Setelah pulang dari restoran Elvano membawa Alexa ke mall untuk belanja.
Alexa sebenarnya sudah menolak tapi tidak di dengarkan oleh Elvano yang malah menarik tangan nya dengan kasar untuk mau belanja.
"Bisa nggak usah tarik-tarik nggak! sakit tahu" kesal Alexa berontak.
"Cepat pilih pakaian yang bagus dan tidak membuat aku malu lagi!" titah Elvano tegas.
"Yakin mau minta aku belanja?" tanya Alexa sambil meniup tangan nya yang terasa sakit.
"Cepat! jangan banyak drama lagi. aku tidak punya banyak waktu" kata Elvano sambil mengibaskan tangan nya meminta Alexa untuk bergerak cepat.
Alexa menaikan sebelah alisnya ke atas, dia yang sudah sejak lama ingin belanja banyak dan bisa merasakan apa rasanya shopping nampak tersenyum.
"Bodoh, kenapa aku pura-pura nolak tadi. hihi ini kan seru" batin Alexa nampak tersenyum.
Dan senyuman Alexa di lihat oleh Elvano yang sedang duduk menunggu, tapi Elvano tak menghiraukan hal itu dan lebih memilih fokus pada ponselnya.
Alexa mengambil keranjang dan tanpa banyak protes lagi dia langsung belanja sesukanya, satu hal yang belum pernah dia lakukan akhirnya bisa dia rasakan.
Dengan senang Alexa mengambil barang-barang yang dia suka di mulai dari dress kaos sepatu tas dan lainya.
"Oh ya ampun, apakah ini rasanya belanja enak tanpa memikirkan harga, ternyata seru juga" batin Alexa senang.
Semakin gila Alexa mengambil barang-barang yang dia mau, bahkan Alexa juga memilih beberapa pakaian untuk sang ayah karena dia tahu kesempatan belanja tidak akan datang dengan cara mudah.
Setelah cape dan di rasa sudah cukup akhirnya Alexa menghampiri Elvano yang terlihat santai itu.
"Sudah?" ucap Alexa mengadu.
"Bayar" titah Elvano dingin.
Hah?.
"Jadi aku yang banyak? mana ada? aku nggak punya uang" balas Alexa dengan ekspresi wajah kaget.
Elvano beranjak dari duduknya dan dia langsung berjalan melewati Alexa begitu saja.
Alexa melihat hal itu dan dia tersenyum karena Elvano berjalan ke arah kasir yang membuat Alexa akhirnya berjalan dengan senang ke arah kasir.
"Dasar gadis matre" batin Elvano yang melihat banyak nya belanjaan Alexa.
"Semuanya jadi 170 juta ya" ucap Mbak kasir.
Elvano tak banyak protes dan memberikan kartu black card nya pada kasir.
Lain dengan Alexa yang nampak terkejut dengan nominal belanjaan nya.
"Aww!" Alexa meringis sakit karena dia mencubit tangan nya sendiri.
Dan hal itu menarik perhatian Elvano yang melirik nya dengan sinis.
"Ternyata bukan mimpi, ini benar-benar nyata aku belanja banyak" batin Alexa nampak kegirangan.
Setelah selesai membayar Alexa berniat membawa belanjaan nya tapi di hentikan oleh Elvano.
"Biarkan mereka yang mengirim ke rumah mu" ucap Elvano dingin.
"Emang bisa?" tanya Alexa polos.
Dan Elvano tak menghiraukan pertanyaan Alexa, dia merasa malu dengan Alexa yang nampak sekali terlihat bodoh.
****
Disisi lain nampak Kakek Wijaya yang sedang duduk di sofa, dia kedatangan tamu yang langsung datang dan memeluknya.
"Kakek, bagaimana? Vano jadikan nikahin aku?" tanya wanita itu dengan wajah cerianya.
"Harus butuh waktu, Elvano bilang dia punya pilihan nya sendiri" balas kakek Wijaya.
"Dan kakek setuju?" tanya bernama bernama Ambar itu.
Kakek Wijaya menggeleng cepat.
"Tentu saja tidak, dia wanita miskin bahkan dia selalu melawan kakek" balas kakek Wijaya cepat.
Ambar adalah cucu dari orang kepercayaan kakek Wijaya, dan sebenarnya kakek Wijaya juga menjodohkan mereka karena dia sudah berjanji untuk berbesanan dengan sahabat nya itu.
Ambar nampak diam lalu menatap pria tua di depan nya itu.
"Kakek lebih setuju Vano dengan ku kan?" tanya Ambar.
"Tentu saja cantik, kamu lebih segalanya di bandingkan wanita itu. lagi pula dia tidak akan bisa masuk ke dalam kehidupan Elvano karena mereka berbeda kasta" jelas kakek Wijaya lagi.
"Kakek serius? aku jadi penasaran siapa pilihan Vano" Ambar nampak penasaran.
"Apa dia cantik?" lanjut Ambar bertanya.
"Ya, tapi tak lebih cantik kamu. kakek yakin Elvano tak akan menolak perjodohan ini kita hanya harus sedikit membuat wanita itu pergi" kata kakek Wijaya sambil menatap Ambar.
Ambar diam seperti nya dia tahu cara untuk membuat wanita itu pergi dari kehidupan Elvano.
"Uang" ucap keduanya kompak.
"Kakek akan mengatur kan kalian untuk bertemu" ucap kakek Wijaya.
"Iya kek, aku setuju" balas Ambar lagi.
Keduanya nampak tersenyum berharap rencana keduanya berhasil.
Ambar tentunya tak akan melepaskan Elvano begitu saja karena Elvano adalah pria ideal yang menurutnya sangat pantas menjadi suaminya.
Selain tampan Elvano juga memiliki banyak harta, meski terlahir dari keluarga kaya tapi mendapatkan Elvano menjadi suaminya akan membuat Ambar dan keluarga nya menjadi lebih terpandang lagi.
"Jangan panggil aku Ambar jika aku tidak bisa mendapatkan Elvano" batin Ambar tersenyum smirk.
Malam nya Elvano datang dengan wajah lelahnya, dan saat melewati ruang TV dia melihat kakek nya yang sedang duduk menonton bola.
Elvano duduk dan menonton TV bersama sang kakek.
"Masih ada waktu, kamu bisa menghentikan kegilaan mu menikahi gadis miskin itu" ucap kakek Wijaya mulai kembali.
"Aku tidak ingin membahas ini" balas Elvano yang menonton.
"Ini harus di bahas Vano, kakek tak ingin kau terjebak ke dalam pernikahan tak jelas apalagi dengan wanita tidak punya sopan santun itu" lanjut kakek Wijaya lagi.
Elvano bangkit dan berniat pergi, tapi langkahnya terhenti karena suara kakeknya.
"Ingat, jika kau tidak menurut maka harta warisan kakek tidak akan menjadi milik mu!" ancam kakek Wijaya tak main-main.
Dan ancaman itu sama sekali tak di dengarkan oleh Elvano yang memilih lanjut berjalan.
Sesampainya di kamar Elvano berjalan ke arah nakas dan mengambil sebuah foto.
"Sampai kau kembali wanita itu akan menggantikan mu, aku tetap menunggu mu datang kembali" ucap Elvano pada foto itu.
Setelah itu Elvano menyimpan kembali foto itu dan memilih mandi karena dia ingin secepatnya bisa istirahat.
Sedangkan di tempat Alexa dia nampak sedang melihat banyak belanjaan nya yang sudah sampai sejak sore.
Alexa begitu semangat untuk melihat belanjaan nya, bahkan dia melihat kembali harga di beberapa barang belanjaan nya itu.
"Pantas sampai 170 juta, ternyata tas dan sepatu ini yang bikin boros" Alexa menggeleng sesat melihat bandrol harga 35 juta satu tas dan 15 juta untuk sepasang sepatu yang di beli.
Alexa mencoba nya dan dia tersenyum karena merasa seperti anak Sultan.
"Sepertinya aku akan betah menikah dengan pria menyebalkan itu, orang nya emang bikin darah tinggi sih apalagi kakeknya yang super menyebalkan itu, tapi kalau kayak gini sih sih kayak nya stok sabar bisa di tambah deh" lanjut Alexa yang berbicara sendiri.
Malam yang semakin larut ini Alexa sibuk menata semua barang-barang yang baru dia beli itu di almari nya, hingga akhirnya rasa kartunya datang dan Alexa beranjak dan membaringkan tubuh nya di ranjang nya.
"Ternyata seperti ini rasanya menjadi orang yang tidak usah memikirkan hari esok bagaimana, aku rasa aku akan betah selama satu tahun ke depan. ya aku betah jika selalu bisa belanja dan hidup enak, aku suka kehidupan baru ini" Alexa berkata dengan mata yang menatap lurus ke atap.
Dan tak lama setelah itu gadis cantik itu pun tertidur dengan memeluk guling nya yang empuk dan nyaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Kamiem sag
Ambar
2024-05-15
1
Cicih Sophiana
sepertinya Alvano liat foto Alexa kecil yah...
2024-05-01
3
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aku juga mau alexa hidup seperti itu
2024-04-01
1