Malam nya..
Alexa nampak masih di dalam kamar, rasa sakit di punggung nya masih dia rasakan bisa di bilang baru terasa sakit nya setelah beberapa jam.
Tok..tok..
"Ada yang mengetuk pintu" gumam Alexa sambil beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu.
Dan saat pintu terbuka terlihat bibi pembantu yang berdiri di ambang pintu.
"Ada apa bi?" tanya Alexa.
Bibi pembantu di depan nya bukan yang tadi siang dia bela, ini pekerja lain karena memang ada tiga pekerja yang bertugas bersih-bersih rumah.
"Tuan muda meminta nona untuk makan malam di meja makan" jelas bibi pembantu.
"Oh, iya bilangin aku turun sebentar lagi" balas Alexa menjawab.
"Ehk, bi mau tanya" Alexa diam sebentar.
"Tanya apa nona?" tanya bibi nampak penasaran.
Alexa yang diam melirik sekitar nya lalu kembali menatap bibi pembantu yang berdiri menatapnya itu.
"Apa benar bibi yang tadi mencuri?" tanya Alexa.
"Bi Nuri, iya non. kalau nggak salah nyuri kalung sama yang katanya sih kepepet karena suaminya nya di kampung butuh uang" jelas bibi pembantu menjelaskan.
Alexa manggut-manggut mendengar penjelasan itu.
Sekarang Alexa menjadi penasaran kalung apa yang di curi oleh bibi pembantu bernama Nuri itu, apakah harga nya mahal? sampai Elvano bersikap kejam seperti tadi.
"Nona tahu, setelah nona membantu bi Nuri tadi bukannya mendapatkan ampun bi Nuri malah semakin di siksa, tuan muda menampar nya dengan keras dan yang paling kejam lagi tuan muda mengusir bi Nuri tanpa gajih" jelas bibi pembantu bernama Eka itu.
"Kejam banget" Alexa merinding.
Sempat melihat kemarahan Alvaro tadi membuat Alexa merasa harus berjaga-jaga takut jika Elvano melakukan kdrt kepadanya nanti.
"Nona benar, tuan muda memang kejam bahkan setiap bulan selalu banyak asisten yang di pecat hanya karena masalah spele" jelas bi Eka lagi.
"Tapi mencuri itu bukan masalah spele juga sih bi, itu tindakan kriminal" balas Alexa menjawab yang membuat bibi pembantu itu diam.
Karena merasa sungkan bi Eka pun pergi, Alexa menutup pintu kamar nya dan berjalan menuruni tangga.
Saat sudah sampai di meja makan tiba-tiba Alexa melihat sosok yang tak asing.
Ambar, wanita itu sudah duduk cantik di dekat kursi Elvano. dan Alexa melihat dengan jelas jika Elvano nampak santai dan tidak terlihat terganggu oleh kehadiran Ambar.
"Ambar, tolong ambilkan nasi untuk El, kamu tahu kan makanan kesukaan nya" ucap kakek Wijaya sengaja.
"Tentu kakek, aku tahu semua makanan yang Kak Vano suka" balas Ambar tersenyum manis.
Ambar bangkit dan berniat mengambilkan makanan, Alexa yang melihat itu tak tinggal diam dan dengan gerakan cepat mengambil alih piring itu.
"Maaf, aku istrinya jadi biarkan aku yang melayani suamiku" ucap Alexa dengan kata-kata nya yang sengaja di tekan kan di bagian kata Istri dan suamiku.
Tentunya hal itu untuk membuat Ambar sadar diri jika ada dirinya yang adalah istri sah dari Elvano, pria yang ingin dia ambil hatinya.
Ambar mencoba tetap tersenyum dan mengambil kembali piring nya.
"Sayang nya kamu orang baru yang tidak tahu banyak akan kesukaan Kak Vano, jadi biarkan aku yang mengambilkan makanan untuk kak Vano. oke" Ambar dengan senyuman puasnya dan gerak cepat langsung mengisi nasi dan lauk pauk nya.
Dan melihat itu Alexa akhirnya membiarkan, menarik kursi dan melirik Elvano yang diam saja tanpa berniat membela nya.
"Makasih" ucap Elvano menerima makanan yang di ambilkan Ambar.
"Sama-sama, kak" balas Ambar tersenyum dan menarik kursi lalu duduk dengan senyuman puas ke arah Alexa.
Dan Alexa melihat itu nampak jengkel karena Ambar sedang ingin membuat nya marah.
Ada perasaan kesal, heran dan juga banyak pertanyaan di hatinya dengan tujuan Elvano menikahinya.
"Sebenarnya, dia menikahi untuk apa? dia nampak menerima kehadiran Ambar lalu apa? kenapa Elvano malah meminta aku menjadi istrinya jika sebenarnya dia dan Ambar bahkan akrab" batin Alexa dalam hatinya merasa bingung dengan isi pikiran Elvano.
Selama makan Ambar nampak terus memperlihatkan perhatian nya pada Elvano, meskipun Elvano tak terlalu menanggapi dan lebih fokus pada makanan nya.
****
Selesai makan Alexa memilih membereskan bekas piring kotor nya ke dapur kotor.
Hal itu tentu saja di larang bibi pembantu, tapi kakek Wijaya yang melihat itu malah setuju dan menyuruh Alexa untuk membereskan semuanya.
"Kalian istirahat saja, biarkan semua ini dia yang bereskan" ucap Kakek Wijaya tegas.
"Tapi tuan___" kedua bibi pembantu itu berniat m menolak, tapi terpotong oleh ucapan Kakek Wijaya.
"Kalian mau membantah ku? mau di pecat hah!" ancam kakek Wijaya lagi.
Membuat kedua bibi pembantu itu akhir nya memutuskan untuk pergi ke kamar mereka masing-masing dan membiarkan Alexa melakukan pekerjaan mereka.
Alexa melirik kakek Wijaya yang masih bersikap so galak itu.
"Kenapa lihat-lihat, cepat kerjakan tugas mu dengan baik" titah kakek Wijaya ketus.
"Iya mau kok" balas Alexa sambil melengos dengan membawa piring kotor.
Dia membereskan meja makan dengan cepat dan di lanjut mencuci piring kotor, hal itu masih di lihat oleh kakek Wijaya.
"Aku akan membuat dia tak betah di rumah ini, jangan harap gadis miskin seperti dia bisa mendapatkan tempat di rumah ini" gumam Kakek Wijaya sambil berlalu pergi.
Sedangkan Ambar dia nampak mencoba membuka obrolan dengan Elvano di ruang tamu.
Sebelumnya Ambar memang meminta waktu 10 menit untuk mengatakan sesuatu pada Elvano.
"Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan, aku sudah mengantuk" ucap Elvano sambil menatap lurus ke luar rumah.
"Kenapa kakak menolak perjodohan kita? kakak tau kan kita di jodohkan?" tanya Ambar hati-hati.
"Karena aku menganggap kamu seperti saudara ku sendiri" balas Elvano santai.
"Jadi kakak benar-benar tahu kita di jodohkan?" tanya Ambar lagi.
Elvano mengangguk.
Itu kenapa dia memilih Alexa, bukan hanya karena ingin menolak Perjodohan ini tapi Elvano juga tidak mencintai Ambar.
Rasa sayang nya adalah rasa sayang pada adik, dan Elvano tak bisa memiliki hubungan karena itu akan membuatnya merasa menikahi saudaranya sendiri.
"Lagi pula kamu sudah punya pacar kan" Elvano menatap Ambar.
Hah?
"Tidak, itu sebenarnya aku sudah putus kak" balas Ambar cepat.
"Putus? kemarin malam kalian masih bermain ke club bersama" Ucap Elvano lagi.
Apa!
"Kenapa dia tahu" batin Ambar nampak kebingungan dan sekaligus gugup karena Elvano ternyata tahu banyak akan kehidupan nya.
Melihat Ambar yang diam saja membuat Elvano beranjak dari duduknya.
"Kak, aku mencintai kakak. aku mohon menikah lah dengan ku dan tinggalkan dia" ucap Ambar berani.
"Sudah aku bilang aku tak akan pernah menikahi mu Ambar, kamu sudah aku anggap seperti adik ku sendiri" jawab Elvano tegas.
"Aku bukan adik mu, kak. aku mohon jangan kecewakan dua keluarga kita yang sudah dekat. aku mau kita menikah tidak masalah jika aku harus menjadi yang kedua, aku rela" Ambar kembali berbicara dengan lantang.
Dan membuat Elvano kembali berbalik menatap ke arah nya.
"Kau mau menikah dengan ku?" tanya Elvano.
"Iya kak, kakak mau kan? " tanya Ambar tersenyum.
Berharap Elvano benar-benar mudah di bujuk dan jika sudah begitu maka dia mudah menjadi nyonya di rumah ini.
Elvano menghembuskan nafasnya kasar, lalu..
"Asal kamu masih Virgiiin, jika tidak aku tidak akan menikahi mu" balas Elvano dengan wajah dingin nya dan setelah itu berlalu pergi meninggalkan Ambar yang terdiam di tempatnya.
"Sial!" umpat Ambar terlihat marah dan kesal dengan apa yang Elvano katakan barusan.
****
Di kamar Elvano yang baru masuk melihat Alexa yang sudah berbaring dengan posisi tidur yang menyamping.
Tanpa mengatakan apapun Elvano berbaring di sebelah Alexa, dan saat akan menarik selimut saat itu juga selimut itu susah di tarik karena di saat bersamaan juga Alexa ternyata juga sedang menarik selimut.
Keduanya saling tarik-tarikan selimut hingga akhirnya Elvano melepaskan dan hal itu malah membuat Alexa yang menarik dengan sekuat tenaga membuat nya jatuh dari ranjang.
Brugkk!
Awww!
"Sakit!" ringis Alexa meringis.
Merasa tak kunjung mendapatkan bantuan dari suaminya Alexa bangkit dengan susah dan melihat Elvano yang malah memejamkan matanya.
"Dasar suami kejam, baru satu hari menikah sudah banyak melakukan kdrt apalagi satu tahun bisa-bisa aku sudah tinggal nama" gerutu Alexa sambil menatap kesal pada Elvano.
Kesal tidak bisa membalas perbuatan Elvano tadi membuat Alexa yang melihat pantaaat Elvano memiliki ide cemerlang.
Plakk!
Dengan santainya Alexa memukul pantaaaat Elvano, dan setelah itu baru dia berbaring nyaman dan tidur nyenyak karena kesalnya sudah terbalaskan.
Sedangkan Elvano yang belum tidur lebih tepatnya tadi hanya pura-pura tertidur nampak membuka matanya.
"Dasar gadis gila, lihat saja besok aku membalas mu" batin Elvano dalam hatinya sambil merasakan sakit di pantaaat nya karena pukulan yang Alexa berikan cukup keras.
🌹
Sejauh ini gimana nih ceritanya? apa masih aman atau terlalu lambat?
komen ya😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Kamiem sag
seperti kucing dan tikus🤭
2024-05-15
1
Cicih Sophiana
ternyata Vano tau klo Ambar udah gak virgin lagi... bekas orang ya Van
2024-05-02
1
Miss Typo
wauuuu makin seru mereka berantem cek cok tiap hari 😁
berawal dr ketimpangan mau mudik, di kampung gak bisa baca novel karena sinyal, nyampe Tangerang lagi bab bbrpa novel numpuk bgt, yg ini baru ketemu dan baru baca 🙈🙏
2024-04-26
1