Bab. 18

Keyla berdecak kesal. Sungguh, Keyla ingin sekali mengambil air dingin di dalam kulkas untuk menyiram mulut pedas Lio.

"Bapak nggak usah besar kepala. Memangnya saya mau nikah sama om-om bermulut pedas kayak Bapak?" seru Keyla tak mau kalah menjawab semua ucapan Lio. "Saya ini masih sekolah, harusnya Bapak bisa dong menjelaskan pada mereka. Bukan malah diam saja."

Keyla memalingkan wajahnya, malas menatap ke arah Lio. Ia bicara sambil menahan tangis dan menyeka air matanya.

"Kamu masih bisa sekolah seperti biasa. Jangan memperburuk keadaan dengan jalan pikiran kamu yang rumit itu." Lio mengulurkan saputangan ke arah Keyla. "Pakai ini. Lihat, ingus kamu itu kemana-mana," ledeknya.

"Pak Lio!"

"Saya hanya bercanda," katanya.

Keyla terdiam cukup lama. Menimbang semua kalimat yang keluar dari bibir Lio.

"Ayo menikah! Setelah satu tahun mari kita berpisah!" seru Lio lantang tanpa ada keraguan sama sekali.

Keyla menghela nafas. Mau menolak seperti apapun toh mereka akan tetap menikah. Apalagi saat Keyla tahu berapa besar hutang ayahnya pada keluarga Lio.

"Oke kalau itu yang Bapak mau. Tapi setelah menikah saya tidak mau tidur satu ranjang dengan Bapak!" jawab Keyla tegas dan mulai kembali berani melawan. Bertolak pinggang di depan Lio.

"Siapa juga yang mau tidur dengan bocah ingusan." Lio memperhatikan Keyla dari atas sampai bawah. "Kamu itu bukan tipe saya. Kurus dan nggak berisi sama sekali," ejek Lio sambil memperlihatkan ekspresi menyebalkan dari wajah tampannya.

Apa dia bilang tadi? Kurus dan nggak berisi sama sekali? Tubuh seksi dan sempurna begini dibilang kurus. Awas saja kalau sampai guru killer bermulut pedas ini sampai jatuh cinta padaku!

Keyla terus menggerutu dalam hati. Tidak salah Keyla menganggap Lio adalah paling menyebalkan di dunia.

*****

Setelah berdebat cukup panjang dengan Lio, Keyla memutuskan untuk kembali ke meja makan.

Wajahnya ditekuk, masih kesal dengan pria yang sedang berjalan di belakangnya.

"Key, kenapa cemberut gitu? Ajak Lio makan. Siapkan piring dan ambilkan nasinya," sahut Herman.

Keyla beralih menatap Herman, kemudian Jelita yang juga menganggukkan kepalnya.

"Iya, Yah," jawab Keyla malas. Ia mempersilahkan Lio untuk duduk dan melakukan apa yang Herman perintahkan.

"Sepertinya kalian berdua sudah setuju." Bara melirik Lio dan Keyla. "Bagaimana kalau pernikahan kita percepat saja minggu depan," ucap Bara sembari mengusap lengan Krystal.

"Hah? Minggu depan?" seru Lio dan Keyla bersamaan.

Mereka sebenarnya sudah tahu, hanya saja masih tidak percaya jika kedua orang tua mereka benar-benar akan menikahkan mereka minggu depan.

"Nggak usah pura-pura kaget. Mommy udah cocok sama Keyla. Nggak mau pindah ke lain hati," celetuk Krystal dengan hati bahagia.

"Apa kamu setuju, Herman?" tanya Bara pada Herman.

Herman mengangguk lalu menatap putrinya dan calon menantunya bergantian.

"Tentu saja, aku sangat setuju. Lebih cepat lebih baik. Jangan menunda terlalu lama. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nanti," jawab Herman antusias. Tentu disini dia adalah yang paling di untungkan saat ini.

Keyla meremas ujung gaunnya. Ternyata memang benar, Herman telah menjualnya pada keluarga Lio.

"Jangan lupa, setelah menikah segera kasih Mommy cucu ya, Sayang." Krystal mendekati Keyla dan mengusap wajah cantiknya.

"Tenang saja, Tan. Keyla bakalan ngasih Tante sebelas cucu," jawab Keyla enteng dan berhasil membuat tawa mereka semua pecah.

Entah dorongan dari mana tiba-tiba Keyla bicara keceplosan. Begitu polos kah seorang Keyla? Apa gadis itu pikir membuat cucu segampang membalik telapak tangan?

Sedangkan Lio, yang mendengar itu langsung tersedak air liurnya sendiri. "Kamu mau ngasih Mommy cucu atau membuat tim kesebelasan sepak bola, hum?" Lio berbisik lirih tepat di samping telinga Keyla.

Keyla bergidik sembari menelan ludahnya susah payah. Apa dia salah bicara?

"Saya nggak menyangka, ternyata kamu mesum juga," imbuh Lio dengan senyum mengejek.

Keyla menatap kesal Lio. Tentu saja Keyla sadar baru saja bibirnya tidak pakai rem saat bicara, karena terlalu gugup dan juga tidak ingin membuat calon mertuanya kecewa.

Apalagi saat membahas tentang cucu, Krystal selalu menampakkan senyum bahagianya.

Terpopuler

Comments

Sri Suhartini

Sri Suhartini

hmmm bllm aja bpa bucin

2024-07-01

1

@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥

@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥

cihh bapak egois maneh😒

2024-03-15

0

Aidah Djafar

Aidah Djafar

kek kesebelasan key 11 cucu 😇😁😂bola kalle 🙃🤣🤣🤣

2024-03-06

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!