Chapter 3

...Jika lukamu sedalam lautan, maka ikhlas mu harus setinggi langit....

...>Zella<...

.......

.......

...✨✨✨...

Zella melangkah menuju pintu, dia lalu membukanya secara perlahan. Saat pintu terbuka lebar, hal pertama yang dia rasakan adalah kagum. Rumah mewah yang kini dia tempati bagaikan dunia mimpi yang selama ini selalu dia dambakan, dia tak pernah menduga bahwa dia bisa merasakan menjadi orang kaya tanpa perlu bersusah payah mencari sesuap nasi untuk makan setiap harinya.

"Buset, ini rumah apa istana? Megah banget." Cetus Zella terkagum-kagum.

Gadis itu mendekat ke arah tangga, kini dia sedang berada di lantai dua. Saat dia sedang mengagumi semua benda yang ada di sana, tanpa sengaja netranya menatap siluet Arzen sedang duduk termenung di tepi kolam.

Rasa bersalah tiba-tiba Zella rasakan, meski itu bukan perbuatannya secara langsung tapi tubuh yang kini dia tempati telah menjadi tubuhnya.

"Kasian banget, pasti mental Arzen nggak baik-baik aja. Gimana caranya biar gue bisa dekat sama dia yah?"

Zella merenung sejenak, dia belum sepenuhnya menerima takdir yang kini harus dia hadapi. Sebuah kematian mendadak serta terlemparnya dia ke dalam buku, benar-benar sulit dia terima.

"Jasad gue apa udah di kubur? Kalo belum kasihan banget bisa-bisa jasad gue jadi penunggu selokan."

Tanpa Zella sadari, putranya kini sedang menatap dingin ke arahnya. Sorot matanya penuh akan kebencian dan dendam, kepalan pada kedua tangannya terlihat sangat erat seolah dia ingin meremas dan menghancurkan sosok Zella.

Arzen merasa muak setiap kali melihat wajah Zella, baginya sosok Zella adalah iblis berkedok ibu sambung.

Pemuda itu berdiri dari tepi kolam, dia berjalan memasuki mansionnya lalu menuju kamar miliknya yang kebetulan berada di lantai satu.

Melihat Arzen masuk ke dalam kamar, Zella pun berniat kembali ke dalam kamarnya untuk istirahat. Akan tetapi dia tak tau letak kamarnya berada dimana, hingga di tengah rasa bingung gadis itu melihat satu pelayan yang baru saja keluar dari salah satu kamar dengan membawa ember berisi kain pel.

Tanpa menunggu lama, Zella berlari kecil menghampiri pelayan itu.

"Tunggu sebentar." Ujar Zella begitu tiba di depan pelayannya.

"Ada apa, Nyonya?"

"Bisakah kau mengantarku ke kamar? aku merasa lelah dan sedikit pusing." Ucap Zella berbohong.

Pelayan itu mengangguk patuh, dia mengantar Zella menuju kamarnya yang berada di tengah-tangah dengan dua kamar lain di sampingnya.

"Yang sebelah kanan apa kamar suamiku?" tanya Zella penasaran.

Pelayan itu terkejut mendengar kata suami keluar dari mulut nyonya rumahnya, meski mereka berdua telah menikah namun hubungan mereka terbilang sangat buruk dan hampir mustahil untuk di satukan dalam suatu obrolan.

'Tumben sekali Nyonya tidak marah-marah, ada apa dengannya?' batin pelayan itu keheranan.

"Hei, apa kau tak mendengar pertanyaanku barusan?" tegur Zella.

Pelayan itu tersadar kembali, dia gelagapan dan takut saat melihat sorot mata tajam yang mengarah padanya.

"M-maafkan saya, Nyonya, saya bersalah."

Ucapan pelayan itu membuat Zella mengernyitkan kedua alisnya, dia heran mengapa pelayan itu sampai terlihat gemetaran padahal dia hanya bertanya siapa tau pelayan itu tak mendengar jelas pertanyaan darinya barusan.

"Haa.... Sudahlah lupakan saja, aku ingin segera istirahat." Ujar Zella lelah.

Pelayan itu mengangguk, dia membukakan pintu kamar Zella hingga terbuka lebar. Namun kejutan lain muncul membuat Zella benar-benar frustasi dalam sehari.

Kini di dalam kamarnya, terlihat satu pemuda yang tidak mengenakan pakaian atasnya sedang duduk di atas ranjang sembari tersenyum paksa.

"Siapa dia?" tanya Zella.

Sorot matanya sangat dingin bak bongkahan es, seketika aura tempat mereka berdiri berubah mencekam. Zella kembali bertanya, namun tatapannya tetap lurus pada pemuda yang kini sudah bergetar ketakutan.

"Mengapa dia berada di dalam kamarku?"

"D-dia orang yang akan melayani Nyonya malam ini," sahut pelayan itu ketakutan.

"Melayani? Maksudmu pelayanan malam?" ujar Zella menoleh ke arah pelayannya.

"Benar, Nyonya."

Zella kembali syok, kedua bola matanya melotot dan bibirnya melongo. Dia sejenak lupa, bahwa tubuh yang dia miliki saat ini memiliki kebiasaan sangat buruk, salah satunya adalah memanggil pemuda setiap hari secara acak hanya untuk menyenangkan malamnya dan melampiaskan amarah serta rasa kesal yang dia miliki.

"Sialan!" umpat Zella jengkel.

Zella memasuki kamarnya, saat pelayan akan menutup pintu Zella bergegas mencegahnya.

"Tunggu, kamu bawa pemuda ini dan berikan uang kompensasi padanya! Mulai hari ini jangan panggil orang lagi untuk datang menemaniku." Zella menjeda ucapannya sebentar, lalu kembali melanjutkannya.

"Aku muak! Kamu mengerti maksudku, kan?" imbuh Zella menekankan setiap kalimatnya.

"Baik, Nyonya." Sahut pelayan itu.

Dia masuk dan meraih tangan pemuda tersebut, lalu membawanya keluar dari kamar Zella.

Selepas kepergian mereka, Zella mengambil spray baru dan langsung menggantinya. Dia tak mau bekas perbuatan pemilik tubuh ikut menempel padanya.

"Ck nih tubuh beneran bajingan, kayanya buat membersihkan namanya aja gue perlu waktu yang panjang." Gerutu Zella di tengah-tengah kesibukannya mengganti spray.

Saat dia sibuk tiba-tiba dia teringat sesuatu, Zella menunda pekerjaannya dan bergegas membuka nakas di samping kasur. Dia mengambil pulpen serta buku dari sana.

"Kalo kelakuan tubuh ini udah parah, berarti ini udah masuk bab ke berapa yah? Gue beneran nggak inget apa pun kecuali akhir dan sifat para tokoh novelnya itu pun cuma beberapa doang."

Zella mengetuk-ngetuk pulpennya di kening, berharap dia bisa mengingat sedikit alur novelnya namun harapannya berujung sia-sia, justru yang dia dapat hanya rasa sakit di keningnya karena dia mengetuk pulpennya cukup keras.

"Susah banget sih, apa otak gue ketinggalan di selokan? Makanya gue jadi bego." Cetus Zella asal.

Dia sangat pusing berada di dunia itu, jika bisa memilih dia lebih baik langsung pergi ke alam kematian dari pada harus menyelesaikan dan mengubah takdir orang lain demi bertahan hidup.

Lelah dengan usahanya, Zella mulai menulis list yang ingin dia lakukan ke depannya.

"Pertama, gue harus memperbaiki hubungan gue sama Arzen. Tapi.... Kayanya bakal susah, Arzen kelihatan benci banget sama gue." Gumam Zella merasa sedih.

"Kedua, Gue perlu menyelesaikan masalah yang di buat pemilik tubuh termasuk merubah sikap dan sifatnya secara perlahan, biar nggak ada yang curiga."

"Ketiga, kalau rencana gue berjalan lancar mending gue minta cerai aja dan menghilang dari keluarga ini, tapi sebelum itu maksud bisikan tadi apa? Siapa yang harus gue bikin perhitungan, apa mungkin ada orang yang terlibat dengan berubahnya sifat Zella Allyshon yang asli?"

Zella merebahkan kepalanya di atas meja, pikirannya menerawang jauh pada kehidupannya di masa lalu.

Kuliahnya, beasiswanya, kostnya dan juga latihan karatenya terasa sia-sia. Dia merenungkan usahanya yang sudah dengan susah payah dia bangun, tapi kini semua hanya sebatas masa lalu.

"Kalau tau gue bakal meninggoy lebih awal, mungkin gue nggak bakal sesedih ini meratapi nasib."

Perlahan kedua netranya mulai memberat, tanpa sengaja Zella tertidur di bangku meja riasnya meninggalkan keheningan di dalam kamar bercat hitam dan emas.

Terpopuler

Comments

Bolobou Kosuabon

Bolobou Kosuabon

jadi oon dong

2024-06-25

0

Bolobou Kosuabon

Bolobou Kosuabon

bagus dong hahhahahahahhahahaha

2024-06-25

0

Hafidz Narend

Hafidz Narend

👍👍👍

2024-06-19

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82: Main Story 1
83 Chapter 83: Main Story 2
84 Chapter 84: Tamat.
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82: Main Story 1
83
Chapter 83: Main Story 2
84
Chapter 84: Tamat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!