Hallo semuanya....
Happy Reading....
Big love💜💜💜
"Belum cukup di pukul dia, Bapak tahu kan kata-kata, 'harus dihajar baru sadar."
"Biar kami sadarkan." satu tangan vino maju hendak memukul Pak guru Adriano namun terhenti....
"Jangan begini kalian... kalau begini kalian benar-benar akan menjadi orang dewasa yang tidak baik." jawab Adriano masih berusaha menasehati mereka dengan keras.
Tuk....
Vino mendorong kepala Adriano dan berucap "Apa urusanmu nanti kita mau jadi apa pun?"
"Emang Bapak kakek-kakek?"
"Lebih baik kasih kami uang saja!"
"Kalau di kasih kami beneran berhenti merokok deh, hahaha...."
sahut teman-teman vino ikut bicara kasar.
''Kalau begitu aku mulai dari tengah ya~~~" ucap vino yang di ikuti teman-temannya berencana mengeroyok Adriano.
"Ng? siapa kau?" tanya salah satu temanya melihat Yovandra berjalan mendekat.
"Hei, cecunguk ini, kan dari kelas kita."
"Kenapa? Kau juga butuh uang?"
seru mereka saat melihat Yovandra datang membantu Pak guru Adriano yang juga adalah kakaknya.
Sambil berjongkok membantu Adriano bangun dan berdiri.
"Lihat, aku kan sudah bilang mereka tidak bisa di ajak bicara, maaf aku titip baju ya Pak, kalau kotor aku harus repot mencuci-nya lagi."
Sruk....
Yovandra melepas jas sekolah-nya dan memberikan-nya pada Pak guru Adriano.
"Yovan." lirih Adriano menoleh ke arah Yovandra.
"Berasa main drama dia." cetus teman vino.
Sedangkan vino masih menatap tajam Yovandra....
Kretek....
suara mereka meregangkan jari-jari tangan-nya dan berteriak "minggir nggak!"
Syut.....
salah satu di antara mereka melayangkan tendangan depan.
Drap... drap...
Drap... drap...
Brukh...
Yovandra berlari maju melawan langsung tanpa berfikir panjang.
"Wow~~ dia tahu caranya menggeliat kalau di injak loh~~"
"Hahaha malu-maluin habis."
"Diam, aku cuma lengah ... "
"Kau sudah gila ya!" teriak salah satu teman vino yang menyerang Yovandra duluan, kini ia berlari menyerang Yovandra lagi.
Tak... tak... tak...
Yovan pun mulai serius saat serangan dari teman vino datang di depannya.
Oh iya. ada satu hal yang belum ku katakan ...
Mottoku adalah 'membuat kesempatan bahkan dalam situasi bagai neraka' itu bukanlah kata-kata yang ku buat, tapi aku menyukai kata-kata itu.
Tuk...
Yovandra melawan dengan sangat baik. menyentuh bagian perut teman vino lalu...
Mendorong-nya dengan tinju.
Bugh...
Brakh...
suara teman vino terpental jatuh ke lantai akibat serangan balik Yovandra.
"Hah... " teman vino yang lainya pun kaget.
"Apa-apaan si bang*at itu?" tukas teman vino melihat Yovandra bisa melawan dan memukul balik.
".... Haha sudah gila anak ini ya, ayo coba maju." teriak vino sambil mengerutkan kedua alisnya.
"Gak ada takutnya.... ban*sat!"
...Tak. tak. tak....
...Vino pun berlari maju ke arah Yovandra....
...Yovan memang pemalu tapi,...
...sebenarnya mungkin aku tidak perlu mengatakan hal ini, akhir-akhir ini anak itu sedang berkutat sama hal yang aneh....
"Belajar berbagai macam olah raga dan juga ikut les bela diri, entah sudah berapa lama dia seperti itu." suara hati Adriano yang teringat saat bercerita kepada Sonya mama-nya tentang Yovandra adiknya.
Ketika melihat Yovandra melawan murid-murid yang bandel itu.
Syut.....
Yovandra Memutar badan lalu kaki fokus menendang dagu lawan, yaitu Vino.
Bugh... pas tepat sasaran mengenai dagu Vino.
Brukh.....
Vino pun jatuh tergeletak dilantai.
Set....
Yovandra kembali berjongkok setelah memutar badan-nya.
"......." anak-anak yang lain melihat-nya terdiam bengong dengan kejadian itu.
"Vino!" teriak mereka melihat vino jatuh tergeletak dilantai, dan bahkan sampe mengeluarkan busa dari mulut-nya.
Brrrrrr.....
"Uwah, dia pingsan!" jerit teman-nya
"Heh, culun, lihat saja kau nanti!" ancam teman satunya lagi lalu berlari pergi.
Drap..... drap... drap....
"Hoi, hoi, pada kemana?!" teriak temanya lagi yang di tinggal pergi kedua temanya, masih di tempat bersama Vino yang pingsan.
Fuh....
Dengus Yovandra sambil mengibaskan rambut di ujung kepalanya.
"Ah.... Adriano melongo terdiam melihat Yovandra berani melawan murid-murid nakal itu.
Tap... tap...
langkah kaki Yovandra berjalan menghampiri Adriano kakaknya.
"Kakak bilang merasa tidak enak karena berhenti jadi tutor aku kan?"
"Bisa ku tarik kata-kata ku yang menyuruh kakak berhenti dari sekolah ini, jangan berhenti."
"Sebagai gantinya... tolong aku Kak, agar bisa pintar belajar dan lulus sekolah dengan sukses."
Adriano pun terdiam melongo mendengar ucapan Yovandra.
"Aku masih tidak pintar belajar. ini adalah kisah suramku masuk STM teknik yang sengit dan kejam di banding siapa pun."
****
"Katanya ada yang menghabisi Vino sekali pukul?" tanya salah satu teman Vino kepada teman yang bersama Vino ketika kejadian itu terjadi.
"Cari gara-gara Dia."
"Banyak lagak haha... tangan besi?"
bercandanya para komplotan Vino.
"Apanya yang bagaimana? kalau mengusik anak buah kita, akhirnya satu di antara dua kan?!" ucap para komplotan Vino.
"Menarik ekor ke sekolah lain dengan kakinya sendiri. atau bertahan lalu mati." kata ketua geng vino. yaitu Reza.
"Wah... sadis lo Reza! biar bagaimapun Dia teman Kita Lo?!" protes teman lainya.
"Karena Dia bodoh, pingsan hanya dengan satu pukulan."
"Lo emang sadis, pantes jadi bos Kita."
'Haha..." seru wakil komplotan vino sambil terkekeh.
Slruupp....
Reza sedang makan mie di kantin sekolah.
Bersama dengan teman-teman yang lainnya.
***
Terima kasih sudah membaca.
Jangan lupa tinggal kan jejak like, kritik dan juga komentar ya.
Terima kasih.😘👍🙏🤲🌟💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Anita Jenius
5 like mendarat buatmu thor. semangat ya
2024-04-23
0
Darien Gap
oke/Good//Rose/
2024-03-15
0
™•°Aliya
tulisantulisan aja
2024-03-08
0