Ardi yang masih terpukul akhirnya ia berangkat ke sebuah klub malam
Aska hanya bisa mengawasi Ardi dari jauh yang sedang menikmati minuman k**s
"Sukma, jangan tinggalkan aku. Ayo kita menikah" ucap Ardi yang sudah mulai mabuk
Ardi bangkit dari duduknya dan berjalan ketengah kerumunan orang. Dan disana ia menari kesana kemari sambil sesekali berteriak
"Bukankah itu Dokter Ardi yang terkenal?" Tanya wanita itu ke sahabatnya
"Iya, ternyata tampan sekali "
Kemudian mereka merencanakan untuk menjebak Ardi
Wanita itu memasukkan obat kedalam minuman Ardi
Ardi yang puas melampiaskan amarahnya langsung kembali duduk ke tempat semula
Glek
Glek
Ardi langsung menghabiskan minuman yang masih tersisa
Beberapa detik kemudian Ardi merasakan tubuhnya sangat panas sekali
"Dokter Ardi, boleh kita gabung" ucap kedua wanita itu
Ardi menatap kedua wajah wanita itu sambil membelai pipi mereka
Aska langsung menghampiri Ardi dan langsung mengusir wanita itu
"Pergi atau aku laporkan polisi!" Ancam Arka yang memperlihatkan video dimana mereka menaruh obat di dalam minuman Ardi
Aska langsung memapah tubuh Ardi yang sudah mabuk berat
Setelah itu Aska langsung melajukan mobilnya dengan sangat kencang karena Aska tahu obat itu telah bereaksi
"Bertahanlah Tuan"
Ditempat lain dimana Nadya baru sadar dari pingsannya
Nadya langsung menggedor-gedor pintu tapi sayang tidak ada yang mendengarkan karena gudang ini terletak di bawah tanah
"Tuan! Tolong buka pintunya. Aku minta maaf" ucap Nadya
Tak berselang lama Nadya mendengar suara langkah kaki
"Apakah itu Tuan Ardi?" Gumam Nadya
Ceklek
Suara pintu gudang yang dibuka oleh Aska
"Ayo ikut aku! Suamimu sedang membutuhkanmu"
Aska menggandeng tangan Nadya dan meminta Nadya agar segera masuk ke dalam kamar Ardi
Kemudian Aska mengunci pintu dari luar agar Nadya tidak bisa keluar
Nadya membelalakkan matanya saat melihat Ardi tidak mengenakan sehelai apapun
"Kemarilah sayang" ucap Ardi yang dalam bayangannya ia melihat sosok Sukma
Nadya tidak bergerak saat suaminya sedang memanggilnya
"Apakah dia sudah gila? Tadi pagi aku dikurung sekarang ia memanggilku sayang" gumam Nadya sambil menggelengkan kepalanya
Ardi melihat Nadya yang hanya berdiri saja akhirnya ia bangkit dan menyusul Nadya
Nadya langsung menutup matanya saat Ardi menggandeng tangannya dengan lembut
"Sayang, aku rindu. Aku sangat mencintaimu Sukma"
Nadya menelan kekecewaan saat ia mendengar suaminya menyebut nama Sukma
"S-saya bukan...."
Cuppp
Ardi langsung menutup mulut Nadya dengan bibirnya
Nadya mendorong tubuh Ardi agar menjauh dari dirinya
Ardi langsung mengambil tali dan mengikat tangan Nadya
"T-tuan! Lepaskan aku!"
Tidak ingin mendengar suara Nadya, Ardi mengambil sapu tangan untuk menutup mulut Nadya
Ardi yang dalam pengaruh alkohol dan obat p*** akhirnya ia berbuat nekat
Bibir Ardi mulai mencium leher Nadya yang mulus tak hanya itu saja Ardi juga merobek semua pakaian yang dikenakan oleh Nadya
"Mmpphh! Mmmpphh!"
Nadya mencoba berontak dengan menendang-nendang kakinya
"Mmpppphhhhh!!"
Teriak Nadya dibalik sapu tangan dimana Ardi bermain di sana
Tuan jangan nodai aku! Aku menjaganya selama 24 tahun batin Nadya
Nadya meneteskan air matanya berharap Ardi mau melepaskannya. Tetapi Nadya salah besar karena saat ini Ardi sudah siap melakukan permainan inti
Nadya menggeleng-gelengkan kepalanya dan berteriak di balik sumpalan nya
"MMMPPHH!!!"
Ardi berhasil membobol mahkota yang telah Nadya jaga selama 24 tahun
Nadya menangis histeris dengan mencengkram tali yang terlilit di kedua tangannya
Ardi melakukannya dengan cepat ketika dirinya akan mengeluarkan bibit ke dalam rahim Nadya
Setelah itu Ardi langsung ambruk di atas tubuh Nadya
Ardi yang setengah sadar mendengar tangisan Nadya dan tanpa rasa bersalah Ardi langsung meninggalkan Nadya begitu saja
Sepertinya Ardi tahu betul bahwa tadi dirinya berolahraga dengan Nadya
"Bi, lepaskan ikatan Nadya dan bawakan dia segelas susu coklat"
Bi Asih menganggukkan kepalanya dan segera membuatkan susu coklat untuk Nadya
"Nyonya, saya akan masuk" ucap Bi Asih sambil membawa segelas susu coklat
Bi Yani hanya bisa menghela nafasnya ketika melihat Nadya yang terikat dengan kondisi tidak memakai sehelai apapun
"Lekas diminum susu coklatnya. Tadi Tuan Ardi yang meminta saya" ucap Bi Asih sambil melepaskan ikatan Nadya
Nadya yang masih menangis hanya menganggukkan kepalanya
"Aku sangat membencimu dan sampai kapanpun aku membencimu!!"
Nadya bangkit dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi
"Kenapa hidupku jadi seperti ini.." Nadya melanjutkan tangisannya di bawah shower
Entah berapa lama Nadya ada di bawah shower sampai membuat Nadya menggigil kedinginan
Nadya sudah tidak menghiraukan rasa sakitnya dan ia langsung naik kembali ke tempat tidur dengan memakai pakaian milik Ardan
Nadya yang kedinginan dan lelah akhirnya memejamkan matanya
"Papa, Mama. Tunggu aku...."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Yuli a
tenang aja nadya... nanti kalo udh terungkap kebenarannya ardi bkal menyesal. tr tinggalin aja dia. bwa jg anakmu
2024-05-24
0
Yusria Mumba
kasiang badia
2024-04-28
0