Bab. 20. Obsesi.

Karena sudah merasa baikan Alexa akhirnya memilih pulang, keduanya pulang menggunakan mobil taksi karena Elvano tidak membawa mobil.

"Nggak ke kantor?" tanya Alexa aneh melihat Elvano yang terlalu effort padanya.

"Aku lelah, aku akan istirahat setelah ini" balas Elvano pura-pura cuek.

Gengsi untuk mengakui jika dia perduli terhadap Alexa.

"Emm, maaf tadi aku meminta orang yang mengantarkan ku untuk menelpon kamu, seharusnya aku nggak ganggu" lanjut Alexa lagi.

Dan Elvano yang bingung dan tak mau membuat Alexa geer memilih diam saja, membuat Alexa kembali berpikir jika Elvano memang benar-benar lelah.

Selama perjalanan pulang keduannya diam, Alexa juga tidak jadi untuk mencari sang ayah karena keadaan nya sedang tidak baik-baik saja.

Entah kenapa Alexa merasa ada yang kurang untuk pulang saat ini, dia berpikir sejenak apa yang kurang hingga Alexa teringat akan belanjaan nya.

"Astaga, kakek pasti marah" Alexa tiba-tiba bersuara lagi.

"Jangan khawatir, kakek tidak akan marah" balas Elvano menjawab.

"Kakek pasti akan mempersulit ku lagi, apalagi aku tidak membawa barang belanjaan pesanan kakek" ucap Alexa dengan raut wajah bingung.

Melihat itu Elvano merasa kasihan, dia melihat keluar kaca mobil dan meminta supir untuk menghentikan mobil di depan supermarket.

"Loh kok berhenti di sini?" tanya Alexa heran.

"Bukan kah kamu tidak mau kakek marah? turun kita belanja" ucap Elvano sambil keluar dari mobil setelah membayar uang taski.

Dan mendengar itu Alexa tentu saja langsung gerak cepat keluar dari taksi menyusul Elvano.

Alexa mengejar Elvano yang sudah berjalan di depan nya dan keduanya berjalan bersamaan.

"Jangan cepat-cepat kaki ku masih sakit" kata Alexa yang berusaha mengejar langkah kaki Elvano yang memang berjalan terlalu cepat.

"Salah sendiri kenapa tidak di antar supir, ketabrak orang kan" balas Elvano sambil berjalan.

"Tanyakan saja pada kakek, dia yang nyuruh aku pergi naik taksi kok" sahut Alexa lagi.

Membuat Elvano menghentikan langkah kakinya lalu tiba-tiba dia berjongkok di depan Alexa.

"Ayo" ucap Elvano sambil melirik ke belakang.

"Mau ngapain?" tanya Alexa bingung.

"Gendong, kaki mu sakit kan?" balas Elvano dengan santainya.

Apa?

"Yang benar saja, tidak mau" Alexa menolak.

"Ya sudah, lagi pula aku tidak akan memaksa" Elvano bangkit dan lanjut berjalan.

Alexa yang melihat itu melongo tidak paham dengan pemikiran pria yang menjadi suaminya itu.

"Apa dia waras?" gumam Alexa merasa merinding.

Dia rasa tadi Elvano sudah sarapan makanan tak jelas, kemana perginya Elvano yang menyebalkan? kenapa dia merasa Elvano sekarang terlihat menggemaskan.

Alexa terus berjalan mengikuti Elvano, dan yang belanja adalah Elvano termasuk mendorong troli nya sedangkan Alexa dia hanya memberitahu apa saja yang akan mereka beli.

"Jangan langsung di masukin, pilih dulu" titah Alexa.

"Apa yang harus dipilih? semuanya sama timbangan nya" balas Elvano heran.

Dan Alexa mengambil daging yang di pegang oleh Elvano, lalu mulai melihat daging di tangannya itu dengan teliti.

Elvano melihat dengan raut wajah bingung nya, dan hal itu terlihat oleh Alexa.

"Kita harus bisa memilih daging ini segar atau tidak, biasanya barang di atas itu sudah lama dan yang baru ada di bawah" jelas Alexa.

"Kalau begitu gampang pilih saja yang di bawah agar tidak repot-repot teliti" kata Elvano menjawab cepat.

Alexa menggeleng.

"Terkadang juga ada barang baru atas, semaunya nggak nentu jadi wajib untuk kita pastikan daging yang pilih segar dan masih fresh. paham?" tanya Alexa.

"Ribet" balas Elvano sambil mengambil belanjaan lain nya.

"Ya sudah aku pilih daging yang busuk aja, biar keracunan sekalian" kata Alexa dengan wajah tak senang nya.

Dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Elvano, tapi bukan Alexa yang takut begitu saja dia malah santai dan berlalu lanjut memilih belanjaan nya lain tanpa memperhatikan tatapan wajah Elvano kepadanya.

Setelah semuanya sudah masuk troli Alexa dan Elvano berjalan ke arah kasir, Alexa mengeluarkan kartu nya dan berniat memberikan pada penjaga supermarket.

"Tidak usah, biarkan aku saja yang membayar" kata Elvano yang malah lebih dulu memberikan kartu nya.

Alexa tak mempermasalahkan hal itu, dia malah senang karena tidak harus mengeluarkan uang untuk belanjaan nya.

Karena sudah selesai keduanya pun memilih lanjut pulang, dan selama di perjalanan Elvano tak banyak obrolan dengan Alexa keduanya saling diam hingga akhirnya mobil mereka sampai ke rumah Elvano dan kakeknya.

"Diam sebentar" ucap Elvano.

Alexa melirik dengan bingung, tapi Elvano malah membuka pintu mobil nya dan keluar dari mobil.

Saat Alexa sedang akan membuka sabuk pengaman nya tiba-tiba pintu mobil di buka oleh Elvano yang tiba-tiba menggendong tubuh nya.

Kaget karena tiba-tiba di gendong tentu saja Alexa berontak meminta di lepaskan.

"Diam lah, aku hanya ingin membuat kakek jera untuk menjodohkan ku" ucap Elvano sambil berjalan.

"Iya tahu ini hanya pura-pura tapi bisa nggak usah pegang bokoong, jangan cari kesempatan dalam kesempitan ya" Alexa memperingati dengan wajah menahan kesalnya.

Elvano tersenyum, dia malah semakin sengaja dengan meremas begitu saja kedua bulatan padat di belakang itu.

Dan membuat Alexa melotot karena Elvano benar-benar ingin dia hajar.

"Hey! lepaskan aku" ucap Alexa dengan suara tertahan nya karena tidak mungkin dia berteriak di sini.

Elvano tak menjawab dan terus berjalan hingga mereka masuk ke dalam rumah dan saat di ruang TV mereka berpapasan dengan kakek Wijaya.

Tapi bukan nya berhenti Elvano malah semakin sengaja memperlihatkan kemesraan nya, membuat kakek Wijaya yang melihat itu merasa muak dan kesal.

Saat akan menyalakan TV tiba-tiba ponsel nya berdering, dan nama Ambar tertera di layar ponsel nya.

"Ya hallo"

"Kakek! aku tidak mau tahu aku mau menikah secepatnya dengan kak Vano" ucap Ambar agak berteriak.

"Kau pikir itu mudah? sudah kakek bilang kau harus berusaha sendiri" balas kakek Wijaya sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.

Dia memang ingin cucunya lepas dari Alexa dan menikahi Ambar, tapi dia juga enggan berurusan dengan segala hal yang berbau percintaan karena dia malas mengurusi dunia anak muda.

"Kakek sudah janji akan membuat aku menikah dengan kak Vano, ayolah kakek cari cara untuk kak Vano mau menikahi ku" mohon Ambar merengek.

"Kakek malas, pikirkan sendiri cara nya untuk menarik perhatian nya. kau pintar dan cantik Ambar kakek sudah tua dan kakek malas berdebat lagi" kata kakek Wijaya membalas dengan mata yang melihat ke TV.

"Kakek menyebalkan, lihat saja aku akan membuat hal yang gila jika kakek tak membantu ku" Ambar mengancam.

"Hal gila seperti menabrak Alexa?" tanya kakek Wijaya.

"Kakek tahu?" tanya Ambar kaget.

"Kakek hanya menebak, tapi jika benar itu artinya kau sudah kelewatan. jangan libatkan nyawa seseorang itu berbahaya" kata kakek Wijaya memberitahu.

"Siapa dia? dia hanya orang tidak penting kek, dia orang rendahan bahkan jika mati pun tidak akan ada orang yang perduli padanya kakek" sahut Ambar lagi.

Mendengar jawaban Ambar kakek Wijaya merasa kepalanya semakin pusing dan akhirnya memilih mengakhiri panggilan nya sepihak.

"Kenapa aku merasa anak itu sudah gila" gumam kakek Wijaya menggelengkan kepadanya.

Dan akhirnya memilih mematikan TV nya lalu kembali ke kamarnya untuk istirahat.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

ra sa kan kek!!! ngenes kan lihat cucumenantuidamanmu??

2024-05-15

1

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

kakek baru tau yah blm lg dia sering ke club dan udah gak virgin jg kek 😁

2024-05-03

2

Miss Typo

Miss Typo

lihat tuh kek wanita yg mau kamu jodohkan dgn cucumu, wanita gila

2024-04-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Di rendahkan.
2 Bab. 2. Rejeki.
3 Bab. 3. Rumah Sakit.
4 Bab. 4. Kembali ke rumah sakit.
5 Bab. 5. Pria menyebalkan
6 Bab. 6. Uang Satu Miliyar.
7 Bab. 7. Secepatnya menikah
8 Bab. 8. Bertemu di restoran.
9 Bab. 9. Menyukai uang.
10 Bab. 10. Pernikahan.
11 Bab. 11. Tamu
12 Bab. 12. Satu ranjang.
13 Bab. 13. Ke rumah Elvano.
14 Bab. 14. Cambukkkan.
15 Bab. 15. Makan malam.
16 Bab. 16. Sogokan
17 Bab. 17. Rasa hangat.
18 Bab. 18. Seperti keponakan Boy
19 Bab. 19. Sudah tahu yang sebenarnya
20 Bab. 20. Obsesi.
21 Bab. 21. Dendam.
22 Bab. 22. Panggilan kakak
23 Bab. 23. Malam panjang. #1
24 Bab. 24. Malam panjang (2)
25 Bab. 25. Pagi harinya.
26 Bab. 26. Terbuka semuanya.
27 Bab. 27. Bukan anak Brandon.
28 Bab. 28. Pesan dari nomor tak di kenal.
29 Bab. 29. Alexa hilang?
30 Bab. 30. Pulang.
31 Bab. 31. Terharu.
32 Bab. 32. Elvano kehilangan Alexa.
33 Bab. 33. Sikap Tegas Haidar.
34 Bab. 34. Cemburu.
35 Bab. 35. Berlian.
36 Bab. 36. Masalah ciuman.
37 Bab . 37. Di tabrak
38 Bab. 38. Siapa dalang nya?
39 Bab. 39. Ambar!
40 Bab. 40. Harapan.
41 Bab. 41. Alexa sadar.
42 Bab. 42. Melupakan suami.
43 Bab. 43. Merahasiakan
44 Bab. 44. Menunda kehamilan.
45 Bab. 45. Latihan mengantar anak.
46 "Bab. 46. Di pecat.
47 Bab. 47. belanja untuk kado.
48 Bab. 48. Jiwa miskin menjerit
49 Bab. 49. Mual
50 Bab. 50. Nenek Desi
51 Bab. 51. Pernikahan kakek.
52 Bab. 52. Ikut pulang
53 Bab. 53. Di periksa dokter.
54 Bab. 54. Siap
55 Bab. 55. Ngidam.
56 Bab. 56. Kedatangan Wilda
57 Bab. 57. Masak buat Mama mertua.
58 Bab. 58. Wilda egois.
59 Bab. 59. Wilda dan Radit.
60 Bab. 60.Pandangan Elvano pada ibunya.
61 Bab. 61. Dari keluarga miliarder.
62 Bab. 62. Perasaan seorang ibu.
63 Bab. 63. Makanan kesukaan Elvano.
64 Bab. 64. Mami Papi pulang
65 Bab. 65. Pulang.
66 Bab. 66. Raka.
67 Bab. 68. Di antarkan.
68 Bab. 69. Rencana Alexa.
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab. 1. Di rendahkan.
2
Bab. 2. Rejeki.
3
Bab. 3. Rumah Sakit.
4
Bab. 4. Kembali ke rumah sakit.
5
Bab. 5. Pria menyebalkan
6
Bab. 6. Uang Satu Miliyar.
7
Bab. 7. Secepatnya menikah
8
Bab. 8. Bertemu di restoran.
9
Bab. 9. Menyukai uang.
10
Bab. 10. Pernikahan.
11
Bab. 11. Tamu
12
Bab. 12. Satu ranjang.
13
Bab. 13. Ke rumah Elvano.
14
Bab. 14. Cambukkkan.
15
Bab. 15. Makan malam.
16
Bab. 16. Sogokan
17
Bab. 17. Rasa hangat.
18
Bab. 18. Seperti keponakan Boy
19
Bab. 19. Sudah tahu yang sebenarnya
20
Bab. 20. Obsesi.
21
Bab. 21. Dendam.
22
Bab. 22. Panggilan kakak
23
Bab. 23. Malam panjang. #1
24
Bab. 24. Malam panjang (2)
25
Bab. 25. Pagi harinya.
26
Bab. 26. Terbuka semuanya.
27
Bab. 27. Bukan anak Brandon.
28
Bab. 28. Pesan dari nomor tak di kenal.
29
Bab. 29. Alexa hilang?
30
Bab. 30. Pulang.
31
Bab. 31. Terharu.
32
Bab. 32. Elvano kehilangan Alexa.
33
Bab. 33. Sikap Tegas Haidar.
34
Bab. 34. Cemburu.
35
Bab. 35. Berlian.
36
Bab. 36. Masalah ciuman.
37
Bab . 37. Di tabrak
38
Bab. 38. Siapa dalang nya?
39
Bab. 39. Ambar!
40
Bab. 40. Harapan.
41
Bab. 41. Alexa sadar.
42
Bab. 42. Melupakan suami.
43
Bab. 43. Merahasiakan
44
Bab. 44. Menunda kehamilan.
45
Bab. 45. Latihan mengantar anak.
46
"Bab. 46. Di pecat.
47
Bab. 47. belanja untuk kado.
48
Bab. 48. Jiwa miskin menjerit
49
Bab. 49. Mual
50
Bab. 50. Nenek Desi
51
Bab. 51. Pernikahan kakek.
52
Bab. 52. Ikut pulang
53
Bab. 53. Di periksa dokter.
54
Bab. 54. Siap
55
Bab. 55. Ngidam.
56
Bab. 56. Kedatangan Wilda
57
Bab. 57. Masak buat Mama mertua.
58
Bab. 58. Wilda egois.
59
Bab. 59. Wilda dan Radit.
60
Bab. 60.Pandangan Elvano pada ibunya.
61
Bab. 61. Dari keluarga miliarder.
62
Bab. 62. Perasaan seorang ibu.
63
Bab. 63. Makanan kesukaan Elvano.
64
Bab. 64. Mami Papi pulang
65
Bab. 65. Pulang.
66
Bab. 66. Raka.
67
Bab. 68. Di antarkan.
68
Bab. 69. Rencana Alexa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!