Alice POV
Suatu hari kakakku tiba-tiba menghilang.
Tidak hanya kakakku, semua teman sekelasnya juga tiba-tiba menghilang seolah ditelan bumi.
Polisi dan badan berwenang telah melakukan penyelidikan dan mencari mereka, tapi mereka tidak menemukannya.
Dengan kata lain, mereka benar-benar menghilang.
Setelah melakukan penyelidikan selama lebih dari dua minggu dan tidak menemukan petunjuk apapun, polisi sepertinya hampir menyerah dan menganggap hilangnya kakakku dan teman sekelasnya adalah sebuah insiden misterius.
Tapi aku tidak menyerah dan terus mencari.
Selama kakakku baik-baik saja, aku tidak peduli dengan teman sekelasnya.
Egois? Ya, benar. Aku adalah orang yang sangat egois. Tapi inilah diriku.
Lima tahun lalu, orang tua kami meninggal karena kecelakaan mobil.
Sejak saat itu, kakakku adalah satu-satunya anggota keluargaku di dunia ini.
Untuk membiayai hidup kami, kakakku yang waktu itu masih kecil bekerja keras mencari uang untuk menghidupi rumah tangga kami.
Selain itu, dia selalu mengutamakan keselamatanku di atas dirinya, sesuatu yang membuatku sedikit kesal.
Saat aku dicegat oleh preman, kakakku selalu datang tepat waktu untuk menolongku.
Walaupun pada akhirnya dia selalu dipukuli habis-habisan oleh preman itu sebelum ditolong oleh petugas keamanan.
Setelah itu, dia akan selalu tersenyum dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.
Bodoh...
Apa dia tidak tau kalau aku selalu mengkhawatirkannya?
Kenapa dia selalu melakukan hal yang nekat dan berbahaya?
Tidak bisakah dia memanggil petugas saja, daripada melawan preman itu sendirian!
Tapi... Itulah kakakku.
Dia sangat baik kepadaku.
Karena itulah, aku sangat menyayanginya.
Jadi, aku akan terus mencarinya. Walaupun usahaku mungkin berakhir sia-sia.
Kemudian, satu bulan setelah kakakku menghilang, hal yang aneh terjadi saat aku baru pulang dari sekolah.
Lingkaran sihir yang seperti di anime tiba-tiba muncul dibawah kakiku.
Setelah itu, aku merasakan perasaan yang tidak bisa dijelaskan terjadi pada tubuhku.
Ketika aku membuka mataku, sepertinya aku telah berada di tempat lain.
Selain itu, aku melihat kakakku. Walaupun penampilannya telah berubah, aku tetap mengenalinya.
Tanpa ragu-ragu, aku melemparkan diriku ke pelukan kakakku sambil menangis.
Kemudian, kakakku menenangkanku sebelum menceritakan alasannya tiba-tiba hilang.
Aku tau dia berbohong tentang beberapa hal. Tapi aku tidak memaksanya untuk menceritakan yang sejujurnya.
Yang aku tau, kakak sepertinya terlihat dalam suatu masalah dan tidak ingin aku terlihat.
Dan sekarang...
"Anu, Alice! Bisakah kau turun dari tubuhku!"
"Ah, maaf. Aku terlalu lama menindih tubuhmu." Aku segera turun dari tubuh kakak dan duduk di sampingnya.
"Tidak masalah." Kakak berkata sebelum bangun dan duduk di sampingku.
Setelah itu, kakak menarik nafas dalam-dalam dan menatapku dengan ekspresi serius, "Alice, sebenarnya aku punya sebuah sistem."
"Sistem? Maksudmu sistem seperti yang ada di dalam novel-novel itu?" Aku bertanya dengan penasaran.
"Benar. Walaupun tidak terlalu kuat, sistemku sedikit unik." Kakak terlihat bangga ketika dia mengatakan itu.
Yah, sebenarnya aku tidak terlalu terkejut.
Tapi aku akan pura-pura terkejut untuk membuat kakak senang.
"Wow, hebat! Aku tidak menyangka kakak punya sistem." Aku menatap kakak dengan kilauan di sekitar wajahku.
"Hehe..." Kakak tertawa kecil.
"Jadi, bagaimana cara kakak mendapatkan sistem?" Aku bertanya dengan semangat.
Aku sedikit penasaran dengan sistem kakak, tapi aku lebih penasaran bagaimana cara dia mendapatkannya.
Saat aku bertanya tentang hal itu, aku melihat kakak mengerutkan kening dalam waktu singkat sebelum kembali tersenyum seperti biasanya.
Sudah kuduga, ada hal yang tidak beres.
"Baik. Aku akan memberitahumu." Kakak tersenyum sambil mengelus kepalaku sebelum berkata, "Aku pergi ke sebuah dungeon bernama Verinus dan melawan monster yang ada di sana. Namun karena lengah, aku terkena serangan monster dan hampir mati, kemudian aku tiba-tiba berpindah ke tempat yang aneh."
"Tempat itu sangat aneh karena hanya ada warna putih di tempat itu. Lalu, aku bertemu dengan orang misterius bernama Magnus, dan dia menawariku untuk mewarisi kekuatannya." Setelah mengatakan hal ini, kakak tersenyum seolah mengingat hal indah.
Kakak melanjutkan...
"Tapi, karena kekuatanku terlalu lemah, aku tidak mampu untuk mewarisi seluruh kekuatannya. Jadi dia memberiku sebuah sistem yang akan membantuku untuk mendapatkan kekuatannya secara bertahap saat aku menjadi lebih kuat." Kakak mengakhiri ceritanya dengan senyuman.
Yah, sepertinya dia tidak berbohong kali ini.
"Aku bisa menghubungkan mu dengan sistem jika kau mau!"
"Eh, sistem bisa melakukan itu?" Aku sedikit terkejut. Jika aku bisa terhubung dengan sistem kakakku, maka itu bagus. Mungkin aku bisa mengetahui soal orang bernama Magnus yang kakak maksud.
"Benar. Jadi, ingin terhubung dengan sistem?" Kakak berkata sambil tersenyum.
"Ya. Aku ingin, aku ingin." Aku menganggukkan kepalaku dengan cepat.
"Kalau begitu aku akan melakukannya sekarang."
Kakak menyatakan demikian sebelum dia meletakkan tangannya di atas kepalaku.
Kemudian, aku merasakan sesuatu yang aneh memasuki tubuhku sebelum suara mekanis terdengar di kepalaku.
[Ding! Proses penggabungan dimulai...]
[1%...]
[19%...]
[46%...]
[77%...]
[99%....]
[100%...]
[Ding! Proses telah selesai. Individu Alice Vessalius sekarang telah terhubung dengan sistem]
"Wow! Benar-benar terhubung!" Aku berkata dengan takjub.
"Kak, fitur apa saja yang dimiliki oleh sistem?" Aku bertanya kepada kakak sambil tersenyum.
Namun sebelum kakak menjawab, suara sistem terdengar di kepalaku.
[Ding! Sistem memiliki lima fungsi, Yaitu: Status, Misi, Peningkatan, Lotre, dan Storage]
"Yah, meskipun kau terhubung dengan sistem, hanya fitur status dan storage saja yang bisa kau gunakan." Kakak menggaruk belakang kepalanya, terlihat sedikit malu.
"Jadi begitu." Aku merosot ke bawah karena sedikit kecewa. Tapi itu adalah hal yang normal. Lagipula aku bukan pemilik sistem.
Melihatku kecewa, kakak segera berkata, "Daripada itu, sebaiknya kau segera melihat statusmu!"
Oh, benar. Lagipula pula aku belum melihat statusku, jadi aku sedikit penasaran.
Tapi, bagaimana caranya melihat statusku?
[Kau bisa mengatakannya kepadaku.] Suara seorang wanita tiba-tiba terdengar di kepalaku, yang membuatku sedikit terkejut, tapi aku langsung menenangkan diri.
"Kau siapa?"
[Halo, Aku Evelyn. Kau bisa menganggapku sebagai kesadaran sistem.] Dia memperkenalkan diri dengan suara ramah.
"Halo kak Eve, aku Alice, adik dari kak Leo." Aku balas memperkenalkan diri sambil tersenyum.
Kesan awal yang baik adalah hal yang penting dalam memulai sebuah hubungan.
[Fufufu, kau orang yang cukup ramah.]
Aku tertawa kecil, "Hehe... Kak Eve, bisa tolong perlihatkan statusku!"
[Tidak masalah.] Setelah kak Eve mengatakan itu, layar transparan tipis berbentuk persegi panjang muncul di depanku.
...[Status]...
...[Nama: Alice Vessalius]...
...[Ras: Human]...
...[Hp: 2.000]...
...[Mp: 12.000]...
...[Str: 1.500]...
...[Def: 1.500]...
...[Agi: 3.000]...
...[Ma: 8.000]...
...[Skill: [High Support] [Life Manipulation]]...
Aku tidak tau nilai standar orang normal di dunia ini, jadi aku tidak tau apakah statusku tinggi atau rendah.
Namun, melihat wajah terkejut kakakku, sepertinya statusku cukup tinggi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments