Pagi ini Amel mencoba menjalani kembali kehidupannya dengan sebaik mungkin, ia tak ingin berlarut-larut dalam masalah terlebih dengan Dion.
Amel yang baru saja tiba di ruangannya, melihat setangkai bunga mawar dan coklat hangat diatas meja.
" Ini dari siapa yah " Amel mencoba mencari tau siapa pemberinya
Senyum tipis terukir diwajah Amel, ia mencium wangi bunga tersebut.
Amel langsung duduk di kursinya, ia menyeruput coklat hangat itu yang manis membuat dirinya semakin membaik.
" Amelll " ucap Dina yang baru saja masuk
Dina melihat ada setangkai bunga mawar diatas meja Amel, ia pun langsung mengintrogasi temannya itu.
" Lo jadian sama siapa ? Ko ga cerita ? " tanya Dina dengan serius
" Sama siapa, engga sama siapa siapa. Gue aja gatau ini dari siapa, tadi juga ada coklat hangat tapi udah habis " jawab Amel dengan santai
" Siapa yaah, aneh banget. Penggemar rahasia Lo kali " ucap Dina dan Amel mengangkat kedua bahunya
Tiba tiba Amel teringat Dika, apakah Dika yang memberikan itu semua untuk Amel.
" Ka Dika udah Dateng belum ? " tanya Amel kepada temannya itu
" Udah sih, tapi tadi lagi kebawah. Kenapa emang ? " tanya Dina penasaran
" Ga apa apa, yaudah sana hus gue mau kerja nih " ucap Amel dan Dina pun langsung pergi dari ruangan Amel
Amel kembali mencium wangi bunga tersebut, setelah puas ia mulai mengerjakan beberapa pekerjaan yang kemarin tertunda.
Amel mulai menyusun jadwal Dion hari ini, setelah selesai ia pun memberikan kepada Dion.
" Tenang Amel, lo ga boleh bawa masalah pribadi ke dalam kerjaan" Amel mengucapkan pada dirinya sendiri
Amel berjalan menuju ruangan Dion, begitu sampai Amel langsung mengetuk pintu ruangan tersebut.
Tok.. Tok.. Tok..
" Masuk " ucap seseorang dari dalam
Setelah mendapatkan izin, Amel langsung mendorong pintu tersebut dan melihat Dion yang sedang berdiri menatap kearah luar jalan.
" Permisi Pak, saya ingin memberikan jadwal bapa hari ini. Dan ini ada beberapa berkas yang perlu bapa tandatangani, siang ini akan ada meeting setelah jam makan siang " jelas Amel namun Dion tak merespon sedikitpun
Amel diam menunggu jawaban Dion, walaupun sejujurnya ingin sekali ia pergi sekarang dari ruangan Dion.
" Ada lagi yang bapa perlukan? " tanya Amel sebelum ia memutuskan untuk pamit dari ruangan
Dion berbalik badan, ia melihat Amel yang masih berdiri menunggu perintah dirinya.
Dion berjalan mendekati Amel, Amel yang gugup berjalan mundur sedikit demi sedikit.
" Saya senang, kamu sudah bisa tersenyum pagi ini " kata Dion dengan lembut sambil tersenyum
Amel terkejut ini kali kedua Dion menampakkan senyuman dihadapan Amel, Dion pun langsung duduk di kursinya dan mulai menandatangani berkas yang Amel berikan.
Saat Dion tengah menandatangani berkas, Amel melihat jari Dion yang seperti luka dengan refleks Amel langsung mendekat.
" Tangan Pak Dion kenapa ? luka ? " tanya Amel dengan panik
" Ga apa apa " jawab Dion dengan santai
" Ga apa apa gimana pak, bentar saya ambil kotak obat dulu ya pak " Amel langsung mengambil kotak obat yang berada di ruangan tersebut
Dengan sigap Amel mengobati luka Dion, Dion yang melihat merasa senang di perhatikan oleh Amel.
" Ini luka dari semalem ya Pak ? Bapa semalem ngapain bisa sampai luka gini, pasti ga langsung di obatin " ucap Amel panjang lebar
" Ini ga sakit, lebih sakit perasaan kamu Mel karena saya " ucap Dion dan Amel langsung mengangkat wajahnya
" Maafin saya, saya selalu melakukan apa yang membuat kamu tidak nyaman. Dan saya minta maaf buat perlakuan saya ke kamu, saya gamau bikin kamu terluka lagi Mel " kata Dion dengan lembut dan tanpa Amel sadar tangannya mengelus pundak tangan Dion
" Saya akan bikin kamu senyaman mungkin Mel, bukan hanya sebagai sekretaris saya " kata Dion kembali
Amel mencoba menyadarkan dirinya, ia langsung menjauh dari Dion dan mengembalikan kotak obat tersebut.
" Saya izin kembali keruangan pak, kalau sudah selesai bapa bisa hubungi saya " ucap Amel dengan gugup
Setelah pamit Amel berjalan pergi dari ruangan Dion, ia segera kembali keruangannya dengan jantung yang berdebar.
" Ga Amel ..!! Lo ga boleh luluh sama Pak Dion, inget Lo sama dia itu langit dan bumi " kata Amel sendiri
Amel mencoba melupakan semuanya, ia langsung fokus mengerjakan pekerjaannya.
**
Sebelum jam makan siang, Dika datang menghampiri Amel.
" Haii Mel, gimana sudah lebih baik ? " tanya Dika
" Udah kak " jawab Amel dengan tersenyum
" Yaudah nanti kita makan siang bareng yah, kamu harus makan yang banyak hari ini " kata Dika kembali
" Maaf ya kak, aku gabisa. Aku harus nemenin Pak Dion meeting hari ini, sebentar lagi juga aku berangkat " kata Amel dengan tidak enak
" Yaudah engga apa apa, kalau ada apa apa kamu hubungi aku aja ya " ucap Dika dan Amel mengangguk
" Oiya kak, makasih ya bunga sama coklat hangatnya " ucap Amel dengan raut wajah bahagia
" Oo..i..iya sama sama Mel, yaudah aku keruangan dulu. Kamu siap siap gih " kata Dika dan Amel mengangguk
Amel kembali bersiap siap, karena sebentar lagi ia harus pergi menemani Dion.
" Sudah rapih ? " ucap Dion mengejutkan Amel begitu saja
" Pak Dion, sudah pak. Ini saya baru mau keruangan bapa " jawab Amel dengan terkejut
" Ayo kita berangkat " ajak Dion dan Amel mengangguk
Keduanya berjalan melewati beberapa karyawan yang lain, Amel berjalan di belakang Dion sambil membawa berkas yang akan mereka bahas nanti.
Selama perjalanan tak ada percakapan diantara keduanya, Amel merasa sedikit lega karena Dion tak melakukan apapun.
Hingga akhirnya mereka sampai di tempat yang sudah di siapkan, keduanya masuk bersama dan menunggu.
" Kita makan siang dulu saja " ucap Dion yang kemudian memanggil waiters.
Dion memesan makanan untuk makan siang, begitu juga dengan Amel. Setelah selesai mereka pun menunggu makanan datang.
Amel tampak canggung dengan keadaan seperti ini, ia tak tau harus seperti apa mencair kan suasananya.
Dion juga tampak sibuk dengan ponselnya, hal itu membuat Amel semakin canggung tak seperti biasanya.
Tak lama menunggu, makanan keduanya datang baik Dion dan Amel mereka langsung menyantap makanan mereka.
Selesai makan mereka berpindah duduk di tempat yang sudah di siapkan, mereka kembali memesan makanan dan minuman ringan untuk berbicara nanti.
" Sudah mau jam 1 tapi ko belum ada yang datang ya " ucap Amel mencoba mencairkan suasana
" Tunggu saja " jawab Dion singkat sambil menatap ponselnya
Amel dan Dion kembali diam, dan Dion masih asik dengan ponselnya.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya orang yang ditunggu pun datang. Setelah berbasa-basi, mereka mulai membicarakan masalah pekerjaan.
Karena semalam Amel kurang tidur, ia merasa siang ini sangat mengantuk. Namun ia tak mau hal itu di ketahui, ia pun mencoba fokus.
Pukul 4 meeting selesai, dan mereka saling berpamitan. Dion dan Amel juga pergi dari tempat tersebut, mereka langsung masuk kedalam mobil Dion.
Begitu sudah didalam mobil, Dion langsung menyalakan mesin mobilnya untuk segera pergi dari sana.
Amel sudah tak mampu menahan rasa kantuknya, karena perjalanan yang cukup jauh ia pun mencoba memejamkan matanya sejenak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
M Holis
Amel trllu murahan ku GK sika😒😒😒😒
2024-08-07
1