Setelahnya mereka menyuruh aku untuk menunggu di luar bersama peserta lain karena setelah ini akan di umumkan siapa saja yang akan masuk ke babak Final.
Kira- kira satu jam kami menunggu dan akhirnya para juri keluar untuk mengumumkan siapa saja yang akan masuk dalam babak berikutnya yaitu babak terakhir sebelum kami menjadi Desainer perhiasan profesional.
Mereka hanya mengambil sepuluh peserta dalam lomba berikutnya. Dan pemenang langsung nanti di ambil tiga orang, juara satu, dua dan tiga.
Dan para juri sudah menyebutkan nama- nama siapa saja yang masuk.
Aku terkejut saat namaku di panggil.
Waahhh, ternyata aku masuk dalam babak final, pikirku.
Aku masih berdoa semoga aku nanti bisa masuk ke tiga besar, agar aku tidak terlalu susah untuk mencari pekerjaan nantinya di negara ini.
Setelah istirahat beberapa hari, tibalah di acara final lomba desainer perhiasan.
Perlombaan terakhir, aku harus semangat.
Para peserta sudah duduk di masing- masing kursi dan meja yang di sediakan.
Pertandingan kali ini sedikit berbeda, biasanya kami satu persatu masuk. Kalau sekarang kami bersepuluh masuk sekaligus.
Dan ini bukan hanya dewan juri saja yang ada di sana, tapi banyak penonton juga. Dan aku merasa banyak desainer senior di sana.
Dalam babak ini kami akan di berikan tema, tiga yang wajib dan satu pilihan.
Dalam tema pilihan ini, para Dewan juri memberikan lima tema yang berbeda dan kami memilih salah satu yang menarik bagi kami.
Dalam tema pilihan ini membuatku sangat bingung, apa yang harus ku pilih.
Akhirnya aku memilih ^air mata di ujung malam^.
Aku teringat dengan batu kristal yang aku lihat di dalam goa, di tengah batu kristal itu ada seperti tetesan yang hampir jatuh dan berwarna biru cerah.
Aku kembali mengingat cahaya yang berkedip di dalam goa tersebut, mirip seperti bintang, tapi memiliki pola yang unik.
Aku mulai melukis apa yang aku lihat di dalam goa tersebut.
Setiap tema aku melukis dengan satu set perhiasan.
Satu set di sini yaitu terdiri dari Kalung, anting- anting, cicin dan gelang.
Jadi saya membuat empat set perhiasan,
Tema wajib ada tiga set dan tema pilihan satu set.
Dalam tema pilihan ini, perhiasan yang saya buat hanya dua warna yang mendominasi biru dan putih, dan pengikat permata saya memakai perak bukan emas, karena saya ingin menonjolkan dua warna itu.
Setelah selesai, pihak juri hanya menilai tiga tema wajib.
Sedangkan tema pilihan mereka memajangnya untuk meminta para audiens ikut menilai mana perhiasan yang terbaik.
Aku sedikit terkejut saat hasil karya ku di pajang dan di kasih pencahayaan yang sesuai.
Aku sangat tak menyangka bisa se menakjubkan ini warnanya, padahal hanya dua warna.
Mereka membuatnya menjadi tiga Dimensi yang membuatnya seperti nyata.
Dan para penonton dan dewan juri juga berdecak kagum.
Tapi aku melihat ada juga teman yang lain, hasil karyanya sangat bagus.
'Wow' aku juga terkagum melihatnya, hanya saja aku bertanya dalam hati,
'Tema yang mana dia ambil'
Akhirnya para juri mengumumkan nama pemenang.
Urutan ke tiga adalah desain yang tadi aku kagumi, 'loh kok?' Pikirku
Padahal itu sangat bagus, gimana dengan aku?
Para juri menjelaskan kenapa dia bisa juara tiga, walaupun desainnya bagus.
Ternyata karena tidak sesuai tema, dengan kata lain dia mengartikan tema dengan berbeda.
Kemudian juara ke dua, 'wah, bukan aku, jangan - jangan aku tidak menang' pikirku sedih.
Ketika juara satu di umumkan, aku sangat terkejut, ternyata itu namaku.
Aku hanya bisa membuka mulutku tapi tidak bisa mengeluarkan suara.
Oh My God, aku menang, batinku.
Kemudian para juri memberikan hadiah masing- masing ke pada kami.
Duhh. lumayan hadiahnya bisa aku buat sewa rumah setahun, batinku bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments