Hallo semuanya...
Happy Reading....
Big love 💜 💜
💜💜💜😄😄😄💜💜💜
Akhirnya mereka semua sampai di rumah dengan adriano sebagai sopir, dan Pak sopir yang akhirnya membawa motor Adriano.
"Alhamdulillah sudah sampai hanya 1 jam ya, ayo turun Yona." ajak Sonya ramah.
"I-iya Bu." jawab Yona malu-malu.
"Apa, kok Bu sih, panggil Mama dong, sayang."
"Eh... ma-maaf" Yona masih belum terbiasa dengan sebutan seperti itu, rasanya aneh jika harus memanggil mama.
"Iya gak apa-apa Yona sayang, belajar panggil Mama ya, sekarang aku ini Mamamu juga dan ini Papamu Regar" Sonya menjelaskan dengan lembut.
Regar pun hanya mengangkat kedua alisnya dengan sikap berwibawanya.
"Iy-iya... m-ma." jawab Yona dengan gugup.
"Ayo turun dulu udah Maghrib, waktunya sholat." ajak Sonya
Yovandra sudah duluan turun dan membuka pintu rumah-nya.
Di dalam rumah mereka sedang duduk di sofa ruang tamu Sonya dan Regar baru sadar kalau rumah anaknya ini hanya ada dua kamar. mereka saling tatap lalu Adriano pun angkat bicara "Aku tidur di sofa saja Mama dan Papa tidur di kamar ku saja biar bisa istirahat dengan nyaman."
Yovandra langsung nyahut saja "Biar aku aja yang tidur di sofa Kak."
"Terus, Aku tidur di kamar sama istri mu gitu... dasar." jawab Adriano ketus
"Eh...
Yovandra lupa kalo dirinya saat ini sudah menikah dan punya istri jawaban Adriano membuat dia terdiam dan menoleh ke arah Yona.
"Nah, bener kata Kakak mu Yovan, lebih baik kalian berdua cepat masuk kamar membersihkan diri dan sholat, lalu kita makan malam bersama, mama sama papa duluan ya." pamit Sonya yang berlalu pergi menggandeng Regar dan meninggalkan mereka di ruang tamu.
"Malam ini doang ya aku tidur di sofa. besok 'NO." ucap Adriano sudah berbaring tidur di sofa.
"Besok kita nginep hotel aja semuanya." sahut Sonya dari pintu kamarnya.
Deg ... Eh.....
Jantung Yona berdebar nggak karuan, seperti mau meledak saja, keringat dingin sudah membasahi tubuhnya dibalik gamis putih yang di pakainya "Gila-gila, ini beneran tidur di kamar yang sama." suara hati Yona.
Yovandra pun berjalan menuju kamarnya sedangkan Yona masih terdiam mematung
sambil meremasi tas ranselnya.
"Ayo" ajak Yovandra membuyarkan lamunan Yona.
"Eh... kemana?"
"Kamar"
"Anu, itu, apa..." Yona terlihat bingung dan juga panik.
Yovandra malah melihatnya santai karena memang Yovandra tak memikirkan apa-apa "Mau tidur di sofa sama Adriano? hmm?" tanya Yovandra tiba-tiba.
"Eh... nggak." jawab Yona cepat.
"Kalo gitu ikut aku ke kamar."
"Eh... ah.. iya-iya."
Ceklek...
Suara Yovandra membuka pintu kamarnya,Yona pun berjalan buru-buru memasuki kamar itu "Cepat bersihkan dirimu sana!" suruh Yovandra setelah melihat Yona masuk.
"Mm... tapi... kamu?" jawab Yona sulit menjelaskan maksud dirinya.
"Nggak ada yang perlu kamu takutkan, bukankah sudah ku jelaskan bahwa tujuan utamaku adalah lulus sekolah STM/SMK dengan sukses, jadi bersikaplah tenang dan santai hal yang kau cemaskan tak akan terjadi." jawab Yovandra menjelaskan.
"Aku mengerti, terima kasih Yovan sudah menjelaskan kembali, kamar mandinya dimana?"
"Pintu sebelah lemari itu toiletnya."
"Taruh saja tasmu di meja dulu, nanti ku carikan tempat di lemari untuk pakaianmu."
Yona mengangguk mengerti bersiap mau membersihkan diri dan masuk ke toilet.
"Heh... kok nggak ada embernya, ini cara mandinya gimana ya wcnya juga aneh, nggak kayak yang di warung Bu dhe, duh... masak tanya Yovan lagi" suara hati Yona.
Yona mengotak atik kran shower di toilet, akhirnya bisa keluar airnya, beberapa menit kemudian Yona sudah selesai.
Saat keluar dari toilet Yona mendapati Yovandra yang berbaring tidur "Ayo sholat Maghrib dulu Yovan" bisiknya pelan dari ujung tempat tidur.
"Mmh... iya'' Yovan pun langsung bangun dan berjalan ke toilet.
Mereka melakukan sholat jama'ah Maghrib bersama yona kaget "ternyata Yovan bisa juga sholat, mengerti juga, sepertinya bocah ini selain gila juga baik, tapi sikap tenang dan santainya itu lo, bikin deg... degan..." suara hati yona.
yona langsung menyalami Yovan tapi Yovan malah terdiam melihatnya dengan menatap Yona penuh tanya.
"Apa?"
"Salim"
"Nggak usah"
"Kenapa"
"Belum waktunya"
"Apanya yang belum waktunya"
Yovan mengabaikan ucapan Yona dan kembali berbaring di atas tempat tidur.
Yona hanya melihatnya bingung tak mau ambil pusing Yona melanjutkan berdzikir dan berdo'a lalu membaca Al-Qur'an.
Meski pelan Yovandra tetap mendengarnya. tapi tak berkomentar.
Drrrrt ... drrrr...
Ponsel Yovandra berbunyi.
"Iya Ma"
"Kalo sudah selesai keluarlah mama mau tanya sesuatu"
"Hmm." Yovan pun mematikan ponselnya.
"Kau, letakkan bajumu di sini Aku keluar dulu sebentar." pamitnya kepada Yona.
Yona mengangguk mengerti.
****
"Ada apa Ma?" tanya Yovan ketika sudah keluar dan berada di kamar mamanya.
"Bagaima cerita nya kamu bisa terjebak pernikahan dengan Yona, ceritakan semuanya dari awal Mama ingin mendengar langsung darimu Yovandra."
"Hmm, ok, begini ma... "
*Flashback*
Malam hari saat Yovandra mencari pekerjaan di sebuah restoran mewah di temani Ridho, Rehan tak bisa ikut karena ada acara keluarga.
Sebelumnya Yovandra sudah bekerja di sebuah Loundry menjadi kurir pakaian bersih yang sudah di loundry dan siap pakai, biasanya penghuni apartemen yang suka minta antar.
Karena banyaknya pelanggan wanita yang minta nomor telfon,Yovandra jadi risih dan berniat pindah pekerjaan, tapi......
"Hei, Yovan Kakak Lo, kan guru di sekolah kita, meski masih bantu sih, ngapain sih Lo repot-repot cari kerja part time gini, udah malam juga, bukanya belajar malah kerja, Lo bilang mau lulus dengan sukses." celoteh Ridho panjang.
"Apaan sih, bawel sekali jadi laki-laki jadi nemenin nggak?" jawab Yovan.
"Iya... gue pikir Lo anak orang kaya deh Yovan, nggak keliatan anak orang susah sama sekali padahal..."
Belum selesai Ridho bicara Yovan menarik jaketnya....
"Ayo udah sampai" kata Yovandra.
"Disini Yovan, wuih, keren, mewah banget nih tempat makan." puji Ridho yang terkagum-kagum melihat kemewahan sebuah tempat makan saja.
Yovan tersenyum sedikit dan menepuk bahu ridho "Ayo jalan". Ridho langsung mengikuti Yovandra berjalan di belakangnya.
"Tahu dari mana Lo? disini ada lowongan part time." tanya Ridho sambil berjalan mengekor Yovandra memasuki ruang interview kerja.
"Adalah, banyak yang ngepost di internet."
Permisi...
security mengecek badan Yovandra dan Ridho, lalu mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruang interview, ada beberapa orang juga yang ngelamar di tempat ini.
"Gue kira cuma Lo doang Yovan, ternyata ada yang lain juga, untung gue udah siap buat ikut ngelamar juga" bisik Ridho.
Yovan hanya menoleh mendengar ucapan Ridho dengan ekspresi santainya
Satu jam kemudian.
jam menunjukan pukul 05.00 sore.
"Terima kasih atas kerjasamanya mohon tidak sering bolos atau telat, ijin terlebih dahulu jika tidak bisa masuk kerja." kata orang pihak interview.
"Baik. Pak terima kasih kembali." jawab Yovan.
Lalu pergi bersama Ridho meninggalkan ruang interview tersebut.
"Astaga Yovan, Gue kira ngelamar jadi witers, atau kasir atau apa gitu, ternyata di bagian cuci piring, haah..." keluh Ridho di akhiri dengan dengusan berat.
"Yang penting, kan kerja, nah jadi ikut kerja apa nggak Lo?"
"Iya jadilah. Aku nggak mau nyusahin orang tuaku terus, cuma herman aja gitu Lo gue..."
"Heran." sela Yovan.
"Iya, itu heran... cowok tampan, cool, bad boy kayak Lo kerja cuci piring... emang bisa? itu pertanyaannya Yovan, yang gue takutin malah Lo mecahin semua perabotannya, kan bisa gawat Yovan." celoteh Ridho panjang.
"Heh... dasar. pasti bisalah, tinggal cuci doang." balas Yovandra.
Sejujurnya Yovandra sudah belajar mencuci perabotan di rumah Adriano bahkan memecahkannya juga,entah berapa banyak perabotan yang ia cuci, sampai ada yang menggores jari-jarinya, bahkan kakinya juga, sepertinya semua itu tak membuat Yovandra menyerah, tekatnya untuk hidup mandiri sudah kuat.
**Terima kasih sudah membaca**
💜💜semoga terhibur 💜💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Azizah SULAEMAN
yovand" hehe..
2024-04-09
0
Azizah SULAEMAN
keluarganya santai semua ya..
2024-04-09
0
astagaaa belajar tapi mecahin juga?? ga kebayang gaji yg dia dpt nanti berapa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-03-17
1