Bab. 10

Jam pelajaran sekolah telah usai. Lio membereskan beberapa buku yang menumpuk di atas mejanya. Selesai dengan tumpukan buku itu, Lio duduk sembari mengusap wajahnya yang terlihat gelisah.

Entah pria itu sedang memikirkan apa.

Yang jelas, sejak tadi apa yang Lio lakukan tidak luput dari perhatian seorang wanita, Ivanka—guru bahasa inggris.

"Permisi, Pak Lio," sapa Ivanka.

Lio terlihat enggan menanggapi, bahkan terkesan cuek. Tapi, Lio berusaha menghargai wanita itu, bukan untuk memberinya kesempatan.

"Boleh saya duduk di samping Bapak?" tanpa menunggu jawaban lawan bicaranya, Ivanka langsung menjatuhkan bokongnya ke bangku kosong yang ada di sebelah Lio.

Lio menaikkan satu alisnya. "Untuk apa bertanya jika anda tetap duduk tanpa menunggu jawaban dari saya, Miss Ivanka?!" sindirnya seraya menyambar ponsel yang sejak tadi bergetar.

Ivanka tersenyum canggung. Di tatap sekilas oleh Lio membuat Ivanka jadi salah tingkah. Jantungnya ikut berdebar, seakan ingin lepas dari tempatnya.

Wajah tampan, rahang tegas, pundak yang kokoh dan bibir tebal seksi nan menggoda. Pokoknya, Lio adalah pria impian Ivanka.

"P-pak saya—"

"Maaf, saya harus mengangkat telfon." Lio memotong kalimat Ivanka. Ia bangkit dari duduknya dan berlalu dari sana.

"Di cuekin lagi? Ini sudah yang ke sepuluh kalinya. Oh my god!" Ivanka berdecak kesal. Rencananya untuk mendekati Lio gagal lagi.

Padahal Ivanka rela pulang terlambat. Menunggu ruangan guru sepi agar bisa berduaan dengan Lio.

"Huh! Sekarang memang gagal. Tapi tidak dengan besok!" seru Ivanka menyambar tasnya, berniat untuk pulang.

Rasanya malu sekali, sudah berdandan cantik agar umpannya tergoda malah dia sendiri yang tidak berhenti menggoda seperti cacing kepanasan.

Sedangkan di luar ruangan, Lio terlihat sedang bicara serius dengan seseorang di balik telpon.

"Ya, Mom. Are you oke?" Lio menanyakan keadaan Krystal yang sepertinya tidak baik-baik saja.

Dari nada bicaranya, Krystal terdengar meringis menahan sakit.

"Mom, jawab Lio. Ada apa? Jangan membuat Lio khawatir!" seru Lio. Tak kunjung segera mendapat jawaban dari sang mommy, Lio memutuskan sepihak sambungannya. "Kebiasaan, kalau ada apa-apa selalu nggak mau bilang," gerutunya kesal.

Lio kembali masuk ke ruangan. Ia bernafas lega karena sudah tidak melihat Ivanka di sana. Lio menyambar tas dan juga kunci mobilnya.

Langkahnya tiba-tiba terhenti, saat melihat Jenny sudah berdiri di depan pintu.

"K–kamu ngapain di sini, hah?!" sentak Lio sembari mengusap dadanya naik turun. Shock, karena penampakan muridnya yang datang tanpa permisi itu.

"Maafkan saya, Pak. Saya cuma mau bertanya soal—" belum selesai Jenny bicara, Lio sudah lebih dulu mengangkat tangan kanannya, meminta Jenny untuk diam.

"Kalau kamu mau menanyakan Keyla, dia ada di ruang kesehatan." Lio menunjuk ke arah ruangan kesehatan yang berada tak jauh dari ruangan guru.

"Loh, saya pikir dia sudah pulang sama Bapak. Pantas saja tasnya masih ada," ucap Jenny menggaruk kepalanya yang tak gatal sembari menenteng tas Keyla.

Lio menghela nafas. Cukup sudah berhadapan dengan kedua muridnya yang membuat emosinya naik turun.

Jika Keyla ceplas ceplos kalau bicara, berbeda dengan Jenny yang sedikit lambat berpikir.

"Kamu pikir saya ini supir pribadinya apa? Hubungi keluarganya dan minta untuk menjemputnya. Saya sibuk." Lio meminta Jenny menyingkir, kemudian pergi dari sana menuju tempat parkir.

Untuk saat ini, Krystal lebih penting bagi Lio dari siapapun. Krystal adalah adalah figur seorang ibu yang sangat Lio cintai melebihi dirinya sendiri.

"Dih, galak amat. Untung ganteng," umpat Jenny.

Ia rela jauh-jauh datang ke sekolah setelah baru beberapa menit sampai rumah, mengingat Keyla—sahabatnya yang sedang pingsan.

*****

"Key, kamu ada masalah apa sih sama pak Lio? Kayaknya dia dendam banget sama kamu," tanya Jenny penasaran.

Keyla mengangkat kedua bahunya acuh. Dia sendiri saja tidak tahu apa masalahnya dengan guru killer itu.

Apa mungkin Lio masih dendam padanya karena hal itu?

"Key, kok malah melamun. Kasih tahu dong," sahut Jenny lagi.

"Nggak ada masalah apa-apa. Udah, nggak usah kepo." Keyla mengalihkan pembicaraan. Lalu meneguk segelas air yang Jenny berikan. "Kamu kok tahu aku ada di sini?" tanyanya.

"Dari pak ganteng." Jenny menjawab sambil senyum-senyum sendiri.

"Mulai nggak waras," cibir Keyla.

Jenny memicingkan mata curiga. Membuat bulu kuduk Keyla merinding di tatap seperti itu. "Aku curiga, jangan-jangan kamu ada hubungan sama pak Lio."

Keyla langsung tersedak mendengar ucapan Jenny. "Enak aja kalau ngomong. Apa hubungannya sama aku?" seketika Keyla mengingat kalau sore ini ayahnya pulang dari luar kota.

"Ponsel aku mana Jen?" tanya Keyla.

Jenny mengambil ponsel Keyla yang ada di dalam tasnya dan menyodorkannya. "Nih, dari tadi ponsel kamu getar terus. Lupa mau ngasih tahu," katanya sambil nyengir.

Keyla terkejut melihat ada lima panggilan tak terjawab dari Herman. Buru-buru, ia mengangkatnya. "Maaf, Yah. Key baru keluar kelas," sahutnya.

"Cepat pulang. Ayah tunggu di rumah!" seru Herman meninggikan nada bicaranya.

Keyla menggigit bibirnya menahan sesak di dadanya. Keyla pikir, Herman khawatir karena Keyla pingsan. Tapi, ternyata tidak sama sekali.

"Selalu saja diabaikan..." Keyla kecewa. Herman kembali menorehkan luka di hati putrinya.

Sabar Ya Key...

Terpopuler

Comments

Mulyanthie Agustin Rachmawatie

Mulyanthie Agustin Rachmawatie

hmm...Jenny mulai curiga....

2024-06-17

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Jadi cewek tuh harus punya harga diri dong buk,Udah selalu dicuekin madih aja ngejar2 udah kayak cabe cabean aja,Cewek itu di kejar bukan mengejar..

2024-06-10

1

Aidah Djafar

Aidah Djafar

c Miss ulet keket nih Ivanka 🤦😁😂

sabar Key ayahmu tuh di propokatorin terus kale sama c Mak lampir ibu teremu 🤦😏😠🤣

2024-03-06

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!