BAB 16

Setelah hari kemarin Amel benar benar kecewa dengan Dion dan juga dirinya sendiri, harusnya dari awal memang dari awal Amel tak menaruh harapan apapun kepada Dion.

Begitu dikantor Amel langsung memesan coffe, ia ingin menjernihkan pikirannya yang kalut.

" Mel, Amel " panggil seseorang berkali kali

" Ehh iya , eh ka Dika " ucap Amel terkejut

" Ngelamun aja, ada apa ? Boleh aku ikut duduk " ucap Dika dan Amel mengangguk

" Ada masalah apa Mel ? Cerita dong, daripada ngelamun " kata Dika kembali

Amel tak langsung menjawab, ia mencoba berfikir sejenak untuk menjawab jawaban Dika.

" Hmm Ka Dika mau nikah ? " tanya Amel begitu saja

" Ko nanya gitu sih Mel, ya mau lah. Emang kenapa kamu nanya gitu ? " ucap Dika dengan santai

" Hmm apa ada ya kak laki laki yang gamau nikah ? " ucap Amel kembali.

" Mungkin ada, ya tergantung orangnya Mel. Kalau Amel sendiri? Mau nikah ? " kini Dika berbalik bertanya

" Mau kah kak, kalau udah ada jodohnya hehe " jawab Amel

" Hmm temen aku cerita, dia udah ngelakuin kayak gitu kak tapi cowoknya gamau nikah ternyata. Dan sekarang dia bingung apa ada mau laki laki yang Nerima kalau dirinya udah pernah tidur sama laki laki lain " tanya Amel yang ingin tau dari sisi Dika

" Hmm tergantung orang sih yah, ada yang emang mau Nerima ada yang engga " jawab Dika

" Kalau Ka Dika sendiri ? " tanya Amel kembali

" Kalau aku sih ga masalah yah, menurut aku cinta sama orang itu ga Mandang dari masih atau engga. Selagi dia mau perbaikin ga ngulang, ya ga masalah sih. Asal dia jujur Mel, dan sebuah hubungan rumah tangga ga harus diawalin sama masih atau engga " jawab Dika dengan santai

Amel hanya mengangguk, tapi bagi Amel tetap saja apa ia merasa pantas untuk menikah dengan orang lain setelah apa yang ia dan Dion lakukan.

..

Amel mulai mengerjakan pekerjaannya, ia melihat beberapa berkas yang harus Dion tandatangani sekarang.

" Huh harus ketemu dia lagi " kata Amel dengan malas.

Akhirnya Amel pun langsung membawa berkas tersebut kepada Dion, ia tak perduli ia harus bisa melawan Dion

Tok.. Tok.. Tok..

" Masuk " ucap Dion dari dalam

Amel langsung mendorong pintu tersebut, dan ia melihat Dion yang sedang berdiri menatap luar dari kaca ruangannya.

' Permisi Pak, maaf ini ada beberapa dokumen yang harus bapa tanda tangani " kata Amel sembari meletakkan dokumen tersebut diatas meja Dion

Dion berbalik badan, ia melihat Amel yang masih berdiri di dekat meja kerjanya.

Dion berjalan mendekat kearah Amel, namun Amel ia melangkah mundur agar menjauh dari Dion.

" Kenapa ? Kenapa kamu menjauh ? " tanya Dion kepada Amel

" Ga apa apa Pak " jawab Amel sembari menunduk

" Kamu marah sama saya ? setelah kemarin kamu ga balas pesan saya, tadi juga kamu berangkat lebih dulu. Kenapa ? " tanya Dion kembali

" Saya.." ucap Amel gugup.

" Jujur Amel " kata Dion kembali

" Saya gamau punya hubungan apa apa lagi sama bapa selain atasan dan bawahan " kata Amel memberanikan diri

" Kenapa ? bukannya kita sepakat kalau kita saling memiliki? " ucap Dion

" Saya ingin memiliki hubungan lebih dari sekedar pacaran, saya mau punya keluarga, saya mau punya anak anak nantinya, saya juga mau punya suami yang bisa nemenin saya sampai tua " jawab Amel sedikit meninggi

" Saya ga akan pergi, kita bisa bareng bareng terus Mel. Saya janji itu " kata Dion kembali

" Bapa gatau gimana rasanya ga punya keluarga, bapa itu udah terlahir kaya. Ga kayak saya pak, setelah orangtua saya pergi saya sendirian apa harus saya selalu sendiri?! " kata Amel dengan bergetar

" Kamu juga gatau apapun tentang saya Amel, semua ga seperti apa yang kamu pikirkan. Amel jangan pergi, saya mohon " kata Dion yang semakin mendekati Amel

" Saya ga akan pergi, asal bapa kasih saya kejelasan sebuah hubungan. Dan kalau sewaktu ada yang mengajak saya untuk serius, maaf saya harus memilih orang tersebut " kata Amel yang kemudian langsung pergi meninggalkan Dion sendiri

Amel berlari menuju ruangannya, entah kenapa rasanya sakit mengatakan hal itu. Ia pikir Dion itu laki laki dewasa bertanggung jawab, ternyata dugaannya salah.

" Ga gue ga boleh lemah, biar dia tau rasa biar dia juga mikir kalau semua itu ga harus semau dia " ucap Amel sendiri sambil menghapus air matanya

Diruangan Dion duduk sambil memainkan pulpennya, entah kenapa pikirannya menjadi kacau karena ucapan Amel.

" Menikah menikah menikah, apa harus yah " ucap Dion sambil berfikir

Dion tak mau menikah karena ia takut seperti keluarganya, buat apa Menikah jika harus masing masing pula.

Bersama Amel, Dion selalu merasa tenang dan nyaman. Tapi ia salah, Amel justru menginginkan hubungan lebih darinya.

Dion menekan salah satu nomor di ponsel miliknya.

" Gue mau ketemu, di cafe Deket kantor gue makan siang nanti " ucap Dion yang kemudian langsung mengakhiri panggilan

Dion butuh teman untuk mendapatkan masukkan, ia berniat bertemu sahabatnya siang nanti.

**

Istirahat Amel, Dika, Yudi dan Dela pergi bersama untuk beristirahat.

" Ke cafe Deket kantor yuk, kayaknya disana ada yang enak deh " ucap Yudi dan mereka setuju

Amel berjalan bersama dengan Dika, laki laki itu sesekali melirik kearah Amel.

Begitu sampai di cafe, mereka pun langsung duduk dan memesan makanan mereka.

" Yaah hp gue ketinggalan, Yud anterin gue dong " kata Dela

" Ah elah nyusahin aja Lo, yaudah bentar ya Dik Mel " ucap Yudi dan keduanya mengangguk

Kini hanya tinggal Dika dan Amel yang duduk disana, sambil menunggu keduanya saling berbincang bincang

" Mel kita udah lama ya ga jalan berdua, kalau aku ajakin kamu lagi kamu mau ga ? " tanya Dika

" Boleh kak " jawab Amel mengangguk

Saat Dika tengah memperhatikan Amel, ia melihat ada di pinggir bibir Amel ada sesuatu.

Dion yang baru sampai di cafe yang sama melihat Amel dan Dika yang tengah duduk berdua, Dion tampak kesal melihat Dika yang menyentuh Amel.

" Maaf ini ada bekas coklat kayaknya" kata Dika kepada Amel

" Makasih Kak " jawab Amel dengan tersenyum

Dion yang kesal langsung melewati meja Amel, Dion berharap Amel melihatnya namun ternyata Amel tak memperhatikan.

" Sial " gumam Dion kesal

" Woi " panggil seseorang dan Dion langsung fokus pada tujuan utamanya.

Dion menghampiri sahabatnya yang lebih dulu datang, sesekali ia memperhatikan Amel yang tengah berama dengan Dika

" Kenapa lagi si bro ? apa masalah kali ini ? Cinta ? " ucap Roni sahabat Dion

" Hmm gatau pusing gue " ucap Dion yang tak fokus

" Kenapa sama perempuan itu ? Lo suka sama dia ? " tebak Roni

" Dia kekasih gue, dan ini yang mau gue ceritain sama Lo " ucap Dion mulai terbuka

" Yaudah cerita gue dengerin " kata Roni

Dion menceritakan semuanya kepada Roni, ia juga bercerita jika Amel minta kejelasan mengenai pernikahan.

" Yaa gimana yah, menurut gue sih bener kata cewe lo. Kalau emang lo sayang sama dia, ya lo harus bisa jalanin hubungan serius. Perempuan butuh kejelasan bukan main main kayak yang Lo pikir " jelas Roni

" Gitu yah, tapi gue belum siap Ron " kata Dion kembali

" Ya berarti resiko, Lo juga harus siap kalau kehilangan dia " ucap Roni kembali

Dion terus berpikir sambil melihat Amel dari jauh.

" Pikirin baik baik, yaa kalau jodoh juga ga kemana" jelas Roni dan Dion mengangguk

Terpopuler

Comments

Tatik Hartatatiktik

Tatik Hartatatiktik

enak e abis enak kok gak mau nikah lanangan garangan

2024-06-24

5

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

padan muka kau Dion.

2024-06-09

0

💝F&N💝

💝F&N💝

lanjut lagi kak.👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪

2024-05-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!