Peristiwa itu membuatku memilih untuk terlebih dahulu bersembunyi. Mereka akan memburu anggota yang tersisa yang tidak datang pada malam itu termasuk aku.
Seorang penting dan eksekutor maut berkhianat kepada kami semua. Mereka berdua bersedia dibeli untuk menjual kami. Taktik yang mereka terapkan di antara kami adalah cara lama bernama adu domba. Kami satu sama lain berhasil dihasut hingga tanpa pikir panjang bersedia untuk saling membunuh.
Dua orang yang berkhianat itu dijadikan sebagai alat penghancur oleh mereka yang sebenarnya yaitu orang-orang yang selama ini kami adili. Mereka harus membinasakan kami untuk tetap bisa berbuat kejahatan tanpa terputus. Kami bagi mereka adalah batu sandungan yang harus disapu bersih. Mereka adalah wadah besar dari kumpulan-kumpulan keparat para pelaku kejahatan yang berkedok sebagai orang-orang baik. Sebaliknya kami adalah wujud dari keadilan yang sebenarnya. Kami rela berlumuran darah dan mempertaruhkan nyawa untuk keadilan yang sesungguhnya.
Dari sejak kami berdiri ada sebuah kode etik yang kami pegang. Kami tidak melakukan kekerasan apalagi sampai membunuh kepada yang tidak berhak menerimanya. Dan apa yang dilakukan oleh kedua pengkhianat itu mengakhiri semuanya. Mereka berdua bahkan menghabisi seluruh anggota divisi keuangan yang hanya bekerja untuk mengurus rekening kami termasuk teman lamaku yang sebelumnya kutanyakan.
Kabar burung di dunia kegelapan dengan cepat menyebar. Sudah banyak yang tahu bahwa kami sudah tamat. Dua pengkhianat yang sudah secara terang-terangan beralih kubu. Dan berita yang paling terbaru menyebutkan bahwa kami yang masih bertahan dihargai dengan imbalan yang mahal bagi siapa saja yang mampu menghabisi kami.
Lihatlah permainan mereka yang berkuasa sekarang. Kami dijadikan binatang buruan yang ditebus bayaran untuk kematian kami. Tentu saja para preman, gangster, mafia dan pelaku kriminal lainnya begitu antusias mendengar pengumuman ini. Di dunia hitam kami adalah puncak dari pemangsa yang begitu ditakuti. Tapi kini kami adalah tawanan dalam setiap langkah kami sendiri di dunia yang sebelumnya kami disegani.
Beberapa hari berlalu belum ada yang berhasil mendapatkan aku. Aku masih bebas berkeliaran tanpa ada satu orang pun yang tahu. Bahkan eksekutor maut pun kesulitan untuk mencari dimana aku berada. Namun situasi itu berbeda dengan anggota kami yang lainnya. Terdengar kabar bahwa aku menjadi satu-satunya ancaman yang tersisa. Mereka berhasil meringkus dan melenyapkan yang lain dengan begitu mudah. Kini tinggal aku sendiri yang akan menentukan bagaimana jalan cerita ini selanjutnya.
Untuk meredakan perburuan kepadaku mau tidak mau aku harus membunuh terlebih dahulu kedua pengkhianat itu. Dengan begitu bisa menjadi sebuah pesan yang berarti buat mereka. Sekarang tinggal bagaimana caraku untuk melakukannya.
Eksekutor maut. Dialah orang pertama yang harus ku bunuh. Setelah malam penghabisan itu dia tidak berhenti mengejar ku. Ia tidak akan tenang sebelum menjadi satu-satunya orang yang tidak tertandingi.
Kesombongannya ini yang akan aku gunakan untuk mengalahkannya. Aku hanya perlu memancingnya supaya ia datang menemukanku. Aku sangat yakin orang sepertinya ingin sekali berduel satu lawan satu denganku. Terlebih lagi di pertemuan terakhir dengannya aku mempecundangi nya dengan berhasil lolos dari rencananya.
Apa yang paling diinginkan oleh seorang pencuri kecil?
Tentu saja uang, perhiasan, dan barang bernilai lainnya. Aku memberikan itu kepada maling yang pernah datang ke rumahku di cerita bagian sebelumnya.
Tentu saja pekerjaanku yang beresiko nyawa melayang dalam setiap waktunya berupah dengan bayaran yang tinggi. Aku menggaji pencuri kecil itu untuk menuruti semua perkataanku. Aku dan dia bekerja sama.
Ini adalah sebuah kebetulan yang harus dibuat. Postur tubuhnya sama denganku, hanya tinggal menyesuaikan untuk dia berjalan dan berperilaku sepertiku.
Tidak ada sampai satu minggu kami berdua berlatih untuk mempersiapkan pertunjukan kami. Pencuri kecil itu sungguh gigih dan cepat belajar. Aku tidak pernah bilang alasan sebenarnya untuk apa dia harus melakukannya. Dia pun juga tidak begitu peduli asal mendapat bayaran besar dan tetap hidup untuk bisa menikmatinya.
Aku sengaja menampakkan diri kepada eksekutor maut yang sedang mencari ku. Aku lengah dan dia berhasil menemukanku itulah gagasan awalnya.
Setelahnya pemburu itu akan selalu mengikuti ku, menunggu waktu yang tepat untuk menghabisi ku.
Aku hanya satu kali memperlihatkan diriku kepada eksekutor maut. Selanjutnya yang diikuti si pengkhianat itu adalah pencuri kecil yang sedang berlakon menjadi aku dengan gaya dan pakaian yang sama persis.
Sudah dua kali si pencuri kecil berhasil lolos dari kejaran eksekutor maut. Tentu saja aku turut mengawasi pergerakan mereka untuk menjaga si pencuri kecil sekaligus mengamati pergerakan orang yang sedang memburuku.
Stasiun kereta api. Ini akan menjadi peran terakhirnya beradegan menjadi diriku. Si pencuri kecil berjalan di tengah kerumunan penumpang yang hendak naik kereta dan ia juga harus bertabrakan dengan arus orang-orang yang baru saja turun dari kereta.
Begitu juga dengan eksekutor maut yang sedang membuntutinya. Ini adalah kesempatan emas bagi eksekutor maut untuk menuntaskan perburuannya.
Di tengah keramaian itu pastinya tidak akan ada yang peduli dan memperhatikan apa yang terjadi dengan orang disekitar mereka. Semua sibuk dengan agendanya masing-masing.
Celah itulah yang diambil untuk mendapatkan si pencuri kecil yang sedang dikejarnya. Eksekutor maut berjalan lebih cepat untuk meraihku yang sedang diperankan oleh si pencuri kecil.
Dalam perjalanannya itu ia harus berpapasan dan bertabrakan dengan orang-orang yang sedang berlalu-lalang. Dan salah satu orang yang ditabrak eksekutor maut adalah aku yang tidak akan pernah ia duga.
Masuk melalui titik ulu hati, aku tikam dalam jantung eksekutor maut dengan belati tajam untuk mengirimnya mati. Seperti binatang buas dalam keadaan beringas yang tengah bersiap untuk menerkam mangsanya otak eksekutor maut tumpul tidak memperhatikan sekelilingnya.
Sementara si pencuri kecil yang tidak tahu menahu hanya berlakon layaknya seorang aktor yang sedang dibayar untuk memerankan perannya dan sesuai janjiku, dia selamat.
Kematian eksekutor maut menjadi pesan pertama bagi mereka bahwa salah jika kini mereka merasa sudah aman berada di puncak rantai makanan kejahatan. Selanjutnya satu pengkhianat lagi yang harus aku bungkam untuk selamanya yaitu seorang penting.
Tentunya tidaklah sesulit mengeksekusi orang yang mengawalnya yang membutuhkan perhitungan dan rencana yang sangat matang. Seorang penting itu tidaklah sama sekali mempunyai kemampuan bertarung, hanya kelicikannya saja yang merepotkan.
Dengan mudahnya aku bisa mengelabui penjaga-penjaga amatir yang berada di sekelilingnya. Aku menunggunya di tempat kerjanya yang baru. Sebuah ruangan yang terdapat di lantai atas gedung mewah yang tinggi. Ia akan segera menyesali pencapaiannya ini.
Aku sama sekali tidak ingin berbicara dengannya. Rasanya sungguh menjijikan pernah mendengarkan ia bicara lalu mempercayai ucapannya. Aku langsung saja mendorongnya keluar dari ruangan barunya itu untuk kembali ke lantai bawah. Aku mengirimnya melalui jendela hingga wajahnya tak berbentuk lagi ketika bangkainya terbaring di aspal jalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments