amel kini sudah berdiri didekat dirinya.

" Ini untuk schedule bapa hari ini, jam 8 malam nanti bapa ada jadwal bertemu dengan Mr. Yooki di Cafe x " ucap Amel menjelaskan

Dion tak merespon apapun, sejujurnya ia berharap Amel menjelaskan kedekatannya dengan laki laki tadi.

" Ada lagi pak ? Kalau tidak ada biar saya kembali keruangan saya " kata Amel

" Kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu ke saya ? " Dion pun mulai mengeluarkan kata

" Menjelaskan apa ya Pak ? Maksudnya gimana ? " tanya Amel dengan bingung

" Kamu sepertinya sangat dekat dengan laki laki itu, kamu menyukai nya ? " tanya Dion dengan tatapan dingin

" Siapa Pak ? " tanya Amel

" Sudahlah, kamu keruangan saja " ucap Dion dengan kesal

Amel tau orang yang dimaksud ialah Dika, namun ia mencoba berpura-pura tidak tau siapa orang yang Dion maksud.

" Bapa sudah mendingan? Bapa sudah sarapan ? " tanya Amel agar meredam emosi Dion

" Hmm " gumam Dion tanpa menoleh kearah Amel

" Kalau bapa butuh apa apa, bapa bisa panggil saya. Saya permisi " kata Amel yang kemudian berjalan keluar dari ruangan Dion

Amel sendiri tak paham dengan situasinya sekarang, apa Dion benar benar menganggap jika mereka memiliki hubungan.

Tak ingin larut dalam pikirannya, Amel pun memutuskan untuk fokus dengan pekerjaannya.

Terpopuler

Comments

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

duuh.... yg udh mulai bapeer my posesif boos.... 🤭😁🤣

2024-07-03

1

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

cemburu ya pak dion

2024-06-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!