Tengah malam Nadya terbangun dari pingsannya. Dan ia merasakan tubuhnya perih dan sakit semua
"Ardi, kamu sudah keterlaluan. Dan aku akan menjauhkanmu dari anakmu" ucap Nadya dalam hati
Nadya lekas bangkit dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya
Nadya mendongak ke atas dan melihat lampu ruang khusus yang hidup
"Mama akan menjauhkanmu dari Papamu sayang" gumam Nadya
Nadya melangkahkan kakinya menuju ke luar rumah dimana suasana malam hari tidak ada kendaraan yang melintas
Dengan tubuh yang lemas, Nadya mencoba berjalan perlahan-lahan menuju entah kemana
Nadya tidak ingin jika harus kembali ke rumahnya yang dulu. Karena Ardi pasti akan dapat menemukannya kembali
Dengan nafas yang terengah-engah dan pandangan yang mulai kabur
Brugh
CITT!!
Suara mobil yang tiba-tiba mengerem mendadak saat melihat ada seseorang yang jatuh pingsan. Dan pengendara mobil itu langsung bergegas turun dari mobilnya
"Astaghfirullah! Nadya. Ada apa denganmu?" Ucap Devan yang ternyata pengendara mobil itu
Melihat kondisi Nadya yang seperti itu, Devan langsung membopong tubuh Nadya dan segera membawanya ke rumahnya
"Bertahanlah Nadya, aku akan menjagamu" ucap Devan yang cemas melihat keadaan Nadya
Devan menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai ke rumahnya
Beberapa jam kemudian mereka berdua telah sampai di rumah Devan
Devan langsung membawa Nadya ke kamar dan setelah itu ia menghubungi Dokter Kerry agar lekas kemari
Sambil menunggu Dokter Kerry, Devan mengambil pakaian mendiang istrinya dan lekas ia kenakan ke tubuh Nadya
"Kenapa Kamu bisa bertahan dengan Ardi?" Tanya Devan sambil meneteskan air matanya
Devan melihat luka sabetan yang ada di tubuh Nadya membuat hati Devan semakin teriris
Tak lama kemudian dokter Kerry telah tiba di rumah Devan
"Ada apa dokter Devan? Siapa yang sakit?" Tanya Dokter Kerry yang penasaran
Karena dirumah ini hanya Devan yang tinggal di rumah ini setelah istrinya meninggal
Devan mengajak Dokter Kerry untuk masuk ke dalam kamar
"Astaghfirullah! Bukankah ini istri dokter Ardi?" Tanya dokter Kerry
Dokter Kerry langsung segera memeriksa keadaan Nadya
"Dia harus dirawat di rumah sakit, lukanya sangat parah"
"Bagaimana dengan kondisi kandungannya?"
"Alhamdulillah masih selamat" jawab Dokter Kerry
Devan tidak mungkin membawa Nadya ke rumah sakit yang ada disini karena pasti Ardi akan dapat menemukannya
"Lalu apa yang akan dokter Devan lakukan?"
"Aku akan membawa Nadya ke luar negeri tapi tolong rahasiakan ini kepada Ardi" pinta Devan
Sebelum berangkat ke luar negeri, Devan menitipkan surat pengunduran dirinya untuk diberikan kepada Ardi selaku pemilik rumah sakit
"Aku akan mengantarmu ke Bandara" ucap Dokter Kerry
Devan bersiap-siap dan setelah itu ia membopong tubuh Nadya masuk ke dalam mobil
Dokter Kerry langsung melajukan mobilnya untuk mengantarkannya Devan ke Bandara
"Ardi, perbuatanmu sungguh keterlaluan dan mulai sekarang aku yang akan melindungi Nadya dan anaknya"
Sesampainya di bandara, Devan langsung berpamitan kepada dokter Kerry
"Hati-hati dokter Devan"
Devan menganggukkan kepalanya dan segera membawa Nadya masuk ke dalam pesawat
Setelah mengantarkan Devan ke bandara, Dokter Kerry kembali ke rumah sakit
"Ardi, Ardi kenapa kamu sangat kejam terhadap istrimu. Aku harus kamu tidak menyesalinya" ucap Dokter Kerry
Saat ini Jam menunjukkan pukul 6 pagi dimana Ardi terbangun setelah semalam dirinya mabuk
Ardi merasakan kepalanya pusing dan ia melangkahkan kakinya menuju lantai bawah
"NADYA!!" Teriak Ardi
Ardi berjalan sambil memegang kepalanya dan ia langsung masuk ke kamar
"NADYA!!" Teriak Ardi yang memanggil Nadya yang kedua kalinya
Ardi langsung membuka pintu kamar mandi dan ia tidak melihat keberadaan Nadya
"Dimana dia? Apa dia di taman belakang?"
Ardi berlari dan tidak menemukan keberadaan Nadya
"ARGGHH!!! AKU SANGAT MEMBENCIMU NADYA!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Bandar Jayalampung
nah Lo ditinggal bini minggat emang enak
2024-05-04
2