Aska mengambil ponselnya dan menghubungi Ardi. dan ia memberitahukan kalau telah berhasil menemukan keberadaan Nadya
"Cepat kamu laporkan dia ke polisi" ucap Ardi
Aska langsung menghubungi polisi agar segera menangkap Nadya
Di sisi lain saat ini Nadya sudah bersiap untuk berangkat kerja
"Semoga Mbak yang kemarin lekas sembuh dan ayo Nadya kita berangkat" ucap Nadya
Saat Nadya membuka pintu, dirinya sangat terkejut dengan kedatangan 2 orang polisi dan 1 orang yang tidak dikenal yang sudah ada di hadapannya
"Selamat pagi, Apakah benar anda yang bernama Nadya Tiara ?" Tanya polisi
"Iya Pak, itu saya. Ada apa ya?" Nadya bertanya balik
Polisi langsung memborgol tangan Nadya dan membawanya ke kantor polisi
"Pak lepaskan saya! Apa salah saya?" tanya Nadya dengan bibir yang gemetar
Plaaakk
"Pembunuh!! Seharusnya kamu yang mati bukan adikku!" Pekik Eka yang merupakan kakak kandung Sukma
Eka mencekik leher Nadya sampai sulit bernafas
"L-lepaskan aku tidak bisa bernafas"
Aska meminta Eka untuk melepaskan tangannya
Polisi langsung memasukkan Nadya ke dalam penjara.
"Itulah balasanmu karena telah membunuh Sukma!" Teriak Eka
"Sukma? Sukma siapa? Atau jangan-jangan?"
Tubuh Nadya langsung lemas ketika mengetahui wanita yang dia bawa kerumah sakit telah meninggal dunia
"Bukan aku yang membunuhnya! Dia yang tiba-tiba muncul di depan mobilku!" Ucap Nadya yang membela diri
Nadya tidak mau jika dirinya yang dituduh sebagai pembunuh Sukma
Nadya sangat yakin kalau bukan dirinya yang menabraknya
Tapi saat itu hanya ada mobilnya yang ada disana, apalagi dengan adanya kabut jadi Nadya tidak tahu dari arah mana Sukma datang
"Pembunuh!!" Teriak Eka sekali lagi
"A-aku bukan pembunuh" jawab Nadya sambil menangis
Disaat Nadya sedang menangis, Ardi berjalan masuk ke dalam kantor polisi
Ardi melihat jelas wajah pembunuh calon istrinya
"Aska! Kemarilah" panggil Ardi
"Iya Tuan, Ada apa?"
"Lepaskan wanita itu karena aku akan memberikan hukuman sendiri dan buat surat perjanjian agar dia mau menikah denganku" ucap Ardi dengan suara bariton nya
Ardi juga meminta disurat perjanjian itu. Nadya harus selalu menuruti dan menyerahkan hidupnya untukku
Setelah itu Ardi meminta agar Aska segera membawa Nadya ke rumahnya
Aska merinding dengan apa yang dikatakan oleh Ardi
Bagaimana bisa lelaki yang ramah berubah menjadi lelaki yang dingin
Nadya masih saja menangisi nasibnya yang gagal menjadi pramugari impiannya
"Papa, Mama! Aku bukan pembunuh" ucap Nadya
Aska yang baru saja selesai membuat surat perjanjian, ia kembali lagi ke kantor polisi untuk bertemu dengan Nadya
"Nona Nadya, ada yang ingin bertemu dengan anda." Polisi langsung membuka pintu sel
Nadya sangat bahagia ketika mendengar ada yang ingin bertemu dengannya
"Siapa yang ingin bertemu denganku? Apakah Risky dan Tika?"
Nadya berjalan mengikuti polisi menuju ruang pertemuan dan polisi mempersilahkan Nadya untuk duduk
Nadya melihat lelaki yang tadi bersama dua orang polisi
"Ada apa Tuan ingin bertemu denganku?" Tanya Nadya
"Panggil saya Aska "
"B-baik Tuan Aska"
Nadya merasakan detak jantungnya berdetak kencang saat Aska duduk dihadapannya
"Apakah dia suami Sukma?" Batin Nadya
Aska memberikan dokumen dan meminta Nadya untuk membaca
"Silahkan dibaca! Jika anda setuju silahkan tanda tangan dan jika tidak setuju saya tidak memaksa" ucap Aska
"Ini maksudnya apa? Siapa Tuan Ardi?" Tanya Nadya
Aska hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari Nadya
Nadya membaca kembali dokumen yang dimana Ardian akan membebaskan dirinya
"Jadi Tuan Ardi ingin membebaskan aku?" Tanya Nadya
"Iya dan itu tidak gratis " jawab Aska
Nadya mengulang kembali dengan membaca dokumen itu
"Apa? Tuan Ardi ingin menikah denganku?"
Nadya tidak percaya dengan yang dia lihat. Bagaimana bisa lelaki yang tidak pernah dia kenal mengajaknya menikah
"A-aku tidak mau" jawab Nadya
Aska tersenyum dan memberitahukan kalau ini kesempatan terakhir untuk Nadya bisa keluar dari penjara
Nadya mengingat cita-citanya belum kesampaian dan dia tidak mau jika berpisah dengan kedua sahabatnya
"Baiklah, Tuan. Saya mau menikah dengan Tuan Ardi"
"Anda yakin?" Tanya Aska
Nadya menganggukkan kepalanya dan Aska langsung menyodorkan bolpoin agar Nadya segera tanda tangan
Ada satu dokumen yang tidak Nadya baca dan langsung ia tanda tangani
Setelah itu Aska membawa Nadya ke dalam mobilnya
"Tuan, apakah aku boleh pulang dulu?" Tanya Nadya
Aska tidak menjawab perkataan Nadya dan segera Aska membawa Nadya ke rumah Ardi
"Silahkan turun, Nona" ucap Aska
Nadya turun dan melihat rumah yang sangat cantik mewah sekali Bedan dengan rumahnya yang sederhana
"Ini rumah siapa?" Tanya Nadya
"Rumah Tuan Ardi dan ayo sekarang kita masuk karena Tuan Ardi sudah menunggumu"
Nadya masuk dan melihat beberapa pelayan yang memandangnya dengan sinis
Apalagi dengan Eka yang saat ini sedang berada di rumah Ardi
Plaaakkk
"Siapa yang membebaskan dia?!" Teriak Eka sambil menampar pipi Nadya
"Aku yang membebaskan dia!" jawab Ardi yang keluar dari kamarnya
Ardi tersenyum tipis saat memadang wajah Nadya
Jantung Nadya berdetak kencang saat melihat lelaki yang berwajah tampan dengan tubuh sixpack yang nanti akan menjadi suaminya
"Maafkan dia, ayo sekarang ikut ke kamarmu" Ardi menggandeng tangan Nadya
Eka yang tidak terima langsung meninggalkan rumah Ardi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Yuli a
kyaknya eka nih yg udh ngebunuh sukma. soalnya eka jg cinta sm ardian...
2024-05-24
0