Chapter 10

...Logika dan perasaan... Manakah yang harus di percaya?...

...>Zella <...

.......

...✨✨✨...

Sarapan di atas meja sudah tertata rapi, Zella menarik kursi dari bawah meja lalu mendudukkan tubuhnya di sana. Secangkir teh menemani sarapan paginya sembari menunggu kedatangan Arzen.

Tak berselang lama sosok yang dia tunggu akhirnya muncul, Zella melambaikan tangannya seraya memanggil nama sang putra agar mendekat.

"Arzen, sini sayang." Zella nampak sumringah saat Arzen mendekat ke arah meja makan.

"Kamu mau sarapan apa? Biar Mommy ambilkan."

Arzen tak menjawab, dia meraih segelas susu di atas meja lalu meminumnya hingga habis. Dia meletakan kembali gelas tersebut, dan berlalu dari meja makan menghiraukan pertanyaan Zella barusan.

Melihat tingkah Arzen, membuat Zella semakin sadar bahwa tidak mudah membalikan keadaan mau sebaik dan sebanyak apa pun effort yang dia berikan belum tentu bisa di terima oleh putranya.

Zella mendecakan lidah dengan kasar, "Tau gini, dulu gue ikut kelas ibu-ibu biar tau gimana caranya meluluhkan hati anak."

Dia kembali menyesap tehnya, baru saja teh itu masuk ke dalam mulut. Suara pelayan yang baru saja tiba membuatnya terkejut, dia melihat wajah pelayan itu berkeringat seperti habis berlari.

"Ada apa?" tanya Zella seraya menatap bingung pelayannya.

"I-itu, Nyonya.... T-tuan ada di halaman rumah, Beliau baru saja pulang."

"Maksudmu Elzion?"

Pelayan itu mengangguk singkat, dia menunggu respon Zella selanjutnya akan tetapi Zella justru acuh tak acuh. Dia memilih mengambil piring lalu dua lembar roti serta selai coklat, Zella mengoleskan selai itu dengan santai seolah dia tidak mendengar perkataan mengenai kepulangan sang suami.

"N-Nyonya,"

Zella menoleh, dia menaikan satu alisnya ke atas. "Kenapa?"

"Anda tidak menyambut Tuan di depan?" ujar sang pelayan sedikit takut.

"Apakah harus?" Zella bertanya dengan polosnya.

Pelayan itu menggeleng lalu kembali menjawab, "Tidak, Nyonya. Namun biasanya anda sangat antusias jika mendengar Tuan sudah kembali."

"Itu dulu sekarang aku malas, lagi pula dia punya kaki sendiri buat apa aku susah-susah menyambut kedatangannya."

Jawaban tersebut membuat pelayan itu ternganga, dia memang merasa nyonya rumahnya telah berubah akan tetapi perubahan itu sangat berbeda jauh dengan sifat asli nyonya rumahnya yang dulu.

'Apa sekarang Nyonya sudah tidak perduli dengan Tuan lagi?' batin sang pelayan bertanya-tanya.

Di tengah keheningan yang melanda, terdengar suara sepatu mendekat ke arah mereka. Zella menoleh ke arah pintu, dapat dia lihat seorang pria yang memakai pakaian formal baru saja datang.

Zella mendengus sebal, dia kembali sibuk dengan roti di tangannya tanpa menyapa sang suami.

Elzion menatap lekat pada sosok istrinya, dia merasa aneh karena sikap Zella begitu tenang dan acuh tidak seperti biasanya.

"Apa yang sedang kamu lakukan, Zella?" tanya Elzion tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

Tanpa menoleh Zella menjawab, "Lo nggak liat gue lagi makan."

Sontak Zion terkejut mendengar nada bicara istrinya yang berubah, sejak dulu Zella tidak pernah menggunakan kata seperti itu jika berhadapan dengannya.

"Ada apa denganmu, Zel? Kenapa kamu berubah?" ujar Zion.

Dia menarik kursi di samping Zella dan duduk menyamping menghadap ke arah istri nya, namun Zella sama sekali tidak perduli dengan keberadaan Zion, seakan Zion hanya benda tak kasat mata yang ada di sebelah wanita itu.

"Zella," panggil Elzion untuk yang kesekian kalinya.

Zella yang tadinya sedang melahap roti langsung meletakannya kembali ke atas piring, Zella meminum sisa tehnya lalu mendorong kursi ke belakang tak lupa dia mengambil ranselnya yang tergeletak di kursi.

Sebelum pergi Zella menjawab lebih dulu pertanyaan Zion, "Semua orang bisa berubah... Saat logikanya udah di pake."

Zella hendak melanjutkan langkahnya, tapi tiba-tiba Zion meraih pergelangan tangannya hingga membuat langkah Zella terhenti.

"Zel, kamu tidak pernah bersikap tidak sopan begini padaku, kemana tata krama kamu yang biasanya?" ujar Zion menatap lekat istrinya.

Zella menepis tangan suaminya kasar, dia menoleh sorot matanya sangat dingin bak anak panah yang siap menusuk lawannya.

"Emang lo masih pantas dapat sikap sopan dari gue, setelah lo melakukan hal gila itu sama gue?"

"Kenapa kamu tiba-tiba membahas kejadian yang sudah lampau? Bukannya aku sudah minta maaf sama kamu?"

Kerutan halus nampak di kening Zion, dia benar-benar bingung dengan perubahan pada istrinya.

Zella tertawa sinis, dia meraih kerah baju Zion hingga membuat Zion tercengang. Zella mencengkeram erat kerah baju suaminya, bahkan sampai membuat Zion kesulitan bernafas.

"Z-Zel, lepas." Pinta Zion gagap.

Namun Zella tak menggubris, dia mendekatkan wajahnya ke arah Zion hingga jarak wajah mereka tinggal satu jengkal.

"Lo kira maaf bisa menghilangkan semua kemalangan yang terjadi sama gue? Lo kira maaf bisa menyembuhkan luka gue?"

Zella menggeleng pelan, "Nggak, El! Semakin lo menjerat gue, dendam ini semakin besar! Bahkan sekarang rasanya gue ingin memotong-motong tubuh lo lalu membuangnya ke dasar laut."

Degh.

Elzion tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, perkataan Zella nampak sangat serius di mata Elzion. Dia baru pertama kali melihat kebencian yang sangat kental dari istrinya.

"Apa dengan menyiksa Arzen belum cukup untukmu? Bukankah kamu bilang jika aku menyerahkannya kamu akan memaafkan aku?" cecar Elzion tanpa beban.

"Pffftt sinting! lo egois bahkan lo orang paling bangsat yang pernah gue temui, Elzion Naraga." Tandas Zella seraya melepas cengkraman di kerah baju suaminya.

Degh.

Degh.

Jantung Elzion berdetak cepat, perasaan cemas tiba-tiba muncul menghantuinya.

"Z-Zel, aku sudah menyerahkan Arzen sebagai bayaran atas kejadian itu? Kenapa kamu masih marah padaku perjanjian kita tidak seperti ini sebelumnya!" wajah Elzion nampak sangat frustasi setiap kali menghadapi pernyataan yang di ucapkan Zella.

"Lo punya otak, kan? Gunain otak lo dengan benar jangan cuma bisa berlindung di ketek kekuasaan yang lo miliki!" Zella berbalik tanpa menunggu jawaban Elzion, dia kembali melangkah menjauh dari sana.

Namun baru tiga langkah dia kembali berhenti, tanpa melihat ke belakang Zella berucap dengan nada dingin.

"El, kesalahan lo nggak akan pernah hilang meski Arzen menyerahkan nyawanya padaku, karena orang yang pantas bertanggung jawab itu lo, bukan anak kecil itu yang nggak tau apa-apa!"

Selepas mengatakan hal tersebut, Zella kembali melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar, meninggalkan berbagai pertanyaan di benak Elzion.

Kepulangannya yang mendadak demi melihat sendiri perubahan istrinya, justru membuat hubungan mereka semakin buruk. Awalnya dia sudah membayangkan reaksi heboh yang akan di tunjukan oleh sang istri seperti biasanya, sapaan manja dan rengekan yang selalu di tunjukan Zella padanya kini benar-benar telah hilang.

Kenyataan sangat berbanding terbalik dengan harapannya, tidak ada lagi pancaran cinta yang selalu membuatnya jengah.

Bahkan kini dia merasa Zella sangat jauh dari genggaman tangannya, padahal raga perempuan itu tepat berada di depannya seperti barusan.

Elzion termenung di kursi meja makan, semua perkataan Zella barusan membuat dia gelisah, kejadian di masa lalu kembali muncul seakan ingin menghancurkan kembali hubungan yang memang sudah retak sedari awal.

Sekilas Elzion dapat melihat kekecewaan yang belum pernah di tunjukan oleh Zella, tidak ada lagi semburat merah yang muncul di pipi Zella saat berhadapan dengannya.

"Jangan berubah, Zel, aku mohon." Gumam Elzion penuh harap.

Terpopuler

Comments

min yoona

min yoona

masih bingung but it's ok nanti paham sendiri

2025-03-16

2

Pandagabut🐼

Pandagabut🐼

aku gak mudeng, tapi tetep aku baca

2024-11-20

3

RossyNara

RossyNara

aku menu benang merahnya

2024-07-20

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82: Main Story 1
83 Chapter 83: Main Story 2
84 Chapter 84: Tamat.
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82: Main Story 1
83
Chapter 83: Main Story 2
84
Chapter 84: Tamat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!