Belum genap satu hari tinggal bersama Elvano Alexa sudah merasa berat, seperti nya Alexa sekarang tahu kenapa Elvano memberikan uang 1 M untuk nya hanya untuk menjadi istrinya itu semua karena Elvano memiliki kakek yang cerewet dan bermulut pedas.
Tapi meski begitu bukan Alexa nama nya yang mudah di tindas, gadis 20 tahun itu tidak mudah bersedih untuk sesuatu yang tidak penting.
"Tenang Lexa, hanya perlu menjadi istri selama satu tahun setelah itu kau kaya karena punya banyak uang" gumam Alexa mencoba kuat.
Alexa menguatkan dirinya dengan menjanjikan akan menjadi kaya raya nanti setelah janda, dia berniat membuka usaha tempat makan setelah tugas nya menjadi istri Elvano selesai.
Karena bingung harus melakukan apa dan Elvano juga sibuk sendiri di kamar nya Alexa akhirnya memilih berkeliling di rumah mewah suaminya ini.
Kaki Alexa terus melangkah menyisiri setiap lorong bangunan mewah dan megah ini, sambil sesekali dia mengucapkan kata Waw karena ini pengalaman pertama nya masuk ke dalam rumah megah.
"Maaf nona" ucap bibi pembantu yang tak sengaja berpapasan dengan Alexa.
"Tidak masalah, aku yang salah kok karena nggak fokus" balas Alexa sambil melihat sekeliling nya.
"Nona butuh bantuan?" tanya bibi pembantu.
Alexa menggeleng cepat.
"Em, di sini kamar nya banyak ya?" tanya Alexa.
"Ada 12 kamar nona, 5 kamar di lantai atas dan 7 kamar di lantai dasar" balas bibi pembantu menjelaskan.
"Banyak banget, emang di sini ada berapa orang?" tanya Alexa lagi.
"Hanya ada tuan muda dan tuan besar, tapi terkadang juga ada tamu tuan besar yang menginap dan teman tuan muda" jelas bibi pembantu kembali menjelaskan.
Alexa manggut-manggut saja, semakin kepo dengan penghuni rumah mewah ini.
"Apakah disini ada wanita selain aku?" tanya Alexa.
"Dulu ada, nyonya besar tapi 4 tahun lalu nyonya besar sudah meninggal karena sakit" jelas Bibi lagi.
"Kalau mertuaku?" sekali lagi Alexa kepo.
Bibi pembantu diam dan melirik kesemua arah sebelum menjelaskan.
"Untuk nyonya dan tuan sebenarnya mereka tidak di ketahui, ibu tuan muda sudah lama tidak pulang lebih tepatnya sejak tuan muda SMP, dan untuk ayah tuan muda dia pergi bersama selingkuhan nya" bisik bibi pembantu pelan karena takut ketahuan.
Setiap pekerja di rumah sebenarnya di larang membahas privasi keluarga Wijaya, dan itu kenapa bibi pembantu berbicara dengan pelan agar tidak ketahuan sang majikan.
Alexa diam mendengar penjelasan bibi, pantas saja kakek Wijaya begitu membenci wanita dari kalangan bawah karena mungkin memiliki rasa kesal atas perselingkuhan anak menantu nya.
"Oh gitu,makasih ya bi infonya" Alexa berterimakasih.
"Sama-sama nona, semoga nona betah ya. kalah begitu saya permisi dulu nona" balas bibi pembantu yang langsung pergi.
Alexa diam dan melihat bibi yang berjalan terburu-buru itu.
"Oke, sekarang aku tau akar permasalahan nya, pantes keduanya kaya merendahkan banget orang miskin kaya aku" Alexa berbicara sendiri.
Dan saat sedang larut dengan pikiran nya tiba-tiba terdengar suara bising.
Alexa gerak cepat untuk pergi ke arah sumber suara, dan saat melihat Elvano yang sedang marah-marah pada bibi pembantu yang tadi mengobrol dengan nya.
"Kau tau apa kesalahan mu?" tanya Elvano dingin.
"Maafkan saya tuan, saya salah" wanita itu tiba-tiba bersujud di depan kaki Elvano.
Alexa melihat dengan wajah bingung nya, tapi belum hilang kebingungan nya dia di buat kaget dengan apa yang Elvano lakukan.
Elvano menginjak kaki wanita itu, dan tak hanya itu dia mengambil cambuuuuk yang membuat Alexa melotot.
"Saya salah tuan, maafkan saya. saya salah" bibi pembantu itu terus mengulangi kata yang sama.
"Ini hukuman mu, terimalah!" kata Elvano tegas.
Dan saat tangan Elvano masih melayang di awan dengan memegang cambuuuuuk Alexa langsung melindungi tubuh bibi itu dengan tubuhnya.
Awww!
Alexa meringis sakit saat satu cambukkaaaaan mendarat di punggung nya.
"Apa yang kau lakukan! cepat menyingkir lah" ucap Elvano dingin.
Alexa membantu bibi pembantu itu untuk berdiri, meski wanita itu enggan beranjak dari duduknya.
"Bibi, ayo berdiri jangan mau di siksa" ucap Alexa masih mengajak bibi pembantu itu berdiri.
Dan masih di tolak oleh wanita itu yang masih menunduk dan bersujud di depan kaki seorang Elvano.
Alexa menyerhitkan dahinya heran karena melihat bibi pembantu yang terlihat ketakutan itu.
Matanya melirik dan menatap Elvano yang memberikan tatapan tajam kepadanya.
"Masuk kamar!" titah nya tegas.
"Nggak, kamu jangan kejam jadi orang! dia nggak salah kenapa di siksa? kamu pikir kamu siapa bisa menyiksa orang lain? hah!" Alexa dengan lantang bertanya pada Elvano.
Beberapa pekerja lain nampak menunduk takut, di sini memang ada 3 bibi pembantu dan 2 security karena memang rumah nya besar.
Elvano melepaskan cambuuuuk di tangan nya dan menarik paksa Alexa untuk ikut ke dalam kamar nya.
"Nggak mau, cepat jelasin kenapa kamu melakukan tindakan kejam itu. hey lepaskan!" Alexa berontak.
"Diamlah atau aku akan melakukan hal yang sama kepadamu!" tegas Elvano sambil terus berjalan.
Alexa mau tak mau akhirnya menurut, dan saat baru sampai di lantai atas mereka berpapasan dengan kakek Wijaya yang menatap dingin ke arah Alexa.
Alexa yang melihat itu mencoba meminta tolong dengan memegang tangan kakek tua itu.
"Kakek tolong, Mas Vano mau nyiksa aku" kata Alexa drama.
Tapi siapa perduli Kakek Wijaya dengan santainya menepis tangan Alexa, dan lanjut berjalan tanpa menggubris permintaan tolong Alexa.
Sesampainya di kamar tubuh Alexa di hempaskan ke ranjang dengan kasar yang membuat Alexa kaget bukan main.
"Kamu mau ngapain!" tanya Alexa saat Elvano mendekati tubuhnya.
Tapi Elvano tidak menjawab dan matanya terus tertuju pada tubuh Alexa, yang membuat Alexa sadar jika tujuan mata Elvano adalah tubuhnya.
"Jangan!" ucap Alexa menutupi tubuhnya.
"Diamlah, aku suamimu" ucap Elvano menepis tangan Alexa.
Dan dengan sekali gerakan Elvano mengubah posisi Alexa menjadi tengkurap dan Alexa kalah tenaga untuk melawan karena Elvano langsung menindih tubuhnya untuk menahan Alexa agar tidak bisa berontak.
"Hey lepaskan aku!" teriak Alexa.
Jantung nya berdebar, takut dan tegang dengan apa yang akan di lakukan Elvano dengan nya.
Meski dia dan Elvano sudah menikah tapi tetap saja Alexa merasa enggan untuk memberikan tubuhnya.
"Tidak ini terlalu cepat, aku belum siap memberikan kesucian ku pada Elvano" batin Alexa dalam hatinya.
Jika Alexa sedang berpikiran jauh maka lain hal nya dengan Elvano yang saat ini sedang membuka resleting dress yang Alexa pakai.
Elvano melihat bekas cambuuuukaan di punggung yang cukup jelas, dan saat Elvano memegang punggung Alexa saat itu juga Alexa meringis sakit.
Awww..
"Diamlah, luka mu harus di obati" kata Elvano sambil berdiri.
Ehk..
Mengobati?
Elvano mengambil kotak obat, setelah itu dia kembali dan langsung mengobati luka cambukkaaaan di punggung Alexa.
Alexa diam saat di obati, sesekali dia meringis karena merasakan sakit tapi Alexa juga merasa malu dengan pikiran nya yang sudah jauh.
"Lain kali kau tidak harus ikut campur dengan urusan ku" kata Elvano dingin.
"Kamu minta aku diam saat melihat penyiksaan di depan mata ku?" tanya Alexa tak habis pikir.
"Kau tau apa kesalahan nya?" tanya Elvano sambil menekan bekas luka itu, dan membuat Alexa meringis sakit.
Awww..
"Bisa pelan sedikit! sakit tahu" kesal Alexa meringis.
"Lemah! seharusnya kau berpikir ulang jika ingin menolong orang lain, ini salah mu jadi rasakan saja akibat dari tingkah so jagoan mu" balas Elvano ketus.
Alexa meringis kembali hingga akhirnya Elvano selesai mengobati Alexa, dan Elvano beranjak dari tubuh Alexa dan berjalan ke arah kamar mandinya untuk mencuci tangan nya.
Setelah selesai mencuci tangan Alexa dan Elvano saling pandang dengan yang sama-sama dingin.
"Apa kesalahan bibi itu?" tanya Alexa tiba -tiba.
"Dia mencuri" balas Elvano singkat padat dan jelas.
A-apa mencuri?
Alexa nampak tidak percaya, dia rasa pelayan tadi tak mungkin mencuri apalagi wajahnya terlihat baik.
"Jika saja dia mencuri uang mungkin aku hanya akan memecat nya, tapi yang dia curi bukan hanya uang jadi bukan salah ku jika aku memberikan dia pelajaran" ucap Elvano dingin.
Alexa diam, dia tahu apa yang telah bibi pembantu itu lakukan karena itu salah, tapi Alexa juga tak bisa membenarkan apa yang Elvano lakukan karena itu terlalu berlebihan dan kejam menurutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Kamiem sag
Vano sudah memiliki rasa pd Lexa meski sekedar rasa kasihan🙃
2024-05-15
1
Cicih Sophiana
El kirain mau minta jatah belah duren... tp ternyata oh ternyata mau ngobatin toh😁
2024-05-02
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
apa yang di curi pembantu itu
2024-04-06
1