018

Ada pertimbangan khusus kenapa aku mau melakukan permintaan pekerjaanku selanjutnya. Sejak awal bertemu dengan perantara aku sudah menjelaskan kepadanya bahwa aku tidak akan menerima tawaran untuk mengeksekusi target karena alasan percintaan.

Akhirnya ini terjadi. Aku harus melanggar peraturan yang aku janjikan sendiri.

Dua orang yang harus aku bunuh adalah pasangan selingkuh. Suami dari wanita yang berselingkuh itu lah yang menginginkannya.

Klienku sudah tahu kalau istrinya bermain gila dengan seorang pemuda yang dikenalnya dari jejaring sosial. Bahkan perzinaan ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Pria yang menjadi selingkuhan istrinya adalah seorang mahasiswa yang usianya jauh lebih muda.

Klienku menghubungi perantara setelah ia dan istrinya resmi bercerai secara hukum. Klienku tidak rela kehilangan sebagian besar kekayaannya karena ada pembagian harta gana-gini dengan sang mantan istri sesuai dengan perjanjian pra nikah yang dahulu pernah mereka sepakati.

Aku bersedia membunuh pasangan selingkuh itu karena klienku merupakan sosok yang tidak main-main. Meski namanya tidak bergaung. Klienku adalah seorang yang sangat disegani dan dihormati oleh orang-orang penting. Bisa dibilang ia adalah seseorang yang sangat berpengaruh. Sebuah investasi balas budi yang akan sangat berguna bagi ku di kemudian hari.

*

Aku bukan seorang detektif. Apalagi yang mengurus kasus perselingkuhan. Aku adalah seorang pembunuh bayaran. Tapi inilah yang aku lakukan.

Aku sudah berada di dalam kamar hotel yang biasanya disewa oleh wanita dan selingkuhannya untuk bertemu dan melakukan aktivitas seks mereka. Sebentar lagi mereka akan datang.

Dimana posisiku?

Aku tepat berada di atas plafon tempat tidur kamar itu. Dengan membawa ponsel pintar yang difungsikan sebagai alat rekam. Klienku meminta video mantan istrinya saat berhubungan badan dengan pemuda selingkuhannya untuk terakhir kalinya sebelum aku membunuhnya. Untuk sebuah kenang-kenangan pintanya. Akan aku lakukan.

Beberapa menit kemudian dua sejoli yang terpaut usia hampir 20 tahun itu tiba di dalam kamar hotel.

Sang wanita datang terlebih dahulu. Janda anak tiga itu langsung menjatuhkan dirinya ke tempat tidur. Kemudian ia melakukan masturbasi. Aku pikir wanita paruh baya ini adalah seorang nymphomania yang tidak mampu menahan hasrat seksualnya.

Disusul sang pria muda yang datang setelahnya. Melihat wanita yang memeliharanya sedang masturbasi, pria muda itu langsung melepaskan seluruh pakaiannya. Mereka pun bercumbu.

Aku rasa pasangan ini memang menemukan kebutuhan sexual mereka satu dengan yang lainnya. Fetish atau obsesi sexual mereka sesuai satu sama lain. Saling melengkapi.

Aku merekam adegan mereka berdua saat sedang berhubungan. Suara sang wanita begitu merangsang gairah sang pria muda. Desahan dan jeritannya membuat sang pria bersemangat menggebu-gebu. Dihantamnya terus wanita paruh baya yang bisa jadi seumuran dengan ibunya sendiri.

Aku rasa sudah cukup. Sudah lebih dari sekali masing-masing dari mereka merasakan puncak kenikmatan. Sudah lebih dari 15 menit aku merekam mereka beradu di atas ranjang.

Sekarang giliranku untuk melakukan adegan.

*

Aku turun dari atas plafon kamar mandi. Aku akan membunuh mereka dengan menggunakan botol beling yang sudah aku pecahkan sebelumnya. Botol minuman itu aku ambil dari kamar yang sama sebelum kedua orang itu datang.

Aku akan melakukannya dengan cepat.

Mereka berdua masih asyik berzina. Sang wanita meronta keenakan. Sang pria pun berdesir sambil terus bekerja keras di atas tubuhnya.

Aku datang dari arah buta mereka. Yang pertama aku tikam adalah sang pria muda. Aku menusuk bagian kanan atas perut yang terdapat hati di sana. Aku tusuk lalu merobeknya.

Rasa sakit dipadukan dengan kelelahan saat sedang berhubungan. Pria itu langsung tersungkur.

Kemudian giliran sang wanita. Dengan pecahan botol yang sama aku menyayat nadi di pergelangan tangan kirinya. Sambil melakukan itu aku juga membekap mulutnya.

Sang wanita yang tengah merasakan kenikmatan yang menguras tenaga hanya bisa pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa.

Keduanya mati kehabisan darah. Kamar hotel itu kini berubah warna menjadi merah.

*

Aku meninggalkan mereka tanpa jejak.

Botol yang aku pecahkan yang aku ambil dari dalam kamar hotel itu menjadi sebuah alat yang aku gunakan untuk mengeksekusi keduanya. Aku tinggalkan pecahan botol itu di tangan kanan sang wanita. Aku juga menyebar sisa pecahan botol yang sama di lantai. Aku juga menyiram lantai dengan isi dari botol tersebut.

Sketsa rekayasa yang aku buat adalah sebagai berikut.

Setelah berhubungan intim. Kedua pasangan itu bertengkar hebat. Sang wanita membunuh sang pria muda karena tidak mau menikahi wanita selingkuhannya yang umurnya hampir sama dengan ibunya.

Sang wanita kemudian membunuh sang pria memakai pecahan botol yang sebelumnya dibanting ketika mereka sedang cekcok.

Setelah membunuh sang pria, sang wanita pun stres tidak terkendali karena statusnya yang sudah resmi bercerai dengan mantan suaminya. Sang wanita pun melakukan bunuh diri dengan cara menyayat nadinya sendiri.

*

Bisa dibilang aku adalah seorang seniman lukis. Walaupun warna yang sering aku gunakan selalu sama. Merah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!