020

Untuk eksekusi berikutnya aku tidak memerlukan terlalu banyak keterangan dan penjelasan. Bahkan orang yang bukan ahlinya pun sudah tahu siapa orang yang harus ditetapkan sebagai tersangka.

Ada kasus yang sedang marak di perbincangkan. Sebuah kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal.

Keluarga korban sudah membawa permasalahan ini melalui jalur hukum. Keluarga korban juga sepakat telah menolak tawaran berdamai dari pihak keluarga tersangka yang berjumlah 3 orang.

Peristiwa ini terjadi di sekolah korban saat jam istirahat. Awalnya hanyalah sebuah perundungan. Dimana 3 kakak kelas korban menjahilinya di kamar mandi. Naasnya perundungan tersebut berubah menjadi sebuah pengeroyokan dan penganiayaan hingga korban yang usianya lebih muda 2 tahun meninggal di tempat.

Kejadian itu bahkan divideokan oleh salah satu dari 3 tersangka secara langsung di akun medsos pribadinya. Sekarang video yang berakhir menjadi sebuah pembunuhan itu sudah tersebar kemana-mana dan disaksikan jutaan pasang mata.

Motif perundungan ini sangat sepele. Salah satu dari 3 tersangka tidak terima jika korban yang masih anak baru membawa sepeda motor sport yang sama persis dengan miliknya.

2 tersangka di video tersebut sudah berhasil diringkus dan sekarang tengah mendekam di balik jeruji penjara. Sementara 1 tersangka lagi yang menggagas perundungan tersebut masih belum ditemukan.

Baru-baru ini terkuak fakta bahwa satu tersangka yang masih menghilang itu adalah anak dari pejabat wilayah. Semua orang sadar itulah alasan sebenarnya kenapa tersangka ini masih belum diproses hukum.

Ancaman kurungan penjara seumur hidup sampai hukuman mati sudah menunggu mereka. Jelas sekarang sedang terjadi lobi-lobi di kursi-kursi para petinggi.

Dari sisi keluarga korban hanya menuntut keadilan. Mereka ingin anak-anak yang telah membunuh anak mereka juga dibunuh. Darah dibalas dengan darah. Nyawa ditukar dengan nyawa.

*

Perantara datang menemui ku. Ia menawarkan pekerjaan kepadaku tentang kasus yang baru saja ku jelaskan. Aku menerimanya. Kelakuan para petugas hukum yang seringkali memainkan sandiwara mengulur-ulur waktu karena adanya praktek jual beli keputusan harus dihentikan.

Sebenarnya aku cukup heran. Keluarga korban bukanlah orang yang mampu untuk membayar jasaku.

Rupanya ada orang yang membela keluarga korban untuk mendapatkan hak keadilan yang semestinya. Orang itulah yang akan memberi upah kepadaku. Perlahan tapi pasti orang baik mulai bermunculan. Mereka sadar peran mereka penting untuk melawan kelompok orang-orang yang sengaja jahat.

*

Sekarang tinggal bagaimana aku melakukannya.

Pemberitaan yang disiarkan adalah tersangka yang masih duduk di bangku sekolah itu tengah kabur dan belum bisa ditemukan keberadaannya. Para petugas sedang berusaha untuk terus mencarinya. Begitulah yang dikatakan melalui media.

Orang tua tersangka juga menghimbau kepada anaknya untuk lekas pulang dan menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Dan bertanggung jawab atas apa yang diperbuat olehnya. Begitulah yang dikatakan melalui media.

Jika dihadapkan dengan kasus peristiwa seperti ini. Bagiku jawabannya mudah sekali. Tersangka sampai detik ini tidak pergi kemana-mana. Anak itu masih berada di rumahnya.

Percayalah. Segera akan aku buktikan.

*

Sudah 6 hari sejak peristiwa kematian korban. Sudah 6 hari pula tersangka utama belum ditemukan.

Sejak saat itu sudah 6 hari beruntun rumah tersangka memesan pizza untuk makan malam. Dengan jumlah dan rasa yang selalu sama. BBQ beef pizza yang menjadi favorit satu-satunya anak laki-laki di rumah gedongan ini.

Di hari ke 7 aku yang mengantarkan 3 box pizza itu. Aku berperan sebagai seorang kurir yang sedang mengantarkan makanan.

Biasanya pesanan itu sampai di sana diantara lewat jam 5 sore sampai sebelum jam 6 petang. Tapi di hari itu aku mengantarkannya sampai di rumah mewah tersebut jam setengah 7 malam.

Sesuai dengan analisaku tidak ada pembantu rumah tangga yang membukakan pintu. Para ART sedang sibuk dengan urusannya masing-masing di jam itu. Penghuni rumah yang lain juga sedang menikmati santap malam.

Anak itu akhirnya datang sendiri untuk membukakan pintu. Ia keluar kamar untuk menjemput menu makan malamnya yang aku bawakan special untuknya.

Anak gemuk itu membuka pintu. Ia tidak ada rasa bersalah sama sekali meski dirinya adalah tersangka dari kasus penganiayaan dan pembunuhan.

“Lama!”, keluh anak itu sambil menerima pizza.

Aku memberinya extra kondimen. Aku membawa sebuah suntikan berisi pavulon untuk melumpuhkan otot dan menghentikan nafas, kalium klorida untuk menghentikan jantung, midazolam untuk sedasi. Cairan yang biasa digunakan untuk melakukan suntik mati.

Tepat di bagian tengah dada sedikit miring ke arah kiri dimana letak jantung berada aku suntikan cairan pembunuh tersebut kepadanya. 250 CC.

Aku pergi meninggalkan anak itu yang sedang merasakan detik-detik menuju kematian.

Aku pamit kepada petugas keamanan penjaga rumah yang sedang santap malam di pos kecilnya. Cukup dengan melambaikan tangan sama seperti ketika beberapa menit yang lalu aku datang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!