Saat baru kembali pulang Alexa yang pulang nya malam nampak berjalan dengan langkah yang seperti orang yang mengendap-ngendap.
"Seperti nya nggak ada orang, syukurlah" sejenak Alexa bisa bernafas lega.
Dia pikir orang-orang rumah mungkin sedang di dalam kamar, memang seharian ini Alexa menghabiskan waktunya di luar untuk mencari sang ayah.
Dan Alexa tidak mengabari karena memang dia terlalu fokus untuk mencari sang ayah yang sudah menghilang dua hari ini.
"Dari mana saja!" terdengar suara tak asing.
Membuat Alexa melirik ke samping, dan dia terkejut melihat Boy yang berdiri di samping nya dengan tampang menyebalkan.
"Kamu bikin kaget saja" Alexa berkata dengan wajah agak kesal.
Dia pikir suara itu milik kakek Wijaya, bisa panjang masalahnya jika aki-aki peot itu sampai memergoki nya.
Boy tersenyum dan mendekati Alexa yang nampak masih terkejut itu.
"Hayo, habis dari mana?" tanya Boy kepo.
"Dari mana aku ya terserah aku, kamu jangan ikut campur" balas Alexa pelan.
Tentunya dia sengaja mengecilkan suaranya agar kakek Wijaya tak keluar dari kamarnya.
Boy tersenyum tahu jika Alexa begitu di buat gila oleh kakek Wijaya, padahal menurutnya kakek Wijaya sangat baik hanya saja memang agak rese dalam beberapa hal contohnya orang biasa.
Menurut yang dia tahu kakek Wijaya memiliki kemarahan tersendiri, dan hal itu di sebabkan oleh Papa nya Elvano yang memilih meningalkan putrinya dan menikahi wanita dari keluarga sederhana.
"Kamu nggak takut di marahi Bang El?" tanya Boy.
"Nggak" balas Alexa singkat.
"Oh, ya sudah sana pergi. bang El lagi ke dapur jangan sampai kamu di marahi di depan ku" ucap Boy mengusir.
"Dia sudah pulang?" tanya Alexa kaget.
Boy mengangguk.
"Baru saja, jadi cepat ke kamar mu sebelum dia masuk kamar dan melihat kamu baru pulang dari luar" lanjut Boy lagi.
Alexa yang mendengar itu nampak senang, dia berjalan berniat pergi tapi tak jadi karena Alexa melirik Boy.
Boy menatap Alexa dengan bingung karena tak jadi pergi.
"Kenapa?" tanya Boy.
"Nggak, aku mau ngucapin makasih" kata Alexa dengan wajah yang menurut Boy sangat datar.
"Tentu, aku memang baik" balas Boy tersenyum senang memuji diri sendiri.
Alexa melihat Boy sebentar lalu memilih pergi tanpa kata.
Boy melihat kepergian Alexa dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
"Keponakan ku sudah besar" gumam Boy sambil berjalan ke arah dapur berniat menyusul Elvano.
****
Alexa yang baru sampai memilih langsung mandi dan saat dia keluar dari kamar mandi Alexa malah berpapasan dengan Elvano yang baru masuk ke dalam kamar.
Elvano menatap Alexa sebentar, keduanya sempat saling tatap menatap hingga akhirnya Alexa sadar jika mata Elvano tertuju pada tubuh nya.
"Tutup matamu!" ucap Alexa sambil menutupi bagian tubuh nya dengan tangan.
"Aku sudah sering melihat tubuh seperti itu, jangan geer aku tertarik dengan tubuhmu" balas Elvano sambil melepaskan jas kerja nya.
Lalu mulai membuka satu persatu kancing kemeja nya, dan hal itu tak luput dari pandangan Alexa yang masih menatap Elvano di depan nya.
"Siapa juga yang geer, males" ketus Alexa sambil berjalan ke arah almari dan mulai mengambil pakaiannya.
Elvano melihat Alexa yang sedang mengambil baju, saat Alexa membelakangi nya entah kenapa rasanya gadis itu terlihat seksi di matanya.
Bookoong yang padat dan juga kaki yang jenjang membuat tubuh Alexa terlihat sangat sexy dengan tubuh proporsional nya.
Glek..
Elvano menelan ludahnya saat melihat Alexa yang memakai pakaian tanpa malu di depan matanya.
"Kau ingin menggodaku" Elvano berjalan mendekat.
"Menggoda?" tanya Alexa berbalik.
Dan belum mendapatkan jawaban tubuh nya sudah di tarik oleh Elvano dan di baringkan di ranjang.
Sadar akan apa yang di lakukan selanjutnya Alexa langsung berontak dan mencoba bangkit.
"Kamu tidak akan bisa lepas setelah membangunkan singa lapar" kata Elvano menindih tubuh Alexa.
"Singa lapar? apa maksud mu" Alexa yang tidak paham sempat-sempatnya bertanya.
Tapi tentu saja tidak mendapatkan penjelasan cepat, karena Elvano malah mendekatkan wajahnya ke wajah Alexa.
Alexa mencoba menghindar, tentunya dia masih belum siap untuk memberikan tubuh nya.
"Jangan" ucap Alexa.
"Aku suami mu, dan sebagai suami mu aku berhak mengambil hak ku sebagai suamimu" balas Elvano tegas.
Alexa menggeleng.
"Kamu tidak menuliskan semua itu di surat perjanjian, jadi aku nggak akan rela melakukan nya!" tegas Alexa menjawab cepat.
"Apa itu harus di tuliskan?" Elvano semakin mendekatkan wajah nya.
Alexa memejamkan matanya dengan ekpresi takut nya, dan hal itu bisa di lihat oleh Elvano yang setia menatap wajah cantiknya.
Jantung Alexa berdegup kencang, saat ini Alexa merasakan rasa bingung dan takut di saat yang bersamaan.
Tiba-tiba Elvano bangkit dari tubuh Alexa, dan hal itu membuat Alexa membuka matanya dan melihat Elvano yang membuka kemeja nya ke sembarangan arah.
"Nggak jadi?" gumam Alexa bingung.
Elvano yang membelakangi langsung berbalik dan kembali mendekati Alexa.
"Dua hari lagi, aku memberi waktu untuk mu bersiap karena aku akan mengambil hak ku" ucap Elvano dengan wajah dingin nya.
Dua hari?
Alexa semakin di buat bingung, apakah itu artinya jika Elvano akan meminta hak nya yaitu kesucian nya tepat Dua hari lagi? atau hanya sebuah ciuman?.
Melihat Alexa yang diam saja membuat Elvano akhirnya memilih untuk berjalan dan masuk ke kamar mandi.
"Hampir saja bibir ku ternodai" Alexa memegang bibirnya.
Meski tidak sempat berciuman tapi Alexa dapat merasakan jika tadi bibir mereka bersentuhan, dan itu cukup rasanya cukup aneh untuk Alexa yang masih polos.
"Apakah aku memperbolehkan saja untuk dia menciumku? tapi bagaimana kalau malah kebablasan, lalu aku hamil dan di buang menjadi janda satu anak" Alexa berbicara sendiri.
Saat makan malam Alexa yang sudah duduk menatap heran pada Boy yang malah ikut makan malam bersama keluarga suaminya.
Dia jadi penasaran sedekat apa Boy dengan Elvano sampai bisa ikut makan malam.
Boy juga diam-diam memperhatikan Alexa, dan hal itu di sadari oleh kacamata Elvano yang menatap tak suka pada Boy.
"Seperti nya ipar Haidar menyukai Alexa, bagus jika begitu semoga saja bocah nakal itu bisa membawa pergi gadis miskin itu dari kehidupan cucu ku" batin kakek Wijaya yang malah senang jika Boy menyukai Alexa.
Setelah selesai makan malam Boy menghampiri Alexa yang sedang membereskan piring kotor.
"Apakah kakek tua itu rese pada mu? Lexa" tanya Boy.
"Tidak, kakek mengajari ku hal yang baik untuk membereskan bekas makanan tadi" balas Alexa sambil berjalan.
"Jika dia membuat mu tak nyaman jangan sungkan bicara padaku, aku akan membantu mu" kata Boy lagi.
Membuat Alexa langsung menatap Boy dengan wajah aneh nya.
"Kamu menyukai ku?" tanya Alexa.
Aneh saja dia malah bertemu Boy yang baik, dan Alexa yakin jika Boy baik karena ada maunya atau niatan lain padanya.
Boy mendengar pertanyaan itu tersenyum dan mengangguk.
"Ya aku suka tapi sebagai saudara, sudah aku bilang aku akan menjaga mu karena nama mu kamu seperti nama___" ucap Boy terpotong.
"Seperti keponakan mu, aku jadi penasaran siapa keponakan mu itu. apakah dia seusia ku?" tanya Alexa penasaran.
"Hem, dia seusia mu dan mungkin wajah kalian juga mirip karena sama-sama cantik" balas Boy lagi.
Alexa diam, jadi sepupu Boy seusianya. dia pikir sepupu Boy masih anak-anak atau mungkin masih bayi karena yang Alexa tahu keponakan Boy menghilang atau di culik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Kamiem sag
keponakan?
sepupu?
pusing gak sih thor?
SEPUPU = anak om/tante dari pihak ibu
ataupun ayah kita
PONAKAN= anak dari saudara kita atau
anak saudara istri/suami kita
begitu bukan?
2024-05-15
1
Cicih Sophiana
jadi Lexa sepupu atau ponakan..
2024-05-03
1
Miss Typo
jadi Not dah bener² yakin kalau Alexa itu keponakannya, Alhamdulillah jadi Alexa secepatnya bisa kumpul bersama keluarga kandungnya
Kamu keponakan Boy yg diculik itu Alexa
2024-04-27
1