For Time and Distance.
“Astaga di mana badut-badut ini berada?” tanya Ann sambil memperlambat larinya.
“Voice chat room mereka masih aktif, tapi satupun tidak ada yang menjawab, hanya ada suara langkah, angin, terakhir suara apa ini.. penggorengan?” jawab Charlotte berhenti di pertigaan Charing Cross Road dengan Little Newport Street tepat di depan KFC London Leicester Square.
“Oh!!! Lavvy heid!!” teriak Ann.
“Kau tidak henti-henti mengucapkan kata kasar, nona Loughty!” Charlotte masih terengah-engah. Charlotte merasa bahwa dirinya ternyata kurang berolahraga, dan siapa tadi yang bilang bahwa Amisha dan Scarlett lari ke Hyde Park.
“Itu bukan kata kasar! Mengapa kita berhenti di sini?” tanya Ann, “Kau tahu sendiri kan kalau aku tidak tahan mencium aroma wangi ayam goreng ini! Aku bisa gila jika tidak masuk dan makan 3 potong!”
“Mereka buka jam 10.30, Ann.. Ini baru jam berapa?” balas Charlotte
“Jam 09.59!” jawab Ann seketika itu juga, “Sebentar lagi mereka buka!”
“Cari mereka dulu, setelah itu kau mau makan 5 potong ayam pun terserah!” jawab Charlotte, “Astaga, kita hampir 1 jam berkeliling di jalan ini dan tidak menemukan mereka!”
“Idemu tadi kan pakai cari ke Hyde Park!” kata Ann, “Taman seluas itu mana bisa ketemu, itu kan bekas area berburu Raja Henry VII..”
“Bukannya Henry VIII ya?”
“Tidak kah ini bukan saat yang tepat untuk membahas sejarah?”
“Bukan ideku soal Hyde Park.. Kau kan yang bilang mereka ke sana?”
Ann mengisyaratkan untuk menyudahi pembicaraan. Ia lelah sekali sampai harus bersandar di tembok KFC.
Meskipun pintu KFC masih tertutup rapat, namun aroma ayam gorengnya saat itu sudah memenuhi pertigaan Charing Cross Rd dan Little Newport St.
“Ayo Char!” kata Ann masih bersandar di tembok, “Kita harus ke mana?”
“Lurus, atau belok kiri ke Chinatown?”
“Menurutmu apakah kita harus berpencar?”
“Bagaimana menurutmu?”
“Aku tidak bisa berpikir dengan aroma wangi ayam goreng seperti ini!” Ann berdalih.
“Aku belok kiri.” jawab Charlotte, “Ke Chinatown.”
“Aku lurus!” jawab Ann.
“Oke!”
Mereka kemudian berpencar, dan Charlotte berjalan cepat ke arah Little Newport Street.
Tampak toko-toko masih tutup di kiri dan kanan jalan. Ada ATM di sebelah kanan, tapi Charlotte bimbang, apakah mau tarik tunai sekarang atau setelah menemukan Amisha dan Scarlett.
Tak lama kemudian lengan kanan Charlotte digandeng seseorang.
Charlotte kaget dan segera mundur menoleh ke kanan.
Tampak Ann kembali dan memutuskan untuk tidak jadi berpencar.
“Ann?!”
“Aku memilih tidak berpencar!” kata Ann, “Ketika aku lurus tadi ada Wing Wing Crispy Chicken siap-siap buka toko. Daripada tergoda, aku menyusulmu saja.”
“Kau ini seperti anak kecil! Itu di kanan ada Good Friend Chicken! Mau ke situ juga, anak kecil?”
“Belum buka juga!”
Charlotte mendengus, “Apakah ada kata kasar dalam bahasa Skotlandia untuk menggambarkan orang bodoh yang tergila-gila dengan ayam goreng?”
“TIDAK ADA!” jawab Ann dengan cepat. “Ayo kita cari kedua Thomson dan Thompson itu! Jam 10.30 kita kembali ke sini!”
Mereka berjalan cepat menyusuri jalan yang berhiaskan lampion-lampion merah di sepanjang jalan.
“Pertigaan lagi!” kata Charlotte “Lurus atau kanan?”
“Kanan!” jawab Ann mantap.
“Tidak berpencar?”
“Tentu tidak!”
“Baiklah..”
Mereka menambah kecepatan berjalan untuk menemukan kedua temannya yang terpisah.
“Halo, jalan basah..” sapa Ann.
Sekitar 500 meter dari lokasi Charlotte dan Ann, Amisha menyelesaikan pembayaran di meja kasir kemudian menyusul Scarlett yang sudah mengenakan jaket dan scarf-nya kembali lalu pelan-pelan menggendong backpack, dengan hati-hati mengawasi pintu depan.
“Bagaimana?” tanya Amisha sambil mengenakan kembali puffer jacket-nya, “Aman?”
“Sepertinya demikian.” sahut Scarlett. “Kau bagaimana?”
“Apanya?”
“Harga mie..”
“£8.45 per mangkok..”
“Sudah kuduga, kau dirampok, Amisha..”
“Ah tidak.. Tidak.. Sudah biarkan saja.. Enak kok mienya hehehe,” Amisha berbisik, “Kita jangan lari, jangan menarik perhatian!”
“Oke, jadi kita sesuai rencana ya.. Ke stasiun Piccadilly, lalu ke Ashford.”
“Sip!”
Mereka keluar dari restoran Yat Hei menuju Shaftesbury Avenue. Beberapa toko sudah buka karena waktu sudah lebih dari pukul 10.00
“Tetap hati-hati!”
“ASTAGA!” teriak Amisha terpaku.
“Mengapa?” tanya Scarlett.
“Voice chat room!!!”
“OH IYA LUPA!!”
Scarlett dan Amisha segera mengenakan headset-nya dan memanggil Charlotte dan Ann.
Sementara itu di Gerrard Street, Charlotte masih berjalan bersama Ann mencari Amisha dan Scarlett.
“Coba kita panggil kembali Amisha dan Scarlett lewat voice chat room.” kata Charlotte, “Kita tidak bisa berputar-putar lagi seperti di Hyde Park tadi.”
Ann langsung memasang headset-nya ke telinga kiri.
Tak lama kemudian terdengar suara Amisha dan Scarlett saling memanggil Charlotte dan Ann seperti suara anak-anak bebek memanggil induknya.
“Hei anak-anak platypus! DI MANA KALIAN?!” teriak Ann.
“Amisha, Scarlett, kalian baik-baik saja?” Charlotte bertanya kuatir, “Di mana kalian?”
“Hai Charlotte, Ann.. maaf kami tadi panik dikejar anak buah Derig!” kata Amisha, “Kami sekarang di Shaftesbury Avenue, menuju stasiun kereta Piccadilly Circus!”
“Piccadilly? Mau ke mana?” tanya Charlotte.
“Ashford!” jawab Amisha.
“Kalian masih dikejar?” tanya Ann.
“Tidak untuk saat ini! Tadi kami sembunyi. Sebentar lagi pasti mereka muncul. Itu sebabnya kami memutuskan untuk pergi ke Ashford.”
“Kenapa Ashford?” tanya Ann.
“Amisha kan pindah ke Ashford..” jawab Charlotte.
“Oh iya.. eejit…”
“Oke, Amisha..” tambah Charlotte, “Beri tahu kami rute-mu. Di mana kita bisa bertemu?”
“Kami menyusuri Shaftesbury Avenue sampai ke stasiun Piccadilly, lalu naik tube ke stasiun St Pancras.”
“Oke tetap online di voice chat, jangan buat aku dan Ann kuatir lagi.”
“Kita ketemu di stasiun Leicester Square, nona-nona duyung!” tambah Ann, “Kami terlalu jauh dari Piccadilly, lebih dekat ke Leicester Square.”
“Piccadilly juga dekat!”
“Jauh, Char.. ke Leicester Square aja!”
“Dasar malas jalan!” kata Charlotte, “Jarak stasiun underground kan dekat-dekat semua.”
“Ya bu guru!” sahut Ann, “Kau sudah mention soal jarak tadi pagi.”
“Apakah kita bertemu di dalam Tube?” tanya Scarlett di voice chat room.
“Tidak, kalian keluar saja dari Tube, kita bertemu di platform, lalu masuk Tube lagi bersama.” jawab Charlotte.
“Jangan tinggalkan voice chat room, tetap online supaya kita bisa saling update!” tambah Ann.
“Oke!” jawab Amisha.
“Oh ya Charlotte, Ann..” tambah Scarlett, “Waspada dengan BMW biru tadi!”
“BMW biru?”
“Yang tadi bertemu di jalan..”
“Oh kenapa?”
“Itu kendaraan mereka, yang mengejar Amisha. Anak buah Derig. Hindari kontak dengan kendaraan itu!”
“Oke, terima kasih telah mengabari! Semoga kami tidak bertemu dengan mobil itu,” jawab Charlotte sambil menoleh ke arah Ann, “Ayo Ann kita kembali ke KFC idamanmu! lalu menyebrang jalan ke stasiun Leicester Square.”
Ann hendak menunjukkan jari tengah, tapi Charlotte lebih dahulu menangkap tangan Ann dan mengubah jari yang tampil menjadi jempol. “Ayo cepat!”
“Tidak perlu cepat-cepat, jadi sampai KFC jam 10.30!”
Charlotte tetap tidak mau memperlambat langkahnya, “Simpan rencanamu untuk nanti, nona Loughty!”
“Oh semoga di Ashford ada KFC..” Ann merengek, “Berlarian ke sana-sini sampai hampir 1 jam membuatku lapar!”
Dalam hati, Charlotte juga setuju. Mencari Amisha dan Scarlett tadi menguras tenaga.
Di pinggir Shaftesbury Avenue, Amisha berjalan di sebelah kiri, Scarlett di sebelah kanan. Mereka membenamkan mukanya ke scarf di balik puffer jacket mereka supaya tidak terlihat wajah masing-masing.
Di hari Selasa pagi itu sudah mulai ramai, walau banyak toko yang mulai buka di jam 10.30 dan 11.00. Kendaraan van pengirim paket dan kendaraan pribadi banyak lalu-lalang.
Mereka berdua berjalan cepat melewati bangunan Trocadero Centre di sebrang McDonald’s Shaftesbury.
“Itu truk yang biasa drop bahan makanan ke McDonald’s Leicester Square.” kata Amisha sambil menunjuk truk Isuzu yang sedang parkir di depan McDonald’s - terlihat seseorang dengan seragam yang sama dengan Amisha memegang tablet mengawasi stok barang yang diterima.
Scarlett menoleh ke seberang jalan, tapi ia tiba-tiba melihat orang yang mencurigakan. Tampak Boris Aldriche sedang melihat-lihat kondisi McDonald’s dari luar.
“Bahaya!” bisik Scarlett.
“Kenapa?” tanya Amisha.
“Jangan menengok ke seberang, lihat pantulan di kaca sebelah kirimu. Pelan-pelan..”
“Ada apa Scarlett?” tanya Charlotte berhenti tepat di dekat KFC. Sementara itu Ann mulai menggila dengan melihat-lihat ke dalam KFC persis seperti yang dilakukan Boris di McDonald’s Shaftesbury.
“Satu pengejar terlihat! Tapi dia tidak melihat kami. Secepatnya kami akan kabur!” bisik Scarlett sambil merangkul Amisha yang sudah gemetar hebat, “Kami belok ke Great Windmill Street, gak jadi lurus! Tapi rencana tidak berubah, kita bertemu di platform stasiun Leicester Square.”
“Oke hati-hati ya kalian!” kata Charlotte yang kemudian melanjutkan langkahnya ke penyebrangan jalan di depan Hippodrome.
“Ayo cepat sedikit, Ann!”
Tidak ada jawaban. Charlotte melihat ke belakang, nampak Ann masih di depan KFC. Charlotte segera menghampirinya dan menendang kakinya.
“Awww!!! Aduh!”
“Kenapa? Ada apa di sana?” tanya Scarlett kebingungan mendengar teriakan Ann di voice chat.
“Ada orang gila!” jawab Charlotte sambil menarik tangan Ann.
Setelah Charlotte dan Ann menyebrang jalan, sebuah BMW biru lewat di belakang mereka dengan kecepatan yang cukup tinggi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Rona Risa
platypus, astagaa 🤣🤣🤣🤣
2024-03-30
1
Rona Risa
aku juga suka sekali fried chicken, sampai sekarang 🤤
2024-03-30
1
Kenneth
Terima kasih telah menulis cerita yang menghibur, author.
2024-03-03
2