BAB 6

Pagi hari di kantor Amel mulai menyusun pekerjaannya, semalam setelah Dion mengantar pulang tak ada pesan atau hal lain yang Amel terima.

" Pacaran apaan, orang tuh di jemput kek, dibeliin sarapan kek, ini mah sama aja gue jomblo" ucapnya sendiri sambil menyusun berkas yang akan ia berikan kepada Dion

Setelah semua berkas siap, Amel dengan segera pergi menuju ruangan Dion.

Tok.. Tok.. Tok..

Amel mengetuk dengan rasa malas

" Masuk " ucap seseorang dari dalam

Dengan tanpa semangat Amel mendorong pintu tersebut, ia pun langsung masuk menghampiri Dion

" Pagi Pak " ucap Amel dengan datar, dan seperti biasa tak ada respon dari Dion

Amel berjalan mendekat kearah Dion, ia pun langsung meletakkan berkas tersebut diatas meja Dion.

" Ini ada beberapa dokumen yang harus bapa tanda tangan " ucap Amel

Dion menyadari ada yang beda dari Amel, ia pun mengalihkan pandanganya dari laptopnya kearah Amel.

" Kenapa ? " tanya Dion dengan wajahnya yang datar

" Kenapa apanya pak ? " tanya Amel balik

" Ya kenapa kamu ga kayak biasanya " ucap Dion

" Engga ko sama aja " jawab Amel sambil melihat lain arah

Dion mendorong kursinya untuk menjauh dari meja.

" Duduk " kata Dion

" Iya Pak " Amel berjalan menuju kursi yang ada di hadapan Dion

" Bukan disana, disini " Dion menepuk pahanya

" Ngapain pak, gamau " tolak Amel

" Amelia, saya bilang ga ada penolakan" tegas Dion

Dengan rasa kesal Amel berpindah duduk, kali ini ia duduk dipangkuan Dion.

" Pak ini kantor, gimana kalau ada yang liat pak ' ucap Amel dengan cemas

" Ga ada, aman " jawab Dion

Hari ini Amel menggunakan kemeja biru, dengan rok span selutut. Dengan jarak sangat dekat, Dion bisa melihat paha mulus milik Amel.

" Kenapa ? " tanya Dion melihat raut wajah Amel yang gelisah

" Hmm anu pak, kayaknya saya bangun aja deh ' ucap Amel gugup

" Kenapa ? ' tanya Dion kembali

" Saya ngerasa ada yang ganjal pak, saya takut ' jawab Amel dengan gugup

Dion justru semakin menarik Amelia agar lebih dekat dengan dirinya, Amel pun semakin gelisah dengan sikap Dion.

" Pak ga enak pak, nanti ada yang liat " ucap Amel

" Jadi kamu ingin kita berduaan? " goda Dion membuat Amel semakin panik

" Bukan gitu pak, maksud saya bukan gitu " ucap Amel dengan cepat

" Bangun " kata Dion dan dengan segera Amel bangun dari pangkuan Dion

Baru Amel ingin merasa lega, ternyata Dion sudah merencanakan hal lain. Dion menggendong Amel ala bridal style, kemudian ia mendorong salah satu dinding yang ternyata sebuah pintu.

" Pak kita mau ngapain " tanya Amel panik

" Sstt " ucap Dion

Dion membawa Amel kesalah satu ruangan rahasia Dion di ruangannya, di ruangan tersebut terdapat kasur dan perabot lengkap lainnya.

Dion menurunkan Amel disebuah ranjang besar dan empuk, Amel pun semakin panik dengan apa yang Dion lakukan

" Pak mau ngapain pak ' ucap Amel

" Berduaan, disini ga ada yang lihat " kata Dion sembari menyalakan televisi

Dion ikut naik keatas kasur, ia meletakkan kepalanya di kedua paha Amel.

" Pak jangan kayak gini, bapa itu atasan saya " kata Amel

" Kamu lupa ? Kalau kamu kekasih saya ? " tegas Dion

" Saya tau bapa bercanda kan, udah ya pak saya mau kembali kerja pak " jawab Amel

Mendengar betapa bawelnya Amel, Dion pun bangun dan menatap Amel

" Kenapa bapa liatin saya kayak gitu ? " tanya Amel

" Saya ga bercanda, saya serius. Kamu itu kekasih saya, dan saya ini kekasih kamu. Mengerti Amel ? " tegas Dion namun Amel hanya diam

" Saya mau kerja ya pak " ucap Amel yang hendak bangun, namun Dion lebih cepat mendorong Amel hingga terbaring diatas kasur.

" Saya akan buktikan, jika saya tidak bercanda" ucap Dion

Dion langsung mencium bibir Amel, boleh Amel akuin jika Dion mencium bibirnya dengan lembut.

" Balas Amel " ucap Dion di sela sela ciumannya

Dengan ragu ragu Amel membalas ciuman Dion, semakin lama ia pun semakin hanyut dengan apa yang Dion lakukan.

Amel mulai memejamkan matanya, ia juga mulai mengimbangi setiap ciuman Dion. Kedua Saliva mereka saling bertukaran, hingga membuat keduanya semakin panas.

" Cukup Pak " Amel mendorong tubuh Dion agar menjauh

" Kenapa? Bukannya kamu juga menikmatinya Amel ? " ucap Dion yang membuat Amel malu

" E..engga pak, saya mau kembali keruangan saya Pak. Saya harus kembali kerja " jawab Amel sambil mencoba untuk bangun, namun Dion tak melepaskan Amel begitu saja

" Kamu harus bertanggungjawab Amel " ucap Dion dengan tatapan dinginnya

" Tanggung jawab apa pak ? Soal malam itu ? Iya saya kan sudah tanggung jawab, saya udah ikutin apa mau bapa " jawab Amel

" Bukan itu saja " kata Dion

" Lalu ? " tanya Amel dengan wajah bingung

" Saya ingin memiliki kamu kamu seutuhnya, saya cuma mau kamu jadi milik saya " jelas Dion

" Maksudnya Pak Dion apa ? Maaf pak saya ga ngerti " kata Amel

Dion mengusap bibir Amel yang sedikit bengkak karena ciuman mereka.

" Nanti kamu juga paham " kata Dion yang kembali mencium bibir Amel

Kali ini tangan Dion mulai menjamah tubuh Amel, beberapa kali Amel menepis namun usahanya selalu sia sia.

Namun dengan sisa tenaga yang Amel miliki, akhirnya Amel berhasil mendorong Dion hingga Dion berada disampingnya.

" Maaf pak saya harus kerja " Dengan segera mungkin Amel bangun dan pergi dari sana

Dion tersenyum sinis begitu melihat Amel pergi, namun ia tak menerima penolakan terlebih sekarang Amel sudah berhasil menguasai pikirannya.

Amel yang sudah berada di ruangannya langsung meneguk air dari botolnya, ia masih tak menyangka dengan apa yang ia dan Dion lakukan tadi..

" Gila, ternyata ga sepolos yang gue kira " ucap Amel

Amel memegang bibirnya, ia membayangkan kejadian tadi bersama Dion. Jantungnya terus berdebar, ia tau jika Dion hanya memanfaatkan dirinya.

" Apa gue resign aja yah, tapi gue kan belum dapet kerja lagi " ucapnya sendiri

Saat Amel tengah berfikir keras, ponselnya berbunyi panggilan masuk dari dosennya.

" Ah apa lagi ini, bodo ah " ucap Amel

Amel ingat jika hari ini ia masih harus menemani Dion untuk bertemu dengan klien, namun ia akan mencoba untuk menolak Dion nantinya.

" Kali ini gue ga akan luluh, liat aja Lo Dion " gumamnya sendirian

Terpopuler

Comments

whiteblack✴️

whiteblack✴️

eh dion main sosor aja,sudah ada cinta belum🤣

2024-08-02

1

Tatik Hartatatiktik

Tatik Hartatatiktik

jangan mau di manfaatkan mel

2024-06-24

3

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

bos jahat.Suka ambil peluang

2024-06-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!