Bab. 003

Lio heran pada dirinya sendiri. Bukankah seharusnya Lio membiarkan Keyla dan meninggalkan nya lalu pergi begitu saja?

Lalu untuk apa sekarang Lio memperhatikan gadis berseragam sekolah itu?

Atau mungkin karena jiwa gurunya yang tergerak, sehingga harus mengantar Keyla pulang?

"Bapak bisa saya laporkan ke polisi loh kalau begini caranya. Undang-undang penculikan anak di bawah umur," ketus Keyla melipat kedua tangan, lalu memalingkan wajahnya. Menatap ke luar jendela.

"Anak di bawah umur apanya? Seumuran kamu ini pasti sudah tua dan keluar bu lu nya!" mendengar ucapan Lio, Keyla tersedak air liurnya sendiri.

Keyla langsung melirik tajam gurunya itu.

Bisa-bisanya Lio membahas soal bulu dengannya. Hei, dia seorang guru bukan? Kenapa bicaranya seperti bukan pria berpendidikan.

"B-bapak bisa nggak jangan asal ngomong? Saya ini masih polos, Pak! Nggak usah bahas-bahas soal bulu!" balas Keyla dengan wajahnya yang memerah, malu. "Kayak dia nggak punya bulu aja," gumam Keyla.

"Apa kamu bilang? Polos?" Lio tersenyum mengejek.

Keyla mengangguk mantap.

Lio memutar tubuhnya, miring ke arah arah Keyla. "Mana ada gadis polos malam-malam nongkrong di tempat penuh maksiat itu?"

Lio tak habis pikir dengan jalan pikiran Keyla. Sudah jelas gadis itu salah. Tapi selalu selalu mengelak dan bahkan terus menimpali semua ucapan yang keluar dari bibirnya.

"Tentu saja ada. Saya buktinya," sahut Keyla dengan bangga dan penuh percaya diri.

Sean yang sejak tadi fokus menyetir, menahan tawanya mati-matian. Ia melirik sepupunya yang selalu bicara asal ketika sedang marah itu. Baru kali ini Lio tidak bisa berkutik di hadapan seorang gadis SMA.

Lio kembali ke posisi duduknya. Lalu memijat keningnya. Kepalanya mulai berdenyut nyeri. "Sudahlah. Saya lelah berdebat sama kamu. Bocah kepala batu," umpatnya.

"Enak saja Bapak bilang. Saya ini—"

"Katakan dimana alamat rumah kamu. Kasian supir saya sejak tadi muter-muter nggak jelas." Lio memotong ucapan Keyla. "Atau kamu mau saya turunkan di pinggir jalan?" sambungnya.

Keyla merapatkan bibirnya. Saat ini posisi mereka saja sudah berada di jalanan sepi. Kalau di tempat ramai Keyla mungkin saja sudah mengiyakan ucapan Lio.

Lio menyeringai tipis. Akhirnya gadis yang ada di sampingnya ini mau diam. Rasanya dunia kembali seperti semula, tenang dan tanpa suara teriakan.

"Harusnya Bapak membiarkan saya naik taksi tadi. Saya nggak miskin-miskin amat buat bayar ongkosnya." akhirnya setelah lama saling diam, Keyla mau membuka suara.

Lio tak bergeming sama sekali. Fokusnya masih tertuju pada benda pintar yang ada di tangannya. "Taksinya sedang demo," celetuk Lio tanpa berpaling dari ponselnya.

"Demo? Malam-malam begini?" tanya Keyla mengernyit bingung.

Lio hanya menganggukkan kepalanya. Jika ia menjawab lagi, pasti akan ada adu mulut di antara mereka.

Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan kawasan perumahan.

"Di sini rumah kamu?" tanyanya.

"Iya, Pak."

Tak mau berlama-lama, Lio segera membuka pintu mobil dan keluar lebih dulu.

Manik matanya mengamati daerah sekitar. Setelah dirasa aman, Lio membuka pintu samping Keyla.

"Turun," titahnya.

Keyla bergegas turun.

Keyla menghela nafas lega karena ternyata Lio tidak sejahat yang ia pikirkan selama ini.

"Terima kasih, Pak. Sudah mau mengantar saya sampai—" belum selesai Keyla bicara, dahinya sudah jadi sasaran empuk tangan Lio.

Ya, pria itu lagi-lagi menyentil nya. Pasti saat ini dahinya sudah memerah.

"Jangan besar kepala kamu. Saya mengantar kamu karena kebetulan alamat rumah kamu sama dengan alamat rumah Sean," ujarnya menunjuk Sean yang sedang melambaikan tangan pada mereka.

"Ya sudah, nggak jadi makasih kalau gitu!" sungut Keyla.

Padahal Keyla sempat memuji Lio tadi. Sekarang, Keyla tarik semua ucapannya. Lio memang menyebalkan!

"Tapi saya ragu kamu tinggal di perumahan elite begini. Atau jangan-jangan, sebenernya kamu ini simpanan om-om kaya, ya?"

Langkah kaki Keyla terhenti. Kedua tangannya mengepal erat mendengar kalimat menyakitkan yang keluar dari bibir Lio.

Apa gurunya itu pikir dia gadis murahan?

Keyla mengatur nafasnya, mencoba untuk menahan emosi yang saat ini sudah menguasai dirinya. Kemudian, ia berbalik dan berjalan menghampiri Lio.

"Kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak begini?" gumam Lio dalam hati. Ia mengusap tengkuk lehernya yang terasa merinding.

Saat akan membuka pintu mobil, tiba-tiba seseorang menahan agar pintunya tidak terbuka.

"Saya memang miskin. Tapi, bukan berarti Bapak bisa seenaknya saja menghina saya!" seru Keyla tanpa basa basi menarik pundak Lio dan langsung menendang naga jantan nya.

Sontak membuat pria berwajah datar itu meringis kesakitan.

"Argh! Apa yang kamu lakukan!" pekik Lio menyentuh naga nya lalu mendongak, melihat punggung Keyla yang sudah mulai menghilang dari pandangannya.

"Shiit!" umpatnya kesal.

Hai, selamat pagi dan selamat beraktifitas... Jangan lupa kasih like ya.. Biar aku semangat up loh...

Terpopuler

Comments

Kartini Kartini

Kartini Kartini

seru nih

2024-07-15

0

Anii

Anii

🤣🤣🤣

2024-07-13

0

Sri Suhartini

Sri Suhartini

wkwkwkwkwk semoga adiknya kecilnya baik2 aja stlh dpt bogeman

2024-06-30

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!