Bab. 19. Sudah tahu yang sebenarnya

Besok nya Alexa masih mencoba mencari sang ayah, tapi saat akan pergi Alexa di hadang oleh kakek Wijaya yang malah menyuruh nya untuk pergi ke pasar.

"Bukan kah bibi ada?" tanya Alexa.

"Kau pikir pekerjaan di sini hanya ke pasar, ini uang nya saya tidak mau tahu uang itu harus bisa membeli semua yang di tulis di sini" ucap kakek Wijaya sambil memberikan tulisan di selembar kertas.

Alexa melihat dan membacanya, matanya melotot melihat belanjaan yang harus di beli sebanyak itu.

"Yang benar saja, ini kurang kek" kata Alexa komplen.

"Kamu kan biasa menawar harga, tawar saja agar harganya murah" balas kakek Wijaya ketus.

"Mana bisa, uang 200 ribu mau komplit perdagingan dan sayur, harga daging saja sudah 42 ribu 1kg, harga ikan 1kg 35 ribu, dan sayur lain nya juga lagi naik apalagi cabe" ucap Alexa lagi.

Tapi siapa perduli, kakek Wijaya malah acuh dan tak mendengarkan apa yang Alexa katakan.

"Jangan pura-pura nggak denger kek, mau emang nggak bisa denger sungguhan?" celetuk Alexa santai.

Apa!

Kakek Wijaya langsung melotot pada Alexa yang menurutnya sedang Menyumpahinya.

"Dari pada kau terus mengeluh tentang harga lebih baik kau cepat pergi, ingat jika sampai tidar membeli semua itu saya akan semakin mempersulit mu!" tegas kakek Wijaya.

Lalu pergi berlalu dengan wajah dingin nya.

Alexa menatap kesal pada kakek tua yang sudah menjauh pergi itu.

"Astaga aku lupa, aku kan punya banyak uang di rekening" gumam Alexa tiba-tiba tersenyum.

Alexa mengeluarkan ponsel nya dan melihat saldo di rekening nya yang tiga digit karena memang ada sisa dari pembelian rumah waktu itu.

Tapi bukan nya berniat mengurangi saldo rekening nya Alexa malah mencari nomer Elvano di ponsel nya dan langsung menelpon nya.

"Halo"

"Ada apa? kenapa menelpon ku" tanya Elvano di sebrang telpon.

"Emang nggak boleh nelpon suami" Alexa menjawab dengan nada lembut.

"Kau mau minta sesuatu kan, jangan pikir aku tidak tahu apa rencana mu" balas Elvano lagi.

Dan membuat Alexa tersenyum karena ketahuan.

"Oke, aku mau curhat" kata Alexa menggantung.

"Curhat?" Elvano di sebrang telpon bingung.

"Hem, bisa tolong kirim uang bulanan dapur? aku butuh untuk membeli bahan belanjaan di pasar" jelas Alexa.

Pasar?

"Aku akan mentransfer 20 juta, tapi jangan belanja ke pasar" ucap Elvano lagi.

"Jadi belanja nya dimana?" tanya Alexa bingung.

"Di supermarket" singkat padat dan jelas.

"Baiklah, setuju" balas Alexa cepat dan langsung mematikan panggilan sepihak.

Alexa diam sebentar dengan mata yang melihat Keponsel nya, dan setelah beberapa menit senyuman terlihat di wajah cantiknya saat melihat notifikasi transferan dari sang suami.

"Hihi lumayan, kalau gini caranya cepat kaya aku bisa tilep banyak" gumam Alexa tersenyum senang karena akan mendapatkan sisa uang belanjaan yang masih banyak.

****

Di tempat lain tepatnya di perusahaan nya Elvano nampak sedang berkutat dengan laptopnya.

Ceklek..

Tiba pintu terbuka begitu saja, membuat Elvano kaget karena Raka tiba-tiba masuk begitu saja.

"Tuan, gawat" ucap Raka memberitahu.

"Lain kali kalau masuk ketuk pintu terlebih dahulu!" marah Elvano.

"Maaf tuan, tapi kali ini urgent sekali" jelas Raka.

"Urgent apa? katakan padaku!" Elvano berkata dengan wajah yang masih marah.

Raka diam sebentar lalu dia pun perlahan menjelaskan info penting yang dia bawa.

Dan saat mendengar penjelasan sang asisten Elvano melotot, dia langsung menggebrak meja.

"Dari mana dia bisa tahu?" tanya Elvano dengan wajah kagetnya.

"Entahlah tuan, tapi seperti nya kebenaran akan terungkap" balas Raka lagi.

Elvano diam, dia harus gerak cepat sebelum terlambat karena Elvano tak yakin jika setelah ini akan berakhir baik atau buruk.

"Cari kemana bocah itu membawa nya, aku tidak mau tahu kau harus menemukan mertuaku secepatnya" tegas Elvano lagi.

"Baik tuan" ucap Raka yang masih berdiri.

Dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Elvano.

"Kenapa kau masih belum pergi?" tanya Elvano dengan wajah heran nya.

"Saya juga ingin mengabari jika jam makan siang kali ini kita akan ada pertemuan bersama klien, jadi saya mungkin akan mencari mertua anda setelah jam makan siang selesai tuan" jelas Raka lagi.

"Kalau begitu gajih mu juga akan di tahan sampai bulan depan, impas bukan" Elvano berkata dengan nada dingin nya.

Apa!

"Mana bisa seperti itu!" Raka berniat protes tapi langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang bos.

Hufh..

"Perintah akan di lakukan tuan" Raka pun akhirnya gerak cepat dan keluar dari ruangan bos nya untuk mencari keberadaan Brandon yang di culik.

Meninggalkan Elvano yang sendirian dan nampak sedang berpikir.

"Dasar menyusahkan, jika bukan karena Alexa menganggap penjahat seperti nya adalah ayah nya mungkin aku akan segera menghabisinya" ucap Elvano nampak geram dan kesal.

Elvano sudah tahu jika Brandon adalah seorang penjahat yang menjadi buronan lama, itu dia ketahui saat dia pertama kali bertemu dengan pria tua itu.

Alexa adalah Alexa dan yang tidak dia sadari adalah pertemuan nya dan Alexa bukan lah sebuah kebetulan, tetapi memang semesta memiliki cara untuk membuat nya bisa bertemu kembali dengan gadis kecilnya.

"Lexa, akhirnya aku benar-benar menemukan mu" gumam Elvano tersenyum.

Senang dan bahagia rasanya dia bisa menemukan gadis kecilnya, menikahi Alexa mungkin adalah hal yang pada awalnya dia buat seperti lelucon.

Akan tetapi Elvano benar-benar menikahi Alexa karena dia ingin menjadikan Alexa sebagai istrinya, bukan karena dia terpaksa mengingat kakek nya telah menjodohkan nya.

Saat sedang memikirkan Alexa tiba-tiba ponsel nya kembali berdering.

"Halo"

"Apa!"

Elvano melotot dan mematikan panggilannya sepihak, setelah itu dia langsung beranjak dari duduknya dan segera berjalan ke arah pintu.

Saat di live wajahnya nampak cemas, yang menelpon nya tadi adalah nomor Alexa tetapi yang berbicara adalah seorang perempuan yang mengabarkan jika si pemilik ponsel mengalami kecelakaan.

Saat sampai di parkiran saat itu juga Elvano melihat mobil Akbar yang baru sampai, mereka berpapasan dan Ambar menyapa nya.

"Kak, makan siang bersama yuk" ajak Ambar.

Tapi Elvano yang mencemaskan keadaan Alexa tidak menghiraukan dan memilih berjalan dan naik taksi.

Melihat itu Ambar mengepalkan tangan nya menahan marah.

"Sial, apa bagusnya gadis miskin itu sih. kak Vano benar-benar sudah di buat bodoh oleh gadis tidak jelas itu" gerutu Ambar kesal.

Ambar pun akhirnya masuk karena dia ada agenda pemotretan lagi, sedangkan Elvano dia masih di taksi dalam perjalanan ke rumah sakit.

Tak lama kemudian mobil taksi sampai dan Elvano pun langsung membayar lalu turun dan bergegas menemui resepsionis.

"Apakah ada korban kecelakaan yang nama nya Alexa?" tanya Elvano.

"Sebentar saya cek dulu ya" ucap resepsionis nya ramah.

Dan setelah beberapa saat resepsionis pun mengiyakan, dan memberitahu tempat Alexa di tangani.

Elvano langsung bergegas ke sana, saat baru sampai di pintu ruangan UGD tanpa berpikir panjang Elvano langsung masuk dan saat itu juga pemandangan didepan nya itu membuat Elvano tak bisa berkata-kata.

"Alexa, ini tidak mungkin" Elvano berjalan cepat menghampiri brankar pasien dimana tubuh yang kaku terbaring dan tertutup oleh kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya.

Tidak!

Elvano terdiam dengan wajah yang tidak bisa di artikan hingga tiba-tiba tangan nya di pegang oleh seseorang dari samping.

Dan Elvano reflek menepis kasad tangan itu, yang membuat si pemilik tangan meringis sakit.

"Awww! sakit tahu" ringis Alexa sakit.

Alexa..

Mendengar suara yang tak asing Elvano melirik ke samping dan matanya melotot saat melihat Alexa yang berdiri dengan tangan dan kening yang di perban.

"Kamu selamat?" tanya Elvano kaget.

"Tentu saja, emang nya kamu maunya aku mati apa" balas Alexa ketus.

"Lexa, kamu tadi ketabrak apa?" tanya Elvano lagi.

"Mobil" Alexa menjawab singkat padat dan jelas.

"Mobil siapa?" Elvano yang masih kaget itu bertanya hal yang bodoh.

Dan langsung di jawab dengan cepat oleh Alexa.

"Kalau aku tahu yang nabrak tadi aku akan buat perhitungan pada pemilik Mobil itu, sudah nabrak nggak ada tanggung jawab nya juga lagi, pokoknya aku sumpahin dia itu hidup nya kena sial terus!" ucap Alexa dengan wajah yang kesal.

Tadi saat akan pulang dari supermarket tiba-tiba Alexa yang sedang mencari taksi tersenggol oleh pengendara mobil, bukan hanya terluka di bagian kening dan tangan nya tapi Alexa juga mengalami kerugian dimana belanjaan nya berantakan di tengah jalan.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

foto yg disimpan, gadisyg ditunggu ternyata Lexa to

2024-05-15

1

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

Elvano dan Boy udah tau siapa Alexa... berarti aman dari dua orang ini... tinggal si kakek dan si Ambar

2024-05-03

1

Miss Typo

Miss Typo

jadi yg di maksud Elvano itu Alexa, Alhamdulillah bukan hanya Boy yg tau siapa Alexa sebenarnya, tapi juga Elvano sdh tau dan gak akan melepaskan Alexa
kebahagiaan akan menghampirimu sebentar lagi

2024-04-27

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Di rendahkan.
2 Bab. 2. Rejeki.
3 Bab. 3. Rumah Sakit.
4 Bab. 4. Kembali ke rumah sakit.
5 Bab. 5. Pria menyebalkan
6 Bab. 6. Uang Satu Miliyar.
7 Bab. 7. Secepatnya menikah
8 Bab. 8. Bertemu di restoran.
9 Bab. 9. Menyukai uang.
10 Bab. 10. Pernikahan.
11 Bab. 11. Tamu
12 Bab. 12. Satu ranjang.
13 Bab. 13. Ke rumah Elvano.
14 Bab. 14. Cambukkkan.
15 Bab. 15. Makan malam.
16 Bab. 16. Sogokan
17 Bab. 17. Rasa hangat.
18 Bab. 18. Seperti keponakan Boy
19 Bab. 19. Sudah tahu yang sebenarnya
20 Bab. 20. Obsesi.
21 Bab. 21. Dendam.
22 Bab. 22. Panggilan kakak
23 Bab. 23. Malam panjang. #1
24 Bab. 24. Malam panjang (2)
25 Bab. 25. Pagi harinya.
26 Bab. 26. Terbuka semuanya.
27 Bab. 27. Bukan anak Brandon.
28 Bab. 28. Pesan dari nomor tak di kenal.
29 Bab. 29. Alexa hilang?
30 Bab. 30. Pulang.
31 Bab. 31. Terharu.
32 Bab. 32. Elvano kehilangan Alexa.
33 Bab. 33. Sikap Tegas Haidar.
34 Bab. 34. Cemburu.
35 Bab. 35. Berlian.
36 Bab. 36. Masalah ciuman.
37 Bab . 37. Di tabrak
38 Bab. 38. Siapa dalang nya?
39 Bab. 39. Ambar!
40 Bab. 40. Harapan.
41 Bab. 41. Alexa sadar.
42 Bab. 42. Melupakan suami.
43 Bab. 43. Merahasiakan
44 Bab. 44. Menunda kehamilan.
45 Bab. 45. Latihan mengantar anak.
46 "Bab. 46. Di pecat.
47 Bab. 47. belanja untuk kado.
48 Bab. 48. Jiwa miskin menjerit
49 Bab. 49. Mual
50 Bab. 50. Nenek Desi
51 Bab. 51. Pernikahan kakek.
52 Bab. 52. Ikut pulang
53 Bab. 53. Di periksa dokter.
54 Bab. 54. Siap
55 Bab. 55. Ngidam.
56 Bab. 56. Kedatangan Wilda
57 Bab. 57. Masak buat Mama mertua.
58 Bab. 58. Wilda egois.
59 Bab. 59. Wilda dan Radit.
60 Bab. 60.Pandangan Elvano pada ibunya.
61 Bab. 61. Dari keluarga miliarder.
62 Bab. 62. Perasaan seorang ibu.
63 Bab. 63. Makanan kesukaan Elvano.
64 Bab. 64. Mami Papi pulang
65 Bab. 65. Pulang.
66 Bab. 66. Raka.
67 Bab. 68. Di antarkan.
68 Bab. 69. Rencana Alexa.
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab. 1. Di rendahkan.
2
Bab. 2. Rejeki.
3
Bab. 3. Rumah Sakit.
4
Bab. 4. Kembali ke rumah sakit.
5
Bab. 5. Pria menyebalkan
6
Bab. 6. Uang Satu Miliyar.
7
Bab. 7. Secepatnya menikah
8
Bab. 8. Bertemu di restoran.
9
Bab. 9. Menyukai uang.
10
Bab. 10. Pernikahan.
11
Bab. 11. Tamu
12
Bab. 12. Satu ranjang.
13
Bab. 13. Ke rumah Elvano.
14
Bab. 14. Cambukkkan.
15
Bab. 15. Makan malam.
16
Bab. 16. Sogokan
17
Bab. 17. Rasa hangat.
18
Bab. 18. Seperti keponakan Boy
19
Bab. 19. Sudah tahu yang sebenarnya
20
Bab. 20. Obsesi.
21
Bab. 21. Dendam.
22
Bab. 22. Panggilan kakak
23
Bab. 23. Malam panjang. #1
24
Bab. 24. Malam panjang (2)
25
Bab. 25. Pagi harinya.
26
Bab. 26. Terbuka semuanya.
27
Bab. 27. Bukan anak Brandon.
28
Bab. 28. Pesan dari nomor tak di kenal.
29
Bab. 29. Alexa hilang?
30
Bab. 30. Pulang.
31
Bab. 31. Terharu.
32
Bab. 32. Elvano kehilangan Alexa.
33
Bab. 33. Sikap Tegas Haidar.
34
Bab. 34. Cemburu.
35
Bab. 35. Berlian.
36
Bab. 36. Masalah ciuman.
37
Bab . 37. Di tabrak
38
Bab. 38. Siapa dalang nya?
39
Bab. 39. Ambar!
40
Bab. 40. Harapan.
41
Bab. 41. Alexa sadar.
42
Bab. 42. Melupakan suami.
43
Bab. 43. Merahasiakan
44
Bab. 44. Menunda kehamilan.
45
Bab. 45. Latihan mengantar anak.
46
"Bab. 46. Di pecat.
47
Bab. 47. belanja untuk kado.
48
Bab. 48. Jiwa miskin menjerit
49
Bab. 49. Mual
50
Bab. 50. Nenek Desi
51
Bab. 51. Pernikahan kakek.
52
Bab. 52. Ikut pulang
53
Bab. 53. Di periksa dokter.
54
Bab. 54. Siap
55
Bab. 55. Ngidam.
56
Bab. 56. Kedatangan Wilda
57
Bab. 57. Masak buat Mama mertua.
58
Bab. 58. Wilda egois.
59
Bab. 59. Wilda dan Radit.
60
Bab. 60.Pandangan Elvano pada ibunya.
61
Bab. 61. Dari keluarga miliarder.
62
Bab. 62. Perasaan seorang ibu.
63
Bab. 63. Makanan kesukaan Elvano.
64
Bab. 64. Mami Papi pulang
65
Bab. 65. Pulang.
66
Bab. 66. Raka.
67
Bab. 68. Di antarkan.
68
Bab. 69. Rencana Alexa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!