Ardi masih menggandeng tangan Nadya dengan mesra
"Duduklah"
Nadya tidak menyangka kalau Ardi tidak seperti yang dia bayangkan
"T-tuan Ardi saya minta maaf. Bukan saya yang membunuh Nona Sukma" ucap Nadya dengan menundukkan kepalanya
"Nadya, aku sudah memaafkan mu dan setelah ini kamu akan menjadi istriku. Kamu mau kan menjadi istriku?" Tanya Ardi
Nadya mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Ardi
Cupppp
Ardi langsung mencium bibir Nadya dengan lembut
"Ayo lekas ganti pakaian dan setelah ini ada beberapa pelayan yang akan membantumu berdandan"
Nadya masih duduk mematung karena ciuman yang diberikan oleh Ardi secara tiba-tiba
"Setelah kita menikah aku akan membuatmu hidup seperti di neraka" batin Ardi
Nadya ingin sekali memberi kabar bahagia ini kepada dua sahabatnya tetapi Aska telah menyita ponselnya saat akan ke rumah ini
"Nona Nadya, silahkan anda mandi dulu" pinta pelayang yang baru saja masuk ke kamarnya
Setelah mandi, dua pelayan segera memakaian kebaya pengantin ke tubuh Nadya
"Anda cantik sekali Nona" ucap salah satu pelayan
Nadya tersenyum tipis saat mendengar pujian dari kedua pelayan itu
Jam menunjukkan pukul 5 sore dimana para tamu undangan telah tiba di rumah mewah Ardi
Ardi hanya mengundang kerabat dekatnya saja
Pak penghulu meminta Ardian untuk menjabat tangannya
"Saya terima nikah dan kawinnya Nadya Tiara Bin Alm Erwin Prasetyo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"
Hanya hitungan detik sekarang Nadya telah resmi menjadi istri Ardi
Nadya sangat bahagia karena bisa menikah dengan seorang dokter tampan
Ardi tertawa terbahak-bahak dengan beberapa kerabatnya yang tidak di kenal oleh Nadya
"Aku tinggal dulu, istriku sudah menantiku" ucap Ardi
Ardi menghampiri Nadya yang berdiri sambil menikmati makanan yang tersedia di pernikahannya
"Ayo sayang kita ke kamar" ajak Ardi
Ardi menggandeng tangan Nadya dengan lembut
Banyak kerabat yang heran dengan sikap Ardi yang lembut kepada seseorang yang telah membunuh calon istrinya
Setibanya di kamar
Ardi langsung mendorong tubuh Nadya sampai tersungkur ke lantai
"Aska! Bawa dan ikat dia!" Perintah Ardi
Aska dan beberapa anak buah Ardi langsung mengangkat dan mengikat Nadya di atas tempat tidur
"M-mas Ardi, apa yang kamu lakukan?" Tanya Nadya
"Hahahaha! Sekarang kamu telah menjadi tawananku"
Ucapan Ardi membuat Nadya ketakutan. Nadya tidak percaya bagaimana bisa Ardi yang lembut kepadanya sekarang menjadi monster
Plakkkkk
Plakkkkk
Berkali-kali Ardi menampar Nadya sampai ujung bibirnya mengeluarkan darah
"Aku tidak akan memaafkan mu dan aku akan membalas perbuatanmu!"
"T-tuan! Aku tidak membunuh Nona Sukma. Percayalah kepadaku. Saat itu...
Cetar
Cetar
Cetar
Ardi melayangkan sabuknya ke arah tubuh Nadya yang terikat
"S-sakit... Tolong aku!"
Ardi tidak menghiraukan tangisan Nadya dan dia masih terus mencambuk Nadya sampai akhirnya Nadya jatuh pingsan
Setelah puas mencambuk Nadya, Ardi keluar dan mengunci pintu kamar Nadya
Ardi tidak memperbolehkan siapapun masuk ataupun memberi makan Nadya
Ardi masuk kedalam kamarnya dan langsung membersihkan tubuhnya
"Itu belum seberapa Nadya. Aku akan membuatmu lebih menderita lagi" ucap Ardi di bawah guyuran shower
Tengah malam Nadya terbangun dan merasakan tubuhnya sangat sakit dan perih
Air mata mengalir membasahi pipi Nadya. Nadya mengira kalau dirinya tidak akan bangun lagi
Sekarang Nadya baru menyadari kalau Ardi membebaskannya karena ingin balas dendam kepadanya
Nadya mencoba melepaskan ikatan yang ada di tangannya, tetapi sayang ikatan itu terlalu kuat
Andaikan waktu bisa diputar pasti ia akan lebih memilih hidup di penjara daripada disiksa oleh Ardi
Ceklek
Nadya memejamkan matanya saat suara pintu ada yang membukanya
"Nona, aku akan melepaskan ikatanmu" ucap pelayan
"Jangan! Nantinya Bibi dimarahi oleh Tuan Ardi"
Pelayan itu tersenyum sambil melepas ikatan Nadya
"Obati dulu lukamu dan ini ada roti, lekaslah makan. Bibi keluar dulu"
"Bi, siapa nama anda? Kenapa anda baik kepada saya?
Bibi memberitahukan kepada Nadya kalau dirinya bernama Asih
Setelah itu Bi Asih mengunci pintu kamar kembali
Bi Asih merupakan pelayan tertua yang ada di rumah Ardi. Dan Bi Asih juga yang merawat Ardi waktu kecil
Ardi merupakan anak tunggal dan kedua orangtuanya telah meninggal dunia karena sebuah kecelakaan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Yuli a
knpa gk cek sisi tv... naya harusnya kmu ngomong dmna nemuin sukma yg udh dlm keadaan bersimbah darah..
2024-05-24
0