Bab. 2. Rejeki.

"Loh tumben sudah pulang?" tanya Brandon saat melihat Alexa kembali pulang.

Alexa melirik ayah nya lalu menghela nafasnya panjang.

"Resign" balas Alexa dengan wajah datarnya.

Brandon menaikan sebalah alisnya ke atas lalu pria tua itu berjalan ke arah dapur.

Dan tak lama Kemudian Brandon datang membawa segelas air minum.

"Minumlah, ayah lihat kamu sangat kesal" ucap Brandon duduk.

Alexa menerima nya dan langsung minum sampai air di dalam gelas nya habis.

"Mereka merendahkan ku Ayah, aku melawan mereka dan setelah itu memilih keluar dari pekerjaan ku di butik" jelas Alexa memberitahu.

Lalu Alexa melirik Brandon yang nampak diam saja.

"Ayah marah aku tidak bisa menahan diriku? benar kata mereka aku yang miskin harusnya diam saja saat di rendahkan, iyakan Yah?" lanjut Alexa lagi dengan hembusan nafasnya kasar.

Brandon menggeleng cepat.

"Tidak sayang, apa yang putri ayah lakukan adalah pilihan tepat, kamu memang harus resign" karena kita harus bekerja di tempat dimana kita bisa di hargai bukan malah sebaliknya" balas Brandon setuju dengan apa yang di lakukan Alexa.

"Jadi pilihan aku benar? hufh.. ayah tau mereka menghina ku dengan mengatai ku miskin ayah, lucu bukan? aku memang miskin lalu apa? aku juga tidak malu di katai miskin tetapi tingkah laku orang kaya yang semena-mena itu yang membuat aku gemas dan berakhir menjambak rambut nya dengan kasar" jelas Alexa lagi.

"Andai kamu tahu Lexa, kamu sebenarnya bukan anak ayah. kamu juga bukan anak dari keluarga sembarangan, kamu tidak terlahir miskin nak. maafkan ayah yang egois karena memisahkan mu dari keluarga mu" batin Brandon dalam hatinya merasa sedih dengan cerita Alexa.

Tapi untuk mengungkapkan semuanya Brandon rasa dia belum siap, dia masih ingin bisa hidup bersama Alexa yang sudah dia sayangi seperti putrinya sendiri.

Brandon merasa hidup nya tak akan lama lagi, apalagi sakit lambung dan asma nya semakin hari semakin membuat nya susah untuk bekerja berat.

Melihat sang ayah yang melamun Alexa berpikir jika sang ayah memikirkan keuangan mereka yang pastinya akan menurun.

"Ayah nggak perlu khawatir, aku akan cari kerja lagi kok. tenang saja masih banyak tempat kerja yang bisa menerima aku" ucap Alexa sambil tersenyum.

"Lexa, ayah minta maaf karena ayah yang tidak bisa bekerja kamu jadi harus cape cari kerja, Seharusnya kamu bisa kuliah tapi ayah benar-benar tidak bisa melakukan banyak hal untuk mu, nak" Brandon meminta maaf.

"Itu bukan salah ayah, lagi pula siapa yang mau kuliah? lebih baik bekerja bisa dapat uang dari pada buang uang dan lagi pula kuliah juga nggak menjamin bisa punya pekerjaan bagus kan" jelas Alexa membalas cepat.

Brandon mengusap kepala Alexa lembut, dia bangga dengan Alexa yang selalu bisa membuat dia bangga memiliki putri sehebat Alexa.

"Samuel, aku pikir kau beruntung memiliki cucu sehebat Lexa, maafkan aku karena aku belum bisa melepaskan nya. tapi mungkin setelah aku pergi aku akan melepaskan nya dan membiarkan Lexa bisa hidup bahagia bersama keluarga nya." batin Brandon dalam hatinya sambil melihat Alexa yang tersenyum manis padanya.

****

Sore nya Alexa nampak sudah bersiap untuk kerja sip malam nya.

Brandon yang melihat Alexa sudah siap nampak memberikan bekal untuk Alexa makan malam.

"Jangan lupa di makan, ayah sudah buatkan mie dan telor spesial buat putri cantik ayah" kata Brandon sambil memberikan bekal.

"Ayah selalu terbaik untuk masalah perut, makasih ayah" balas Alexa tersenyum dan tak sungkan mencium pipi Brandon.

Alexa melihat jam di tangan nya lalu memasukan bekalnya ke dalam tas.

"Hati-hati kalau ada apa-apa hubungi ayah" ucap Brandon mengingatkan.

"Iya ayah ku sayang, pasti hati-hati kok lagian kan jarak nya dekat nggak jauh" balas Alexa sambil memakai sepatu nya.

Lalu Alexa keluar dan melambaikan tangan nya ke dalam rumah kontrakan nya karena yang menjemputnya sudah datang.

Alexa punya ojek langganan karena memang dia selalu bekerja bagian sip malam di minimarket, setelah memakai helm nya Alexa pun akhirnya pergi meninggalkan rumah nya.

Sepanjang perjalanan Alexa nampak melihat ke jalanan yang dia lewati, dia juga masih bingung dengan uang kontrakan yang pastinya harus segera dia bayar jika tidak ingin di usir.

"Apa aku pinjam uang saja ke rentenir ya? tapi aku takut nggak bisa bayar nanti malah harus kabur-kaburan kaya ayah dulu" batin Alexa ingat pada masa lalu di saat dia remaja dimana dia selalu di ajak pindah-pindah tempat tinggal karena sang ayah banyak berhutang.

Saat sedang bingung bagaimana cara nya membayar uang kontrakan tiba-tiba motor yang Alexa tumpangi berhenti, membuat Alexa sadar dari lamunan nya.

"Kenapa pak?" tanya Alexa.

"Itu ada kecelakaan kayaknya" balas bapak ojek.

Alexa pun melihat ke arah orang-orang yang sedang mengerumuni sesuatu, dan karena penasaran Alexa pun akhirnya memilih turun karena jalanan memang macet.

Alexa melihat korban itu adalah seorang pria muda, lalu saat sedang melihat Alexa mendengar suara ponsel yang langsung di ambil oleh salah seorang warga.

Entah apa obrolan dengan si penelpon hingga akhirnya korban tabrakan itu di bawa menggunkan mobil, akan tetapi tidak ada yang mau ikut mengantarkan korban dan hal itu membuat Alexa yang merasa kasihan pada korban memilih menawarkan dirinya sendiri.

Alexa memberikan helm nya dan meminta bapa ojek itu untuk mengatakan jika dia sudah sampai di tempat kerja pada sang ayah, karena Alexa tahu jika sang ayah akan menanyakan dirinya pada bapa ojek.

Setelah itu Alexa pun mengantarkan korban tabrakan itu ke rumah sakit, dan sesampainya di rumah sakit Alexa menunggu di luar ruangan UGD dengan bingung.

"Keluarga korban, mohon segera isi data pasien dan urusan administrasi nya" ucap suster tiba-tiba datang menghampiri Alexa.

Alexa yang memegang dompet pun akhirnya membuka dompet pria muda itu dan dia menemukan banyak uang di dompetnya dan sebuah tanda pengenal, tak hanya itu ada beberapa kartu ATM juga di dalam dompet itu dan satu foto anak laki-laki dan seorang wanita.

"Ini pasti ibunya" gumam Alexa.

Lalu Alexa pun langsung pergi ke bagian resepsionis, setelah selesai Alexa kembali menunggu lagi di luar ruangan UGD.

Kembali Alexa melihat kartu Tanda pengenal itu, entah kenapa rasanya dia tak asing dengan nama yang tertera di kartu itu.

"Boy, kenapa namanya tak asing ya" gumam Alexa nampak bepikir.

Alexa kembali melihat dompetnya dan sekarang fokusnya bukan pada kartu itu melainkan kartu lain nya dan juga uang lembaran seratus ribuan.

Jika saja uang ini menjadi milik nya mungkin dia akan bisa melunasi uang kontrakan, dan selain itu dia juga bisa membeli obat sang ayah.

"Tidak, aku bukan pencuri" Alexa menggelengkan kepalanya dan menutup dompet itu.

Tak lama kemudian dokter datang, Alexa langsung beranjak dari duduknya menghampiri sang dokter.

"Bagaimana kondisinya dok?" tanya Alexa.

"Dia baik-baik saja hanya luka ringan" balas dokter menjelaskan.

"Tapi tadi dia pingsan dok" Alexa merasa heran.

"Pingsan saat mengalami kecelakaan itu adalah satu hal yang normal, korban syok dan akhirnya tidak sadarkan diri" jelas dokter lagi.

Alexa manggut-manggut saja, lalu dia pun akhirnya masuk ke dalam ruangan UGD untuk memberikan ponsel dan dompet pria itu.

Saat masuk Alexa melihat pria itu sedang duduk dengan tangan dan kaki yang memiliki bebarapa luka karena jatuh menyentuh aspal.

"Ini dompet dan ponsel kamu" ucap Alexa to the point.

Pria muda itu melihat Alexa, matanya menatap tajam Alexa dengan pandangan aneh nya.

"Aku yang membawa mu ke rumah sakit, periksa saja aku tak mencuri uang mu sedikitpun" lanjut Alexa yang berpikir jika dia tengah di curigai.

"Aku tidak berpikir kamu pencuri, mana mungkin pencuri cantik seperti ini" balas pria bernama Boy.

Alexa memutar bola matanya malas, seperti nya pria yang baru saja dia tolong itu adalah seorang pemain buktinya di saat seperti ini saja masih bisa memberikan gombalan padanya.

Tak ingin membuang waktunya Alexa yang harus bekerja pun memilih pergi, tapi langkahnya di tahan oleh Boy.

"Tunggu" ucap Boy.

"Apa lagi?" tanya Alexa datar.

"Ini untuk mu, anggap saja sebagai tanda terimakasih ku untuk pertolongan mu tadi" kata Boy memberikan sejumlah uang pada Alexa.

Alexa yang melihat uang matanya tentu saja berbinar, dia berjalan mendekat dan langsung menerima uang itu.

"Ini aku ambil karena kamu memaksa, ingat! bukan karena aku meminta upah, aku bukan wanita yang suka menerima upah karena itu terkesan apa yang telah aku lakukan itu tidak ikhlas" ucap Alexa yang nampak melihat uang di tangan nya.

"Aku iklhas, Terima saja aku memaksa" balas Boy tersenyum.

Alexa tersenyum lalu melirik Boy yang menatap nya.

"Oke, terimakasih jika kau memaksa, kalau begitu aku pergi" Alexa langsung pergi begitu saja setelah mendapatkan uang.

"Rejeki anak sholehah, ya ampun untung saja tadi aku kepikiran buat nolong tuh kan lihat sekarang aku malah dapat rejeki kan, ya ampun senang nya" gumam Alexa sambil berjalan ke arah parkiran dengan perasaan senang.

Terpopuler

Comments

Mijo

Mijo

mungkin Brandon ada alasan tertentu , hingga menyembunyikan siapa sebenarnya Alexa .

2024-07-03

1

wikha Sandra

wikha Sandra

egois brarti brandon,
tega bener misahkn walaupun dia syang

2024-05-25

1

Kamiem sag

Kamiem sag

🙂

2024-05-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Di rendahkan.
2 Bab. 2. Rejeki.
3 Bab. 3. Rumah Sakit.
4 Bab. 4. Kembali ke rumah sakit.
5 Bab. 5. Pria menyebalkan
6 Bab. 6. Uang Satu Miliyar.
7 Bab. 7. Secepatnya menikah
8 Bab. 8. Bertemu di restoran.
9 Bab. 9. Menyukai uang.
10 Bab. 10. Pernikahan.
11 Bab. 11. Tamu
12 Bab. 12. Satu ranjang.
13 Bab. 13. Ke rumah Elvano.
14 Bab. 14. Cambukkkan.
15 Bab. 15. Makan malam.
16 Bab. 16. Sogokan
17 Bab. 17. Rasa hangat.
18 Bab. 18. Seperti keponakan Boy
19 Bab. 19. Sudah tahu yang sebenarnya
20 Bab. 20. Obsesi.
21 Bab. 21. Dendam.
22 Bab. 22. Panggilan kakak
23 Bab. 23. Malam panjang. #1
24 Bab. 24. Malam panjang (2)
25 Bab. 25. Pagi harinya.
26 Bab. 26. Terbuka semuanya.
27 Bab. 27. Bukan anak Brandon.
28 Bab. 28. Pesan dari nomor tak di kenal.
29 Bab. 29. Alexa hilang?
30 Bab. 30. Pulang.
31 Bab. 31. Terharu.
32 Bab. 32. Elvano kehilangan Alexa.
33 Bab. 33. Sikap Tegas Haidar.
34 Bab. 34. Cemburu.
35 Bab. 35. Berlian.
36 Bab. 36. Masalah ciuman.
37 Bab . 37. Di tabrak
38 Bab. 38. Siapa dalang nya?
39 Bab. 39. Ambar!
40 Bab. 40. Harapan.
41 Bab. 41. Alexa sadar.
42 Bab. 42. Melupakan suami.
43 Bab. 43. Merahasiakan
44 Bab. 44. Menunda kehamilan.
45 Bab. 45. Latihan mengantar anak.
46 "Bab. 46. Di pecat.
47 Bab. 47. belanja untuk kado.
48 Bab. 48. Jiwa miskin menjerit
49 Bab. 49. Mual
50 Bab. 50. Nenek Desi
51 Bab. 51. Pernikahan kakek.
52 Bab. 52. Ikut pulang
53 Bab. 53. Di periksa dokter.
54 Bab. 54. Siap
55 Bab. 55. Ngidam.
56 Bab. 56. Kedatangan Wilda
57 Bab. 57. Masak buat Mama mertua.
58 Bab. 58. Wilda egois.
59 Bab. 59. Wilda dan Radit.
60 Bab. 60.Pandangan Elvano pada ibunya.
61 Bab. 61. Dari keluarga miliarder.
62 Bab. 62. Perasaan seorang ibu.
63 Bab. 63. Makanan kesukaan Elvano.
64 Bab. 64. Mami Papi pulang
65 Bab. 65. Pulang.
66 Bab. 66. Raka.
67 Bab. 68. Di antarkan.
68 Bab. 69. Rencana Alexa.
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab. 1. Di rendahkan.
2
Bab. 2. Rejeki.
3
Bab. 3. Rumah Sakit.
4
Bab. 4. Kembali ke rumah sakit.
5
Bab. 5. Pria menyebalkan
6
Bab. 6. Uang Satu Miliyar.
7
Bab. 7. Secepatnya menikah
8
Bab. 8. Bertemu di restoran.
9
Bab. 9. Menyukai uang.
10
Bab. 10. Pernikahan.
11
Bab. 11. Tamu
12
Bab. 12. Satu ranjang.
13
Bab. 13. Ke rumah Elvano.
14
Bab. 14. Cambukkkan.
15
Bab. 15. Makan malam.
16
Bab. 16. Sogokan
17
Bab. 17. Rasa hangat.
18
Bab. 18. Seperti keponakan Boy
19
Bab. 19. Sudah tahu yang sebenarnya
20
Bab. 20. Obsesi.
21
Bab. 21. Dendam.
22
Bab. 22. Panggilan kakak
23
Bab. 23. Malam panjang. #1
24
Bab. 24. Malam panjang (2)
25
Bab. 25. Pagi harinya.
26
Bab. 26. Terbuka semuanya.
27
Bab. 27. Bukan anak Brandon.
28
Bab. 28. Pesan dari nomor tak di kenal.
29
Bab. 29. Alexa hilang?
30
Bab. 30. Pulang.
31
Bab. 31. Terharu.
32
Bab. 32. Elvano kehilangan Alexa.
33
Bab. 33. Sikap Tegas Haidar.
34
Bab. 34. Cemburu.
35
Bab. 35. Berlian.
36
Bab. 36. Masalah ciuman.
37
Bab . 37. Di tabrak
38
Bab. 38. Siapa dalang nya?
39
Bab. 39. Ambar!
40
Bab. 40. Harapan.
41
Bab. 41. Alexa sadar.
42
Bab. 42. Melupakan suami.
43
Bab. 43. Merahasiakan
44
Bab. 44. Menunda kehamilan.
45
Bab. 45. Latihan mengantar anak.
46
"Bab. 46. Di pecat.
47
Bab. 47. belanja untuk kado.
48
Bab. 48. Jiwa miskin menjerit
49
Bab. 49. Mual
50
Bab. 50. Nenek Desi
51
Bab. 51. Pernikahan kakek.
52
Bab. 52. Ikut pulang
53
Bab. 53. Di periksa dokter.
54
Bab. 54. Siap
55
Bab. 55. Ngidam.
56
Bab. 56. Kedatangan Wilda
57
Bab. 57. Masak buat Mama mertua.
58
Bab. 58. Wilda egois.
59
Bab. 59. Wilda dan Radit.
60
Bab. 60.Pandangan Elvano pada ibunya.
61
Bab. 61. Dari keluarga miliarder.
62
Bab. 62. Perasaan seorang ibu.
63
Bab. 63. Makanan kesukaan Elvano.
64
Bab. 64. Mami Papi pulang
65
Bab. 65. Pulang.
66
Bab. 66. Raka.
67
Bab. 68. Di antarkan.
68
Bab. 69. Rencana Alexa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!