Bab 05.Menikah part 05

Hallo semuanya.....

Happy Reading....

Big love buat kalian semua 💜 💜

Terima kasih sudah mampir

Semua kejadian dan cerita disini hanyalah sebuah imajinasi.

💜💜💜💜💜💜

***************

Bu dhe Yona mengembalikan ponsel Yovandra dan bertanya, "Kalau dilihat dari wajahnya nak Yovan ini seperti masih pelajar SMP, maaf. Bu dhe rasa, belum boleh jika menikah, jadi harus ... " belum selesai Bu dhe Fatimah berbicara Yona sudah menyela terlebih dulu

"Itu seragam STM/SMK Bu Dhe, dia bukan pelajar SMP," serunya.

"Oh... syukurlah kalau begitu," ucap Bu dhe Fatimah tersenyum lega.

"Bukanya itu seragam sekolah STM/SMK (teknik) migas, sekolah yang mahal itu Nak?"

"Mm... itu, apa namanya, standart pada umumnya, saya permisi pulang dulu," pamit Yovandra ingin segera pulang rebahan.

"Iya, Nak Yovandra. Pak dhe akan bantu urus surat-suratnya, nak Yovandra bisa ke sini pada hari H, tolong tepati janjimu pada keponakanku."

"Ya, assalamualaikum."

"Waalaikumussalam."

Setelah kepergian Yovandra Fatimah dan Herman saling berbicara.

"Bukan kah, yang bersekolah di sana itu anak-anak yang suka tawuran ya Bu?" bisik pak Herman kepada istrinya bu Fatimah.

**

Hari pernikahan sabtu 14 agustus 2023.

Yovandra masih bersiap masuk sekolah, semua kebutuhannya sudah disiapkan oleh orang tuanya dan kakaknya Adriano.

"Kenapa Kamu masih masuk sekolah, harusnya libur aja dan istirahat Yovandra," tegur Adriano.

"Hari ini gurunya killer, bisa turun nilaiku kalo ga masuk sekolah, toh, jam 1 juga udah pulang, masih bisa," jawab Yovandra.

"Kamu ke sana naik apa? bareng sama aku aja ya, aku tungguin."

"Ga usah, lo bareng aja sama mama ke sana duluan."

"Yovandra, ini hari penting kamu, bisa ga! Berhenti berantem dulu, masa mempelai laki-lakinya mukanya bonyok semua, bagaimana kalau suatu saat nanti anakmu bertanya, kenapa foto pernikahan papanya mukanya bonyok semua," canda Adriano.

"Hah, ga akan, kakak ga perlu khawatir, aku hanya mau masuk sekolah supaya nilaiku pada guru killer itu tidak turun."

"Ya sudah, hati-hati."

"Aku berangkat duluan, kak."

Sekolah STM/SMK teknik migas.

Jam menunjukkan pukul 05.45 pagi.

Waa waa waa waa waa

Berisik berisik berisik...

sebagian anak ada yang bercanda, ada juga yang berantem tendang menendang dan malah diadu oleh yang lainya.

Ada juga yang makan snack seenaknya, ada juga yang merundung anak lainya.

Memang kebanyakan murid di sekolah ini para berandalan sekolah, bahkan tidak peduli pada pelajaran.

Suasana kelas yang rame membuat Yovandra ga fokus belajar.

"Hah, sebentar lagi jam guru killer, lalu selesai," suara hati Yovandra. Yovandra berusaha tenang agar bisa datang keacara pernikahannya tepat waktu.

Braakh...

Seseorang terpental ke meja Yovandra, karena ditendang oleh murid yang lainya.

"Mampus! kena meja Yovandra," suara dari murid lain.

"Yovandra, lo oke?" tanya Ridho.

"Sialan! Kalian berdua, kalau mau berantem di luar sana!" bentak Rehan

"Ya, aku oke," sambil menahan lengan Rehan supaya mengabaikan mereka.

"Kenapa Yovandra? Bajingan seperti mereka harus diberi pelajaran supaya sadar tempat!"

"Aku, ada acara nanti, harus datang tepat waktu," jawab Yovan.

"Ck, serah lo lah," dengus Rehan lalu duduk kembali di bangkunya.

Ding Dong Ding Dong Deng!!

Bunyi bel pulang sekolah.

"Aku, balik duluan," kata Yovandra kepada Rehan dan Ridho, tiba-tiba....

Bugh!

Murid yang tadi mendorong temanya di kelas mendorong punggung yovandra dari belakang.

"Heh, udah lemah lo sekarang!" ejeknya dengan senyum sinis.

"Ck, bangsat!" umpat Yovandra.

Yovandra pun kembali berdiri, Yovandra dalam kondisi tidak sehat karena tidak henti-hentinya berantem, entah bersama murid lain ataupun murid dari sekolah yang sama.

Yovandra juga kurang tidur, kurang makan karena tidak sempat.

Ridho dan Rehan sudah menarik kerah baju kedua murid yang mendorong Yovandra, siap melayangkan tinjunya tapi Yovandra mencegahnya.

"Biarin aja!" titahnya pelan dengan menepuk kedua bahu temanya.

"Ayo pulang! Hari ini kita 'cuti berantem,"

"Gila, sejak kapan berantem ada cutinya," sahut Ridho terkekeh.

"Yovandra saja, kasihan sama lo dan lo! Jadi, pergi sana! Sebelum kalian mampus di tangan Gue!" bentak Rehan.

"Kalem Han, Yovandra bilang kita lagi cuti lo!" ucap Ridho sambil terkekeh tidak percaya dengan omongan Yovandra.

"Ada-ada aja lo Yovandra, bagaimana luka lo semalam?" tanya Rehan khawatir.

"Aman, aku duluan, sudah hampir telat."

"Oke, ga usah ngebut naik motornya."

****

Rumah Bu dhe Fatimah dan Pak Dhe Herman.

Hari ini rumah makan ikan bakarnya ditutup sehari, besok sudah mulai buka lagi, karena sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan keponakannya Yona Salsabila.

"Yona, calon suamimu mana? Belum datang?" tanya Renata kakak sepupu Yona yang perempuan.

"Itu, ada mobil berhenti, di depan siapa?" tambahnya saat melihat mobil masuk halaman rumah makan.

"Mungkin itu keluarga dari calon suami Yona." ungkap Bu Dhe Fatimah.

Yona hanya diam melihatnya, rasa tegang dan gugup membuatnya kaku, bahkan badannya sampai panas dingin.

"Semoga semua ini mimpi," suara hati Yona.

"Ayo, kita sambut Pak, kalian juga Ayo!" ajak Bu dhe Fatimah kepada semuanya.

Pak Ustadz yang sebagai Pak dhe Hyuga pun ikut datang begitu juga Hyuga.

Mereka keluar menyambut keluarga Yovandra.

"Mempelai prianya dimana?" tanya semuanya.

"Hmm, itu... tadi Yovandra masih masuk sekolah, tidak mau libur, Yovandra bilang akan menyusul, tenang saja Yona, Yovandra pasti datang menepati ucapanya padamu," jawab Sonya mama Yovandra.

"Dasar, bocah berandalan! tidak menghargai hari spesial ini," ungkap Hyuga jengkel.

"Jaga bicaramu Hyuga," bisik Pak dhe-nya.

"Yona, lebih baik kamu batalkan saja sekarang, bocah preman itu tidak akan datang, dia hanya mempermainkan mu, aku yakin orang yang datang itu bukan keluarganya," bisik Al Reno pada Yona.

Deg.....

Yona semakin gemetaran dan berkeringat dingin, masih berusaha mencoba mengendalikan dirinya dengan santai.

"Assalamualaikum, boleh kami masuk," salam Sonya mama Yovandra, mencairkan suasana yang tegang.

"Ohh... Iya silahkan Bu, Pak, maaf kami malah menyela terlebih dulu," ungkap Budhe Yona.

Ijab kabul dilakukan jam 4 sore setelah sholat ashar, tapi sekarang sudah jam 3, para laki-laki sudah pergi ke masjid sholat berjamaah. Yona dan Bu dhenya juga melakukan sholat terlebih dulu.

Brrrrrrmm!

Brrrrrrmm!

"Yovandra."

*****

Terima kasih sudah membaca

baca terus kelanjutannya ya.

Terpopuler

Comments

Anita Jenius

Anita Jenius

Hadir di sini lagi.

2024-04-23

0

Azizah SULAEMAN

Azizah SULAEMAN

ko bs ya orang tua yovandra menyetujui pernikahannya ? kan yivan msh blm lukus sklh

2024-03-24

1

Pie Yana

Pie Yana

keren loe yovandra

2024-03-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!