Pikiran Keyla masih tertuju pada Herman. Kenapa tiba-tiba sang ayah memintanya berdandan cantik, padahal Herman tahu sejak kecil Keyla tidak suka berdandan.
"Jangan-jangan ucapan Jenny bener dong? Aku mau dijual ke om-om botak?" Keyla menjerit dalam hati. Ingin rasanya berteriak tapi di depan ada pak Bambang. Bisa-bisa dia mengira Keyla gila.
Memikirkan itu sepanjang perjalanan pulang, membuat Keyla hampir frustasi. Ditambah lagi, mobil mereka sekarang sudah berhenti di depan sebuah butik.
"Loh, Pak. Kok malah ke butik? Ngapain? Siapa yang mau nikah? Putri Bapak?" Keyla mencecar Bambang dengan banyak pertanyaan.
Tak berniat menjawab ucapan Keyla, Bambang bergegas turun dan membuka pintu mobil. Karena pemilik butik sudah menunggu Keyla sejak tadi.
"Silahkan turun, Non. Nanti Non bisa tanyakan langsung pada non Tasya."
"Kak Tasya di sini?" pekik Keyla.
Bambang mengangguk. Sedangkan Keyla menghela nafas pasrah. Mau tidak mau Keyla segera masuk ke dalam, menemui Tasya.
"Lama banget. Ngapain aja?" Tasya menarik lengan Keyla dan membawanya ke ruang ganti. "Waktu aku nggak banyak. Jadi, cepat lepaskan seragam kamu dan ganti dengan ini."
Tasya memberikan gaun berwarna hitam pada Keyla. "Nggak usah besar kepala. Aku melakukan ini karena ibu dan ayah yang memintaku. Kamu tahu kan aku seorang model?"
"Terus kenapa kalau Kakak seroang model? Aku harus bertepuk tangan atau berjingkrak di depan Kakak?" balas Keyla malas berdebat dengan Tasya yang selalu membanggakan pekerjaannya sebagai model.
"Nggak gitu juga Key, maksud aku—"
"Stop!" Keyla memotong ucapan Tasya. "Aku harus pakai ini, kan? Oke aku pakai. Tapi please, berhenti mengoceh. Kepala aku sakit." Keyla berjalan melewati Tasya sambil menenteng gaun yang wanita itu berikan.
"Keyla! Astaga! Dia itu kenapa sih? Seharusnya dia berterima kasih sama aku. Karena aku jauh-jauh datang kemari, mengosongkan jadwal khusus untuk mendandaninya!" Tasya terus mengumpat Keyla tanpa henti.
Hampir setengah jam menunggu, kini Keyla sudah berganti kostum. Gaun yang Tasya pilihkan terlihat cocok untuk Keyla.
"Senyumnya mana? Jangan cemberut gitu!" Tasya menarik dagu Keyla.
Keyla menampik tangan Tasya. Mengingat kejadian semalam, dimana Tasya membawa ayahnya masuk ke kamar dan tidak segera keluar, membuat Keyla kesal.
"Nggak usah pura-pura baik, Kak. Aku tahu kalau kamu itu—" belum selesai Keyla bicara, ia terkejut saat Tasya tiba-tiba memeluknya.
"Semoga, acara malam ini berjalan lancar. Katakan pada ayah dan ibu, aku nggak bisa pulang malam ini." Tasya mengusap punggung Keyla naik turun.
Keyla tertegun. Sebenarnya apa yang terjadi pada Tasya. Apa kepalanya baru saja terbentur.
******
Keyla dikejutkan dengan banyak mobil yang terparkir di halaman rumahnya. Ada beberapa wartawan yang menunggu di sana.
Namun, mereka tidak diperbolehkan masuk dan dihalangi oleh bodyguard.
Keyla bergegas turun dan berlari masuk ke dalam, takut terjadi sesuatu pada ayahnya.
Langkah kaki Keyla terhenti tepat di ruang utama. Keyla tidak bisa berkata-kata melihat banyak buket bunga dan juga bingkisan.
"Kamu udah pulang, Sayang?" sapa Jelita tersenyum begitu manis. Wanita itu berjalan menghampiri Keyla dan memeluknya. Sikapnya berbeda, tak seperti biasanya.
"Ayah nggak kenapa-napa kan, Bu? Dimana Ayah? Kenapa banyak bunga dan bingkisan?" tanya Keyla dengan bibir bergetar menahan tangis.
Hingga tatapan Keyla beralih pada sepasang suami istri yang sedang tersenyum padanya, juga sang ayah yang duduk di samping mereka.
Keyla menghela nafas lega. Herman baik-baik saja.
"Mereka siapa, Bu?" tanyanya.
"Sana duduk. Nggak usah banyak tanya. Ingat, bersikaplah yang sopan. Jangan membuat aku dan ayahmu malu, ngerti?!" ancam Jelita dengan berbisik.
Keyla mengepalkan tangannya erat. Ingin sekali mendorong Jelita. Tapi, Keyla harus mengalah untuk sementara waktu, bukan?
"Key, sini, Sayang. Kenalkan mereka adalah calon mertua kamu. Tante Krystal dan om Bara," sahut Herman memperkenalkan sepasang suami istri yang terlihat tampan dan cantik meski sudah berumur.
"Hah? Calon mertua?!" pekik Keyla membuat mereka berdua mendongak menatap gadis cantik itu.
Keyla tentu tahu, siapa Krystal. Dia adalah mantan model terkenal yang selama ini Keyla ingin temui. Dan mana mungkin wanita itu adalah calon ibu mertuanya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Aidah Djafar
dasar ratu drama Tasya ulet bulu vs jelita Mak lampir 🤦🤣🤣🤣
nti kaget nih c key calon suaminya guru nya Naga buntung wkwkwkwk
2024-03-06
2
merry jen
jelita jahatt adu domba antara ank dan PP yaa,,pinter x ulat buluu ,,key SK krim pesn KPP izin plg telat tp gk pnh dsmpaiin atau dihapus pesnn y SM jelita itu mkyy ppy kesell SM keyy bgtu jg key dikiriin ppy GK pdlii pdhll gt GT jg pdlii cm jelita ajj yg jhtt SM keyy mask key hk bolh nikmati harta ppy sndrii
2024-03-02
0
jaran goyang
🤣🤣💯💯💯💞🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪💪💪💪
2024-03-02
1