Matahari mulai tenggelam dan hujan sudah mulai turun dengan sangat deras
Nadya menunggu Ardi untuk membukakan pintu rumah
Tok
Tok
Tok
"Tuan, apakah saya boleh masuk?" Tanya Nadya yang pakaiannya sudah basah
Tidak ada jawaban dari suaminya akhirnya Nadya memutuskan untuk menunggu di depan pintu
Nadya merasakan saat ini badannya menggigil kedinginan
Ceklek
"T-tuan.."
Ardi melempar bantal dan menyuruh Nadya untuk tidur di luar
"T-tuan ijinkan saya masuk. Saya ingin mengganti pakaian saya" pinta Nadya
Ardi tidak menghiraukan perkataan Nadya dan langsung masuk dan mengunci pintu rumah
Tidak hanya itu saja, Ardi juga mematikan lampu halaman depan rumah
Hikkssss..... hikkssss
"T-tuan kenapa anda menjadi seperti ini? Bukankah aku sudah pernah mengatakan kalau bukan aku yang membunuh Nona Sukma" ucap Nadya dengan air mata yang mengalir
Nadya meringkuk dan merasakan tubuhnya semakin menggigil hebat
"Maafkan Papa kamu ya nak, Papa sedang marah sama Mama"
Nadya mengambil bantal dan merebahkan tubuhnya yang sangat lelah setelah membersihkan semuanya
"Aska, Bi Asih. Sekarang tidak ada yang menolongku" gumam Nadya
Nadya yang lelah dan lapar akhirnya memejamkan matanya
Semakin malam semakin deras hujan yang turun dan Ardi memutuskan untuk melihat Nadya dari dalam jendela ruang tamu
"Rasakan itu, bagaimana bisa kamu selingkuh dengan Aska dan sampai mengandung"
Bukannya menolong, Ardi malah kembali ke kamarnya dan berangkat tidur
Jam menunjukkan pukul 2 pagi dan Ardi terbangun dari tidurnya karena suara petir yang sangat menggelegar
"Apakah dia masih tidur?" Tanya Ardi dalam hati
Kemudian Ardi bangkit dari tempat tidurnya dan melihat Nadya dari dalam jendela
"Kenapa posisinya masih sama seperti tadi?"
Ardi membuka pintu dan membangunkan Nadya dengan menggunakan kakinya
"Bangun! Apa kamu tidak mendengarku?!"
Ardi merasakan ada keanehan pada Nadya dan ia langsung berjongkok sambil menepuk-nepuk pipi Nadya
"Nadya! Bangun Nadya!
Ardi memegang tangan Nadya yang dingin sekali seperti es
Kemudian Ardi langsung membopong tubuh Nadya dan membawanya ke kamar
"Nadya! Apakah kamu mendengar suaraku?"
Tidak ada jawaban dari Nadya dan Ardi langsung segera mengganti pakaian Nadya
Tangan Ardi sempat terhenti saat melihat tubuh Nadya yang membuat si mungil langsung terbangun
Ardi menutup matanya dan melanjutkan memakaikan pakaian untuk Nadya
Setelah itu Ardi ke dapur untuk membuat air hangat yang akan ia gunakan untuk mengompres Nadya
Ardi mengelus pipi Nadya saat ia mengompres Nadya
"Kamu harus menderita" gumam Ardi
Setelah selesai mengompres Nadya, Ardi memindahkan Nadya kembali ke halaman depan rumah
Keesokan paginya matahari sudah sangat tinggi dan Nadya langsung membuka matanya
"Aduh! Kenapa aku bisa kesiangan sih" Nadya langsung bangkit dan merapikan bantal yang ia pakai
Nadya tersadar saat melihat pakaiannya yang sudah berubah
"Kenapa bajuku berubah? Jangan-jangan?! Argghh dokter mesum!!"
Nadya langsung mengetuk pintu dan mencoba bertanya kepada Ardi
"Ada apa? Kenapa kamu selalu berisik?!"
"Apakah Tuan yang telah mengganti pakaianku?" Tanya Nadya yang masih berdiri di depan pintu
"Iya dan jangan GR dulu. Aku menggantikan pakaianmu karena aku tidak mau jika pekerjaan rumah terbengkalai" jawab Ardi
Setelah itu Ardi meminta Nadya untuk segera mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang bagus
Mendengar ajakan suaminya, Nadya langsung bahagia dan segera ia mandi dan berdandan sederhana
Nadya keluar dari kamar dan itu membuat Ardi tersepona melihat kecantikan istrinya
"Tuan, apakah kita berangkat sekarang?" Tanya Nadya
Dan seperti biasa, Ardi tidak menjawab dan meminta Nadya untuk langsung masuk ke dalam mobil
"Akhirnya Papa kamu mengajak Mama jalan-jalan" batin Nadya sambil mengelus perutnya
Beberapa menit kemudian, Ardi menghentikan mobilnya di sebuah hotel mewah
"Apa Tuan tidak salah mengajakmu kemari?" Tanya Nadya
Setelah selesai memarkirkan mobilnya, Ardi meminta Nadya untuk segera turun
Nadya mengikutiku langkah Ardi yang masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai delapan
"T-tuan Ardi, kita mau kemana?" Tanya Nadya
Setelah sampai di lantai delapan, Ardi langsung memegang tangan Nadya dan membawanya masuk ke dalam kamar 801
"T-tuan kenapa kita kesini?" Tanya Nadya yang masih kebingungan
Ardi menyunggingkan senyumnya yang khas dan ia mendekati Nadya
Tok
Tok
Tok
Mendengar suara ketukan pintu, Ardi langsung membuka pintu
"Masuklah" ucap Ardi yang telah memanggil temannya yang bernama Hakim
Hakim masuk dan memandang Nadya yang duduk di atas tempat tidur
Ardi membisikkan sesuatu kepada Hakim dan setelah itu Ardi meninggalkan Nadya sendirian
Nadya yang melihat langsung beranjak dari tempat tidurnya
"T-tuan, anda mau kemana?"
Ardi terus berjalan menuju keluar dan Hakim langsung menutup sekaligus mengunci pintu kamar hotel
"Tuan, tolong buka pintunya. Aku mau keluar" Pinta Nadya dengan mata berkaca-kaca
Bukannya membuka pintu, Hakim malah membopong tubuh Nadya dan membawanya ke atas tempat tidur
"Ardi telah menjualmu. Jadi ayo kita sekarang..."
Plakkkkk
"Lepaskan aku!! Tuan Ardi tolong aku!!"
Berteriaklah karena tidak ada orang yang akan menolongmu
"T-tuan tolong jangan lakukan itu. Aku sedang hamil" ucap Nadya yang memohon
Hakim tidak menghiraukan ucapan Nadya dan ia langsung membuka pakaiannya
"TOLONG!!"
Hakim yang gelap mata langsung naik ke atas tubuh Nadya dan mencoba mencium bibir Nadya
"J-jangan...."
Nadya yang ketakutan langsung jatuh pingsan dengan air mata yang masih mengalir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments