Kini keduanya berada disebuah pusat perbelanjaan, Amel yang masih canggung memilih untuk diam tak banyak berbicara.
" Kamu suka nonton? " tanya Dion
" Tergantung film pak " jawab Amel
" Ooh " jawab Dion singkat
Dion masuk kedalam toko baju wanita, Amel yang mengikuti pun meresa bingung kenapa Dion masuk kesana...
" Bapa mau beli baju buat siapa ? " tanya Amel penasaran
" Tolong carikan yang menurut kamu bagus, saya ingin memberikan kepada seseorang " jawab Dion
Amel hanya diam, seseorang? Berarti Dion sudah memiliki perempuan? Lalu dirinya hanya dijadiin pelampiasan saja. Itulah yang ada dipikiran Amel sekarang.
Namun Amel mencoba biasa saja, ia pun mulai memilih baju yang menurut dirinya bagus
" Cuma segini ? " tanya Dion melihat baju yang Amel pilih
" Ya menurut saya segini Pak " jawab Amel kembali
" Ayo ke kasir " ucap Dion
Setelah memilih baju, Dion pun langsung membayar dikasih.
" Ayo " ajak Dion kembali
Dion bukan hanya mengajak Amel masuk kedalam satu toko, melainkan beberapa toko baju, sepatu dan juga tas.
" Menurut kamu ini sudah cukup ? " tanya Dion sambil melihat tentengan yang ia bawa
" Yaa menurut saya udah, tapi kan saya gatau menurut bapa " jawab Amel sedikit jutek
" Satu lagi, saya ingin kamu memilihkan perhiasan " kata Dion dan Amel hanya mengiyakan
Ini kali pertama Amel masuk kedalam toko perhiasan yang mewah, Amel melihat banyak perhiasan yang cantik.
" Pilihkan satu set, dari atas sampai bawah yah Mel " kata Dion dan Amel mengangguk
Amel mulai memilih satu persatu, dari mulai anting hingga gelang kaki yang menurutnya cantik
" Kalau menurut saya ini semua bagus pak " ucap Amel
" Baik, saya akan bayar semuanya " kata Dion
Amel merasa Dion akan memberikan semuanya kepada wanita yang malam, pasti Dion merasa bersalah dan memberikan hadiah.
" Mau kemana lagi pak ? " tanya Amel
" Hmm apa yah, make up mungkin ya. Soalnya dia suka make up, ya walaupun tanpa make up cantik " ucap Dion
Dan kini mereka memasuki toko make up, dan seperti sebelumnya Amel diminta untuk memilih make up dan skincare yang menurut Amel bagus.
Setelah selesai membayar semuanya, mereka pun langsung keluar dari toko tersebut.
" Buat kado ya pak ? " tanya Amel penasaran
" Yaa bisa dibilang ini hadiah buat dia, karena dia spesial " jawab Dion dan Amel hanya mengangguk
" Kamu mau ice cream? " tanya Dion melihat kedai ice cream
" Boleh Pak " jawab Amel mengangguk
Dion pun langsung membawa Amel kedalam toko ice cream, setelah itu mereka pun duduk disana sambil menikmati ice cream mereka.
" Gimana kamu suka ? " tanya Dion dengan datar
" Suka pak, justru ice cream coklat ini makanan favorit saya kalau saya sedih, pusing, stress pak " jawab Amel sambil tersenyum
" Kalau kamu mau, kamu bisa nambah " ucap Dion
" Engga lah pak, nanti saya sakit kalau kebanyakan " jawab Amel kembali dan Dion mengangguk
Dion terus menatap wanita yang ada di hadapannya kini, selama tiga tahun mereka bersama sebagai atasan dan bawahan baru Dion sadar jika Amel berbeda dengan perempuan yang selalu orangtuanya kenalkan.
" Kapan kamu lulus Mel ? " tanya Dion mencair kan suasana
" Yaaa 1 semester lagi lah pak kalau ga ada halangan " jawab Amel
" Hmm bagus lah " ucap Dion
" Kamu mau nonton sama saya ? " tanya Dion tiba tiba
" Sekarang pak ? emang ada film bagus ? " tanya Amel terkejut
" Yaa kita lihat aja, gimana ? " ajak Dion kembali dan Amel mengangguk
Setelah ice cream mereka habis, mereka naik ke atas untuk menonton film.
Saat jam mereka datang, mereka berpapasan dalam satu film yang tengah ramai ditonton.
" Berapa orang Kak ? " tanya staff tersebut
" Tiga " jawab Dion
Amel menebak jika Dion akan mengajak orang lain, makanya Dion memesan tiga kursi.
Setelah itu mereka langsung menuju studio yang akan mereka tonton, setelah mendapat kursi mereka pun duduk untuk menikmati film tersebut.
" Kita nunggu siapa ? " tanya Amel penasaran
" Ga nunggu siapa siapa, satu kursi lagi buat ini semua " kata Dion sambil menunjukkan kepada Amel
Amel bingung harus mengekspresikan seperti apa, namun ia mencoba tak perduli dan mulai menikmati film yang akan mereka tonton.
Sepanjang film di putar Dion sesekali melirik kearah Amel yang tengah fokus menatap lurus, Dion meraih tangan Amel dan menggenggamnya.
" Biar kayak orang pacaran lainnya" ucap Dion saat Amel menoleh
Amel tak menjawab apapun, ia pun menikmati film tersebut.
Hingga tiba adegan romantis di film tersebut, Amel tanpa sadar justru merangkul lengan Dion dan bersandar di pundaknya.
Dion tersenyum tipis, entah kenapa ia merasa senang dengan sikap Amel yang seperti ini.
" Pasti jarang ada cowo yang mau nemenin cewenya yang sakit parah, bahkan sampai mau menikahi perempuannya " ucap Amel sambil terus menatap film
" saya mau, saya mau nemenin kamu Mel. Saat senang, sedih, susah, apapun itu saya mau " kata Dion sambil mengusap puncak kepala Amel
Amel semakin menyamakan posisinya, ia belum sadar jika ia tengah bersandar di pundak atasannya.
Setelah film selesai Amel baru menyadari jika ia masih nyaman dengan posisinya, ia pun langsung melepaskannya.
" Kenapa ? Ko kaget gitu " ucap Dion
" Ga apa apa Pak " jawab Amel gugup
" Kamu laper ? Mau makan ? " tanya Dion sambil berjalan
" Terserah bapa aja, saya ikut " jawab Amel
Mereka pun memilih masuk kedalam tempat makan yang cukup ramai, selesai memesan mereka duduk untuk menunggu makanan mereka.
" Kamu mau menikah ? " tanya Dion tiba tiba
" Ya mau lah Pak, emang bapa gamau ? " Amel berbalik bertanya
" Awalnya saya gamau, tapi setelah kamu jawab mau saya juga mau " ucap Dion membuat Amel bingung
" Kenapa karena saya pak ? Bapa ga punya pendirian " ucap Amel asal
" Ya karena nanti kamu nikah sama siapa kalau saya gamau ? Kan kalau saya mau berarti, kamu bisa nikah sama saya " jawab Dion
" Apasih Pak, bapa itu atasan saya. " kata Amel
" Kekasih Mel, masa saya harus ingetin berkali kali " ucap Dion dan Amel mengangguk
Setelah makanan datang, mereka pun mulai menikmati makanan mereka.
Hari mulai gelap, mereka memutuskan untuk segera pulang dari sana.
" Makasih udah mau nemenin saya " kata Dion sambil menatap lurus kedepan
" Sama sama pak" jawab Amel mengangguk
Dion meraih satu tangan Amel dengan satu tangannya, dengan lembut Dion mengusap tangan Amel.
Hingga akhirnya mereka pun tiba di halaman rumah Amel.
" Kamu tunggu disini " kata Dion yang kemudian turun dari dalam mobilnya
Tak lama pintu mobil milik Amel terbuka, dan Dion mempersilahkan Amel untuk turun.
" Makasih pak, tapi saya bisa sendiri ko pak " ucap Amel merasa tak enak
" Kamu buka pintunya sana " kata Dion dan Amel mengangguk, Amel berfikir jika Dion ingin mampir sejenak
Amel pun masuk lebih dulu dan menyalakan semua lampu, tak lama Dion menyusul Amel dengan membawa semua barang belanjaannya.
" Ini untuk kamu " kata Dion meletakkan di sofa
" Bu..buat saya ? Semuanya pak ? " Amel terkejut
" Iyah, yasudah saya pulang dulu yah. " Dion langsung pergi meninggalkan Amel yang masih terkejut
Amel menatap semua barang yang ada dihadapannya, ia masih tak percaya jika semua ini untuk dirinya.
" Ada apa sama Pak Dion yah, kenapa tiba tiba berubah " ucapnya sendiri
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Nur Cahyani
beruba krn kamu mel gitu aja g peka
2024-08-20
1
Ejan Din
itu berubah kerana kmnu kekasihnya... masa ngak faham
2024-07-24
3
Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲
next lanjuuut.... makin seruu dn menarik ceritanya next lanjuuut.... 🔥 kak author
2024-07-03
1