"Rena Natasya !"
Tiba - tiba namaku di panggil,, aku semakin gugup, tapi aku kuatkan saja.
"Saya" jawabku, ternyata benar aku adalah peserta terakhir. Di luar hari sudah gelap menandakan sudah malam.
"Silahkan" pinta petugas yang memanggil ku tadi.
Sedikit canggung aku memasuki ruangan, aku menarik nafas ketika melewati ambang pintu.
Ku perhatikan sekelilingku. 'Sepi'
Kuperhatikan para dewan juri yang duduk berbaris di depanku, wajah mereka sedikit lesu.
'Hah, mungkin kecapekan ' pikirku
Mereka mempersilahkan aku duduk di depan mereka dengan kursi yang menghadap mereka.
Dengan sedikit malas mereka mengeluarkan beberapa pertanyaan.
Apa tujuan utama saya mendaftar di acara ini,
Dari mana asal saya, dan lain sebagainya.
Apakah saya pendesain profesional atau tidak.
Apakah saya pernah berpartisipasi di perlombaan lain.
Dan banyak lagi yang mereka pertanyakan.
Lain orang lain pertanyaan.
Sampailah mereka dalam sesi untuk menugaskan saya menggambar desain perhiasan dengan tema ^Malam Glamor yang Dingin^.
Aku terdiam sebentar, 'apa maksudnya ini ?' Batinku.
Aku harus mengerti dulu baru aku bisa menggambar, fikirku
Hmm, aku coba saja.
Kemudian aku mulai menggambar sketsa sebuah kalung. Mudah mudahan mereka berkenan.
Walau sebenarnya aku sedikit pesimis karena melihat wajah mereka yang terlihat lesu.
Apakah mereka ke capean atau memang tidak antusias melihat penampilanku ?
Hmm, aku menarik nafas, nasib- nasiban saja dah. Ucapku dalam hati sambil melanjutkan melukis.
Walaupun sebenarnya salah satu dari juri tersebut memandangku sedikit lain dari para juri lain, dan sepertinya dia tersenyum, itu juga aku ucapkan masih dalam fikiranku.
Setelah selesai aku melukis, aku menyerahkannya ke pada asisten yang berdiri di dekatku. Kemudian dia menyerahkannya ke pada para juri.
Aku melihat wajah mereka sedikit terkejut, aku melihat mereka berkumpul untuk melihat hasil desainku, kemudian salah satu mereka melihatku. Dan kembali melihat desain, begitu juga dengan yang lain bergantian melihatku dan desain yang di depan mereka.
Beberapa menit kemudian mereka kembali ke kursi masing - masing.
"Dari tema tadi, apa yang bisa kau artikan dari tema itu, sehingga dengan alasan itu yang membuatmu menggambar desain ini ?"
"Malam Glamor yang Dingin, saya mengartikannya seperti ini, di tengah tengah pesta yang meriah, yang di hiasi kemewahan yang berlimpah, tetapi ada seseorang yang tidak merasakan pesta itu walaupun dia ada di sana, dia merasa tersisi dan dingin sendirian"
Jelasku panjang lebar.
Mereka terdiam mendengar penjelasanku, tanpa berkedip.
Tiba- tiba lelaki yang tadi menatapku dengan senyum di matanya bertepuk tangan.
"Wah, wah! bagus, bagus! dari sekian peserta hanya kamu yang menjawab seluruhnya dengan benar"
Ha ha ha dia tertawa.
"Dari tadi para peserta menyatakan bahwa itu musim dingin, (winter) di tengah pesta. ha, ha, ha" dia masih saja tertawa.
Aku yang menjadi bengong sendiri belum memahami situasinya.
"George!!" Teriak salah satu juri yang duduk di tengah.
"Ok, ok, aku hanya sedikit bersemangat" katanya yang sesekali berdehem untuk memulihkan tenggorokannya yang sedikit gatal gara- gara tertawa tadi.
"Ok, kamu lulus ke babak berikutnya" sahut wanita itu lagi dengan sedikit ketus.
"Baiklah, jadi sekarang saya bisa pulang?" Aku bertanya sedikit gugup.
"Yah, kamu boleh pulang. Lomba berikutnya akan di kirim ke emile mu" Jawabnya.
Kemudian aku berdiri, tapi tiba- tiba, ngiinggg,
Kepalaku berdenging keras.
Ahhh, aku memgangi kepalaku. Keningku terasa lebih panas dari pagi tadi, aku terduduk kembali di kursi.
Aku berusaha berdiri lagi tapi tiba - tiba darah keluar dari hidungku dan tiba- tiba,
Brruukkkk!
Aku jatuh dan tak ingat apa - apa lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments