"Jika kau mencintaiku, biarkan aku hidup" pintaku
"Aku sangat ingin kamu hidup Ren, sebenarnya aku sudah memeriksakan diriku ke dokter tapi aku tidak cocok untuk menjadi pendonormu Ren"
"Kalau begitu ijinkan Bela menjadi pendonorku Rio"
"Aku mencintaimu Ren, aku tak kuat pisah denganmu sayang"
"Biarkan aku hidup Rio"
"Aku tidak mencintainya"
"Apakah aku harus mati ?"
"Tidak ! Itu lebih menyakitkan"
Dia diam bebrapa saat dan terkadang menghapus air matanya.
"Baiklah sayang, lakukanlah operasinya" katanya hendak pergi
"Tunggu !" panggilku
"hmmm" jawabnya menunduk dan tidak menolehku.
"Setelah operasi, mungkin aku tidak akan bertemu kalian berdua lagi"
"kenapa ?" dia terkejut dan menoleh menatapku lekat.
"Aku sudah memutuskan untuk merelakan kalian berdua tanpa harus aku saksikan, pasti sangat menyakitkan melihat itu"
Aku melihatnya terkulai lesu.
"Bagaimana kuliahmu ?"
"Aku berhenti"
Dia cuma manggut manggut.
"Rio, bolehkan aku meminta pelukan perpisahan" pintaku lirih
Dia hanya menatapku sendu dan beberapa saat dia menghampiri ku yang masih duduk bersandar di ranjang pasien.
Berlahan dia memelukku dengan lembut dan sedetik kemudian mengeratkan pelukannya sambil tersedu sedu.
Hahhh, mungkin saat ini kerapuhan hatinya,, sayangku, berbahagialah dengan Bela, dia wanita baik dan cocok untukmu, aku hanya bisa berkata di dalam hati.
"semoga operasinya berhasil" timpal Rio setelah selesai menangis
"kamu juga, jaga baik baik Bela ya"
"kenapa kau hanya memikirkannya" nada suaranya sesikit marah.
"Dia temanku, dan dia sudah berkorban untuk hidupku" jawabku
"jadi bagaimana dengan aku, hatiku, apakah tidak ada rasa sayangmu sedikit untukku ?"
dia marah, tpi aku hanya diam saja, tak bisa menjawab apa apa.
Ini yang terbaik aku rasa, sebaiknya kamu tidak mengetahui hatiku yang sebenarnya.
Rio, aku sangat mencintaimu, kalau kau tahu
tapi inilah ke egoisan ku, maafkan aku.
"Maafkan aku" hanya itu yang bisa keluar dari mulutku.
Dengan marah dia keluar dari ruangan rawat inap yang aku tempatin, aku tahu hatinya sakit sama sakitnya seperti di hatiku.
Tapi keegoisan hatiku kah atau aku tak punya pilihan lain, sehingga semua ini aku mau melakukannya, di hatiku yang paling dalam aku mau hidup.
Donor atau tidak di donor, engkau tetap tidak bisa aku miliki Rio, jangan kau kira aku tidak sakit hati, dada ini sungguh sesak tahu !
Tapi setidaknya Bela berbahagia di antara kami bertiga, ya setidaknya ada yang berbahagia, itu sudah cukup. kebahagiaan temanku adalah kebahagiaanku juga.
Rio, kamu tidak akan kecewa bersama Bela, dia gadis yang ceria, lambat laun kamu akan mencintainya, walaupun dia sedikit ceplas ceplos setidaknya dia orang yang jujur.
Aku berharap kalian nantinya jadi menikah dah hidup bahagia.
Kedua temanku akan menikah pasti happy ya,
Aku merasa bukan aku yang di tinggalkan.
ck, pikiranku kok jadi amburadul begini.
Besok hari operasiku, semoga lancar lancar saja,
Aku harap setelah ini aku memulai hidup baru. yang seharusnya aku mati dan bisa hidup kembali, bukankah itu suatu berkah.
Aku sudah bertekad untuk melupakan Rio, terkadang kalau timbul fikiran itu, egoisnya aku, egoisnya aku. Itu yang aku ucapkan kembali dalam kepalaku.
Tapi aku juga bingung, apakah ini benar ataukah salah aku juga tidak faham, cinta, cinta, cinta, hidup tanpa cinta bisa kan ?
Ya, walaupun sakit, aku harap itu akan cepat berlalu, setidaknya aku harus tidak melihat mereka, menghilang dari keduanya lebih bagus.
Kemana ? Itu juga masih aku pikiran.
pengen ketawa tapi aku sakit.
Ya, ampun aku bingung sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Karunia Disha
semngat rena,,km hdp /mat* ttp aja gk bs sm rio
2024-08-12
0