Amel sedikit ragu dengan apa yang ia lihat sekarang.
" Siapa Lo, ga usah ikut campur" ucap laki laki itu tak senang melihat mobil yang berhenti
Dion laki laki yang ada di dalam mobil itu keluar, ia langsung memukuli dua laki laki itu dengan tangannya.
" Berani Lo mukul kita " ucap satu laki laki itu
Kedua laki laki itu langsung memukul balik Dion, Amel yang melihat mencoba mencari pertolongan.
" Berhenti atau saya panggil polisi " Amel langsung mengeluarkan ponselnya
Kedua laki laki itu langsung berhenti menghajar Dion, kedua pun pergi dari sana meninggalkan Amel dan Dion
" Pak, Pak Dion luka " ucap Amel sambil memegangi Dion
" Masuk Amel " ucap Dion dengan tegas
" Tapi itu luka bapa " Amel masih khawatir
" Saya bilang, masuk Amel kamu ga dengar yah " ketus Dion yang sedikit meninggikan suaranya
Amel pun langsung masuk kedalam mobil Dion, dan Dion pun ikut menyusul Amel masuk kedalam mobil.
Didalam mobil Amel langsung mengambil kotak obat yang tersimpan di mobil, ia ingin mengobati luka Dion.
" Pak lukanya saya obati yah " ucap Amel dengan khawatir
" Saya bisa sendiri " ucap Dion dengan ketus
" Tapi ini kan gara gara saya pak, atau kita kerumah sakit yah pak. " ucap Amel kembali
" Gausah, ga perlu " jawab Dion
" Tapi pak, saya ngerasa ga enak. Bapa kayak gini karena bapa nolongin saya pak " ucap Amel dengan wajahnya yang masih khawatir
Dion yang sejak tadi enggan menatap Amel, kini pun menoleh kearah Amel.
" Kamu sengaja yah " ucap Dion kembali ketus
" Sengaja apa pak ? Saya ga ngerti " jawab Amel
" Ya itu pakaian kamu, lihat saja. " jelas Dion
Amel langsung memperhatikan pakaiannya, dan benar saja Amel baru sadar jika bajunya sedikit terbuka hingga memperlihatkan sedikit belahan dadanya.
" Sa..saya gatau pak " Amel dengan cepat menutup dengan tasnya
" Kamu itu ceroboh sekali Amel, kalau saya terlambat datang mungkin kamu sudah menjadi makanan mereka " ucap Dion
" Makanan ? Maksudnya saya mau di bunuh pak ? Mereka mau mutilasi saya, terus masak daging saya gitu pak ? " ucap Amel dengan polos
Dion yang mendengar ucapan Amel hanya bisa menepuk keningnya, ia baru sadar jika sekretaris nya ini antara polos dan juga bodoh.
" Kamu ternyata memang bodoh ya Amel, heran kenapa saya punya sekretaris bodoh seperti kamu " ucap Dion yang membuat Amel semakin bingung
" Yah bapa bilang menjadi makanan, yah berarti kan saya di bunuh kan pak ? Maksudnya gimana sih pak ? " tanya Amel kembali
" maksud saya, kamu tuh pasti sudah di bawa ke suatu tempat dan mereka itu mempekaos kamu Mel " jelas Dion
Amel pun menutup mulutnya, ia membayangkan jika ucapan Dion benar benar terjadi.
" Kenapa ? " tanya Dion melihat ekspresi wajah Amel
" Saya ngebayangin yang bapa ucapin " jawab Amel polos
" Ngebayangin? Jadi kamu mau mereka melakukannya? " tegas Dion
" Bukan pak bukan, saya bayangin mungkin kalau mereka habis lakukan itu, saya di bunuh pak. Pasti saya mati pak " jawab Amel dengan polos
" Hmm " gumam Dion
Amel langsung memiringkan tubuhnya, hingga kini menatap Dion.
" Makasih banyak yah Pak, makasih bapa udah nolong saya. Saya gatau jadinya kalau ga ada bapa tadi, saya makasih banget pak. Maaf juga karena saya jadi babak belur " ucap Amel dengan wajahnya yang cemas
Baru kali ini Dion menatap dengan jelas wajah sekretaris nya, dan baru kali ini juga Dion menyadari jika sekretaris nya cantik dan gemas.
" Kenapa kamu ga minta jemput pacar kamu saja Mel ? " tanya Dion
" Saya ga punya pacar pak, saya sibuk kerja, kuliah. Kadang libur aja saya masih harus kerja kalau bapa ada meeting dadakan " jawab Amel seolah menyindir Dion
" Oo " jawab Dion singkat
Keduanya masih belum beranjak dari tempat, Dion masih merasa sakit di tubuhnya akibat pukulan yang ia terima.
" Pak saya ga enak sama bapa " ucap Amel
" Ga enak kenapa ? " tanya Dion
" Ya Iyah, karena saya bapa di gebukin. Gimana kalau saya traktir bapa ucapan terimakasih saya, atau bapa mau apa ? asal jangan yang mahal ya pak " jawab Amel
Dion menahan senyumnya mendengar ucapan Amel, ia mencoba untuk tenang saat ini.
" Ga butuh, dimana rumah kamu biar saya antar " ucap Dion
" Tapi pak saya-" ucap nya terpotong
" Dimana ? Kamu mau tetap naik kendaraan umum ? Terus kamu kayak tadi " ucap Dion memotong dengan capat
" Engga pak " jawab Amel sambil menggelengkan kepalanya
" Kasih tau dimana rumah kamu " ucap Dion yang mulai melajukan mobilnya
Amel mulai memberitahu alamat rumahnya, dan Dion hanya mengikuti arah dari ucapan Amel.
Selama Amel bekerja, memang Amel termasuk orang yang bawel dan ceria. Namun Dion tak pernah menyadari hingga akhirnya, malam ini ia baru menyadari semuanya.
Hingga akhirnya keduanya pun sampai dihalaman rumah Amel.
" Sepertinya keluarga kamu sudah tidur " ucap Dion melihat rumah Amel yang tampak sepi
" Saya tinggal sendiri pak, emang sengaja lampu nya saya matiin " jawab Amel
" Makasih ya pak sudah mengantar saya pulang, dan makasih buat semuanya " ucap Amel kembali sebelum turun
" Hmm " gumam Dion sembari mengangguk
Amel pun segera turun dari mobil, biasanya Dion tak pernah mengantar Amel pulang. Ia hanya memberikan ongkos lebih, atau memesankan taksi online untuk Amel.
Setelah itu Dion pun langsung pergi meninggalkan rumah Amel, sepanjang jalan entah kenapa wajah Amel terus terbayang dipikiran Dion.
" Apasih Dion, dia itu sekretaris Lo. Gausah mikir macem macem " ucap Dion menepis pikirannya
Dion yang sudah tiba di rumah, langsung dibuat kesal oleh perempuan yang duduk di sofa ruang tamu.
" Dion, kamu udah pulang ? Kamu darimana aja ? Aku nungguin kamu " ucap wanita itu dengan manja
" Gue cape " ketus Dion
Wanita itu langsung bangun dan menghampiri Dion, namun saat wanita itu hendak menyentuh Dion lebih cepat Dion menepisnya.
" Jauhin tangan Lo " bentak Dion
Kedua orangtua Dion yang berada didalam pun keluar mendengar suara Dion
" Dion, kenapa kamu ? Abis berentem sama siapa ? " tanya sang Mamah khawatir
" Tante " ucap wanita itu dengan manja
" Dion jangan kasar dong sama celin, dia nungguin kamu dari tadi" ucap sang Mamah kembali
" Huh udah lah, Dion cape. Mending Dion pergi, dan Dion jelasin sekali lagi. Dion ga suka sama celin, sampai kapanpun juga ga akan pernah suka " jelas Dion yang kemudian kembali keluar
Dion langsung kembali masuk kedalam mobilnya, ia sudah muak dengan wanita itu.
Memang orangtuanya belum mengatakan setuju dengan perjodohan Celin dan Dion, tapi Dion tak suka melihat Celine yang terus mengganggu dirinya.
Malam itu Dion memutuskan untuk pulang ke apartemen pribadinya, ia ingin menghilangkan rasa lelah dan rasa sakitnya.
Saat Dion memejamkan matanya, entah kenapa wajah Amel terus terbayang.
" Ahh bisa gila gue bisa gila " umpatnya dengan emosi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Debi Deblo
bagus,
2024-07-04
3
Ani Baru
dh mulai tertarik nie pak dion..
2024-06-25
0
Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲
aseyeek.... makin seruu dn menarik ceritanya next lanjuuut.... kak, author 💪
2024-06-15
1