Alexa bangun pagi-pagi sekali dia nampak sedang mengecek ponsel nya berharap ada pesan yang di kirimkan sang ayah.
Tapi tak ada balasan ataupun panggilan telpon dari sang ayah, membuat Alexa begitu sangat khawatir.
"Ayah, sebenarnya apa yang terjadi kenapa ayah tidak ada kabar" gumam Alexa sambil menatap ponsel nya dengan wajah cemas.
Sebenarnya Alexa juga bingung kenapa Akhir-akhir ini ayah nya berubah menjadi aneh, entah kenapa Alexa merasa jika sang ayah menyembunyikan satu hal yang besar.
Dan Alexa tidak tau hal besar apa yang sedang ayahnya sembunyikan.
"Ambilkan aku air hangat" tiba-tiba terdengar suara Elvano.
Alexa melirik dan dia melihat Elvano yang sedang duduk di atas ranjang.
"Kenapa menatap ku seperti itu, cepat ambilkan aku air hangat" titah Elvano lagi.
"Bisa nggak ngomong nya pakai kata minta tolong? kan enak" Alexa membalas.
"Jangan banyak bertingkah, cepat ambilkan aku air hangat" ucap Elvano lagi.
Hufh...
Alexa menghembuskan nafasnya kasar, lalu dia pun keluar dari kamar dengan wajah kesalnya.
"Masih pagi sudah bikin kesal, dasar!" gumam Alexa sambil berjalan.
Sedangkan Elvano dia nampak mengecek ponsel nya dan terlihat ada pesan dari Raka.
Elvano membaca pesan itu dan tak lama setelah itu dia bangkit dari tempat tidur dengan senyuman nya seolah baru mendapatkan pesan yang yang bagus dari Raka.
"Sudah aku duga, sekarang kau tak bisa kemana-mana. kamu tetap milik ku" gumam Elvano dengan senyum nya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Di lantai bawah nampak Alexa yang sedang mengambil minum dan saat dia akan kembali ke lantai atas saat itu juga di berpapasan dengan kakek Wijaya.
"Pagi kek" sapa Alexa.
Tapi tentu saja tak mendapatkan balasan dari Kakek Wijaya yang malah pergi begitu saja tanpa membalas sapaan dari nya.
Alexa melihat itu hanya tersenyum kecut dan lanjut berjalan ke menaiki tangga.
"Rambutnya tidak basah, apa mereka tidak melakukan nya" gumam kakek Wijaya yang memilih duduk di sofa.
Matanya melihat ke arah Alexa yang sedang berjalan menaiki tangga, tentunya fokusnya adalah pada rambut Alexa yang nampak kering.
"Jika tidak itu artinya El memang tak serius, Ambar masih punya kesempatan untuk menjadi menantuku" lanjut kakek Wijaya lagi.
Sebenarnya dia tidak terlalu ingin untuk hubungan ini, hanya saja dia sudah berjanji dan dia hanya ingin menjalankan perjanjian nya dengan sang asisten untuk menjodohkan cucu nya dengan Ambar.
****
Di kamar Alexa yang baru masuk tak melihat Elvano, hal itu membuat dia akhirnya memilih duduk sambil memainkan ponselnya.
Tapi baru beberapa saat tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, dan terlihat kepala Elvano yang keluar sedikit.
"Hey, ambilkan handuk ku" titah Elvano.
Alex melirik dengan wajah tak senang nya.
"Aku punya nama!" ketus Alexa sambil bangkit dari duduknya.
"Siapa namamu?" tanya Elvano.
Membuat Alexa yang mendengar pertanyaan konyol itu hanya bisa menahan kesalnya.
Kesabaran nya benar-benar di uji dengan hubungan aneh ini, apalagi sikap Elvano yang menurutnya sangat menyebalkan.
"Nih, makasih!" Alexa memberikan handuk itu dan langsung buru-buru berjalan.
Tapi baru beberapa langkah dia malah di tarik masuk ke dalam kamar mandi oleh Elvano.
Aaaa!
"Apa yang kau lakukan!" Alexa kaget bukan main dan reflek berteriak.
"Mandikan aku" titah Elvano santai.
Apa!
"Yang benar saja, aku tidak mau!" tegas Alexa menolak.
Dia tidak membaca tugas itu di surat perjanjian pernikahan satu tahun mereka, Alexa hanya di perintahkan untuk menjadi istri tapi hanya pura-pura saja begitu yang dia baca dan pahami.
Dan jika di suruh memandikan Elvano tentu saja Alexa akan menolak dengan tegas, enak saja mata suci dan polos nya harus ternodai oleh penglihatan yang akan membuat nya bergedik ngeri.
"Kau yakin menolak?" tanya Elvano yang melihat Alexa menutup matanya dengan kedua tangan nya.
"Sangat yakin!" jawab Alexa tegas.
"Oke, kau boleh keluar sekarang" Elvano berkata kembali.
Membuat Alexa lega dan berbalik berniat keluar dari kamar mandi, tapi bukan nya bisa keluar tangan Alexa malah di tarik kembali oleh Elvano.
Aaaa!
Byurrr!
Tubuh Alexa jatuh ke bathtub dan yang menggelikan Alexa jatuh tepat di atas Elvano.
"Hey lepaskan aku!" Alexa meronta meminta di lepaskan.
"Mandikan aku" ucap Elvano kekeh ingin di mandikan.
Tapi siapa yang mau, Alexa malah mengigit tangan Elvano yang mana hal Itu membuat Elvano reflek melepaskan tubuh Alexa.
Aaa!
"Sakit" ringis Elvano kesakitan karena gigitan Alexa.
Sedangkan Alexa yang mengigit buru-buru keluar dari kamar mandi meski dengan pakaian yang basah.
Elvano menghembuskan nafasnya kasar, lalu dia pun akhirnya memutuskan untuk mandi kembali karena sebenarnya tadi dia sudah selesai mandi hanya saja dia merasa harus mengerjai Alexa.
Sedangkan di luar Alexa nampak sedang berkomat-kamit melampiaskan rasa kesalnya dengan terus menggerutu.
"Dia benar-benar sudah gila, katanya tidak ada kontak fisik selain di depan kakek tapi ini apa" Alexa nampak kesal.
Meski sudah SAH tapi tetap saja Alexa merasa ini salah karena secara tidak langsung Elvano telah melanggar perjanjian yang sudah di tandatangani oleh mereka sebelum nya.
Dan untuk apa syarat-syarat itu di buat jika hanya untuk di langgar, Alexa mungkin akan lebih memahami jika sebelum nya Elvano tak membuat surat perjanjian konyol itu tapi ini? mereka bahkan sudah sepakat dan setuju dengan perjanjian konyol itu.
Saat Alexa sedang menggerutu tiba-tiba Elvano keluar dari kamar mandi, dan tanpa merasa bersalah sedikitpun pria itu malah acuh dan mengambil pakaian gantinya ke almari.
"Dasar mesum!" gumam Alexa dengan wajah kesalnya.
Lalu Alexa yang sudah terlanjur basah pun memilih untuk mandi.
Elvano yang melihat itu alih-alih meminta maaf atas kejadian di kamar mandi tadi dia malah acuh dan memilih berpakaian.
Tiba-tiba telpon Elvano berdering membuat dia langsung keluar dari kamar nya.
"Halo"
"Urgent tuan, ada masalah di kantor dan saya membutuhkan anda sebagai pemimpin perusahaan" ucap Raka di sebrang telpon.
"Ada apa?" tanya Elvano.
"Saya akan menjelaskan nya di mobil, tuan saya sudah menunggu anda di luar" lanjut Raka menjawab.
Elvano menghembuskan nafasnya kasar lalu mematikan panggilan sepihak.
Dia kembali ke kamar nya dan langsung berpakaian rapih, di saat itu juga Alexa keluar dan melihat Elvano akan pergi.
"Aku akan ke kantor, jika kau ingin pergi ada supir yang akan mengantar mu" kata Elvano sambil berjalan mendekati Alexa.
Tapi sedetik kemudian Elvano memilih berbalik dan pergi keluar dari kamar mereka.
Melihat hal itu Alexa hanya mengedikan bahu nya tak perduli dengan Elvano yang pergi.
"Sekarang aku kemana, berdiam di rumah tak akan membuat aku senang apalagi harus berhadapan dengan aki-aki rese, mending aku pergi saja cari angin sambil cari ayah" gumam Alexa yang kepikiran untuk keluar.
Saat membuka almari Alexa di buat kaget dengan semua perlengkapan nya ada, di mulai dari pakaian sampai sepatu dan tas semuanya tertata rapih dengan harga yang tidak lah murah mengingat semuanya adalah barang barang brand.
Dan saat akan merias wajahnya pun Alexa di buat kaget lagi karena semua alat make up nya juga dari merek yang terbaik, bahkan rasanya dalam mimpi pun Alexa tak akan pernah bermimpi bisa memakai riasan yang alat make up nya adalah brand ternama semuanya.
"Astaga aku hampir lupa, bisa saja ini dia lakukan untuk membuat aku luluh. iya bisa saja dia hanya ingin merayu ku untuk memberikan tubuhku, oh tidak semudah itu tuan sombong aku tidak akan muda tertipu dengan akal bulus mu ini" gumam Alexa yang berpikir jika apa yang Elvano berikan padanya sekarang adalah sebuah sogokan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Fani Indriyani
kayanya lexa tuh gadis yg fotonya ada dilaci elvano deh
2024-06-02
1
Kamiem sag
🤔
2024-05-15
1
Kamiem sag
moga kakek Sanjaya masih hidup saat Lexa bertemu dgn keluarganya
2024-05-15
1