Esoknya aku terbangun agak kesiangan,
Hah, dah jam sembilan.
Aku masih mematung di atas tempat tidur, sedikit linglung.
Rencana, rencana, apa rencanaku.
Aku mulai mengambil buku rekeningku dan memeriksa isinya.
Aku harus ke negara P aku mencoba peruntunganku di sana.
Aku harus menghubungi seseorang, siapa ? Fikirku, aku mulai mengingat ingat siapa yang bisa membantuku mengurus paspor dan keberangkatanku.
Oh, ya aku ingat, kemudian aku menghubungi seorang sahabat.
Dan dia bisa mengurus semua masalahku. yah, semua tidak gratis, aku harus membayarnya dengan tabungan yang selama ini aku simpan.
Tanggal penerbanganku beberapa hari lagi, awal aku berfikir untuk menjual rumah orang tuaku, tapi aku fikirkan lagi, ini satu satunya peninggalan orang tuaku.
Akhirnya aku mencari seorang penyewa yang bisa merawat rumah orang tuaku,
Jadi hatiku lebih tenang ada yang menjaga serta mengurusnya nanti.
Aku mempersiapkan segalanya apa yang akan aku bawa, tak lupa desain - desain perhiasan yang aku gambar di sela - sela waktu senggangku selama Sekolah Menengah Atas dan kuliah.
Ya, dari dulu aku memang suka menggambar perhiasan - perhiasan yang unik , kalau ada pameran terkadang diam - diam aku menghadirinya dengan memakai nama kolega atau teman yang di undang ke acara tersebut hanya untuk melihat - lihat.
Tapi selama ini aku belum pernah mempublikasikan karya -karyaku, kerna aku belum berfikir serius saat itu.
Akhirnya jadwal penerbanganku tiba, dengan naik Grab aku sampai di bandara international.
Sebelum ku memasuki gedung itu aku masih menoleh kebelakang.
Aku menarik nafas, selamat tinggal negaraku tercinta, batinku, tak terasa air mataku menetes.
Kesedihanku akan kubawa, dan ku lepaskan di atas awan nantinya, fikirku.
Ku hapus air mataku berlahan masuk ke dalam untuk cek in.
Dengan mantap ku langkahkan kakiku memasuki badan pesawat.
Bawa aku, bawa aku pergi jauh, gumamku seperti orang gila.
Dan aku telah sampai ke negara P, di pintu keluar aku menemui orang yang di utus sahabatku untuk menjemputku.
Dia mengantarku ke sebuah apartemen. ya, ini apartemen teman yang membantu keberangkatanku.
Sebelum aku menemukan tempat tinggal sendiri, aku nginap beberapa hari di sini, lagian apartemen ini lagi kosong .
Ku rebahkan tubuhku di atas kasur setelah orang yang menjemput aku tadi pergi.
Lelah, bukan hanya badanku yang lelah, hati dan dikiranku juga.
Aku pejamkan mataku dan terlelap.
Selang beberapa jam aku terbangun,
Kriuk
hah, perutku minta di isi.
Aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan setelahnya aku berganti pakaian.
Setelah cukup rapi aku turun ke bawah, hmm aku belum tahu di mana tempat jual makanan, aku harus keliling nih nyari.
Oh, aku ada ide, kemudian aku chat temanku untuk menanyakan di mana lokasi jual makanan yang dekat dengan apartemennya.
Ting, balasan datang, dan membaca, aku manggut manggut dan melihat kiri kanan, setelah mengetahui posisi yang di maksud aku melangkah.
Akhirnya, kenyang juga batinku, dan aku kembali berjalan menuju apartemen.
Aku agak lelah hari ini, besok saja lah aku mulai jalan.
Ini juga sudah jam delapan malam, istirahat saja dulu.
Aku sudah kembali di dalam apartemen, tadi aku tidak memeriksa dapur. Mana tau ada sesuatu yang bisa di makan, fikirku lagi.
Aku mulai membuka kulkas
Heh ? Ada isinya, hmm ?
Aku menggosok gosok dagu ku sambil berfikir,
Apakah dia yang menyuruh seseorang mengisi kulkasnya, atau temannya yang tadi menjemputku berinisiatif mengisinya.
Baiklah, siapapun kalian yang berhati baik bak malaikat, terima kasih banyak.
Dari dalam hatiku aku berucap, terima kasih banyak, ulangku lagi sambil nyengir.
Aku keruang tamu dan mulai membuka ponselku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments