Bab 14.Masuk STM/SMK Teknik part 08

Banyak adegan kekerasan, harap bijak dalam membaca.

Terima kasih.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya like komentar dan kasih bintang 🌟 di pojok judul.

Happy Reading....

💜💜💜💜💜

"Persetan dengan keselamatan kau mau membuatnya bisa konsentrasi belajar?" teriak Homin marah kepada Yovandra.

Yovandra pun hanya diam penuh tanya.

"Kau bicara begitu! tahu maksudnya apa kan?" teriak Homin benar-benar marah dan bersiap menyerang lagi.

"Sekolah dimana Kau bisa konsentrasi belajar katanya, sekolah ini....." suara hati Ridho.

Ucapan Homin membuat Ridho teringat saat ia di bully di awal masuk sekolah STM dulu sebutannya, sekarang ganti SMK ya nama sekolahnya tapi aku lebih suka STM hehe.....

"Benar kata Dia, sekolah ini tidak bisa di ubah, yang namanya suasana sekolah... bukan hal yang dapat berubah hanya karena satu orang mencoba, hal seperti novel begitu tidak akan terja...." ridho merenung sampe kedua matanya mengernyit ketakutan.

"Orang bilang dunia itu uang dan kekuasaan, tapi sekolah ini adalah 'tinju' tempat dimana 'tinju' adalah segalanya."

"STM teknik/SMK teknik bukan tempat yang bisa di ubah oleh orang seperti kau! mengerti!" teriak Homin menjelaskan.

Homin langsung melayang kan tinju depan kepada Yovandra.

Wuuut.... Syut....

"Kenapa Kau nggak sabaran begitu sih, gara-gara nggak bisa berantem..." jawab Yovandra melihat Homin maju menyerang.

Tap...

"Apa itu barusan! jelas Aku mengayunkan tinju, tapi di tangkap olehnya dan lagi Anak ini, tenaga genggaman-nya kuat sekali." suara hati Homin.

Grrrttt....

Yovandra menggenggam kuat satu tangan Homin.

"Padahal Aku sudah bilang nggak akan berkelahi, hah..." keluh Yovandra dan menghela nafas Pelan.

"Lepaskan tanganku!" teriak Homin bersiap meninju Yovandra lagi dengan tangan satunya yang masih bebas.

Tak... tak... tak...

Tak... tak...

Yovandra menangkis semua tinju Homin, masih dengan tangannya yang memegang satu tangan Homin dengan kuat.

Buakh..

Yovandra memukul wajah Homin lagi......

Aaaakh!!

Bruk....

Homin pun terpental jatuh ke lantai.

"Aduh, Aku tanpa sadar..." Yovan kaget dengan tindakannya sendiri.

"Nyut... nyut... Aku nggak bisa memukulnya" suara hati Homin yang tersungkur di lantai masih memegangi kepalanya yang kena pukul oleh Yovandra sambil terperanjat melongo.

Yovandra bisik-bisik kepada Ridho "Ridho-Ridho, mungkin sekarang akan baik-baik saja, Aku akan mencoba segala cara mulai sekarang ayo belajar bareng dengan ku."

"Eh..."

Ridho tersentak kaget dan malah melamun, "nggak mungkin, Homin semudah itu dia... mungkin saja bisa." lamunan ridho.

''Bukanya Kau ingin belajar.iya, kan?ucap Yovandra yang bingung melihat Ridho melamun padahal ia sedang mengajaknya bicara.

''Belajar. ng... tentu saja mau.'' jawab Ridho penuh semangat.

"Ayo kita belajar bersama." ajaknya balik.

Mereka berdua benar-benar mengabaikan Homin yang tersungkur di lantai.

Eh..... syut ....

Yovandra malah berbalik badan mendengar jawaban Ridho.

"Berhasil, sepertinya berhasil." hati Yovandra bersorak gembira terlihat di wajahnya yang tersenyum.

Sedangkan Ridho melongo penuh tanya. dengan tingkah Yovandra yang berbalik membelakangi dirinya.

DING DONg DENG DONG ~~

"Oh...udah bel,ayo Ridho."

Drap drap drap drap

Mereka berdua berlari menuju kelas meninggalkan Homin.

"Hei, tunggu..!" teriak Homin bangkit dari lantai.

"Aku Homin, Anak dari komandan ini, kalah..! jangan bercanda!" umpatnya tak terima jikalau dirinya kalah.

Krek... kretek...

Rahang Homin mengeras sampai terdengar suara giginya benturan.

"Tidak, tidak mungkin..." lirihnya masih menyangkal.

"Kalah ya." terdengar suara dari belakang Homin.

"Ban*sat, siapa Kau!" teriak Homin lalu menoleh ke belakang dimana ada suara.

"Re-Reza!"

Anak bos preman di kota ini, kelas 2-8 jurusan teknik automotif Reza Mahardika 17 tahun.

"Masa, Kau lihat semuanya?" tanya Homin yang melihat Reza di belakangnya.

"Ah... saat lagi pergi mau makan ramen, Aku melihat jejak putih ini, makanya Aku ikuti, hebat loh." kata Reza.

...... Homin panik mendengar ucapan Reza sang ketua pembuat onar.

"Begini-begini Kau itu belajar kick... boxing selama 4 tahun, kan Homin!coba bangun Homin!"

"Oh...? oke kenapa?" Homin pun langsung bangun dan berdiri tiba-tiba.....

Set... Buakh...!!!

Reza melayangkan tinjunya pada wajah Homin.

"Uaakhh.....! Brukh...

Homin pun langsung terpental jatuh ke lantai, sepertinya mengeluarkan darah juga dari hidung.

"Ukh, uhuk... uhuk...!!

"Gimana? siapa yang sepertinya lebih kuat" kata Reza sambil berjalan mendekati Homin yang tergeletak dilantai lalu berhenti di dekat kakinya tepat berada di samping Homin.

"Hmm, sepertinya anak kelas 1 misterius yang menghabisi Vino adalah dia... sekolah yang bisa konsentrasi belajar katanya... boleh juga." gumam Reza santai.

"Ukh.. uuukh..." lirih Homin menahan sakit.

"Anak yang membual omong kosong penuh harapan seperti itu harus di buat melihat kenyataan. aku ingin tahu sampai mana semangat anak baru itu... bisa bertahan." suara hati Reza dengan senyum mautnya.

****

"Inspektur sekolah sudah seperti raja saja."

Bruk....

"Walau begitu tetap saja sekolah sampah begini mau 'perbaiki image' apanya..." gerutu guru pengawas murid di bagian pembuangan sampah.

Brak... Brak... Brak...

"Dasar elang botak (bersihkan semua sampah rokok)" gerutu guru pengawas murid sambil mengingat perkataan kepsek

Uhuk...

Srak.... Klang...

"Ukh!...

Cuh, cuh, cuh, hooeek...!!

"Sial..." keluhnya

Srot--

"Sudah berapa lama Aku di sini masih juga menyuruh ku melakukan ini, tunggu, Kan ada orang yang cocok melakukan ini, iya begitu saja." guru pengawas murid pun pergi meninggalkan tempat pembuangan sampah.

Sruk. Sruk. Sruk.

Suara Adriano mengelap bagian mesin praktek.

Sruk. Sruk Sruk.

"Huff-- dasar Yovan gegabah, untung saja Aku tidak ada kelas di jam pertama dan kedua." keluhnya sambil mengelap keringat di dahinya masih melanjutkan aksinya mengelap bagian yang kotor.

Glek.....

"Pasti akan ku temukan siapa pelakunya." bayangan Adriano tentang guru pengawas murid.

"Ayo cepat bereskan sebelum guru pengawas murid lihat, ini semua terjadi karena Aku melarangnya berkelahi walau sekarang Aku hanya bisa membantu untuk hal seperti ini..." suara hati Adriano sambil tersenyum dan juga memeras kain lap.

Cuurr...

saat Adriano mulai bersih-bersih lagi tiba-tiba.... guru pengawas murid pun datang dan berkata,"Pak Adriano ternyata ada di sini ya!"

Adriano pun tersentak kaget "Ah... selamat pagi Pak pengawas.''

"Untuk apa guru matimatika ada di ruang praktek, Kau tahu, kan hari ini ada kunjungan Inspektur sekolah?kau bahkan tak mempersiapkan apa-apa malah bengong di ruang praktek begini!" gerutu guru pengawas murid kepada Adriano.

"Ah, itu... " Adriano kebingungan harus menjawab apa.

"Cepat ikut a... tunggu dulu... guru pengawas murid melihat ruang praktek yang kotor lalu mengusapkan jarinya di salah satu alat praktek.

Sruk....

Adriano yang melihat itu terperanjat kaget.

"Ada apa ini berantakan sekali? seperti di semprot alat pemadam kebakaran"

Hahaha...

"Baji*gan mana lagi ini!" gerutu guru pengawas murid geram, berbalik badan lalu berjalan menuju pintu keluar dan mengoceh....

"Tu-tungu!" teriak Adriano namun tak di dengar oleh guru pengawas murid tersebut.

Tap tap tap tap tap

"Mentang-mentang Aku berbalik badan dan baik pada mereka, mereka pikir Aku bodoh! pasti akan ku temukan dan... akan ku siksa dia walau Aku di keluarkan dari sekolah sekali pun!"

Tap tap tap tap..

*****

Jangan lupa dukungannya ya...

Big love 💜💜

Terpopuler

Comments

Pie Yana

Pie Yana

aku kembali thor, mff puasaan membuat kurang bnyak melakukan aktivitas

2024-04-01

0

Erlangga😈👻

Erlangga😈👻

Gue dukung Thor semangat nulisnya....

2024-03-01

0

™•°Aliya

™•°Aliya

Di tunggu bab selanjutnya Thor. ....

2024-02-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!