Sudah beberapa waktu Nadya masih belum sadarkan diri
Akhirnya Ardi membawa Nadya ke rumah sakit
"Nadya, sadarlah" ucap Ardi yang cemas melihat keadaan Nadya
Ardi merasa bersalah karena sudah mengikat Nadya di taman belakang
"Istirahatlah, biar aku yang menjaga Nadya" ucap Kerry
Semenjak Nadya sakit, Ardi jarang sekali bisa tidur
Disaat Ardi keluar dari kamar, Kerry melihat gerakan kecil di jari Nadya
"Dokter Ardi kemarilah!"
Ardi langsung berlari dan masuk kembali ke kamar pemulihan
Kerry memberitahukan kepada Ardi kalau Nadya sudah menggerakkan jarinya
"Nadya, ayo bangun"
Mendengar suara Ardi, Nadya membuka matanya perlahan lahan
"T-tuan Ardi, m-maafkan aku"
Titttttttttt
Suara EKG yang menandakan kalau kondisi Nadya sedang anfal
"Nadya! Bangun sayang. Jangan menghukumku seperti ini!" Ucap Ardi sambil meneteskan air matanya
Kerry langsung memanggil perawat untuk membawa alat kejut jantung
"Dokter Ardi silahkan anda keluar dulu!" pinta Dokter Kerry
"Aku suaminya dan aku berhak untuk disini!'
Perawat mendorong tubuh Ardi keluar dan setelah itu mereka langsung menguncinya
"Nadya! Maafkan aku. Maafkan aku!!!"
"Tuan Ardi sadarlah!!!!"
Aska menampar pipi Ardi agar terbangun dari mimpinya
"Nadya!!"
Ardi langsung melihat kondisi Nadya yang masih belum sadarkan diri
"Sepertinya anda sedang bermimpi buruk" ucap Aska
Aska mengambilkan air minum untuk Ardi
Jantung Ardi masih berdetak kencang ketika mimpi yang ia alami terlihat seperti nyata
Setelah minum air putih, Ardi kembali duduk di samping Nadya
"Bangunlah Nadya! Ayo bangun. Aku minta maaf. Tidak seharusnya aku melakukan itu"
Memang penyesalan selalu datang terakhir
Nadya yang sudah sadar mendengar perkataan suaminya
"A-apa aku tidak salah dengar?" Tanya Nadya dengan suara yang masih lemas
Ardi langsung menoleh ke arah Nadya yang sudah sadar
"Apakah kamu puas sudah membuat aku seperti ini?!" Tanya Ardi yang langsung berdiri
Nadya menggelengkan kepalanya dan Ardi langsung memanggil dokter Kery untuk memeriksa keadaan Nadya
Kenapa dengan dia? Seperti tadi dia menangis tapi kenapa seperti monster lagi?
Dokter Kerry memberitahukan kepada Ardi kalau kondisi Nadya sudah membaik dan masih butuh waktu untuk istirahat
Arka memerintahkan agar membawa Nadya pulang
"Selamat beristirahat Nyonya" ucap Aska yang tersenyum kepada Nadya
Nadya merasa heran dengan sikap Aska yang berubah tidak seperti dulu
Saat akan memejamkan matanya, Bi Asih masuk sambil membawa bubur ayam
"Ayo Nyonya, dimakan dulu"
"Iya Bi, terima kasih. Dimana Monster?" Tanya Nadya
"Tuan Ardi sedang berada di luar kota selama 2 bulan"
Nadya bisa bernafas lega karena Ardi tidak berada di rumah
"Tapi kenapa Tuan Aska tidak ikut?"
"Saya menjaga anda, Nyonya" jawab Aska yang berdiri di depan pintu
Bi Asih telah selesai menyuapi Nadya dan meminta agar lekas istirahat
"Akhirnya untuk 3 bulan ini aku bisa santai"
Drtt.. drtt... drttt
Nadya langsung mengangkat ponselnya dan ternyata yang menelpon Ardi
"T-tuan Ardi.."
"Lekas istirahat dan jangan mencoba untuk kabur! Aku mengawasimu dari sini!"
Nadya mendongakkan kepalanya dan melihat cctv yang menyala
Ardi langsung menutup ponselnya dan melanjutkan seminar
"Sama saja bohong kalau dia mengawasiku" gerutu Nadya
Nadya memejamkan matanya dan pergi istirahat
Tak terasa sudah 2 bulan Nadya tinggal di rumah Ardi yang tak lain adalah suaminya
Walaupun Ardi tidak ada di rumah, Nadya tetap mengerjakan tugas yang diberikan oleh Ardi
"Nyonya, ayo kita makan dulu" aja Aska
Nadya menaruh sapunya dan segera menuju ruang makan
Bi Asih menghidangkan masakan yang telah ia masak
Nadya langsung menutup hidungnya saat aroma itu menusuk masuk ke hidungnya
"Huekkk.... hueekkkk...."
Nadya langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi
Bi Asih dan Aska yang cemas langsung masuk ke kamar
"Nyonya sakit? Ayo saya antar ke rumah sakit" Aska cemas jika Nadya sakit
"Huekkk.... huekkkk...."
Bi Asih meminta ijin masuk ke kamar mandi dan membantu memijat leher Nadya
Bi Asih membantu memapah tubuh Nadya yang lemas
"Astaghfirullah! Nyonya Nadya!" Teriak Bi Asih
Aska langsung berlari dan memeluk tubuh Nadya
"Nyonya! Bangun Nyonya!"
Dari kejauhan ada yang merasakan darahnya mendidih karena melihat Aska yang sedang memeluk tubuh istrinya
"Berani sekali dia!" Ucap Ardi sambil mengepalkan tangannya
Ardi langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi Aska
Aska tidak menghiraukan ponselnya yang dari tadi berdering karena saat ini ia harus membawa Nadya ke rumah sakit
"Bertahanlah Nyonya" ucap Aska yang tidak sadar memegang tangan Nadya
20 menit kemudian, Aska menghentikan mobilnya di depan ruang UGD
Dengan segera Aska menaruh tubuh Nadya di atas brankar
"Tuan, tolong anda tunggu diluar"
Aska menatap wajah Nadya dengan rasa cemas setelah itu ia tidak bisa melihat karena perawat menutup pintu
"Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Nyonya Nadya" gumam Aska
Aska merogoh kantongnya untuk mengambil ponselnya
"Astaga! Ponselku ketinggalan di mobil"
Saat Aska akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba dokter memanggilnya
"Iya dok? Bagaimana keadaan...
"Selamat Tuan, istri anda sedang hamil " ucap Dokter yang langsung memotong pembicaraan Aska
Dokter mengira kalau Nadya adalah istri Aska
Aska sangat bahagia mendengar berita tentang kehamilan Nadya
"Silahkan masuk Tuan"
Aska masuk dan melihat Nadya yang masih belum sadarkan diri
"Kenapa kamu makin lama makin cantik" batin Aska yang memandang wajah Nadya
Nadya membuka matanya dan melihat ada Aska yang sedang berdiri di hadapannya
"D-dimana aku?" Tanya Nadya
"Anda sedang berada di rumah sakit"
Nadya langsung bangkit dan tiba-tiba ia masih merasakan kepalanya pusing
Kemudian Aska membantu Nadya untuk berbaring kembali
"Selamat Nyonya, saat ini anda sedang hamil"
"A-aku hamil?"
Nadya langsung menangis dan tidak menyangka kalau ia akan hamil anak Ardi
"Nyonya jangan menangis, kasihan anak anda nanti juga ikut sedih"
Nadya menghapus air matanya dan meminta agar Aska merahasiakan kehamilannya
Nadya tidak mau jika nanti Ardi memintanya untuk menggugurkan kandungannya
Setelah beberapa jam, dokter memperbolehkan Nadya untuk pulang
Aska dengan sabar memapah Nadya agar tidak jatuh
"Nanti sampai rumah langsung istirahat" ucap Aska
Banyak orang yang melihatnya dan menyangka kalau mereka berdua sepasang suami istri
Aska langsung melajukan mobilnya menuju rumah
"Aska, apakah nanti bisa berhenti ke toko buah? Aku ingin mangga"
Tak banyak bicara, Aska mencari toko buah yang menjual mangga
Hampir semua toko Aska datangi tetapi saat ini sedang tidak musim mangga
"Kalau tidak ada, kita pulang saja" ajak Nadya
Aska tidak ingin melihat Nadya sedih dan ia mencoba menghubungi neneknya yang mempunyai pohon mangga
"Nek! Apa pohon mangga dirumah nenek berbuah?"
"Iya Aska tapi cuma ada. Tumben kamu suka mangga?"
Aska memberitahu nenek kalau temannya yang ingin sekali makan buah mangga
"Alhamdulillah ada 2, mari saya antar ke rumah nenek"
Aska kembali melajukan mobil menuju rumah nenek yang jaraknya sekitar 2 jam
"Nyonya tidur saja, nanti saya bangunkan kalau sudah sampai rumah nenek"
Nadya menganggukkan kepalanya dan mencoba untuk tidur
Aska membawa mobil dengan sangat hati-hati
2 jam kemudian Aska telah sampai di rumah nenek
"Assalamu'alaikum nenek"
"Wa'alaikumsalam, Aska. Ayo masuk"
Aska meminta Nadya untuk juga masuk ke dalam rumah nenek
Mereka menunggu nenek yang sedang ada di belakang
"Ini Aska buah mangganya"
Aska langsung memberikan kepada Nadya yang sedang ngidam
"Apa mau dimakan disini?" Tanya Aska
"Nanti saja di rumah" jawab Nadya
Setelah itu Aska dan Nadya langsung berpamitan
"Apakah dia calon istri kamu?"
"Isshh, bukan Nek. Dia....."
"Saya teman Aska, Nek "
Aska tidak menyangka kalau Nadya tidak berkata kalau dirinya adalah seorang bodyguard
Aska langsung melajukan mobilnya dan segera kembali ke rumah Ardi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Yuli a
jngn jatuh cinta sm istri orang aska. apa lg istri bosmu. tr kmu dihukum lo...😂
2024-05-24
1