Nadya menolak keras dan tidak mau membersihkan kamar Ardi
Bayangan itu masih teringat jelas di mana Ardi merenggut mahkotanya
"Bersihkan atau aku hukum!!"
"Lebih baik Tuan menghukumku!!" Jawab Nadya yang sudah tidak mempunyai rasa takut lagi kepada Ardi
Ardi langsung menyeret tubuh Nadya dan membawanya ke bawah tanah
Nadya lupa kalau kelemahannya adalah takut dengan kegelapan
"T-tuan jangan masukkan saya kesana." Pinta Nadya dengan duduk bersimpuh
"Bukankah kamu tadi minta dihukum?"
Nadya memegang kaki dan meminta agar Ardi memberikan hukuman yang lain
Ardi kembali menyeret tubuh Nadya dan membawanya ke taman belakang
Ardi meminta Nadya untuk berdiri dan setelah itu Ardi mengikatnya di pohon
Dan tidak lupa Ardi menutup mulut Nadya dengan sapu tangan
"Diam dan jangan berisik!"
Ardi langsung meninggalkan Nadya di taman belakang dimana tidak ada lampu kalau malam tiba
"Mmmpphh!! Mmpppphhhhh!!!"
Nadya mencoba membuka ikatan sangat kencang sekali
Setelah mengik4t Nadya, Ardi mengajak Aska ke rumah Hermawan sahabat karib Ardi
Sebelum berangkat Ardi juga berpesan kepada Bi Asih untuk tidak ke taman belakang
Ardi membohongi Bi Asih kalau di taman belakang ada singa
Aska sudah hapal betul dengan Ardi yang mengajaknya ke rumah Hermawan
Sebelum bekerja di tempat Ardi, Aska dulu bekerja di tempat Hermawan
Melihat kedatangan Ardi dan Aska. Hermawan langsung memerintahkan mereka untuk masuk
"Kamu kenapa? Wajahmu suntuk sekali" tanya Hermawan dengan membawa beberapa minuman keras
"Belum bisa melupakan Sukma?" Tanya Hermawan kembali dengan menuangkan minuman itu
Sebelum menjawab pertanyaan dari Hermawan. Ardi langsung menenggak minuman itu
Ardi menjawab kalau bukan karena Sukma wajahnya menjadi suntuk
Hermawan langsung bisa menebak kalau saat ini sahabatnya sudah jatuh cinta dengan Nadya
"Ard, Jujur sama aku. Apakah kamu mulai mencintai Nadya?" Tanya Hermawan yang saat itu juga datang ke pernikahan ardi
Ardi menggelengkan kepalanya dan Hermawan langsung tertawa terbahak-bahak
"Ard! Aku bukan anak kecil yang bisa kamu bohongi"
Ardi berkata kalau jantungnya berdetak kencang saat dekat dengan Nadya. Dan Ardi ingin selalu dekat dengan Nadya
Hermawan tertawa keras saat mendengar kembali pengakuan dari sahabatnya
"Aku menikah dengannya hanya untuk balas dendam"
Hermawan menasehati Ardi untuk menerima takdir yang telah di berikan oleh Allah
"Apakah kamu yakin kalau Nadya yang menabrak Sukma? Sudah lihat cctv lokasi kejadian?" Tanya Hermawan
Hermawan sangat menyayangkan apa yang telah di lakukan sahabatnya
Hermawan juga mengingatkan bagaimana dulu dirinya menyiksa Almira sampai meninggalkan
Dan ternyata bukan Almira yang membunuh calon istriku melainkan selingkuhan dari calon istrinya yang melakukannya
"Jangan sampai kamu menyesal seperti aku" ucap Hermawan
Dari kejauhan Aska mendengar semua nasehat yang diberikan oleh Hermawan
Disaat mereka sedang mengobrol tiba-tiba Sherly datang dengan membawa belanjaan
"Sayang! Kenapa tidak menelfonku?"
Sherly tersenyum dan langsung mencium bibir suaminya
Sherly adalah adik dari Almira yang dulu telah ia sia-siakan
"Ayo kita makan dulu. Aku tadi beli bakso" ajak Sherly
Saat akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba ponselnya Ardi berdering
"Ada apa Bi Asih?" Tanya Ardi
"Apakah anda tahu dimana keberadaan Nyonya? Di sini hujan lebat, Tuan"
Ardi langsung ingat kalau dia telah mengikat Nadya di taman belakang
"A-aku pulang dulu. Bi Asih sakit kepala" ucap Ardi yang tidak mau jika Hermawan tahu kalau dirinya sedang mengkhawatirkan Nadya
Ardi menarik tangan Aska agar segera pulang
"Bi Asih sakit?"
"Diam! Lajukan mobilnya dengan kencang"
Aska tidak tahu apa yang sebenarnya Ardi sembunyikan
Tidak biasanya Ardi khawatir dengan kesehatan Bi Yani
Nadya merasakan tubuhnya menggigil kedinginan karena sudah 5 jam dia berdiri dan diguyur hujan
"M-mph...."
Pandangan Nadya mulai kabur dan dia melihat ada Ardi yang berlari ke arahnya
"Nadya! Bangun Nadya!"
Aska tidak menyangka jika Ardi akan bertindak sejauh itu
Setelah membuka ikatan dan sumpalan di mulut Nadya
Ardi langsung membopong tubuh istrinya dan membawanya ke kamarnya
"Bi, tolong buatkan air hangat dan teh panas untuk Nadya"
"I-iya Tuan"
Ardi melihat wajah Nadya yang memucat dengan bibir membiru
"Pa pa Ma ma" Nadya mengalami demam dan mulai mengigau
Ardi membuka pakaian Nadya dan segera menggantikan pakaiannya
"T-tuan ini air hangatnya"
Ardi langsung mengompres Nadya agar panasnya turun
"TIDAK! TOLONG AKU! TOLONG!" Nadya yang tiba-tiba berontak dan berteriak-teriak seperti orang kesurupan
Ardi langsung lari ke atas dan mengambil obat penenang
"Aska! Tolong pegang erat!"
Aska kewalahan saat memegang erat tubuh Nadya
"LEPASKAN AKU BRENGSEK!! AKU MEMBENCIMU! HAHAHA!"
Ardi dan Aska saling pandang dan terkejut dengan sikap Nadya
"Nyonya Nadya tolong tenang" ucap Bi Asih sambil mengusap kepala Nadya
Melihat Nadya yang sudah tidak berontak, Ardi langsung menyuntikkan obat penenang
"Tuan, saya mohon hapus rasa dendam itu. Bibi tahu kalau saat ini Tuan sudah mulai mencintai Nyonya"
Bi Asih meminta Ardi untuk mencari sebab Sukma meninggal dunia. Bi Yani yakin kalau Nadya tidak bersalah
Bi Asih dan Aska langsung keluar dari kamar Ardi
"Apa Mas Aska sudah makan?" Tanya Bi Asih
"Belum Bi. Saya tidak nafsu makan" jawab Aska yang sedih melihat kondisi Nadya
"Kita doakan saja semoga Tuan Ardi sadar kalau balas dendam bukan cara yang baik"
Kemudian Bi Asih mengajak Aska ke dapur untuk makan malam
Bi Asih memberitahukan kepada Aska kalau semuanya ini yang memasak adalah Nadya
"Tuan Ardi sangat beruntung mempunyai istri seperti Nyonya" Ucap Aska sambil menangis
Baru kali ini Aska menjatuhkan air matanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Yuli a
bawa kabur aja aska...🤣🤣🤣
2024-05-24
0