Bab. 15

"Bisa nggak kamu percepat bawa mobilnya? Saya sudah ditunggu."

Lio menunjuk arloji yang melingkar di pergelangan tangannya dan memperlihatkannya kepada Sean.

"Kalau sampai saya datang terlambat, mereka pasti akan sangat marah. Terutama Mommy," keluh Lio dengan wajah gusar.

Terlalu lama berdandan membuat Lio terlambat datang ke alamat yang Bara berikan. Semua karena Krystal meminta Lio memakai pakaian yang sudah Krystal siapkan.

Padahal, jika hanya untuk pertemuan biasa saja seperti ini, Lio tidak akan mau memakai jas resmi.

Lio mendesah kesal.

Ia sebenarnya tahu, kalau malam ini adalah malam yang sudah kedua mereka atur untuk dirinya dan untuk calon istrinya.

Tapi kenapa harus malam ini? Malam minggu, dimana turun hujan dengan begitu deras. Ditambah lagi jalanan macet.

"Tenang. Sebentar lagi juga sampai. Nggak ada sepuluh menit," sahut Sean membuat Lio melotot ke arahnya.

"Sepuluh menit kamu bilang? Nggak sekalian satu jam?!" protes Lio. Sepupunya itu terlalu hati-hati saat menyetir mobil. Berbeda jika Lio yang melakukannya sendiri.

"Astaga, sepuluh menit itu sebentar, Bro!" sahut Sean tak mau kalah. Berbicara dengan Lio memang harus menggunakan otot. Karena Lio sangat keras kepala. "Sepertinya ada yang sudah nggak sabar ingin bertemu dengan calon teman seranjang nya," goda Sean menoleh sekilas ke kebelakang dan menaik turunkan alisnya.

Lio menatap dingin pada sepupunya itu. Kalau bisa memilih, Lio akan tetap berada di rumah dan fokus pada pekerjaannya yang lain.

"Terserah apa kata kamu." Lio melipat kedua tangan di depan dada sembari menyandarkan kepalanya yang sejak tadi berdenyut.

Sean tersenyum. Ia memutar stir mobilnya, memasuki sebuah gerbang. Tepatnya pintu masuk kawasan perumahan.

Sean mengernyit bingung. Ia merasa kalau pernah datang ke tempat ini sebelumnya. Hanya saja Sean lupa, kapan dan dengan siapa.

Tak mau berpikir aneh-aneh, Sean segera menuju lokasi yang baru saja Bara kirimkan.

*****

Krystal dan Bara reflek tertawa melihat raut wajah Keyla yang terlihat menggemaskan ketika sedang terkejut. Mereka merasa kesepian setelah Flora ikut bersama suaminya dan memilih tinggal di luar negeri.

Tapi, setelah ini, rumah mereka akan ramai lagi seperti biasanya. Terutama Krystal, wanita itu sudah tidak sabar ingin menimang cucu.

"Kemari lah, Sayang. Tante ingin berkenalan denganmu," ucap Krystal bangkit dari duduknya, menarik perlahan lengan Keyla.

Krystal mengusap pipi Keyla. Ia nampak begitu bahagia. Begitu juga dengan Keyla, di perlakukan lembut oleh Krystal membuat hatinya menghangat.

Sudah lama Keyla tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu dan juga ayahnya sendiri. Mereka lebih mengutamakan Tasya daripada dirinya.

"Saya Keyla, Om, Tante," sapa Keyla menundukkan wajahnya. Enggan menatap Bara dan Krystal.

Krystal mengangkat dagu Keyla yang sejak tadi menunduk. Ia tertegun melihat kedua mata Keyla berkaca-kaca. Seakan mengerti, Krystal mengajak Keyla duduk di sampingnya.

"Nanti cantiknya ilang kalau kamu menangis, Sayang." Krystal berbisik lirih sembari mengusap punggung Keyla perlahan.

Keyla menoleh lalu menghapus air matanya, sebelum Jelita melihat itu semua.

Wanita yang ada di samping Keyla saat ini benar-benar cantik dan berhati lembut. Beruntung sekali putra dan putrinya memiliki ibu seperti Krystal.

"Maaf, Tan. Key hanya—"

"Tante mengerti, kamu pasti kecewa dengan perjodohan ini. Tapi, percayalah, anak Tante pasti bisa membuat kamu bahagia." Krystal memotong ucapan Keyla.

Keyla tersenyum kecut. Bagaimana bisa Keyla percaya, sedangkan ia saja belum tahu seperti pria yang akan di jodohkan dengannya.

"Tante harap, kamu bisa menerima semua dengan lapang dada." Krystal terus menasehati Keyla, sedangkan Keyla sejak tadi hanya diam saja. Entah pikirannya sedang berada di mana saat ini. Hingga...

"Selamat malam semua. Maaf, saya terlambat," ucap seorang pria yang tak baru saja masuk dan berjalan menghampiri mereka.

Keyla langsung mendongak. Suara berat dan penuh dengan penekanan itu, sama seperti suara milik guru killer nya.

Bibir Keyla menganga lebar, matanya membulat sempurna seakan ingin keluar dari tempatnya.

"D-dia..."

"Lio, anak Tante, calon suami kamu," sahut Krystal begitu bersemangat.

"What?!" seru Keyla reflek berdiri dari duduknya.

Tidak hanya Keyla, pria yang ada di hadapannya itu juga memasang ekspresi wajah yang sama dengannya.

"Kamu... Bapak?!" pekik mereka berdua bersamaan.

Terpopuler

Comments

Mulyanthie Agustin Rachmawatie

Mulyanthie Agustin Rachmawatie

+ seru oh pour kayla...

2024-06-18

2

Suryati Devi Hashim

Suryati Devi Hashim

wah seru nih

2024-06-15

1

Chen Aya

Chen Aya

wah rame nihhh

2024-03-06

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!