Amel masih mencoba mencerna ucapan Dion, ia merasa ia salah dengar.
" Hah bapa ngomong apa ? " tanya Amel memastikan
Dion melepaskan seat belt nya, dan menghadap Amel.
" Kamu itu tuli yah " ucap Dion
" Ah engga pak, cuma yah saya takut salah denger aja " jelas Amel
" Intinya kamu mau atau engga ? " ucap Dion
" Pak, bapak kesurupan deh kayaky. Ayo kita jalan aja yuk pak, disini serem pak " ucap Amel yang semakin ketakutan
" Kalau kamu gamau, yaudah kamu turun aja dari mobil yaa paling sekarang 5 orang yang godain kamu " ucap Dion membuat Amel semakin ketakutan
" Lohh Pak jangan dong pak, salah saya apaa pak ? " tanya Amel dengan takut
" Jawab Amel kamu mau atau engga " jelas Dion sekali lagi
" Ya mau apa pak ? Saya ga ngerti, bapa daritadi cuma nanya saya mau apa engga aja " ucap Amel
Dion yang sudah tak bisa mengontrol dirinya, langsung menarik pelan wajah Amel.
Dion langsung mencium bibir Amel, Amel pun terkejut dengan apa yang Dion lakukan.
" Bapa ngapain " Amel langsung mendorong Dion
" Biar kamu percaya saya itu masih normal " ucap Dion yang langsung kembali memakai seat belt nya
" Ya.. Yaa tapi ga harus kurang ajar juga pak. Jangan mentang mentang bapa atasan saya, bapa bisa kayak gitu " ucap Amel dengan gugup
Dion tak menjawab, ia langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat.
Amel tak tau apakah Dion marah kepada dirinya, namun ia juga kesal karena Dion mencuri ciuman pertama yang harusnya ia berikan kepada kekasihnya nanti.
Begitu mereka sampai Dion dan Amel tak ada yang mengucapkan sepatah kata apapun, hingga akhirnya Amel sadar jika Dion memang marah kepada dirinya.
" Saya minta maaf pak, ya tapi bapa juga ngapain coba tiba tiba kayak gitu " ucap Amel gugup
" Turun " ucap Dion tanpa menoleh
" Pak saya minta maaf saya-" ucap Amel terpotong
" Turun, kamu ga dengar saya ngomong apa " bentak Dion dan Amel pun langsung turun
Begitu Amel turun mobil Dion langsung pergi dari rumah Amel, ia merasa Dion marah kepada dirinya.
Amel yang lelah langsung masuk kedalam kamarnya, ia merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Amel memegangi bibirnya, ia masih tak percaya ciuman pertamanya bersama dengan Dion bosnya sendiri.
Amel berencana untuk menemui Dion untuk meminta maaf besok, walaupun ia juga tak sepenuhnya salah namun Amel tau jika Dion marah kepadanya.
**
Seperti biasa Amel akan datang pagi untuk mengirimkan jadwal Dion hari ini, sejak tadi Amel mengetuk pintu tak ada respon dari dalam ruangan.
" Tumben pak Dion ga jawab " ucap Amel sendiri
Amel memberanikan dirinya membuka pintu, namun begitu ia masuk ia tak melihat siapapun didalam.
" Loh ko ga ada, tumben belum Dateng " ucap Amel sendiri
Ambil memperhatikan seluruh ruangan Dion, ruangan yang tampak rapih dan juga wangi membuat siapapun betah didalam sana.
" Ngapain kamu disini " ucap seseorang mengejutkan Amel
Amel langsung membalikkan tubuhnya, dan benar saja Dion berdiri dibelakang Amel.
" Eh Pak Dion, pagi Pak " sapa Amel
Dion tak menjawab, ia berjalan melewati Amel dan duduk di kursi kerjanya.
" Ada apa masuk keruangan saya ? " tanya Dion ketus
" Saya mau ngasih jadwal bapa hari ini, saya fikir Pak Dion sudah datang dan saya-" ucapnya terpotong lagi lagi
" Apa saya ada izinin kamu masuk ? Lalu kenapa kamu masuk ? Dasar ga sopan dan ga bertanggung jawab " ucap Dion
Amel yang mendengar merasa bingung, bisa bisa ia bilang Amel tak sopan justru dirinya lah yang tak sopan tiba tiba mencium begitu saja.
" Maksud bapa apa yah ? bukannya bapa yang ga sopan? Dan saya ga bertanggung jawab apa yah pak ? " tanya Amel dengan tenang
" Duduk " perintah Dion
Amel pun menurutinya, Amel duduk di kursi yang bersebrangan dengan Dion.
Dion bangun dari kursinya, ia berdiri di sudut meja sambil memasukan kedua tangannya di kantong celana.
" Kemarin kamu sendiri yang bilang mau lakuin apa aja kan ? terus kenapa jadi beda lagi " jelas Dion
" Ya iya pak, ya tapi apa pak ? Bukan berarti ya bapa seenaknya aja dong " ucap Amel
" Seenaknya gimana ? Saya nanya kamu ga jawab " jelas Dion
" Ya bapa cuma nanya mau atau engga, ya saya kan gatau mau jawab apa pak " ucap Amel dengan gugup
" Kamu keluar Amel, saya sudah tidak membutuhkan kamu " ucap Dion yang kemudian berbalik badan
Amel yang mendengar terkejut, apa yang Dion maksud ia memecat Amel.
" Tapi pak ? Kenapa ? Saya salah apa pak ? " tanya Amel yang kini sudah berdiri di belakang Dion
" Kamu benar benar tuli yah, saya sudah bilang kamu keluar saya sudah ga butuh kamu " tegas Dion
" Bapa mecat saya ? " ucap Amel dengan gemetar sedangkan Dion tak menjawab apapun
" Pak saya mohon jangan pecat saya pak, saya gatau harus kerja dimana pak nanti " ucap Amel yang dengan bergetar
Dion membuang nafasnya kasar, harusnya ia paham jika sekretaris nya ini memang sedikit lemot.
" Apa saya ada bilang pecat kamu ? Saya bilang kamu keluar, ya artinya kamu keluar dari ruangan saya " ucap Dion kembali sambil membalikkan tubuhnya
" Jadi bapa ga mecat saya ? " tanya Amel sambil menghapus air matanya
" Engga Amel " ucap Dion
" Jangan lupa, pulang kerja temani saya bertemu dengan klien ini mendadak" tegas Dion dan Amel mengiyakan
Dion bingung dengan cara apalagi ia menjelaskan kepada Amel, ia juga gengsi harus kembali meminta Amel menjadi kekasihnya.
" Apa ya apa yah " ucap Dion sembari berfikir
Akhirnya Dion memiliki ide, ia akan mencobanya kembali. Namun jika cara ini masih gagal, Dion harus kembali mencari cara.
***
Selepas jam kerja Amel langsung bersiap untuk menemani Dion, sejak pagi tadi Amel belum kembali bertemu dengan Dion.
Amel sendiri tak tau mereka akan bertemu dengan siapa, namun Amel tak ingin banyak bertanya lagi
Kini keduanya sudah berada didalam mobil, Dion yang tengah mengendarai mobilnya hanya fokus menatap kedepan.
" Kita mau kemana Pak ? " tanya Amel memberanikan diri
" Nanti juga kamu tau " jawab Dion
Hingga akhirnya keduanya sampai disebuah restoran, mereka masuk kedalam dan bertemu seseorang.
Dion mulai membahas pekerjaan, sedangkan Amel hanya mendengar sambil sesekali mencatat.
" Okelah bro, kalau gitu nanti lah ya kita bahas lagi " ucap Dion yang membuat Amel terkejut
" Iyah gue juga cape, kasian juga tuh cewe Lo. Nanti gue ke kantor lo deh, gue duluan yah bye " ucap laki laki yang ternyata teman Dion
Amel menatap bingung kearah dua laki laki tersebut, sedangkan Dion tetap pada dirinya yang dingin.
Selesai itu mereka pun meninggalkan tempat tersebut.
" Bapa ngapain ajak saya kalau ketemu temen bapa " ucap Amel
" Kamu sekretaris saya, lagian dia juga klien " jawab Dion
" Tapi kan pak buat apa saya-" ucapan Amel terpotong saat ada seorang perempuan menghampiri Dion dan Amel
" Hai Dion " sapa wanita tersebut
" Kita masuk ke mobil " ajak Dion kepada Amel
Amel melihat ekspresi wajah kesal Dion, Amel juga tak tau siapa wanita itu.
Wanita itu terus menatap kearah Dion, Amel pun semakin dibuat penasaran dengan perempuan itu
" Itu pacar bapa ? " tanya Amel
Namun bukannya Dion menjawab, ia justru langsung mendekat kearah Amel dan langsung mencium bibir Amel.
Amel hendak menjauhkan Dion dari dirinya, namun Dion semakin mempererat memeluk Amel.
" Diam atau saya pecat " ancam Dion di sela sela ciuman mereka
Mendengar hal itu Amel menjadi takut, hingga akhirnya ia pasrah dengan apa yang Dion lakukan.
Dion langsung melepaskan ciumannya dari Amel, dan Amel tak melihat wanita tersebut.
" Saya naik ojek online aja pak ' ucap Amel sambil membuka pintu, namun sayangnya Dion sudah mengunci lebih dulu
" Pak, mau bapa apa sih " ucap Amel dengan kesal
" Kemarin bukannya kamu sendiri yang bilang, kamu mau lakuin apa saja kan buat balas saya " ucap Dion
" Ya Iyah, tapi bapa mau apa sama saya ? ' tanya Amel dengan takut
" Saya mau kamu jadi kekasih saya, dan saya gamau penolakan" tegas Dion
" Tapi pak saya-'
" Ga ada penolakan terhadap Amelia, mulai detik ini kamu kekasih saya. Mengerti Mel ? " ucap Dion dengan tatapan dingin
" Baik Pak, saya mengerti " jawab Amel pasrah
Entah apa yang ada dipikiran Amel, ia bingung harus menanggapi seperti apa perasaannya saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Almi
haha nembak ko maksa mna gengsian lg
2025-02-28
0
Nur Cahyani
pemaksa sekali
2024-08-20
0
Blurr
semangat dion
2024-08-05
0