Tok
Tok
Tok
Bi Asih mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk
"Iya Bi, silahkan masuk" jawab Nadya
Bi Asih masuk dengan membawa semangkuk bubur ayam dan teh hangat
"Bibi suapi dulu "
Nadya menganggukkan kepalanya dan Bi Asih menyuapi Nadya perlahan-lahan
Nadya melihat air mata yang menetes di pipi Bi Asih
"Bi Asih kenapa menangis? Apa Tuan Ardi memarahi Bi Asih?"
"Tidak, Tuan Ardi tidak pernah marah ke Bibi. Bibi minta untuk Nyonya tidak melakukan hal itu lagi. Tuan Ardi sebenarnya orang yang baik. Bibi harap semoga Nyonya bisa membuka hati Tuan Ardi
Permintaan Bi Asih yang sungguh tidak masuk akal. Bagaimana bisa Nadya membuka hati kepada lelaki yang sudah merenggut mahkotanya
Apalagi disatu sisi Ardi sangat membencinya
Nadya hanya diam dan masih merasakan sakit hati kepada Ardi
"Ini Nyonya obatnya diminum dulu"
Nadya langsung meminum obat yang diberikan oleh Bi Asih
Setelah itu Bi Asih keluar dan meminta agar Nadya lekas istirahat
Nadya merasakan dirinya akan buang air kecil dan ia kesulitan saat akan melepas infusnya
"Kamu mau kabur?" Tanya Ardi yang tiba-tiba muncul
"Astaghfirullah! Bisa tidak jangan mengagetkan aku?"
Nadya berkata kalau dirinya ingin ke kamar mandi
Ardi langsung membantu melepaskan infus dari tempatnya
"Ayo aku antar! Aku tidak mau kalau kamu nanti kabur!" Ucap Ardi dengan membopong tubuh Nadya
"Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri!"
Ardi langsung melepaskan dan meminta Nadya untuk berjalan sendiri
Nadya merasakan kalau tubuhnya masih sangat lemas
"Ayo! Katanya mau jalan sendiri?"
"M-maaf"
Ardi kembali membopong tubuh Nadya dan membawanya ke kamar mandi
"T-tuan silahkan keluar! A-aku...."
Ardi melepaskan celana dalam Nadya dan memintanya untuk segera buang air kecil
"Dasar dokter mesum" batin Nadya yang ingin sekali meninju wajah Ardi yang tidak mau keluar dari kamar mandi
Akhirnya Ardi keluar dari kamar mandi karena si mungil tiba-tiba bangun
"Aku tidak boleh jatuh cinta kepadanya" gumam Ardi
Setelah selesai, Nadya memanggil Ardi untuk membopongnya kembali
Nadya mendongakkan kepalanya melihat wajah tampan suaminya
"Ganteng sih tapi menakutkan" batin Nadya sambil menggelengkan kepalanya
"Kepala kamu pusing?"
Nadya menundukkan wajahnya karena tidak mungkin ia menjawab kalau dirinya sedang memandang wajah suaminya
Ardi membawa Nadya ke ruang khusus dan hanya orang tertentu yang Ardi ijinkan untuk masuk
"Tidurlah! Karena besok pekerjaanmu sangat banyak!"
"I-iya Tuan"
Ardi keluar dan meninggalkan Nadya sendirian
Keesokan paginya
Ardi masuk ke ruang khusus untuk melepaskan selang infus yang ada di tangan Nadya
Dag Dig dug
Dag Dig dug
Jantung Ardi berdetak kencang sekali ketika ia melihat wajah Nadya yang masih tertidur pulas
Kenapa dia sangat cantik sekali? Jangan terbuai dengan kecantikannya! Dia yang membunuh Sukma
Emosi Ardi kembali memuncak dan ia langsung keluar dari ruangan itu
Jam menunjukkan pukul 5 pagi, Nadya terbangun dari tidurnya dan dia melihat kalau selang infusnya telah dilepas
"Aku harus segera bangun daripada monster itu nanti marah lagi"
Nadya bangkit dan membersihkan wajahnya. Setelah itu Nadya langsung ke dapur untuk memasak sarapan pagi
"Selamat pagi Nyonya" sapa Bi Asih
"Selamat pagi, Bi. Apakah monster sudah bangun?"
Bi Asih langsung tertawa saat mendengar nama monster
"Monster? Monster siapa?" Tanya Bi Asih
"Apa aku yang kamu sebut monster?" Tanya Ardi yang tiba-tiba muncul
Bi Asih meninggalkan mereka berdua dan melanjutkan pekerjaannya
Nadya tidak menjawab pertanyaan dari Ardi dan ia tetap melanjutkan masaknya
Setelah selesai masak, Nadya menyiapkan pakaian dan air hangat untuk suaminya
"Capek..." Keluh Nadya yang langsung duduk di kursi dapur
"Siapa yang menyuruhmu istirahat? Lekas kuras kolam renang dan kolam ikan!"
Nadya langsung bangkit dari duduknya dan segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh Ardi
"Cita-cita pramugari malah jadi tukang bersih-bersih" gumam Nadya yang sedang membersihkan kolam terlebih dahulu sebelum ia mengurasnya
"Ayo sarapan dulu" Ajak Aska yang membawa bubur ayam dan teh panas
Bi Asih juga datang dengan membawa gorengan dan beberapa buah-buahan
"Apa nanti kalian tidak dimarahi Tuan Ardi? Tanya Nadya
"Tenang saja Nona. Tuan Ardi telah berangkat ke rumah sakit"
Aska meminta Nadya untuk sarapan dulu. Disaat Nadya sedang sarapan ,Aska mengambil alih dan membersihkan kolam ikan
Aska tidak tega melihat Nadya yang baru saja sembuh langsung mengerjakan tugas yang sangat berat
Sesampainya di rumah sakit, Ardi membuka laptopnya untuk melihat apa yang dikerjakan Nadya
"Kenapa mereka membantunya?! Nggak-nggak ini tidak bisa dibiarkan!" Ardi meminta perawat untuk memanggil dokter Kery untuk menggantikannya
Ardi langsung melepaskan pakaian dinas kerjanya dan langsung berlari ke parkiran
"Aku akan membuatmu hidup menderita" gumam Ardi
Disisi lain dimana Nadya, Aska dan Bi Asih sedang bercanda dan tanpa mereka sadari kalau Ardi sudah berada di belakangnya
"OH!!! JADI INI KELAKUANMU KALAU AKU TIDAK ADA DI RUMAH!!" Teriak Ardi
Mereka bertiga terkejut dan langsung menundukkan kepalanya
Ardi langsung melayangkan pukulannya ke arah Aska
"Siapa yang menyuruhmu membantunya?!!"
"T-tuan jangan pukul dia! Aku yang menyuruhnya" jawab Nadya yang tidak mau jika Ardi meninju wajah Aska
Ardi meminta Aska dan Bi Asih untuk masuk dan tidak boleh membantu Nadya
"Siapa yang menyuruh masuk?! Lekas sapu semua taman belakang! Aku akan mengawasimu!"
Nadya langsung mengambil sapu dan berjalan ke taman belakang. Dan ia pun langsung terkejut ketika taman belakang sangatlah luas
"ARGGHH!! DASAR MONSTER!!"
Nadya mulai menyapu dengan mengerucutkan bibirnya
"Ayo Nadya! Tunjukkan kalau kamu bukan wanita lemah!"
Disaat Nadya sedang menyapu, ia mendengar suara kucing yang sedang mengeong
Pus.. pus...
Ngeong.. ngeong...
Kucing itu melompat dari atas pagar belakang teman
"Lucu sekali kamu? Ayo temani aku nyapu"
Nadya tambah bersemangat ketika kucing itu mengikutinya kesana kemari
Dan tanpa ia sadari kalau taman itu telah bersih dari daun-daun yang berserakan
"Ayo pus, kita istirahat dulu"
Nadya yang kelelahan akhirnya memutuskan untuk tidur di taman sambil memeluk kucing kecil
"Kemana dia? Apakah dia kabur?"
Ardi langsung turun dari kamarnya dan segera dia mencari keberadaan Nadya
Meong... Meong....
Ardi bergidik geli saat melihat ada kucing disini
"Hush! Hush! Pergi sana!"
Nadya terbangun saat mendengar suara Ardi
"T-tuan kenapa naik pohon?"
"Buang kucing itu!!"
"Tuan takut kucing? Hahaha Monster kok takut kucing "
Ardi membelalakkan matanya dan Nadya langsung mengembalikan kucing itu
"Pus, maafkan aku. Monster takut sama kamu"
Sebenarnya Nadya tidak ingin jika kucing itu kembali ke sana lagi
Nadya langsung membawa sapu dan menaruhnya di dalam gudang
"Hey! Siapa yang menyuruhmu berhenti?"
"Bukankah semuanya sudah bersih? Lalu apa lagi yang anda butuhkan?!"
Ardi langsung memerintahkan kepada Nadya untuk membersihkan kamarnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Yusria Mumba
sabar nadia
2024-04-28
1