BAB 11

Amel terbangun dari tidurnya dengan rasa sakit di kepalanya, saat ia mencoba menyadarkan dirinya ia merasa ada yang aneh

Amel juga merasa ada sebuah tangan yang menindih tubuhnya, begitu Amel sadar ia melihat Dion yang tidur di sebelahnya sambil memeluk dirinya.

Amel juga menyadari jika kini tubuhnya tak memakai sehelai benang apapun, hanya balutan selimut yang menutupi dirinya.

" Gue sama Pak Dion jangan jangan " ucap Amel sambil menutup mulutnya

Amel mencoba mengingat kejadian semalam, namun sial ia tak ingat kecuali saat Dion datang menghampiri dirinya.

Amel mencoba menyingkirkan tangan Dion, namun sayangnya Dion justru memperkuat pelukannya kepada Amel.

Amel juga merasa tubuhnya sedikit sakit, ia pun kembali mencoba melepaskan tangan Dion.

" Sebentar Mel, saya masih ngantuk " kata Dion

" Pak, saya mau pulang pak " ucap Amel

" Kamu disini saja yah " kata Dion yang tak ingin melepaskan pelukannya

" Pak kita harus ke kantor, saya juga harus berganti pakaian" kata Amel yang masih membujuk

Dion tak lagi menjawab ucapan Amel, ia justru semakin mempererat pelukannya kepada Amel.

" Pak bapa lakuin apa ke saya pak ? " tanya Amel dengan ragu

" Kamu yang minta, jadi saya cuma lakuin apa yang kamu minta Amel " jawab Dion

Amel mencoba mengingat ingat kejadian malam tadi, ia sendiri masih ragu apakah benar jika ia yang mengajak Dion lebih dulu.

" Bohong saya ga percaya" ucap Amel

Dion sudah menebaknya, ia pun mengambil ponsel di nakas dan memutar rekaman suara yang sengaja ia rekam.

Amel mendengarkan dengan jelas, benar itu adalah suara dirinya dan benar juga jika dirinya yang mengajak Dion lebih dulu.

" Tapi pak harusnya bapa nolak, kondisi saya juga ga baik baik aja semalam " Amel masih membela dirinya

" Mana mungkin saya menolak, justru itu adalah kesempatan buat saya. Biar kamu percaya kalau saya ini masih normal " jelas Dion

Amel tak memperdulikan ucapan Dion, yang jelas saat ini ia ingin pergi dari sana.

" Saya mau pulang " ucap Amel kembali

" Oke, nanti biar saya antar. Kalau kamu malu, aku keluar dulu ' ucap Dion yang kemudian pergi meninggalkan Amel sendiri

Amel melihat pakaiannya berserakan dibawah, ia memungut satu persatu dan membawa ke dalam kamar mandi.

Setelah selesai mandi, Amel melihat Dion yang sudah berpakaian rapih seperti biasanya.

" Ayo sarapan dulu " ajak Dion

" Saya ga lapar pak " Amel menggelengkan kepalanya

" Yakin ? " ucap Dion

Saat Amel hendak mencoba berbohong, perut Amel mendadak berbunyi dengan keras.

" Ayo " ajak Dion dan Amel mengangguk

Amel melihat seluruh ruangan apartemen Dion, besar dan mewah bagi Amel.

" Makan Amel, kenapa malah melamun " kata Dion mengejutkan

" Eh Iyah pak " Amel langsung memakan makanannya

Dion hendak tersenyum melihat Amel sekarang, namun ia harus tetap terlihat santai mungkin.

Setelah selesai makan Dion langsung mengantar Amel untuk pulang, sepanjang jalan keduanya saling diam tanpa suara.

Begitu tiba Amel langsung melepas seat belt nya, namun Dion sudah turun lebih dulu dibandingkan Amel.

Dion membukakan pintu mobil milik Amel, dan Amel pun langsung turun dari mobil Dion

" Saya izin terlambat, bapa duluan aja " kata Amel yang kemudian berjalan meninggalkan Dion

Amel segera masuk kedalam rumahnya, ia ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur miliknya.

" Aaaa gimana ini, kenapa bisa bisanya gue ngegoda pak Dion " kata Amel sambil menutup wajahnya dengan bantal

Amel merasa malu setiap bertatap dengan Dion, ia takut jika Dion akan menilai dirinya perempuan penggoda.

" Apa gue resign ? Tapi aaa gue kerja dimana ? terus gajinya belum tentu sebesar kerja sama Pak Dion " ucapnya kembali

Hari ini Amel berniat untuk tidak masuk kerja, namun ia juga bingung harus beralasan apa nantinya.

Dengan rasa malas Amel langsung mengganti pakaian dan bersiap siap, ia harus bersikap biasa saja kepada Dion nantinya.

Begitu Amel keluar dari kamar, ia terkejut melihat Dion yang tengah duduk menunggu dirinya di sofa

" Bapa ngapain disini ? " tanya Amel terkejut

" Nunggu kamu, lama sekali " jawab Dion dengan tatapannya yang datar

" Ya kan saya udah bilang, bapa duluan aja. Saya bisa sendiri ko " jelas Amel

" Saya tunggu di mobil " kata Dion yang kemudian berjalan lebih dulu

Amel pun mau tidak mau harus kembali bersama Dion, ia harus setenang mungkin ia tak mau Dion berpikiran buruk tentangnya.

Sepanjang jalan menuju kantor Amel diam tanpa sepatah katapun, ia sendiri juga tak masih tak bisa membayangkan bagaimana kejadian semalam

Untuk menghilangkan rasa jenuhnya, Amel membuka ponselnya dan betapa terkejutnya Amel dengan berita yang ia lihat.

" Pak Hutabarat di tangkap polisi " kata Amel terkejut

Dion masih fokus menyetir, sedangkan Amel ia sibuk membaca grup kelasnya yang tengah membahas dosen tersebut.

" Pak apa bapa dibalik semuanya ? ' tanya Amel

" Ya " jawab Dion singkat

" Ko bisa ? Maksud saya, kenapa bapa bisa tiba tiba penjara itu dosen ? Emang bapa punya bukti apa ? " tanya Amel kembali

" Banyak " jawab Dion kembali dengan singkat

" Pak coba jelasin gitu, gimana caranya dan kenapa bisa gitu pak " kata Amel yang masih sangat penasaran

" Amel kamu bisa diam ? Harusnya kamu berterimakasih sama saya, kalau bukan karena saya nolongin kamu sekarang kamu ga ada disini Amel " ucap Dion dengan ketus

Amel hanya diam, ya walaupun benar karena Dion lah ia selamat dari dosen mesum tersebut.

" Maaf dan makasih pak " kata Amel dengan pelan, namun Dion hanya memilih diam

Begitu sampai di kantor Amel dan Dion turun bersamaan, Amel berjalan di belakang Dion selayaknya sekretarisnya.

Amel yang berdiri di belakang Dion membayangkan kejadian semalam, apakah Dion melakukannya dengan lembut dan apakah Dion merasa puas dengan Amel.

Namun Amel dengan sadar langsung menepis pikirannya, harusnya ia merasa malu karena sudah menggoda Dion.

Begitu pintu lift terbuka, Dion keluar lebih dulu dan di susul oleh Amel.

" Saya tunggu diruangan " kata Dion sebelum akhirnya masuk kedalam ruangannya

Amel menghela nafasnya kasar, ia pun langsung masuk kedalam ruangan untuk menyiapkan agenda hari ini yang akan ia bawa kepada Dion.

" Ameeeelll " ucap Dela yang tiba tiba masuk kedalam ruangannya

" Apa ? " jawab Amel singkat

" Lo mau tau ga ? nanti ada anak baru, ganteng lagi " ucap Dela dengan antusias

" Oyah ? Bagus dong, masih muda apa udah tua ? " tanya Amel

" Masih muda, bosen kali yang tua terus " ucap Dela dan Amel tertawa

" Yaudah nanti kita lanjut lagi gosipnya, gue mau ketemu si bos dulu. Byee " Amel berjalan meninggalkan Dela yang masih ingin berbicara dengannya

Begitu tepat di depan pintu ruangan Dion, seperti biasa Amel mengetuk pintu.

" Masuk " kata Dion dari dalam

Amel pun langsung mendorong pintu tersebut, dan melangkah masuk kedalam.

" Permisi Pak " ucap Amel

Amel berjalan mendekat kearah Dion, ia pun meletakkan map yang ia bawa diatas meja Dion

" Ini schedule bapa hari ini " kata Amel lebih dulu

" Re schedule semuanya, saya ingin santai hari ini " kata Dion

" Baik pak, biar saya perbaiki " kata Amel

" Termasuk kamu, saya ingin kamu menemani saya hari ini disini " ucap Dion

Amel meneguk Salivanya, kali ini ia benar benar tak tau bagaimana cara menghindari Dion

Terpopuler

Comments

Tien Tyorizky

Tien Tyorizky

semoga Dion benar-benar cinta dan sayang serta tanggung jawab sama Amelia

2024-08-06

0

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

smga sja Dion benar " tulus mencintai Amel, bertanggung jawab dn menikahinya

2024-07-03

1

Tatik Hartatatiktik

Tatik Hartatatiktik

biasanyaorang kalau pertama badan gak baek baek saja lo amel kok baek baek saja ya

2024-06-24

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!