BAB 8

Keesokan pagi saat libur, Amel berencana untuk bersantai dirumahnya.

Dengan kaos dan celana pendek, ia pun mulai bersantai sambil menonton film kesukaannya.

Tok.. Tok.. Tok .

Amel mendengar suara ketukan pintu dari depan, dengan rasa malas ia pun beranjak bangun dari kasurnya untuk melihat siapa yang datang

" Pak Dion " ucap Amel terkejut dengan sosok yang kini ada di hadapannya

" Bapa ngapain kesini ? hari ini ga ada ketemu siapapun kan pak ? " tanya Amel karena masih terkejut

" Ada, hari ini jadwal saya ketemu kamu. Boleh saya masuk ? " ucap Dion dengan datar

" Bo..boleh pak " ucap Amel gugup

Pagi itu Dion datang dengan memakai kaos polos berwarna hitam, dengan celana jeans. Laki laki itu memang tampan, terlebih Dion selalu memakai minyak wangi yang membuat siapapun ingin dekat dengannya.

" Rumah saya berantakan pak" kata Amel saat Dion memperhatikan rumah Amel

" Ga apa " jawab Dion singkat dan kemudian duduk di sofa

" Saya buatkan minum dulu yah pak" Amel langsung pergi ke dapur untuk membuat minuman

Amel masih berfikir ada apa Dion datang pagi pagi di hari libur seperti sekarang, biasanya mereka akan bertemu di hari libur jika ada pekerjaan.

Setelah minuman selesai dibuat, Amel pun memberikan minuman tersebut untuk Dion..

" Ini Pak diminum dulu " ucap Amel dan Dion mengangguk.

Dion meneguk teh hangat yang Amel berikan, namun kini keduanya tampak canggung tak seperti biasanya.

" Bapa ada apa kesini ? " tanya Amel kembali

" Mau ajak kamu pergi " jawab Dion

" Pergi ? Pergi kemana pak ? " tanya Amel kembali

" Kemana saja, lagian apa kamu ga bosen dirumah ? " ucap Dion

" Engga sih pak sudah biasa, dan mumpung libur juga jadi santai dirumah " jawab Amel

" Yaudah kalau gitu, kita berduaan aja dirumah kamu " kata Dion dengan santai sambil menyenderkan tubuhnya di sofa

Amel terkejut dengan ucapan Dion, bukan itu yang Amel maksud melainkan ia hanya ingin sendiri dirumah

" Emang bapa ga cape apa, mending bapa istirahat aja " usul Amel

" Ide bagus " kata Dion yang kemudian bangun dari duduknya

Amel mengira Dion akan pergi pulang, namun justru Dion malah masuk kedalam kamar Amel dan merebahkan tubuhnya di kasur tersebut.

" Pak, ini kamar saya loh. Privasi saya, bapa ngapain masuk masuk " ucap Amel dengan ketus

" Kamu yang suruh saya istirahat, yaudah saya istirahat " kata Dion tanpa rasa salah

" Ya maksudnya di rumah bapa, bukan dirumah saya. " jawab Amel

Dion tak menjawab apapun, ia justru mengeluarkan ponselnya dan mengabaikan Amel..

Amel menarik nafasnya dan membuangnya kasar, ia berdiri di sebelah Dion yang tengah berbaring..

" Pak Dion, ini kan bukan jam kerja. Jadi saya rasa, saya punya hak untuk saya sendiri ya pak " Amel menarik tangan Dion sekuat tenaga

Namun bukannya Dion bangun, justru malah Amel yang terjatuh diatas tubuh Dion.

Dion memindahkan Amel di sebelah dirinya, dan ia pun langsung mengurung Amel dibawah dirinya.

" Kenapa ? Kamu seperti nya ga seneng saya disini ? Atau kamu memang berniat untuk bertemu dosen itu " kata Dion

" E ..engga pak ,saya ga mau ketemu dia " jawab Amel gugup

" Saya ingin kamu Mel " ucap Dion sambil membelai wajah Amel

" I...ingin apa pak ? " kata Amel dengan gugup

" Saya ingin memiliki kamu seutuhnya, saya gamau ada laki laki lain selain saya " ucap Dion sambil mengusap bibir Amel

Amel meneguk Salivanya, jantung nya terus berdebar karena ucapan dan sentuhan Dion.

Belum Amel menjawab apapun, Dion sudah mencium bibir Amel. Kali ini Dion benar benar memperlakukan Amel dengan selembut mungkin, tanpa sadar Amel mulai memejamkan matanya dan mengimbangi ciuman Dion.

Tangan Dion yang semula membali wajah Amel, mulai turun menjamah tubuh lain Amel. Hingga kini satu tangannya berhenti di bukit milik Amel, dengan pelan Dion memainkan bukit tersebut.

" Mmhhh " tanpa sadar Amel mengeluarkan desahan membuat Dion merasa menang.

Tak puas dari luar, Dion pun memasukkan tangannya kedalam baju.

" Mmhh " lagi lagi Amel mendesah karena sentuhan Dion yang lembut

Karena merasa ada yang menghalangi, Dion menaikkan baju hingga atas. Kini hanya ada sebuah penutup berwarna pink, yang masih menutupinya.

Dion mengeluarkan isi tersebut dari penutup tersebut, entah apa yang Amel rasakan yang jelas sentuhan itu membuat Amel semakin hanyut.

" Saya suka " kata Dion di sela sela ciuman mereka sedangkan Amel hanya diam

kini Kedua tangannya mulai bermain main disana, tangan Amel pun kini memegangi pundak Dion sambil mencengkramnya.

" Mmhh pak " desah Amel kembali

" Jangan ditahan, keluarkan" kata Dion

Dion mengakhiri ciuman mereka, kini wajahnya berpindah didua bukit yang sudah keluar dengan bebas..

" Bagus Mel, saya suka " kata Dion dan wajah Amel memerah karena malu.

Dion seperti seorang bayi yang kehausan, Amel yang baru pertama kali seperti itu merasa ada yang aneh pada dirinya.

" Mmhh ahh pak " Amel meremas dan menekan kepala Dion

Dion bergantian kanan kiri, ia tau jika Amel mulai menikmatinya.

" Mmhh Pak ahh " desah Amel karena menikmatinya

" Kamu suka ? " tanya Dion namun Amel tak menjawab

" Jawab saya Amel, kamu suka ? " ulang Dion dan Amel mengangguk

Entah mungkin urat malunya kini sudah putus, yang jelas Amel benar benar menikmatinya.

" Mmhhh Pak ahh " desah Amel semakin tak tahan

Dion mengakhirinya, dan kembali menutup dua bukit tersebut.

" Kamu suka ? " tanya Dion sambil menatap Amel dengan dekat

" Gatau pak, jangan liatin saya kayak gitu " Amel yang malu menutup wajahnya dengan bantal di sebelahnya

" Jawab saya Amel, jujur. Kamu menyukai nya kan ? " tanya Dion kembali namun Amel tak menjawab apapun

Dion bangun dan merapikan pakaiannya, sedangkan Amel masih menutup wajahnya dengan bantal.

" Ayo kita keluar " ajak Dion namun Amel menggelengkan kepalanya

" Gamau ? Atau mau kita tuntaskan semuanya, ya saya sih udah siap " kata Dion dan Amel langsung membuang bantalnya

" Saya siap siap, bapa tunggu luar " kata Amel dan Dion mengangguk

Begitu Dion keluar dari kamar, Amel langsung menutup pintu kamarnya tersebut.

" Amell kenapa Lo malah kayak tadi sih, aahh gila gila nanti pasti Pak Dion mikir macem macem " Amel memukul pelan kepalanya

Amel pun langsung bersiap siap, ia takut jika ucapan Dion benar benar terjadi sekarang.

Terpopuler

Comments

Almi

Almi

aduh ini ni anak gadis klo ga d dampingi keluarga

2025-02-28

0

Tatik Hartatatiktik

Tatik Hartatatiktik

mel kok kamu malah gampanfan sih

2024-06-24

3

💝F&N💝

💝F&N💝

👍👍👍👍 sampai episode 8 ini ceritanya bagus. aku suka.
ayo lanjut lagi, thor

2024-05-08

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!