Aku kedip kedipkan mataku untuk menyesuikan cahaya di sekitar ku, dan berlahan aku buka.
Heh ? Aku di mana ?
"Hallo nona, anda sudah bangun,??
Aku masih linglung, aku di rumah sakit ?
"Ya dokter, bagaimana saya ?"
"Operasi nya berhasil nona, dan anda tidak sadar selama tiga hari, awal selesai operasi anda sempat koma beberapa jam, tapi setelah itu anda stabil dan tertidur sampai sekarang"
"Bagaimana kabar teman saya Bella ?"
"Teman anda sudah kembali kerumah dua hari yang lalu, tapi kami sudah mengutus perawat ke rumahnya untuk memantau kesehatan nya, jadi jangan kuatir"
"Yang masih di kuatirkan itu adalah anda nona, apakah ginjal baru anda bisa beradaptasi dengan tubuh anda, jadi untuk beberapa hari kedepan anda masih harus tinggal di rumah sakit ini"
Jelasnya dengan senyum di bibirnya.
"Apakah ada yang datang menjenguk saya dokter ?"
"Saat kamu operasi saya dengar dari perawat ada yang datang menjenguk kamu, seorang lelaki, tapi semenjak dia mengetahui operasimu berhasil dan kamu baik baik saja dia tidak pernah datang lagi"
Ohh, aku hanya mengangguk, itu pasti Rio.
Ada kesedihan di hati ku, aku hanya bisa menunduk agar sang dokter tidak melihat genangan air mata ku.
"Sekarang kamu istirahat saja duĺu, nanti sebentar lagi akan ada perawat yang membawa kan makanan untuk mu, kamu harus makan dan coba meminum air putih sedikit demi sedikit dulu, kita harus pantau apakah ginjal barumu bisa berproses"
"Baik dokter" aku menggangguk
Setelah itu dokter tersebut pergi meninggalkan aku seorang diri di kamar.
Ternyata Bela menempatkanku di kamar VIP walaupun tidak nomor satunya tapi ini sudah memadai dari pada sekamar dengan orang lain.
Tak berapa lama seorang perawat datang membawakan makanan.
"Hallo nona, anda harus memakan bubur ini ya"
"Apakah tangan anda masih lemas, biar saya menyuapin anda nona ?"
"Tidak perlu sus, saya bisa makan sendiri"
"Ok, kalau begitu ini bubur anda, silahkan menikmati, pelan pelan saja, kerna beberapa hari ini perut anda kosong, jadi harus sedikit demi sedikit saja dulu agar lambung anda tidak terkejut nona, ok ?" Terang sang perawat.
" baik sus" jawab ku menggangguk.
Dia sudah mempersiapkan meja kecil di depanku dan meletakkan mangkuk bubur di atas nya.
Aku mulai mengambil sendok dan memasukkan berlahan lahan bubur tersebut le dalam mulutku, tangan ku sedikit lemas, tapi aku paksakan saja agar jari jariku menjadi lebih kuat nantinya.
Perawat itu memperhatikan ku, terkadang dia tersenyum, mungkin melihat kegigihanku dalam menyendok makanan ke mulutku dengan tangan yang masih bergetar.
Tapi aku acuhkan saja, ini juga demi kebaikan ku dalam melatih otot otot dan tulang di tanganku.
Tak terasa lewat hari dan minggu aku telah di rawat di rumah sakit ini.
Dan silih berganti dokter men cek kondisiku dan bagaimana perkembangan adaptasi ginjal baru ku dengan tubuh ku.
Perasaan ku baik baik saja, kencing juga sudah tidak sakit seperti dulu.
Ternyata manusia masih bisa hidup dengan sebelah ginjal saja, aku bernafas lega.
Entah sampai kapan ini bertahan, mudah mudahan masih bisa sepulu tahun lagi umur ku.
Tak terasa sudah waktunya aku kembali pulang ke rumah, selama hampir dua bulan aku di rumah sakit, dari awal aku sakit dahulu dan berlanjut ke operasi serta di masa pemulihan,
Hampir setengah dokter dan perawat mengenalku, mungkin kerna hampir saja aku menjadi pasien tetap di rumah sakit ini.
Akhirnya sampai juga di rumah, ku buka pintu pagar rumahku, ku perhatikan raut rumah yang lama sudah aku tinggalkan.
Rumput rumput sudah memanjang,
Hmm, baru dua bulan sudah seperti ini.
Belum sampai dua bulan, ku perjelas kembali hatiku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments