Chapter 3 [ Evelyn ]

[Selamat, anda telah berhasil mengalahkan minotaur tanpa cedera. Sebagai hadiah, aku akan memberitahumu namaku. Bersyukurlah!]

"Kalau begitu, aku berterimakasih karena anda mau memberitahukan nama mulia anda kepada pria tampan yang sederhana ini, nona!" Leo berkata dengan nada main-main.

[Fufufu, tidak masalah tidak masalah. Sekarang, buka telingamu lebar-lebar!] Sistem diam selama beberapa saat sebelum berkata, [Evelyn... Itu adalah namaku.]

"Evelyn ya? Nama yang indah." Leo memuji dengan tulus sebelum berkata, "Tapi, akan lebih baik jika kau memperlihatkan wujudmu saat memperkenalkan diri. Kau punya tubuh kan?" Leo menebak.

[Sayang sekali, aku tidak bisa melakukan itu untuk saat ini. Tapi, aku akan melakukannya suatu hari nanti.]

Leo mengangguk sambil tersenyum, "Aku menantikan hari itu tiba, Eve!"

[Hm, kenapa kau memanggilku Eve?] Evelyn bertanya dengan suara dingin.

Leo mengangkat bahunya, "Evelyn terlalu panjang, jadi aku menyingkatnya menjadi Eve. kau tidak keberatan kan?"

[Hmmp, panggil aku sesukamu.]

"Selain itu..."

[Apa?]

"Apa tidak tau apa yang harus kulakukan terhadap mayat minotaur ini! Ada saran?" Leo berkata sambil menginjak mayat minotaur di depannya.

[Hm, bagaimana kalau menyimpannya di dalam storage?]

"Sebelum itu, bisakah kau menjelaskan tentang Storage dulu?"

Eve menghela nafas, [Baik, aku akan menjelaskannya secara singkat.]

[Storage adalah ruang penyimpanan dimensi yang mempunyai luas seukuran tata Surya. Tidak hanya itu, aliran waktu berhenti di ruang storage sehingga benda apapun yang disimpan di dalam Storage tidak akan mengalami perubahan apapun.]

[Misalnya, kau meletakkan nasi yang hangat di hari Senin, kemudian kau mengambilnya di hari Senin berikutnya. Hasilnya, nasi yang kau ambil dari ruang storage akan tetap sama seperti saat kau meletakkannya di dalam Storage?]

[Namun, walaupun Storage mempunyai ruangan yang sangat luas, ruang storage tidak dapat menyimpan makhluk hidup.] Eve mengakhiri sesi penjelasannya sebelum berkata, [Apa kau paham?]

"Itu sangat hebat." Leo sedikit terkejut setelah mengetahui tentang Storage, apalagi ukurannya yang seukuran tata surya.

Leo berjongkok dan menyentuh mayat minotaur, kemudian menggunakan storage untuk menyimpan mayat tersebut.

[Benarkan? Kamu harus bersyukur kepada orang yang memberimu sistem.]

"Hm, kau mengatakan itu seolah-olah aku harus bersyukur karena memilikimu." Leo menyeringai main-main.

[Kau salah! Aku dan sistem adalah sesuatu yang sama sekali berbeda.]

"Artinya kau bukan sistem ya!"

[Bisa dibilang begitu.]

Amati ruangan tempatnya berada, dan melihat ada beberapa lorong yang mengarah ke tempat yang berbeda, setelah memilih arah yang akan dia tuju, Leo mulai memasuki salah satu lorong itu dengan langkah santai.

"Bisa jelaskan dengan lebih rinci?"

Eve terdiam selama beberapa detik sebelum dia menghela nafas, [Baik.]

Eve mulai menjelaskan, [Sistem adalah sebuah program yang rumit, atau kau bisa menganggapnya seperti benda misterius yang akan membantumu untuk mendapatkan kekuatan Magnus secara bertahap seiring dengan meningkatnya kekuatanmu.]

[Tidak seperti sistem. Aku tidak diciptakan oleh Magnus, melainkan sebuah kesadaran yang digabungkan dengan sistem oleh Magnus. Singkatnya, aku adalah sebuah jiwa yang bergabung dengan sistem.]

[Selain itu-!]

"Tunggu, ada sesuatu yang datang!" Leo menyela Eve saat dia melihat melihat kawanan ogre yang menuju ke arahnya.

[Selesaikan dengan cepat.]

"Oke!" Leo mengangguk dan bergegas maju ke arah kawasan Ogre tanpa ragu-ragu.

Dengan ketajaman dan api dari Flame Sword, tidak sulit bagi Leo untuk mengalahkan kawanan ogre, dan setelah dia berhasil membunuh semua orge itu, dia langsung melanjutkan perjalanan dan meninggalkan mayat Ogre yang baru saja dia bunuh.

[Ehem! Mari kita lanjutkan!]

[Sistem tidak dapat bekerja tanda adanya seorang pengelola sistem. Karena itu, aku bergabung dengan sistem dan menjadi orang yang mengelola sistem, yaitu Administrator.]

[Tugasku adalah mengelola sistem dan mengawasi penerus Magnus sampai dia mewarisi semua kekuatan Magnus.]

[Tentang identitasku, aku akan menceritakannya di lain waktu. Kuharap kau bisa menunggu hingga saat itu tiba. Ada yang ingin ditanyakan lagi?]

"Ada satu hal yang ingin kutanyakan!" Leo berkata saat dia masuk ke lorong lain.

[Apa itu?]

"Kenapa kau mau bergabung dengan sistem?"

[Aku punya alasan tersendiri. Tapi aku tidak akan mengatakannya untuk saat ini.]

"Kau tidak diancam oleh Magnus kan?"

[Kenapa kau berpikir begitu?]

"Yah, Magnus mempunyai aura yang sangat menakutkan di sekitar dirinya, jadi aku berpikir kalau kau bergabung dengan sistem karena takut dengan Magnus." Leo berkata sambil mengingat aura menakutkan yang selalu dikeluarkan Magnus.

[...Itu alasan yang masuk akal. Tapi aku tidak diancam oleh Magnus. Aku bergabung dengan sistem atas insiatif ku sendiri.]

"Dilihat dari penjelasanmu, sepertinya kau cukup dekat dengan Magnus." Leo memberikan analisisnya setelah mendengar perkataan Eve.

Mendengar ini, Eve terdiam selama beberapa saat sebelum dia menghela nafas.

"Ada apa?" Leo bertanya sambil melihat sekelilingnya untuk memastikan tidak ada monster yang menyergapnya.

[Tidak ada. Aku hanya merasa kalau aku telah membocorkan beberapa rahasia sistem.]

"Oh, bukankah itu hanya sekedar informasi yang tidak terlalu penting? Karena aku adalah pemilik sistem, cepat atau lambat aku akan mengetahuinya. Jadi tidak ada gunanya menyembunyikan informasi sistem."

[Yah, kurasa memang begitu.] Eve menghela nafas, [Seharusnya aku memerasmu dulu sebelum aku memberikan informasi tentang sistem kepadamu.]

Mendengar ucapan Eve, Leo yang sedang berjalan tiba-tiba berhenti dan menatap ke atas dengan ekspresi datar.

GROAAHH!

Raungan monster tiba-tiba terdengar di tempat itu, yang membuat Leo mengalihkan pandangannya ke asal suara tersebut.

Kemudian, dia melihat Monster Ogre di jarak puluhan meter darinya, dan ketika ogre semakin dekat, Leo melihat sesuatu yang membuatnya menyipitkan matanya.

Tidak seperti ogre yang dia temui sebelumnya, ogre kali ini dua kali lebih besar dan mempunyai aura yang lebih kuat, tapi yang membuat Leo waspada adalah pedang besar berwarna merah yang memancarkan aura menakutkan yang ada di tangan ogre.

[Hati-hati, pedang itu cukup berbahaya!] Eve memberi peringatan.

"Ya, aku tau." Leo mengangguk sebelum ekspresi wajahnya berubah menjadi serius.

Mengamati Ogre di depannya, dan melihat kalau Ogre itu melesat ke arahnya, Leo juga tidak tinggal diam, dan dia segera melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Ogre itu

CLANG!

Kedua senjata bertabrakan, menciptakan gelombang kejut yang cukup kuat sebelum Leo terhempas sejauh dua belas meter.

Akibat benturan tadi, Leo merasakan kalau lengannya sedikit mati rasa, tapi dia tidak punya waktu untuk mengistirahatkan lengannya karena serangan selanjutnya datang dengan cepat.

BOOM!

Pedang besar yang dipegang Ogre jatuh ke tanah di bawah Leo dengan keras dan menciptakan retakan di permukaan tanah sementara Leo muncul di belakang Orge menggunakan skill Teleport.

Dengan pedang yang berkobar di tangannya, Leo mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga ke leher Ogre.

Tapi, ogre tiba-tiba membalikkan badannya sambil mengayunkan pedangnya ke perut Leo, yang membuat Leo mengerutkan kening dan segera mengubah arah lintasan pedangnya untuk menangkis serangannya.

CLANG!

Pedang di tangan Orge menabrak pedang Leo dengan keras dan membuat Leo terdorong mundur sejauh beberapa meter sebelum dia berteleportasi sejauh tiga puluh tujuh meter untuk menjaga jarak.

Leo tersenyum sinis, "Sepertinya kau ingin balas dendam karena aku telah membunuh anak buahmu! Kebetulan sekali, kalau begitu aku akan mencoba salah satu skill milikku."

"Roaaarrr!!" Ogre itu meraung keras, seolah dia menanggapi ucapan Leo.

Leo tidak tau apa Ogre itu bermaksud mengatakan sesuatu kepadanya.

Tapi yang pasti, Orge itu merasa sangat marah karena dia telah membunuh semua anak buahnya.

"...."

Yah, bukan berarti dia peduli dengan itu.

Terpopuler

Comments

PotatoBoy

PotatoBoy

awal cerita yg bagus, semoga tidak naif, biasanya kebanyakan kalo cerita layar belakang pedang dan sihir MC nya naif. semoga MC nya balas dendam dgn bantai bantai Buahahahahahahahaha

2024-04-10

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 [ Warisan ]
2 Chapter 2 [ Sistem ]
3 Chapter 3 [ Evelyn ]
4 Chapter 4 [ Hutan? ]
5 Chapter 5 [ Melawan Golem ]
6 Chapter 6 [ Bos Terakhir ]
7 Chapter 7 [ Kontrak ]
8 Chapter 8 [ Keluar Dari Dungeon ]
9 Chapter 9 [ Tiba Di Kerajaan Estasia ]
10 Chapter 10 [ Adik Perempuan Leo ]
11 Chapter 11 [ Merekrut Rekan ]
12 Chapter 12 [ Leo Vs Ragna ]
13 Chapter 13 [ Ragna Bergabung ]
14 Chapter 14 [ Membunuh ]
15 Chapter 15 [ Persidangan ]
16 Chapter 16 [ Melawan Raja ]
17 Chapter 17 [ Persiapan ]
18 Chapter 18 [ Dungeon Xirus ]
19 Chapter 19 [ Dungeon Xirus II ]
20 Chapter 20 [ Bertemu Teman Sekelas ]
21 Chapter 21 [ Konfrontasi ]
22 Chapter 22 [ Alice & Aurora ]
23 Chapter 23 [ Ragna Vs Roland ]
24 Chapter 24 [ Balas Dendam ]
25 Chapter 25 [ Keluar Dari Dungeon ]
26 Chapter 26 [ Di Masa Depan Yang Jauh ]
27 Chapter 27 [ Di Masa Depan Yang Jauh II ]
28 Chapter 28 [ Kerajaan Estasia Diserang!! ]
29 Chapter 29 [ Pertarungan ]
30 Chapter 30 [ Dua Alice & Aurora ]
31 Chapter 31 [ Necromancer Botak? ]
32 Chapter 32 [ Necromancer Bangkit Kembali ]
33 Chapter 33 [ Aku Tidak Akan Pergi ]
34 Chapter 34 [ Domain ]
35 Chapter 35 [ Kematian Necromancer ]
36 Chapter 36 [ Kedatangan Musuh Baru ]
37 Chapter 37 [ Gadis Dari Masa Depan ]
38 Chapter 38 [ Pagi Hari Di Celestal Academy ]
39 Chapter 39 [ Donovan ]
40 Chapter 40 [ Serenity Sword ]
41 Chapter 41 [ Chloe Aubert ]
42 Chapter 42 [ Tebasan Dimensi ]
43 Chapter 43 [ Pertarungan Berakhir ]
44 Chapter 44 [ Skill Shadow Monarch? ]
45 Chapter 45 [ Hari Yang Bahagia ]
46 Chapter 46 [ Momen Indah ]
47 chapter 47 [ Reaksi ]
48 Chapter 48 [ Angin Yang Berhembus ] S1-End
49 Chapter 49 [ Kenangan ]
50 Chapter 50 [ Hari Kepergian ]
51 Chapter 51 [ Kemalangan ]
52 Chapter 52 [ Kota Letinia ]
53 Chapter 53 [ Pelelangan ]
54 Chapter 54 [ Blue Sky Sword ]
55 Chapter 55 [ Mayat Naga Akhirnya Terjual ]
56 Chapter 56 [ Phoenix ]
57 Chapter 57 [ Kutukan? ]
58 Chapter 58 [ Demon King ]
59 Chapter 59 [ Masalah Kutukan Selesai ]
60 Chapter 60 [ Phoenix Dikendalikan Musuh ]
61 Chapter 61 [ Bahaya Mengintai ]
62 Chapter 62 [ Pertarungan Di Dalam Kota ]
63 Chapter 63 [ Pertarungan Di Dalam Kota II ]
64 Chapter 64 [ Pertarungan Di Dalam Kota III ]
65 Chapter 65 [ Kekalahan Demon King ]
66 Chapter 66 [ Pihak Ketiga Muncul ]
67 Chapter 67 [ Phoenix Dikendalikan Lagi! ]
68 Chapter 68 [ Tekad Chloe ]
69 Chapter 69 [ Harapan ]
70 Chapter 70 [ Melawan Phoenix ]
71 Episode 71 [ Terpojok ]
72 Chapter 72 [ Dragonisasi ]
73 Chapter 73 [ Rudies Bergerak ]
74 Chapter 74 [ Kehancuran ]
75 Chapter 75 [ Raja Naga Petir ]
76 Chapter 76 [ Akhir Yang Aneh ]
77 Chapter 77 [ Deduksi Kaisar ]
78 Chapter 78 [ Alam Ilahi & Para Dewa ]
79 Chapter 79 [ Sejarah Dunia ]
80 Chapter 80 [ Sejarah Dunia II ]
81 Chapter 81 [ Halo, Namaku Evelyn! ] S2-End
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Chapter 1 [ Warisan ]
2
Chapter 2 [ Sistem ]
3
Chapter 3 [ Evelyn ]
4
Chapter 4 [ Hutan? ]
5
Chapter 5 [ Melawan Golem ]
6
Chapter 6 [ Bos Terakhir ]
7
Chapter 7 [ Kontrak ]
8
Chapter 8 [ Keluar Dari Dungeon ]
9
Chapter 9 [ Tiba Di Kerajaan Estasia ]
10
Chapter 10 [ Adik Perempuan Leo ]
11
Chapter 11 [ Merekrut Rekan ]
12
Chapter 12 [ Leo Vs Ragna ]
13
Chapter 13 [ Ragna Bergabung ]
14
Chapter 14 [ Membunuh ]
15
Chapter 15 [ Persidangan ]
16
Chapter 16 [ Melawan Raja ]
17
Chapter 17 [ Persiapan ]
18
Chapter 18 [ Dungeon Xirus ]
19
Chapter 19 [ Dungeon Xirus II ]
20
Chapter 20 [ Bertemu Teman Sekelas ]
21
Chapter 21 [ Konfrontasi ]
22
Chapter 22 [ Alice & Aurora ]
23
Chapter 23 [ Ragna Vs Roland ]
24
Chapter 24 [ Balas Dendam ]
25
Chapter 25 [ Keluar Dari Dungeon ]
26
Chapter 26 [ Di Masa Depan Yang Jauh ]
27
Chapter 27 [ Di Masa Depan Yang Jauh II ]
28
Chapter 28 [ Kerajaan Estasia Diserang!! ]
29
Chapter 29 [ Pertarungan ]
30
Chapter 30 [ Dua Alice & Aurora ]
31
Chapter 31 [ Necromancer Botak? ]
32
Chapter 32 [ Necromancer Bangkit Kembali ]
33
Chapter 33 [ Aku Tidak Akan Pergi ]
34
Chapter 34 [ Domain ]
35
Chapter 35 [ Kematian Necromancer ]
36
Chapter 36 [ Kedatangan Musuh Baru ]
37
Chapter 37 [ Gadis Dari Masa Depan ]
38
Chapter 38 [ Pagi Hari Di Celestal Academy ]
39
Chapter 39 [ Donovan ]
40
Chapter 40 [ Serenity Sword ]
41
Chapter 41 [ Chloe Aubert ]
42
Chapter 42 [ Tebasan Dimensi ]
43
Chapter 43 [ Pertarungan Berakhir ]
44
Chapter 44 [ Skill Shadow Monarch? ]
45
Chapter 45 [ Hari Yang Bahagia ]
46
Chapter 46 [ Momen Indah ]
47
chapter 47 [ Reaksi ]
48
Chapter 48 [ Angin Yang Berhembus ] S1-End
49
Chapter 49 [ Kenangan ]
50
Chapter 50 [ Hari Kepergian ]
51
Chapter 51 [ Kemalangan ]
52
Chapter 52 [ Kota Letinia ]
53
Chapter 53 [ Pelelangan ]
54
Chapter 54 [ Blue Sky Sword ]
55
Chapter 55 [ Mayat Naga Akhirnya Terjual ]
56
Chapter 56 [ Phoenix ]
57
Chapter 57 [ Kutukan? ]
58
Chapter 58 [ Demon King ]
59
Chapter 59 [ Masalah Kutukan Selesai ]
60
Chapter 60 [ Phoenix Dikendalikan Musuh ]
61
Chapter 61 [ Bahaya Mengintai ]
62
Chapter 62 [ Pertarungan Di Dalam Kota ]
63
Chapter 63 [ Pertarungan Di Dalam Kota II ]
64
Chapter 64 [ Pertarungan Di Dalam Kota III ]
65
Chapter 65 [ Kekalahan Demon King ]
66
Chapter 66 [ Pihak Ketiga Muncul ]
67
Chapter 67 [ Phoenix Dikendalikan Lagi! ]
68
Chapter 68 [ Tekad Chloe ]
69
Chapter 69 [ Harapan ]
70
Chapter 70 [ Melawan Phoenix ]
71
Episode 71 [ Terpojok ]
72
Chapter 72 [ Dragonisasi ]
73
Chapter 73 [ Rudies Bergerak ]
74
Chapter 74 [ Kehancuran ]
75
Chapter 75 [ Raja Naga Petir ]
76
Chapter 76 [ Akhir Yang Aneh ]
77
Chapter 77 [ Deduksi Kaisar ]
78
Chapter 78 [ Alam Ilahi & Para Dewa ]
79
Chapter 79 [ Sejarah Dunia ]
80
Chapter 80 [ Sejarah Dunia II ]
81
Chapter 81 [ Halo, Namaku Evelyn! ] S2-End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!