Dion mencium bibir Amel dengan lembut, ciuman yang selalu membuat Amel terhipnotis. Amel mengimbangi ciuman Dion, kedua Saliva mereka saling bertukar karena ciuman berumah menjadi lumatan.
Tangan Dion turun menuju dua benda kenyal disana, ciuman Dion juga mulai turun ke leher putih Amel.
" Nanti ada yang lihat " kata Amel saat Dion melepaskan kancing piyamanya
" Hanya kita disini Mel, ga ada yang lain" jawab Dion namun Amel tetap menolak
" Disini dingin " kata Amel dengan tatapan sayu
Dion mengangguk, Dion langsung mengajak Amel untuk bangun.
" Dion ngapain " ucap Amel begitu Dion menggendong Amel ala bridal style
Dion tak menjawab, laki laki itu membawa Amel menuju kamarnya.
Begitu sampai dikamar Dion, Dion meletakkan Amel diatas ranjang berukuran besar itu.
Dion kembali mencium bibir Amel, namun ciuman kali ini terasa panas dan menuntut untuk lebih. Tangan Dion mulai melepaskan satu persatu kancing baju yang Amel gunakan, hingga akhir semua kancing terlepas.
Wajah Amel memerah karena Dion yang terus menatap dirinya, Amel merasa malu dengan tatapan Dion tersebut.
" Kamu mau ? " entah keberanian apa sehingga Amel berani melempar pertanyaan kepada Dion
Dion kembali mencium bibir Amel, sambil kedua tangannya mencari sebuah pengait di punggung Amel.
Dion melepaskan semuanya hingga tak tersisa satupun, semua ia lemparkan sembarangan.
" Mmhhh Dion " Desah Amel saat Dion mulai memainkan dua benda tersebut
Amel menggeliat seperti cacing, entah kenapa ia tak bisa menolak justru ia menginginkan lebih.
Kini wajah Dion sudah berada dibawah, Dion membuka lebar lebar kaki Amel agar ia lebih bebas.
" Ahhh Dion ahhh jaa..ngan ahhh " kata Amel, namun Dion tak menghiraukan
Tangan Amel meremas kepala Dion, entah kenapa rasanya begitu nikmat bagi Amel.
" Ahh Dion uuhhh " desahan Amel semakin tak tertahankan
Setelah Dion merasa puas, ia pun ikut melepaskan pakaiannya..
Amel melihat benda besar disana, wajahnya memerah dan malu.
" Kamu mau pegang langsung? " ucap Dion membuat Amel semakin gugup
Dion menuntun tangan Amel untuk memegangnya, perlahan Amel mengelus benda tersebut hingga membuat pemiliknya tergoda.
" Yaa begitu sayang ahhh pintar " puji Dion membuat Amel semakin senang
Amel pernah menonton film biru dulu bersama teman temannya karena penasaran, sehingga ia pun tau cara memainkannya.
Amel mendorong Dion agar terbaring di kasur, begitu Dion terbaring Amel dengan ragu mencoba apa yang Dion lakukan kepada dirinya.
Dengan ragu Amel mulai memasukkan dengan pelan, awalnya ia terasa aneh namun ia mencoba rileks agar sang pemilik merasa enjoy.
" Ahh sayang ahhh Mel terus ahh " desah Dion sambil memegang kepala Amel
Dion tak menyangka jika Amel cukup pandai melakukan hal ini, ia pikir Amel akan kaku namun justru sebaliknya.
" Mel ahh cukup ahhh aku ga tahan Mel " kata Dion namun Amel tak ingin berhenti
" Amel ahh cukup sayang, ahh aku ga kuat " ucap Dion kembali dan Amel pun mengakhiri.
Dion kembali melumat bibir Amel, Dion sudah tidak tahan ia ingin menjadikan Amel milik dirinya seutuhnya.
Amel berfikir ini bukan kali pertamanya dan Mungkin tak akan terasa sakit, ia masih ingat saat ia terbangun di apartemen Dion dan obat yang dosen itu berikan.
Dion mengarahkan miliknya tepat didepan milik Amel, dengan pelan ia mulai memasukkannya.
" Aaawww sakit " Amel merintih kesakitan
" Sabar sayang, nanti kamu akan menyukainya " ucap Dion
Setelah dirasa cukup pas, Dion langsung mendorong hingga masuk sempurna.
" Aahh sakit Dion " lagi lagi Amel merintih kesakitan
Dion membiarkan Amel beradaptasi, ia mencoba memberikan sentuhan lain.
" Mmhhh Dion mmhh " Amel mulai menggerakkan
Melihat hal itu Dion mulai menggerakkan tubuhnya, ini kali pertama bagi Dion dan ia melakukan dengan sekretaris nya sendiri.
" Terus Dion ahhh " ucap Amel yang mulai menikmati
" Ahh Amel ahh " desah Dion yang juga menikmati
Dion terus memompa dirinya, hingga keringat keduanya saling bercucuran akibat permainan mereka.
" Dioon ahhh aku..ahh mau ahhh " Amel sudah sampai lebih dulu dan Dion merasakannya
Dion belum sampai, ia terus memompa hingga Amel kembali menikmati.
" Ahh Dion aku mau ahh " Lagi lagi Amel sudah sampai
" Sabar sayang ahh tunggu aku " kata Dion yang juga hampir sampai
Dan benar saja milik Dion pun keluar bersama dengan milik Amel.
" Huh huh huh " keduanya saling mengatur nafas masing masing
" Terimakasih sayang " ucap Dion sambil memberikan kecupan manis di kening Amel
Malam itu Dion dan Amel tidur bersama karena rasa lelah, Dion membawa Amel masuk kedalam pelukannya.
***
Cahaya pagi mulai masuk dari sela jendela kamar, perlahan Amel membuka matanya dan merasa perih dibagian miliknya.
Amel melihat Dion yang masih tertidur, Amel memberikan sebuah kecupan di bibir Dion namun Justru Dion malah menahan.
Dengan mata terpejam Dion mulai menciumi bibir Amel, Amel pun membalas tak mau kalah hingga pagi itu keduanya saling memanas kembali.
" Kamu membangunkan singa yang lapar sayang " ucap Dion namun Amel hanya tersenyum
Pagi itu keduanya kembali mengulang apa yang semalam mereka lakukan, setelah selesai barulah mereka mandi bersama sama.
...
Setelah sarapan Amel dan Dion berencana bersantai di Villa, Amel duduk di pinggir kolam sambil memainkan ponselnya.
" Lagi apa ? " Dion menghampiri Amel
" Ga ngapa-ngapain, lagi main hp aja " jawab Amel sambil tersenyum
Dion ikut duduk di sebelah Amel, seketika Amel langsung bersandar di pundak Dion yang duduk disebelahnya.
" Makasih ya Mel " ucap Dion dan Amel mengangguk
Dion berpikir sejenak, ia sengaja membawa Amel kesini untuk menghindari keluarganya. Sebab ia tau, hari ini orangtuanya akan memaksa dirinya mengikuti perjodohan konyol yang Dion tak suka.
" Kamu mau tau kenapa aku membawa kamu kesini ? " ucap Dion
" Hmm, kenapa memangnya ? " tanya Amel penasaran
" Hari ini orangtuaku akan menjodohkan aku dengan temannya, jadi aku sengaja pergi untuk menghindari " kata Dion
Amel terkejut mendengar cerita itu, berarti selama ini Dion sudah dijodohkan lalu untuk apa mengajak dirinya berpacaran.
" Kenapa kamu menolak di jodohkan ? " tanya Amel, ia berharap Dion benar mencintai nya
" Karena aku tidak ingin terikat pernikahan, aku pikir seperti ini lebih menyenangkan" ucap Dion kembali
Lagi lagi Amel terkejut, berarti Dion pun tak berencana akan menikahi Amel setelah apa yang sudah mereka lakukan.
" Lalu ? Kenapa kamu bilang ingin menjadikan aku milikmu Dion ? Apa kamu mempermainkan aku ? " ucap Amel sedikit emosi
" Aku tidak mempermainkan kamu, benar aku ingin menjadikan kamu milikku karena kamu kekasihku. Apa ada yang salah ? " tanya Dion dengan raut wajahnya yang tak bersalah
" Kamu egois Dion, aku pikir setelah apa yang aku berikan kamu akan menikahi ku ternyata kamu hanya ingin aku menjadi kekasihmu? " ucap Amel dengan emosi
" Aku tak pernah mengatakan ingin menikahimu, aku juga bilang aku tak ingin terikat pernikahan Amel. Yang harus kamu tau, aku milikmu dan kamu milikku " tegas Dion
Amel benar benar tak percaya, ia langsung bangun dari duduknya.
" Aku mau pulang " kata Amel dengan emosi
" Kenapa ? Apa ada yang salah ? " tanya Dion mengejar Amel
" Amel tunggu, jelaskan apa ada yang salah ? " tanya Dion kembali
" Ya salah, karena aku sudah memberikan hal berharga ku kepada kamu ..!! " Bentak Amel dan ia langsung masuk kedalam kamar
Dion hanya diam mendengar ucapan Amel, ia masih belum mengerti apa yang salah. Dan dari awal memang Dion hanya ingin Amel menjadi kekasihnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Bunga Ros
kapok kamu mdl sok dolan pon masalah orang dewasa padahal ngerti kapok....
2024-08-07
1
Tatik Hartatatiktik
rasain kamu mel orang kok murahan belom nikah kok mau di gituin
2024-06-24
1
Jamayah Tambi
senang2 kaumu Dion ,sudah kai renggut perawannya Amel.Last2 tak mau menikah.Mau zina saja.Tak takut dosa apa
2024-06-09
1