Bab. 7. Secepatnya menikah

Besok nya operasi di lakukan karena Alexa sudah membayar biaya operasi sang ayah.

Setelah beberapa jam akhirnya sang ayah keluar dari ruangan operasi dan Alexa bersyukur karena sang ayah sudah mulai membaik.

"Lexa" panggil Brandon saat dia baru membuka matanya.

"Ayah, bagaimana apa ayah sudah merasa baikan?" tanya Alexa menatap pria yang badan nya sekarang sudah mulai kurus.

Brandon terdiam sebentar nampak sedang memikirkan sesuatu.

Dia ingat jika sebelumnya dia berniat membeli sesuatu ke supermarket untuk keperluan memasak nya, tapi di tengah perjalanan dia malah bertemu dengan seseorang pria yang terus mengikuti nya.

Pria itu terus mengikuti nya hingga akhirnya Brandon yang melarikan diri itu berakhir di tabrak sebuah mobil.

"Apa yang terjadi pada ayah, kenapa ayah bisa sampai tertabrak?" tanya Alexa lagi.

Brandon tersadar dari lamunan nya dan langsung menatap sang putri.

"Ayah sedang menyebrang dan tidak melihat jalanan, ini salah ayah" ucap Brandon memilih berbohong.

Tidak ingin putrinya mencari tahu siapa yang menabrak nya dan penyebab kecelakaan yang terjadi padanya.

Brandon tak ingin Alexa banyak mencari tahu karena dia belum sanggup untuk kehilangan Alexa.

"Ayah, lain kali ayah di rumah saja. istirahat jangan keluar aku tidak mau ayah kenapa-kenapa lagi. aku hanya punya ayah jadi berjanjilah untuk tidak melakukan hal yang akan membuat ayah terluka" ucap Alexa sambil memeluk Brandon.

"Iya, ayah minta maaf. tapi Lexa dari mana kamu memiliki banyak uang untuk biaya operasi ayah? Jangan bilang kamu___" kata Brandon berhenti karena Alexa menghentikan ucapannya.

"Aku tidak melakukan hal aneh ayah, tenang saja aku tetap anak baik ayah" balas Alexa cepat.

Brandon melepaskan pelukannya lalu menatap sang putri dengan senyuman nya.

"Ayah sangat menyayangi mu, jadi ayah mohon jangan melakukan hal yang aneh yang akan merugikan dirimu sendiri" kamu Brandon memberitahu.

"Iya ayah, aku nggak akan melakukan hal aneh. janji" Alexa membalas dengan senyuman nya.

Lalu Alexa terdiam dan melihat jam tangan yang melingkar di tangan nya.

"Astaga, ini waktunya aku bertemu dengan Pria menyebalkan itu" batin Alexa dalam hatinya.

Alexa melirik sang ayah lalu mengambil tas kecilnya.

"Ayah, aku pamit dulu. nanti malam aku kesini temenin ayah lagi" ucap Alexa meminta ijin.

"Mau kemana?" tanya Brandon dengan wajah selidik nya.

"Aku mau bertemu dengan Elvano" Alexa menjawab.

Elvano?

"Siapa dia?" tanya Brandon.

"Calon suami aku" balas Alexa menggantung, penasaran dengan reaksi sang ayah.

Apa!

Calon suami?

"Kamu mau menikah?" tanya Brandon dengan suara nya yang keras.

Alexa mengangguk sebagai jawaban, dan membuat Brandon tidak bisa percaya karena selama ini sang putri tak pernah berpacaran.

"Katakan siapa pria itu? " tanya Brandon lagi.

"Ayah kita bahas nanti saja, aku sudah telat. aku janji akan menjelaskan semuanya" ucap Alexa membalas.

"Lexa jelaskan dulu" Brandon menahan.

Tapi Alexa tidak bisa menunda lagi, apalagi Elvano sudah memperingati jika dia tidak boleh telat.

"Ayah, nanti aku jelaskan. Aku pergi dulu" Alexa melepaskan tangan Brandon yang menahan nya.

Lalu Alexa pun pergi tanpa menunggu tanggapan dari sang ayah.

Brandon melihat Alexa yang sudah menghilang dari pandangan nya itu, lalu dia menghembuskan nafasnya kasar.

Hufh..

"Sudah 13 tahun berlalu, Alexa sudah tumbuh menjadi gadis yang ceria dan pekerja keras, Samuel." gumam Brandon sambil melihat ke arah pintu dengan pandangan menerawang.

****

Di sisi lain nampak Alexa yang sudah menemui Elvano di ruangan nicu.

Elvano melotot tajam pada Alexa yang tidak merias wajahnya, bahkan penampilan Alexa masih sama seperti semalam tidak mandi dan tidak berubah sedikitpun.

"Sudah ku bilang kau harus ke salon dulu memperbaiki penampilan mu bukan!" bisik Elvano di telinga Alexa.

Pria itu nampak marah apalagi Alexa tidak melakukan sesuai perintahnya.

"Maaf tuan, aku tidak sempat" balas Alexa singkat.

"Tidak sempat? lalu kau melakukan apa seharian ini? hah! " balas Elvano lagi, dan masih dengan bisikan di telinga nya Alexa.

Alexa menatap Elvano yang menurutnya bawel sekali.

Dan saat Alexa akan balik marah tiba-tiba seorang pria tua nampak baru bangun dari tidurnya dan memanggil Elvano.

"El" panggil kakek Wijaya.

"Ini calon istrimu yang tidak jelas itu?" tanya kakek Wijaya lanjut.

Elvano melirik Alexa yang berdiri di samping nya itu, Lalu mengangguk pelan.

"Kakek jangan menjodohkan aku dengan wanita pilihan kakek, aku sudah punya calon istri" ucap Elvano santai dan tanpa ragu memamerkan Alexa sebagai calon istrinya.

Kakek Wijaya melirik Alexa yang menurutnya penampilan nya sangat sederhana.

"Dia dari keluarga mana?" tanya Kakek Wijaya memandang rendah.

"Keluarga baik-baik yang jelas" balas Alexa tanpa ragu menjawab cepat.

"Kenalkan kek, nama ku Alexa" ucap Alexa memperkenalkan dirinya.

Kakek Wijaya nampak acuh dan memperlihatkan wajah ketidaksukaan nya itu.

"Siapa nama ayah mu?" tanya kakek Wijaya lagi.

"Kebetulan ayah saya sedang di rumah sakit ini juga, kakek bisa berkenalan dengan nya kalau mau" jawab Alexa membalas dengan santai.

Kakek Wijaya nampak masih memandang rendah Alexa yang menurutnya pasti keturunan dari keluarga miskin.

Dia tentunya tak akan setuju jika cucu nya satu-satunya menikah dengan wanita tidak jelas asal usulnya dan apalagi Alexa terlihat dari keluarga yang biasa-biasa saja karena dari pakaian yang di pakai wanita itu adalah pakaian yang tidak bermerek.

"Aku harap kakek bisa menerima jika aku akan menikahi Alexa" Elvano kembali bersuara lagi.

"Tidak! kamu harus menikah dengan wanita pilihan kakek! bisa malu kakek kalau sampai kamu menikah dengan wanita miskin ini!" kakek Wijaya mantap rendah Alexa.

Dan melihat sikap tak menyenangkan kakek Wijaya Alexa tentu saja kesal.

Sebisa mungkin Alexa menahan dirinya untuk tak membalas perkataan pedas dari pria tua di depan nya itu.

"Dasar pria tua bau tanah tidak tau diri, dia pikir kalau mati dia juga akan membawa kekayaan nya apa, mau miskin mau kaya semuanya mati membawa kain kafan bukan kekayaan" batin Alexa menggerutu di dalam hatinya.

Elvano melirik Alexa lalu dan Alexa yang sadar jika keberadaan nya menjadi batas penghalang yang membuat kedua proa itu cekcok pun akhirnya memutuskan untuk keluar ruangan ICU.

Dan tinggalah Elvano dan Kakek Wijaya berdua xi ruangan nya.

"Kakek hanya ingin kamu menikahi wanita pilihan kakek hanya itu, El. kenapa susah sekali" ucap kakek Wijaya sambil melihat wajah cucu nya.

"Kakek tahu aku tidak suka di paksa, jadi jangan sesekali memaksa aku melakukan hal yang tidak aku sukai!" balas Elvano tak suka.

"Baiklah jika kau tak mau maka kakek akan mati saja" ancam kakek Wijaya.

"Ini yang kesekian kalinya kakek mengancam ku, aku punya pilihan sendiri" kata Elvano lagi.

"Kau memang keras kepala seperti papa mu! memilih wanita tak jelas dan lihat seperti apa yang terjadi papa mu yang___" ucap kakek Wijaya terpotong karena Elvano menyela ucapan nya.

"Terserah, aku tetap akan menikahi wanita pilihan ku!" tegas Elvano sambil melengos pergi begitu saja.

Saat keluar Elvano melihat Alexa yang duduk di kursi tunggu dengan wajah marah nya.

"Sudah aku bilang pergi ke salon, kenapa kau tidak menurut! hah" bentak Elvano marah.

"Maaf tuan saya akan ke salon setelah ini" balas Alexa beranjak dari duduknya.

Dan melihat Alexa akan pergi Elvano semakin kesal dan menarik tangan Alexa sehingga mendekat pada tubuhnya.

"Kita akan menikah minggu depan" ucap Elvano dengan wajah dingin nya.

"Kenapa tidak sekarang saja biar cepat" balas Alexa santai.

"Kau gila! kau pikir persiapan menikah bisa secepat itu" Elvano memarahi Alexa.

Alexa menatap Elvano lalu mengangguk.

"Bukan kah orang kaya bisa melakukan segala sesuatu dengan cepat, tuan?" tanya Alexa malah bertanya.

Elvano menghembuskan nafasnya kasar lalu mendorong tubuh Alexa agar menjauh darinya.

"Pergi sebelum kesabaran ku semakin menipis!" usir Elvano kesal.

"Ya sudah aku pergi" Alexa dengan senang menurut tanpa merasa terusir.

Elvano melihat Alexa yang menjauh dia menghembuskan nafasnya kasar.

"Dasar gadis menyebalkan lihat saja aku akan membuat dia menyesal karena telah berani masuk ke dalam hidup ku" gumam Elvano dengan senyuman smirk nya.

🌹

Maaf baru up, kemarin-kemarin aku sibuk banget soalnya kakak ipar ku melahirkan dan emang 2 hari 2 malam nginep karena pembukaan yang nggak nambah-nambah.

Tapi alhamdulillah kakak ipar ku sekarang sudah melahirkan baby boy, namanya Muhamad Gibran Ramadhan❤

Terpopuler

Comments

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

keknya Alexa tub cewek Zo bkal dijodohin sama elvano dech

2024-05-29

1

Kamiem sag

Kamiem sag

Alexa Elvano
selamat ya thor atas kelahiran keponakanmu miga jadi kebanggaan kedua orangtunya, keluarga besarnya

2024-05-15

1

Nurwana

Nurwana

kayaknya kebalik deh elvano....

2024-05-14

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Di rendahkan.
2 Bab. 2. Rejeki.
3 Bab. 3. Rumah Sakit.
4 Bab. 4. Kembali ke rumah sakit.
5 Bab. 5. Pria menyebalkan
6 Bab. 6. Uang Satu Miliyar.
7 Bab. 7. Secepatnya menikah
8 Bab. 8. Bertemu di restoran.
9 Bab. 9. Menyukai uang.
10 Bab. 10. Pernikahan.
11 Bab. 11. Tamu
12 Bab. 12. Satu ranjang.
13 Bab. 13. Ke rumah Elvano.
14 Bab. 14. Cambukkkan.
15 Bab. 15. Makan malam.
16 Bab. 16. Sogokan
17 Bab. 17. Rasa hangat.
18 Bab. 18. Seperti keponakan Boy
19 Bab. 19. Sudah tahu yang sebenarnya
20 Bab. 20. Obsesi.
21 Bab. 21. Dendam.
22 Bab. 22. Panggilan kakak
23 Bab. 23. Malam panjang. #1
24 Bab. 24. Malam panjang (2)
25 Bab. 25. Pagi harinya.
26 Bab. 26. Terbuka semuanya.
27 Bab. 27. Bukan anak Brandon.
28 Bab. 28. Pesan dari nomor tak di kenal.
29 Bab. 29. Alexa hilang?
30 Bab. 30. Pulang.
31 Bab. 31. Terharu.
32 Bab. 32. Elvano kehilangan Alexa.
33 Bab. 33. Sikap Tegas Haidar.
34 Bab. 34. Cemburu.
35 Bab. 35. Berlian.
36 Bab. 36. Masalah ciuman.
37 Bab . 37. Di tabrak
38 Bab. 38. Siapa dalang nya?
39 Bab. 39. Ambar!
40 Bab. 40. Harapan.
41 Bab. 41. Alexa sadar.
42 Bab. 42. Melupakan suami.
43 Bab. 43. Merahasiakan
44 Bab. 44. Menunda kehamilan.
45 Bab. 45. Latihan mengantar anak.
46 "Bab. 46. Di pecat.
47 Bab. 47. belanja untuk kado.
48 Bab. 48. Jiwa miskin menjerit
49 Bab. 49. Mual
50 Bab. 50. Nenek Desi
51 Bab. 51. Pernikahan kakek.
52 Bab. 52. Ikut pulang
53 Bab. 53. Di periksa dokter.
54 Bab. 54. Siap
55 Bab. 55. Ngidam.
56 Bab. 56. Kedatangan Wilda
57 Bab. 57. Masak buat Mama mertua.
58 Bab. 58. Wilda egois.
59 Bab. 59. Wilda dan Radit.
60 Bab. 60.Pandangan Elvano pada ibunya.
61 Bab. 61. Dari keluarga miliarder.
62 Bab. 62. Perasaan seorang ibu.
63 Bab. 63. Makanan kesukaan Elvano.
64 Bab. 64. Mami Papi pulang
65 Bab. 65. Pulang.
66 Bab. 66. Raka.
67 Bab. 68. Di antarkan.
68 Bab. 69. Rencana Alexa.
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab. 1. Di rendahkan.
2
Bab. 2. Rejeki.
3
Bab. 3. Rumah Sakit.
4
Bab. 4. Kembali ke rumah sakit.
5
Bab. 5. Pria menyebalkan
6
Bab. 6. Uang Satu Miliyar.
7
Bab. 7. Secepatnya menikah
8
Bab. 8. Bertemu di restoran.
9
Bab. 9. Menyukai uang.
10
Bab. 10. Pernikahan.
11
Bab. 11. Tamu
12
Bab. 12. Satu ranjang.
13
Bab. 13. Ke rumah Elvano.
14
Bab. 14. Cambukkkan.
15
Bab. 15. Makan malam.
16
Bab. 16. Sogokan
17
Bab. 17. Rasa hangat.
18
Bab. 18. Seperti keponakan Boy
19
Bab. 19. Sudah tahu yang sebenarnya
20
Bab. 20. Obsesi.
21
Bab. 21. Dendam.
22
Bab. 22. Panggilan kakak
23
Bab. 23. Malam panjang. #1
24
Bab. 24. Malam panjang (2)
25
Bab. 25. Pagi harinya.
26
Bab. 26. Terbuka semuanya.
27
Bab. 27. Bukan anak Brandon.
28
Bab. 28. Pesan dari nomor tak di kenal.
29
Bab. 29. Alexa hilang?
30
Bab. 30. Pulang.
31
Bab. 31. Terharu.
32
Bab. 32. Elvano kehilangan Alexa.
33
Bab. 33. Sikap Tegas Haidar.
34
Bab. 34. Cemburu.
35
Bab. 35. Berlian.
36
Bab. 36. Masalah ciuman.
37
Bab . 37. Di tabrak
38
Bab. 38. Siapa dalang nya?
39
Bab. 39. Ambar!
40
Bab. 40. Harapan.
41
Bab. 41. Alexa sadar.
42
Bab. 42. Melupakan suami.
43
Bab. 43. Merahasiakan
44
Bab. 44. Menunda kehamilan.
45
Bab. 45. Latihan mengantar anak.
46
"Bab. 46. Di pecat.
47
Bab. 47. belanja untuk kado.
48
Bab. 48. Jiwa miskin menjerit
49
Bab. 49. Mual
50
Bab. 50. Nenek Desi
51
Bab. 51. Pernikahan kakek.
52
Bab. 52. Ikut pulang
53
Bab. 53. Di periksa dokter.
54
Bab. 54. Siap
55
Bab. 55. Ngidam.
56
Bab. 56. Kedatangan Wilda
57
Bab. 57. Masak buat Mama mertua.
58
Bab. 58. Wilda egois.
59
Bab. 59. Wilda dan Radit.
60
Bab. 60.Pandangan Elvano pada ibunya.
61
Bab. 61. Dari keluarga miliarder.
62
Bab. 62. Perasaan seorang ibu.
63
Bab. 63. Makanan kesukaan Elvano.
64
Bab. 64. Mami Papi pulang
65
Bab. 65. Pulang.
66
Bab. 66. Raka.
67
Bab. 68. Di antarkan.
68
Bab. 69. Rencana Alexa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!